;

Aktivisme Digital, Yang Muda, yang Peduli

Teknologi Yoga 26 Dec 2021 Kompas
Aktivisme Digital,
Yang Muda, yang Peduli

Pertengahan 2021, jagad media sosial diramaikan unggahan dari BEM UI berupa meme wajah Presiden Joko Widodo bertulis ”Jokowi The King of Lip Service”. Respons pro dan kontra bermunculan, Ketua BEM UI Leon Alvinda mengalami doxing dan medsosnya sempat diretas. Banyak anak muda, terutama generasi Z dan generasi milenial akhir, ramai bersuara membela hak kebebasan berpendapat. Hasil pemetaan Drone Emprit menunjukkan, mayoritas yang aktif dalam percakapan via Twitter terkait isu ini berusia muda, yakni 49,56 persen berusia 19-29 tahun. Sejalan paparan Damien Spry, dosen University of South Australia, medsos jadi media terbanyak digunakan. 89 % sumber berita saat ini berasal dari berita daring dan media sosial. Bagi anak muda, medsos adalah wahana berekspresi untuk banyak hal.

Co-Founder Arisearose Calista Fahira Ridrany Jasmine, komunitas anak muda yang berawal di Instagram dan mempunyai lebih 19.000 pengikut ini aktif bergerak menyuarakan sejumlah isu seperti kesehatan mental, lingkungan, hingga sosial politik. Sejalan hal itu, mereka perlahan mengantarkan literasi digital kepada para pengikutnya. Anita Wahid juga turut serta dalam Siberkreasi serta menggerakkan Mafindo dan Public Virtue, memberi pesan bagi anak muda untuk tetap bergerak. Aktivisme digital merupakan sebuah keniscayaan dan anak muda yang memegang kendali.Akan tetapi, literasi digital perlu dipegang tidak hanya dari kreasi pembuatan konten, tetapi juga etika dan keamanan. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :