Sumber Daya Alam dan Transparansi Ekstraksi
Distribusi konstan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertambangan dan penggalian periode 2016—2020 rata-rata 7,7%. Pada tahun lalu tercatat 7,4% atau turun rata-rata 2,65% per tahun. Kontribusi sektor ekstraktif dalam penerimaan negara meliputi penerimaan perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Sumber daya alam (SDA) merupakan penyumbang utama PNBP. Ada pula penjualan hasil tambang batu bara dan pendapatan minyak dari domestic market obligation yang dikelompokan sebagai PNBP lainnya. Seluruh penerimaan negara disetor ke kas negara melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menjadi menarik untuk ditelisik bagaimana transparansi dan akuntabilitas penyetoran/pemungutan kewajiban kepada negara oleh para pengusaha di bidang ekstraktif? Transparansi fiskal diharapkan mampu memberikan gambaran secara komprehensif mengenai hal itu.
Pada pemeriksaan LKPP 2020, BPK mulai meninjau transparansi fiskal Pilar 4 tentang manajemen pengelolaan sumber daya yang antara lain meliputi struktur kepemilikan manfaat dari hak atas sumber daya. Dari situ didapati bahwa untuk dimensi pelaporan oleh perusahaan sumber daya mendapat penilaian not meet.
Extractive Industries Transparency Initiative (EITI) adalah standar global bagi transparansi di sektor ekstraktif. Di dalamnya terdapat proses penyandingan pembayaran kepada pemerintah yang dilakukan perusahaan dengan penerimaan pemerintah. Kegiatan ini menggunakan administrator independen di bawah pengawasan kelompok multi-pemangku-kepentingan atau multi-stakeholder working group.
Ketentuan Modal Inti : Aksi Korporasi Bank Berlanjut
Usai mencukupi kebutuhan permodalan minimal Rp2 triliun pada 2021, sejumlah bank mulai berancang-ancang melanjutkan aksi penambahan modal pada tahun ini untuk memenuhi batas minimal modal inti Rp3 triliun. Sejumlah bank melaporkan bahwa sampai dengan akhir Desember 2021, modal inti yang dimiliki sudah sesuai dengan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 12/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum. Dalam aturan itu, modal inti bank pada 2021 minimal sebesar Rp2 triliun, lalu bertahap dipenuhi hingga Rp3 triliun paling lambat pada 31 Desember 2022. PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) misalnya, melaporkan modal intinya pada 31 Desember 2021 sebesar Rp2,8 triliun. Pemenuhan modal itu dipenuhi lewat aksi korporasi penawaran umum terbatas (PUT) atau rights issue dengan perolehan dana masing-masing sebesar Rp249,82 miliar lewat penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) IV dan senilai Rp2,51 triliun melalui PMHMETD V.
Subsidi Energi : Penyaluran LPG 3 Kg Diperketat
Pemerintah segera melakukan uji coba penyaluran subsidi secara tertutup untuk LPG 3 kilogram. Upaya tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran jelas terkait dengan tantangan pelaksanaannya di lapangan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan tren konsumsi masyarakat terhadap LPG nonsubsidi terus menurun. Di sisi lain, konsumsi liquifi ed petroleum gas (LPG) atau elpiji 3 kg naik.“[LPG] 12 kg kan jumlahnya menurun, melon naik terus. Jadi, banyak kebocoran [subsidi],” ujarnya, Rabu (12/1).Untuk itu, Arifin mengungkapkan pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap penyaluran subsidi gas melon itu.Di samping itu, pemerintah bersama dengan PT Pertamina (Persero) akan menguji coba penyaluran secara tertutup untuk di daerah yang paling banyak mengalami penyelewengan.
Sebelumnya, Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat menyebutkan bahwa penyaluran LPG banyak yang tidak tepat sasaran. Subsidi yang seharusnya diperuntukan untuk golongan yang kurang mampu justru digunakan oleh golongan mampu.Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR Said Abdullah mengatakan banyak temuan tentang ketidaktepatan penyaluran subsidi. Secara umum, sebanyak 86% penerima subsidi bukan pihak seharusnya yang menerima subsidi.
