;

Industri TPT Mulai Pulih

Yoga 27 Dec 2021 Investor Daily

Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) mulai pulih dari hantaman pandemic Covid 19, industry padat karya ini diperkirakan tumbuh 1 % dibanding 2020 sebesar 8,8 %. Dirjen Industr Kimia Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Muhammad Khayam menuturkan, kuartal IV-2021, industry TPT sudah tumbuh 1 %, kemenperin membantu pemulihan industry TPT dengan pengendalian impor dan pengenaan trade remedies untuk pengamanan pasar dalam negeri, melalui rekomendasi impor, bea masuk anti dumping (BMAD), serta bea masuk tindakan pengamanan (BMTP) atau safeguard. Khayan mengatakan, kemenperin sedang menata industri TPT agar menjadi kontributor ekspor terbesar Indonesia yang dipegang CPO. Ekspor TPT Januari – Oktober 2021 naik 19 % jadi USD 10,52 miliar. Untuk itu Kemenperin fokus melakukan harmonisasi dari hulu sampai hilir. Selain itu kemenperin mendorong pelaku industri TPT melakukan perubahan teknologi melalui restrukturisasi mesin dengan potongan harga melalui APBN, dengan potongan 10 % untuk impor dan diskon 25 % untuk pembelian alat di dalam negeri. (Yoga)      


Pertamina Naikkan Harga LPG Nonsubsidi

Yuniati Turjandini 27 Dec 2021 Investor Daily

PT Pertamina (persero) melalui anak usahanya, PT Pertamina Patra Niaga, menaikkan harga jual gas minyak cair (liquefied petrolium gas/LPG) non subsidi sebesar Rp1.600-Rp2.600 perkilogram mulai 25 Desember kemarin. Hal ini seiring melonjaknya harga Contract Price (CP) Aramco LPG. Namun perusahaan energi plat merah itu memastikan harga LPG bersubsidi tidak naik. "Besaran penyesuaian harga LPG nonsubsidi berkisar antara Rp1.600-2.600 per Kg. Perbedaan ini untuk mendukung penyeragaman harga LPG ke depan serta menciptakan keadilan harga antar daerah," kata Sekretaris Perusahaan Pertamina Patra Niaga Irto Ginting kepada Investor Daily. Secara terpisah,Wakil Ketua Komisi VII DPR Eddy Soeparno memahami pertimbangan Pertamina melakukan penyesuain harga LPG non sunsidi. "Yang perlu diperhatikan adalah jangan sampai kenaikan ini justru membebani anggaran kita, sehingga pemerintah memberikan subsidi tambahan. Tidak bisa itu,"kata dia. (Yetede)

BBM Ramah Lingkungan bakal Dinikmati Hingga Pelosok Negeri

Yuniati Turjandini 27 Dec 2021 Investor Daily

Bahan Bakar Minyak (BBM) ramah lingkungan bakal dinikmati  masyarakat hingga ke pelosok negeri. Program BBM Satu Harga yang sukses menyamaratakan harga bensin di wilayah terdepan, terluar dan tertinggal (3T), akan menyalurkan BBM dengan  nilai oktan (RON) lebih tinggi tahun depan, bukan lagi bensin Premiun dengan RON 88. Demikian peta jalan (roadmap) pemerintah dalam menekan emisi karbon. Direktur BBM BPH Migas Patuan Alfon Simanjutak  mengatakan, masih ada waktu hingga akhir tahun depan untuk menetapkan volume JBKP. BBM satu harga sudah menjangkau 321 titik 3T hingga akhir 2021 ini, pemerintah menargetkan 573 titik hingga akhir 2024 mendatang. Sementara itu, Direktorat Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih mengungkapkan, perubahan dari Premiun ke Pertalite akan mampu menurunkan kadar emisi CO2 sebesar 14%. (Yetede)

Antisipasi Lonjakan Konsumen Pemerintah Amankan Pasokan Energi

Yuniati Turjandini 27 Dec 2021 Investor Daily

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  memastikan pasokan energi pada periode Natal 2021 dan Tahun Baru  2022 dalam kondisi aman. Pada periode ini konsumsi listrik diperkirakan naik sebesar 4,5% dan bahan bakar minyak (BBM) 19 juta kiloliter (KL). Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan, langkah antisipasi perlu diambil guna memastikan kelancaran dan distribusi energi ke masyarakat, kendati masih terdapat pembatasan kegiatan akibat pandemi Covid-19. "PT PLN (persero) telah melakukan langkah prediktif dan preventif atas kondisi ini. 

