Konsumsi Terus Membaik
Sejumlah indikator ekonomi, baik dari konsumsi maupun produksi, menunjukkan pemulihan selama triwulan IV-2021. Dari sisi konsumsi, indeks Keyakinan Konsumen (IKK) November 2021 tercatat 118,5, lebih tinggi dibanding Oktober 2021 sebesar 113,4. Indeks Penjualan Riil (IPR) November 2021 tercatat di level 199,7, tumbuh 2,2 % dari Oktober 195,5. Dari sisi produksi, Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia Oktober 2021 sempat mencapai level tertinggi dalam 3 tahun terakhir di 57,2.
Menkeu Sri Mulyani menyatakan, indikator tersebut menunjukkan sinyal kuat tren pemulihan konsumsi di pengujung tahun ini akan berlanjut tahun depan. Sri Mulyani menegaskan, momentum pemulihan konsumsi menguat setelah terinterupsi oleh lonjakan penyebaran kasus Covid-19 varian Delta pada triwulan III-2021, dan semakin kuat tahun depan bila kasus penularan Covid-19 terkendali. Waketum Apindo Shinta W Kamdani berharap tingkat ketidakpastian akibat pandemi tahun depan menurun hingga mendongkrak konsumsi masyarakat. (Yoga)
Impian Hidup Ideal di Dunia Rekaan
Anak muda zaman sekarang, sering membuka platform metaverse untuk sekadar mengecek avatar atau karakter pengganti mereka di dunia maya. Di dunia metaverse, kita bisa jadi siapa pun dan pergi ke mana pun atau melakukan apa pun yang kita mau.Tren avatar di dunia metaverse semakin populer semasa pandemi Covid-19 akibat pemberlakuan kebijakan pembatasan mobilitas warga dan kebijakan bekerja dari rumah. Istilah metaverse diciptakan dalam novel fiksi ilmiah, Snow Crash, karya Neal Stephenson tahun 1992. Berasal dari ”meta” yang berarti melampaui dan ”universe” atau semesta. Cerita novel itu kemudian diwujudkan sutradara Steven Spielberg di filmnya, Ready Player One, selain itu, film The Matrix juga bertema serupa.
Di dunia virtual bersama tersebut, orang bisa membeli tanah, barang dan jasa, jalan-jalan ke mana saja, dan datang ke ajang apa saja. Transaksi di dalamnya kerap menggunakan mata uang kripto. Banyak platform realitas virtual ini didukung oleh teknologi blockchain, mata uang kripto, dan non-fungible token (NFT) yang memungkinkan aset digital terdesentralisasi untuk dikumpulkan dan dimonetisasi. Sepatu merek Nike atau merek terkenal Gucci pun sudah merambah metaverse. Dunia mode berperan besar dalam platform ini dan penciptanya sudah menjual pakaian secara virtual hingga 1,6 miliar helai di Zepeto. Dari setiap penjualan 5.000 zems, Zepeto memperoleh 106 dollar AS. Para pengguna Zepeto membeli mata uang zems ini dengan uang asli. (Yoga)
Bersiap Membuat Resolusi 2022
Momen pengujung tahun merupakan saat tepat merencanakan resolusi, baik resolusi baru maupun yang sempat gagal tahun sebelumnya. Tradisi ini merupakan tindakan perbaikan diri yang akan dimulai pada Tahun Baru. Sebagian besar orang menjadikan resolusi sebagai motivasi, tuntunan hidup, atau tujuan yang akan dicapai selama satu tahun ke depan. Banyak ragam janji perbaikan hidup yang dikenal dengan resolusi ini, mulai dari hal keuangan, kesehatan, hubungan sosial, pendidikan dan keahlian, hingga hubungan spiritual. Namun, kondisi pandemi Covid-19 selama 2 tahun terakhir membuat perbaikan dalam bidang keuangan dan kesehatan jadi hal yang paling diinginkan.
