Tatap Muka Penuh
Pembelajaran tatap muka secara penuh sudah dimulai dalam beberapa pekan terakhir, menandai era baru interaksi anak didik yang sempat mengikuti kegiatan belajar jarak jauh atau daring dalam waktu yang cukup lama akibat pandemi Covid-19. Sempat pula diterapkan uji coba kegiatan belajar secara hibrida beberapa waktu lalu sebagai persiapan pembelajaran normal. Sebenarnya bukan era baru juga karena apa yang baru saja berja-lan ini adalah bentuk kelaziman pendidikan yang kita kenal.
Peta Industri Tekstil, Pasar Domestik Bakal Lebih Solid
Geliat industri tekstil nasional pada tahun ini diperkirakan lebih kencang sejalan dengan makin kondusifnya pasar dalam negeri. Peluang ekspor juga kian terbuka meski tantangannya juga penuh dinamika. Pemerintah juga percaya diri dengan memproyeksikan pertumbuhan 5% untuk industri tekstil dan produk tekstil (TPT) pada 2022 setelah sebelumnya tak bisa mengoptimalkan ekspansi, karena pandemi dan pembatasan ketat. Alhasil, sejumlah pemain di industri ini juga menyiapkan langkah ekspansi meskipun masih terbatas guna mengantisipasi kebutuhan pasar. Sekjen Asosiasi Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI) Redma Gita Wirawasta mengatakan industri tekstil hulu sebenarnya memiliki peluang besar untuk mensubstitusi bahan baku impor untuk tujuan ekspor. Namun, bahan baku dari luar negeri memperoleh fasilitas kemudahan impor tujuan ekspor (KITE). Hal serupa tidak berlaku untuk produk dalam negeri.
Ekspektasi itu didukung oleh sejumlah perkembangan positif seperti pasar domestik yang sudah mulai bergeliat dengan mobilitas yang lebih longgar dibandingkan dengan tahun lalu. Di sisi lain tantangan yang dihadapi pebisnis juga tidak kecil, seperti kemungkinan naiknya biaya energi pada tahun ini, sehingga harus ditempuh strategi jitu untuk menghasilkan produk yang tetap berdaya saing. Sementara itu, kalangan pelaku industri juga siap mengarungi tahun ini dengan harapan yang lebih kuat. Sekretaris Perusahaan PT Trisula Textile Industries Tbk. (BELL) R. Nurwulan Kusumawati mengatakan arah perbaikan pasar domestik sudah mulai dirasakan pada kuartal terakhir tahun lalu yang disambut dengan menggencarkan produk ritel dan customized order.
Kemenkominfo Mulai Siapkan Frekuensi Untuk 5G
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah melakukan kajian awal terkait peta jalan dan mulai menyiapkan spektrum frekuensi radio untuk implementasi layanan telekomunikasi seluler 5G di Indonesia. Koordinator Standar Radio Telekomunikasi Radio Kemenkominfo Indra Utama mengatakan, spektrum frekuensi yang digunakan para operator telekominukasi untuk implementasi 5G saat ini yang dimulai pada 2021 masih pada frekuensi eksisiting yang juga digunakan untuk layanan 4G LTE. Menurut Indra, ada dua opsi yang dapat dilakukan untuk bisa segera memanfaatkan frekuensi 700 MHz. Pertama,dibuatkan seleksi izin nasional pada kuartal III-2021. Tetapi, pemanfaatannya untuk 5G dimulai area rural dengan mengikuti clerarence seauai jadwal ASO. "Opsi kedua, seleksi izin nasional menunggu penuntasan seluruh tahapan ASO paling lambat selesai pada November 2022," imbuhnya. (Yetede)
Telkomsel dan InMobi Kerjasama Pemasaran
Telkomsel, perusahaan telekomunikasi digital terbesar di Tanah Air, menjalin kerjasama dengan InMobi, perusahaan teknologi pemasaran, monetisasi dan konten, keduanya akan menggali potensi pemasaran merek melalui perangkat mobile dan memaksimalkan return of investment (RoI) dari aktivitas melalui mobile marketing. GM Data Solution Business dan Partnership Telkomsel Rangga Gandina mengatakan, mengingat saat ini konsumen tidak bisa lepas dari penggunaan perangkat mobile, pemilik brand masih memiliki tantangan besar dalam strategi menjangkau audeins yang tepat. Melalui kerjasama itu, audiens akan tersedia untuk pemrogram media buying di InMobi Exchange. "Wawasan ini akan disediakan oleh InMobi, platform consumer intelegence pertama yang berbasis AL (artificial intelegence) dari InMobi-pulse," imbuhnya (Yetede)
Saratoga dan East Ventures Modali Xurya US$ 21,5 Juta
PT Saratoga Invetastama Sedaya Tbk dan East Ventures (Growth Fund) memberikan suntikan modal US$ 21,5 juta atau sekitar Rp 308 miliar kepada PT Xurya Daya Indonesia, start-up energi terbarukan yang fokus pada jasa sewa PLTS atap di Indonesia. Modal dari putaran pendanaan seri A tersebut akan Xurya gunakan untuk melanjutkan pembangunan PLTS atap yang telah tumbuh tiga kali lipat tahun 2021 "Kami mengapresiasi dukungan dan kepercayaan yang diberikan oleh investor, partner, dan costumer untuk membantu kami dalam mempercepat transisi energi baru terbarukan di Indonesia sejak Xurya berdiri tiga tahun yang lalu," ujar Managing Director Xurya Dana Indonesia Eka Himawan, Rabu (12/1). Seperti diketahui, East Ventures dan Saratago yang memimpin putaran pendanaan tersebut memiliki banyak porfolio dalam investasi ke perusahaan rintisan (start-up) pada tahap awal dan lanjutan dari berbagai industri, termasuk industri sosial dan lingkungan. (Yetede)