Mereka juga sudah mengamankan bahan baku untuk energi primer serta kesiapan tenaga kerja selama H-7 sampai H+7," kata Arifin dalam keterangan resminya. Hingga 22 Desember 2021, pasokan dan penyaluran BBM dan LPJ nasional berjalan lancar dengan rincian ketahan stock untuk LPG 15,32 hari, kerosene 44,40 hari. Premium 23,33 hari, Pertalite 7,72 hari, Pertamax 21.75 hari, Pertamax Turbo 48,93 hari, Biosolar 18,90 hari, Dexlite 1,68 hari, Pertamina Dex 31,12 hari, dan Avtur 37,88 hari. (Yetede)

PLN Rampungkan 50 Proyek Kelistrikan

Yuniati Turjandini 27 Dec 2021 Investor Daily

Sepanjang 2021, PT PLN (persero) berhasil menyelesaikan 50 proyek infrastruktur ketenagalistrikan di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan sebagian Jawa Barat. Proyek senilai Rp 8,8 triliun ini mencakup 26 gardu induk dengan total kapasitas 1.380 mega volt ampere (MVA), 23 jaringan transmisi sepanjang 271,5 kilometer sirkuit (kms), dan satu pembangkit  171 megawatt (MW). Pembangunan tersebut juga sesuai dengan tujuan PLN, yakni meningkatkan suplai  listrik kemasyarakat, memperkuat keandalan sistem kelistrikan, menjadi pendorong penggerak roda perekonomian masyarakat, pembangunan dan industri, serta penurunan Biaya Pokok Penyediaan  (BBP) tenaga listrik."Dimana tujuan tersebut guna mewujudkan visi menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara dan nomor satu pilihan pelanggan untuk solusi energi," kata Ratnasari dalam keterangannya di Jakarta. (Yetede)

Harga CPO 2022 Tetap Tinggi, Butuh Strategi Kendalikan Laju Inflasi

Yuniati Turjandini 27 Dec 2021 Investor Daily

Harga minyak sawit mentah (Crude palm oil/CPO) diproyeksikan tetap  tinggi diatas US$ 1.000 per ton tahun depan. Kondisi tersebut akan berdampak pada kenaikan harga minyak goreng di pasar domestik yang berpotensi mendongkrak inflasi. Karena itu, kenaikan harga CPO perlu disikapi dengan menyiapkan strategi pengendalian laju inflasi yang tepat. Wakil Ketua Umum Gabungan Pengausaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Tagor Sitanggang menyatakan, fakta menarik yang timbul sebagai dampak kenaikan harga CPO adalah menanjaknya harga minyak goreng sehingga menyebabkan tingginya inflasi. "Kenaikan harga CPO membuat devisa negara bertambah, tapi disisi yang lain inflasi harus tetap dijaga. Ini menjadi tantangan, apa yang harus dilakukan. Kondisi global saat ini memang terjadi peningkatan permintaan mau tidak mau membuat harga komoditas, seperti sawit, juga mengalami kenaikan harga, ini tidak bisa dihindari." Jelas Togar. (Yetede)

Harga Sejumlah Bahan Pokok Melonjak

Yoga 27 Dec 2021 Kompas

Harga sejumlah bahan pokok, seperti minyak goreng dan cabai merah, tak terkendali Natal tahun ini. Kenaikan harga komoditas global dan La Nina jadi faktor utama lonjakan harga itu, yang berpengaruh pada tingkat inflasi di tengah daya beli masyarakat yang belum pulih. Kemendag mencatat, secara bulanan, komoditas pangan pokok yang melonjak harganya adalah minyak goreng, cabai merah, telur ayam ras, dan bawang merah. Sejumlah pembeli mengeluhkan kenaikan harga, namun pedagang tidak dapat berbuat banyak, karena harga beli memang sudah tinggi.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan menjelaskan, kenaikan harga minyak goreng  dalam negeri dipicu kenaikan harga CPO dunia, mengacu harga lelang komoditas CPO Dumai yang pada minggu ke 4 Desember ini mencapai Rp 12.041 per liter, naik 42,28 persen dibandingkan Desember 2020. Untuk cabai, kenaikan harga karena panen raya di beberapa sentra produksi Jatim mulai berakhir di tengah lonjakan permintaan, khususnya di sejumlah daerah di Sumatera, juga produktivitas tanaman cabai turun akibat efek La Nina yang diperkirakan mencapai puncak pada Januari 2022. (Yoga)