Tidak fokus dan kondisi yang tidak mendukung jadi alasan umum penyebab resolusi tidak terealisasi. Tidak mengevaluasi pencapaian merupakan kesalahan besar Melalui proses monitoring, target pencapaian dapat dievaluasi, jika hasil monitoring menyatakan pencapaian tidak sesuai waktu target, perlu dibuat penyesuaian perencanaan dan trik agar resolusi tetap dapat terealisasi Bila seseorang siap mengubah hidupnya jadi lebih berkualitas, maka fokus dan semangat mudah diraih. Selain itu, kesiapan diri ini jadi perisai antisipasi hambatan dan tantangan dimasa mendatang. Mewujudkan resolusi tidak semudah merencanakan. Perlu kerja keras, kepercayaan diri, dan konsistensi untuk mencapainya. (Yoga)
Aktivisme Digital, Yang Muda, yang Peduli
Pertengahan 2021, jagad media sosial diramaikan unggahan dari BEM UI berupa meme wajah Presiden Joko Widodo bertulis ”Jokowi The King of Lip Service”. Respons pro dan kontra bermunculan, Ketua BEM UI Leon Alvinda mengalami doxing dan medsosnya sempat diretas. Banyak anak muda, terutama generasi Z dan generasi milenial akhir, ramai bersuara membela hak kebebasan berpendapat. Hasil pemetaan Drone Emprit menunjukkan, mayoritas yang aktif dalam percakapan via Twitter terkait isu ini berusia muda, yakni 49,56 persen berusia 19-29 tahun. Sejalan paparan Damien Spry, dosen University of South Australia, medsos jadi media terbanyak digunakan. 89 % sumber berita saat ini berasal dari berita daring dan media sosial. Bagi anak muda, medsos adalah wahana berekspresi untuk banyak hal.
Co-Founder Arisearose Calista Fahira Ridrany Jasmine, komunitas anak muda yang berawal di Instagram dan mempunyai lebih 19.000 pengikut ini aktif bergerak menyuarakan sejumlah isu seperti kesehatan mental, lingkungan, hingga sosial politik. Sejalan hal itu, mereka perlahan mengantarkan literasi digital kepada para pengikutnya. Anita Wahid juga turut serta dalam Siberkreasi serta menggerakkan Mafindo dan Public Virtue, memberi pesan bagi anak muda untuk tetap bergerak. Aktivisme digital merupakan sebuah keniscayaan dan anak muda yang memegang kendali.Akan tetapi, literasi digital perlu dipegang tidak hanya dari kreasi pembuatan konten, tetapi juga etika dan keamanan. (Yoga)
Waspada, Modus Kejahatan Perbankan di Era DIgital
Era digital membuat hidup semakin gampang. Di sektor keuangan, hampir semua transaksi ritel bahkan sudah menggunakan kanal digital. Direktur Teknologi Informasi dan Operasi PT Bank Negara Indonesia (BBNI) YB Hariantono mengatakan, risiko kejahatan perbankan yang paling susah dicegah datang dari sisi nasabah. "Seperti penipuan social engineering. Ini susah karena berada di luar kontrol bank," katanya pada KONTAN, Kamis (23/12). Di sisi lain, nasabah juga harus waspada. Seperti jangan memposting data diri pribadi dan main percaya dengan media sosial. Ibarat kata, percuma sudah digebok, tapi kunci gembok gampang diambil penjahat.
Realisasi Pembiayaan Investasi Naik Empat Kali
Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, realisasi pembiayaan investasi termasuk suntikan modal kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hingga November 2021 mencapai Rp 116,3 triliun. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani posisi ini melonjak 278,5% dari periode yang sama 2020. Realisasi ini setara 56% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang sebesar RP 184,5 triliun. "Masih ada pencairan anggaran pembiayaan investasi Desember ini dengan jumlah sangat besar," kata Menkeu, Rabu (22/12). Selain itu suntikan modal kepada Lembaga Pengelola Investasi senilai Rp 15 triliun, PT Hutama Karya Rp 6,21 triliun, PT Pembangkit Listrik Negara (PLN) Rp 5 triliun, kewajiban penjaminan Rp 2,72 triliun, serta PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Rp 2,25 triliun.
