Impian Hidup Ideal di Dunia Rekaan
Anak muda zaman sekarang, sering membuka platform metaverse untuk sekadar mengecek avatar atau karakter pengganti mereka di dunia maya. Di dunia metaverse, kita bisa jadi siapa pun dan pergi ke mana pun atau melakukan apa pun yang kita mau.Tren avatar di dunia metaverse semakin populer semasa pandemi Covid-19 akibat pemberlakuan kebijakan pembatasan mobilitas warga dan kebijakan bekerja dari rumah. Istilah metaverse diciptakan dalam novel fiksi ilmiah, Snow Crash, karya Neal Stephenson tahun 1992. Berasal dari ”meta” yang berarti melampaui dan ”universe” atau semesta. Cerita novel itu kemudian diwujudkan sutradara Steven Spielberg di filmnya, Ready Player One, selain itu, film The Matrix juga bertema serupa.
Di dunia virtual bersama tersebut, orang bisa membeli tanah, barang dan jasa, jalan-jalan ke mana saja, dan datang ke ajang apa saja. Transaksi di dalamnya kerap menggunakan mata uang kripto. Banyak platform realitas virtual ini didukung oleh teknologi blockchain, mata uang kripto, dan non-fungible token (NFT) yang memungkinkan aset digital terdesentralisasi untuk dikumpulkan dan dimonetisasi. Sepatu merek Nike atau merek terkenal Gucci pun sudah merambah metaverse. Dunia mode berperan besar dalam platform ini dan penciptanya sudah menjual pakaian secara virtual hingga 1,6 miliar helai di Zepeto. Dari setiap penjualan 5.000 zems, Zepeto memperoleh 106 dollar AS. Para pengguna Zepeto membeli mata uang zems ini dengan uang asli. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023