Pekerjaan Rumah Pemerintah pada 2022

Yoga 27 Dec 2021 Kompas

Sepanjang 2021, publik menyorot persoalan yang tak kunjung dituntaskan pemerintah, di bidang hukum, ada pekerjaan rumah pemberantasan korupsi, sedangkan di bidang politik, publik menyoroti sinergitas antar lembaga pemerintah. Di bidang hukum, pemberantasan korupsi menempati isu paling krusial (43,4 %) , diikuti penuntasan RUU, penegakan hukum berkeadilan, dan perlakuan sama di mata hukum. Belum hadirnya keadilan hukum, khususnya pada masyarakat rentan, tecermin  dari perlakuan hukum tidak adil bagi perempuan dalam kasus KDRT, kekerasan seksual 3 anak di Luwu Sulsel, ataupun pelecehan seksual terhadap mahasiswi sejumlah perguruan tinggi. Di penghujung tahun ini, penuntasan RUU penting tertunda, di antaranya RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual, RUU Perlindungan Data Pribadi, dan RUU Perampasan Aset Tindak Pidana. (Yoga)


Kenaikan Suku Bunga dan Galur Omicron

Yoga 27 Dec 2021 Kompas

Bank sentral Inggris atau BoE (16/12/2021), jadi bank sentral negara G-7 pertama yang menaikkan suku bunga acuan sejak pandemi Covid-19 memukul ekonomi global. BoE menyebut, tekanan inflasi mendasari kenaikan suku bunga, inflasi kemungkinan mencapai level 6 % pada April, 3 kali target. Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 galur Omicron merugikan pedagang ritel dan restoran. Namun, BoE terdorong menghentikan lonjakan harga agar tidak jadi masalah jangka panjang. Tertangkap perubahan dinamika dan pilihan responsnya, pengambil kebijakan tiap negara mencari cara meredam dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja.

Sehari sebelumnya Bank Sentral AS (The Fed), akan mengakhiri program pembelian surat utang dan mengisyaratkan tiga kali kenaikan suku bunga acuan tahun depan. The Fed mengisyaratkan, lonjakan inflasi adalah risiko terbesar, bukan potensi kerusakan ekonomi dari varian Omicron yang menyebar cepat. Gubernur The Fed Jerome Powell  antusias tentang kekuatan pasar kerja AS. ”Ekonomi tidak lagi membutuhkantambahan dukungan kebijakan,” katanya. (Yoga)


Beres-beres Sistem Resi Gudang

Yoga 27 Dec 2021 Kompas

Warehouse receipt system atau sistem resi gudang (SRG) di Indonesia berkembang sejak pertama diterapkan 20 Agustus 2007. 14 tahun perjalanannya ditutup dengan kepastian pasar relatif besar. Aprindo berkomitmen serap sejumlah komoditas pangan petani, nelayan, petambak, dan peternak yang dikelola berbasis SRG pada 2022. Aprindo akan jadi penjamin serapan dan pembeli siaga, terutama untuk sejumlah komoditas yang sudah dikemas dengan baik. Untuk komoditas yang belum dikemas, Aprindo gandeng mitra pemasok jaringan ritel modern agar mendapat kemasan dan dijual di jaringan ritel modern.

Pengelola gudang SRG, petani, peternak, petambak, dan nelayan, mendapat kepastian dan perluas pasar. SRG merupakan instrumen usaha pascapanen dengan mekanisme tunda jual dan dikelola koperasi atau badan usaha, untuk lindungi produsen pangan dan bahan baku industri saat harga anjlok, dengan simpan hasil panen di gudang SRG dan jual saat harga bagus. Syaratnya, berdaya simpan sedikitnya tiga bulan, memenuhi standar mutu, dan jumlah minimum komoditas tersimpan. Mereka mendapat resi gudang dengan waktu jatuh tempo tertentu dan dapat digunakan sebagai jaminan kredit bank. Resi gudang juga dapat diperdagangkan di pasar lelang komoditas, bahkan pasar derivatif atau bursa komoditas berjangka. (Yoga)


Pilihan Editor