Jumlah Investor Pasar Modal Melesat Berkat Inovasi Teknologi
Semakin banyak orang Indonesia yang melek investasi. Jumlah investor pasar modal meningkat 89,58% menjadi 7,3 juta single investor dentification (SID) sepanjang tahun ini sampai dengan 17 Desember 2021. Jumlah tersebut merupakan SID gabungan yang terdiri dari investor saham, surat utang, reksadana, surat berharga negara (SBN) dan jenis efek lain yang tercatat di KSEI. Jika dirinci, jumlah investor yang memiliki aset saham meningkat 101,19% menjadi 3,41 juta. Sedang jumlah investor yang memiliki reksadana melesat 111,29% jadi 6,71 juta. Investor yang memiliki aset SBN naik 31,96% jadi 607.000. Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, yang menarik, dari total 7,3 juta investor, sebesar 99,5% merupakan investor ritel. "Investor ritel ini banyak didominasi oleh dua generasi, yakni generasi milennial dan generasi Z," kata Uriep di Jakarta Selatan, Kamis (23/12).
Likuiditas Makin Deras Menjelang Akhir Tahun
Likuiditas sektor keuangan Indonesia November 2021 naik, sejalan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang akhir tahun. Bank Indonesia (BI) mencatat, uang beredar dalam arti luas (M2) November 2021 mencapai Rp 7.572,2 triliun, tumbuh 11% year on year (yoy). Jumlah ini lebih tinggi ketimbang Oktober 2021 sebesar Rp 7.491,7 triliun, naik 10,5% yoy. BI menyebut kenaikan berasal dari akselerasi uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang kuasi. Adapun komponen uang kuasi pada November 2021 tercatat Rp. 3.405,8 triliun, tumbuh 7,0% yoy. Angka ini juga naik dari bulan Oktober 2021 yang sebesar Rp 3.393,8 triliun atau tumbuh 6,0% yoy. Asal tahu saja, komponen uang kuasi ini di dorong oleh peningkatan simpanan berjangka dan giro valas.
Memacu Ekspor Industri
Kabar baik datang dari perdagangan Indonesia. Kemarin, Kementerian Perdagangan resmi melepas ekspor dengan nilai puluhan triliun rupiah ke puluhan negara tujuan. Tak hanya itu, jumlah perusahaan yang terlibat pun sampai ratusan yang berasal dari berbagai daerah. Meski masih berjibaku menghadapi penyebaran virus corona, yang mengakibatkan melemahnya perekonomian nasional dan global, kinerja ekspor Indonesia pada tahun ini patut diapresiasi. Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), total nilai ekspor Indonesia pada Januari–November 2021 mencapai US$209,16 miliar atau naik 42,62% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Angka tersebut diklaim menjadi angka tertinggi yang melampaui rekor pada 2011 senilai US$203 miliar.
Tak hanya secara nilai, torehan prestasi lainnya yang dicatatkan atas kinerja ekspor pada tahun ini adalah bidang usaha yang berkontribusi tinggi. Bila sebelumnya ekspor didominasi oleh produk komoditas seperti produk pertanian, minyak sawit, dan karet, kini sudah beralih pada industri pengolahan. Sebagaimana yang dilansir oleh BPS, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan pada Januari–November 2021 naik 35,42% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2020, dengan tujuan ekspor produk manufaktur terbesar dikirimkan ke China, yaitu sebesar US$5,41 miliar. Selanjutnya disusul Amerika Serikat senilai US$2,54 miliar dan Jepang US$1,64 miliar, dengan kontribusi ketiganya mencapai 44,61% terhadap ekspor nasional. Adapun ekspor ke Asean dan Uni Eropa masing-masing sebesar US$4,14 miliar dan US$1,80 miliar.
Strategi Ekspansi Emiten, ADRO Garap Smelter US$728 Juta
Emiten produsen batu bara, PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) melalui PT Adaro Aluminium Indonesia menandatangani Letter of Intention to Invest sebesar US$728 juta untuk membangun aluminium smelter di Kawasan Industri Hijau Indonesia. Adaro berkomitmen melakukan transformasi bisnis melalui green initiative jangka panjang, antara lain dengan berinvestasi membangun aluminium smelter guna mendukung program hilirisasi industri yang dicanangkan pemerintah. "Melalui investasi ini, kami berharap dapat membantu mengurangi impor aluminium, memberikan proses dan nilai tambah terhadap alumina serta meningkatkan penerimaan pajak negara," ujar Wakil Presiden Direktur Adaro Energy Ario Rachmat, Kamis (23/12). Untuk mengembangkan industri ini, emiten berkode ADRO itu akan menggandeng mitra asing yang sudah memiliki rekam jejak, pengalaman, teknologi terkini dan pengetahuan secara menyeluruh di industri aluminium.