Survei Dailysocial.id: 58,9% Pemakai e-money Menggunakan OVO
Survey Dailysocial.id yang bertema Fintech Report 2021:The Convergence of (Digital) Financial Services menyebutkan, OVO sebagai uang elektronik (e-money) paling banyak digunakan di Indonesia. Dari total pengguna e-money di Tanah Air, sekitar 58,9%-nya tercatat sebagai pengguna OVO. Menurut laporan CORE Indonesia, setelah bergabung dengan OVO, sejumlah 8 dari 10 UMKM yang sebelumnya tidak memiliki akses bank, kini juga telah mengenal produk-produk perbankan. Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia juga menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia pada periode 2019-kuartal II-2020 naik sekitar 9% menjadi 73,7% dari toal populasi,atau setara dengan 196,7 juta penduduk. Untuk senantiasa memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama segmen unbanked, OVO pun terus berupaya memperluas ekosistem offline melalui kerjasaam dengan berbagai mitra, antara lain Indomaret, LOTTE Mart, Mitra Bukalapak, dan masih banyak lagi. (Yetede)
BKF: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal IV-2021 Capai 5,1%
Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV-2021 melesat ke level 5,1%, sejalan dengan tren pemulihan ekonomi yang semakin kuat. Alhasil pertumbuhan ekonomi sepanjang 2021 mencapai 3,7%. Kedepannya kondisi fiskal maksimal mencapai defisit 3% terhadap PDB sesuai Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020, dengan rasio utang terkendali, neraca transaksi berjalan menuju positif, serta kerentanan fiskal terkendali. APBN saat ini sangat aman dan kuat untuk mengantisipasi resiko tersebut. Khususnya dengan performa yang sangat baik pada 2021, yakni capaian defisit anggaran yang hanya 4,65% dari target 5,7%. Kata Kepala BKF Febrio Kacaribu, pada tahun lalu, Indonesia juga memperoleh berkah dari kenaikan harga dari beberapa komoditas di pasar global beberapa waktu terakhir. Pasalnya kenaikan harga komoditas yang tinggi memicu peningkatan penerimaan negara, khususnya penerimaan pajak. (Yetede)
2022, Inflasi Bakal Terkendali di 3%
Badan Kebijakan Fiskal (BKF) optimistis tingkat inflasi tahun ini terkendali sesuai asumsi makro 3% plus minus 1% meskipun ditengah naiknya harga komoditas unggulan Indonesia mulai dari kelapa sawit sampai batu bara. Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan, saat ini inflasi menjadi ancaman di negara maju seperti AS yang laju inflasinya sudah mencapai 6,8%, begitu pula dengan Eropa. Tetapi inflasi Indonesia hingga saat ini masih terjaga rendah di posisi 1,9%. Adapun kenaikan harga komoditas energi seperti migas dan batubara diproyeksikan masih berlanjut hingga pertengahan 2022. Sementara nikel, kelapa sawit, dan karet akan mengkuti tren perubahan ekonomi dunia. "Dampak komoditas yang naik ini terhadap APBN juga masih kita jaga sehingga tentunya kita lihat kepentingan keadaan sosial masyarakat bahwa kita fokus percepatan penguatan pemulihan ekonomi," tuturnya. (Yetede)
Pemerintah Lelang SBSN Perdana Rp 11 Triliun
Direktorat jendral Pembiayaan dan Pengelolaan (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melelang enam seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN), Selasa (11/1). dengan total penawaran yang masuk sebesar Rp 55,3 triliun. Keenam seri SBSN itu adalah SPNS12072022 (new issuance), PBS031 (reopening), PBS032 (reopening), PBS029 (reopening), PBS034 (new issuance), dan PBS033 (new issuance). "Total yang dimenangkan dari keenam seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp 11 triliun," demekian dikutip dari siaran pers DJPPR Kemenkeu, Rabu (12/1).
Pemerintah Alokasikan Subsidi KA Rp 3,2 Triliun
Kementerian Perhubungan (kemenhub) mengalokasikan anggaran sebesar 3,2 triliun lebih untuk penyelenggaran kewajiban pelayanan publik (Public Service Obligation/PSO) dan subsidi kereta api perintis guna melayani sekitar 250 juta pergerakan orang pada tahun ini. Rincian anggaran tersebut adalah untuk PSO Rp3,05 triliun dan subsidi kereta api Rp 186,7 miliar. Kemenhub menugaskan PT Kereta Api Indonesia/KAI (persero) untuk melaksanakan pelayanan tersebut dalam upaya memberikan pelayanan KA yang selamat, aman, nyaman, sehat, dan terjangkau. "Kedepan, PT KAI mampu mengelola dana secara mandiri agar bisa tetap profit, tetapi juga memberikan pelayanan secara baik," tutur Menhub. Pada bagian lain, KAI mencatat kinerja angkutan barang pada 2021 sebanyak 50,9 juta ton barang, naik 12,7% dibanding 2020 sebanyak 45,1 juta ton barang. (Yetede)