Studi As: Klaim Maritim Tiongkok Atas LTS Melanggar Hukum
Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat merilis laporan studi limits in the seas atau Batas-Batas Laut terkait klaim maritim pemerintah Tiongkok atau Laut Tiongkok Selatan (LTS), klaim itu dinilai melanggar hukum internasional, karena menolak basis geografis dan bersejarah. Studi Terbaru ini, Seri Batas-Batas di Laut yang ke-150, menyimpulkan bahwa pemerintah Tiongkok memiliki klaim maritim yang melanggar hukum disebagian wilayah LTS, termasuk klaim hak wilayah historis yang melanggar hukum. Sejak 2014, Tiongkok terus menegaskan klaim atas wilayah LTS yang luas serta apa yang disebutnya sebagai perairan internal dan kepulauan terluar. "Efek keseluruhan dari klaim maritim ini adalah bahwa RRT secara tidak sah mengklaim kedaulatan atau beberapa bentuk yuridiksi eksklusif atas sebagian besar LTS. Klaim-klaim itu sangat merusak supremasi hukum di lautan dan banyak ketentuan hukum internasional yang diakui secara universal, tercermn dalam konvensi. (Yetede)
Bill Gates, Setelah Omicron Berlalu, Covid Akan Jadi Flu Musiman
Varian virus corona Covid-19, Omicron, saat ini sedang memporak-porandakan AS dan seluruh dunia dengan laju kecepatannya yang telah memecahkan rekor. Meski demikian, Bill Gates masih melihat adanya secercah harapan yang muncul dalam waktu dekat. "Setelah lonjakan saat ini mereda, negara-negara dapat berharap melihat kasus-kasus yang jauh lebih sedikit hingga sisa tahun 2022. Setelah itu terjadi, Covid kemungkinan besar dapat diperlakukan lebih seperti flu musiman." Demikian tulis Gates pada Selasa (11/1) dalam sesi tanya jawab via Twitter dengan Devi Sridhar, ketua kesehatan masyarakat global di Universitas of Edinburgh, yang dilansir CNBC. Beberapa ahli juga mengatakan penyebaran cepat Omicron, kendati berbahaya, masih cukup menginspirasi banyak orang dengan apa yang disebut kekebalan alami untuk membantu mengarahkan pandemi Covid menuju fase endemik yang jauh lebih ringan. (Yetede)
Klaim Asuransi Global Meningkat Karena Covid-19
Industri Asuransi Jiwa dilaporkan sangat terpukul dengan pengajuan klaim terkait Covid-19 yang mencapai US$ 5,5 miliar dalam sembilan bulan pertama 2021. Angka ini lebih tinggi dibandingkan klaim US$ 3,5 miliar sepanjang 2020. Padahal industri tersebut berharap pembayaran klaim akan lebih rendah menyusul peluncuran vaksin. "Kami jelas membayar lebih dari yang kami perkirakan pada awal tahun lalu," ujar angota dewan Hannover Reklaus Miller, yang dilansir Reuters, pada Kamis (13/1). Peningkatan klaim tersebut, sebagian besar disebabkan oleh kemunculan varian Delta yang mana dua kali lebih menular dan lebih mungkin membuat masyarakat dirawat inap dari pada jenis virus corona asli. Disebutkan dalam laporan bahwa kenaikan klaim paling tinggi terjadi di AS, India dan Afrika Selatan. (Yetede)
Strategi Nihil Covid Tiongkok Memukul Belanja Konsumen
Para ekonom mengungkapkan bahwa kebijakan nihil Covid di Tiongkok yang bertujuan mengendalikan pandemi, nyatanya lebih memengaruhi konsumen dibandingkan pabrik-pabrik. Tetapi para analis sepertinya fokus pada dampak terhadap belanja konsumen Tiongkok yang memang sudah lamban. Menurut Kepala Ekonomi Nomura Tiongkok Ting Lu dalam laporan yang diterbitkan pada Senin (10/1), penularan Omicron yang tinggi artinya biaya kebijakan nihil Covid bakal meningkat. "Sisi positifnya, strategi nihil Covid, ditambah kemampuan Beijing untuk memobilisasi semua sumber daya negara, dapat dikatakan membawa manfaat yang signifikan bagi rakyat dan ekonominya. Sejak pandemi virus Corona dimulai pada awal 2020, Negeri Tirai Bambu itu telah meluncurkan kebijakan karantina dan pembatasan perjalanan baik di dalam kota atau dengan negara lain. (Yetede)
Musk: Ada Masalah Dengan Pemerintah, Peluncuran Tesla di India Terunda
Pengusaha milyarder Elon Musk mengatakan pada Kamis (13/1) bahwa pelopor mobil listrik Tesla sedang melewati banyak tantangan dengan pemerintah India, menjelang rencana yang telah lama ditunggu-tunggu untuk peluncuran di negara itu. Harapan Tesla untuk menjual kendaraannya disalah satu pasar terbesar dunia berhenti oleh upaya untuk menegosiasikan bea masuk yang lebih rendah, yang bisa mencapai 100%. Dia menambahkan bahwa perusahaan mengharapkan keringanan tarif, sementara Pemerintah India mengenakan pajak 100% untuk kendaraan listrik yang diimpor dengan nilai lebih dari US$ 40.000 dan pajak 60% untuk kendaraan yang berharga US$ 40.000 atau kurang dari itu. Pihak Tesla khawatir biaya masuk yang besar akan membuat mereka keluar dari pasar India, yang sensitif terhadap biaya. (Yetede)
Grab dan Kemenkominfo Pacu Literasi Digital Pelaku UMKM
Grab, aplikasi super terkemuka di Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), mengumumkan penandatanganan nota kesepahaman komprehensif untuk memacu liretasi digital di Indonesia. Kerja sama juga mencakup didalamnya literasi digital bagi pelaku UMKM hingga ke wilayah Indonesia Timur serta talenta lain. Grab dan Kemenkominfo akan menyinergikan kekuatan unyuk menerapkan program-program kunci, yaitu SiberKreasi, Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Infromasi (Bakti) Kemenkominfo, dan Focus Group Discussion (FGD), untuk meningkatkan literasi digital. Perhatian juga akan diberikan untuk pelatihan kewirausahaan bagi usaha kecil dan menengah berbasis kuliner guna memfasilitasi mereka untuk go digital lewat GrabFood. Sebelumnya, Kemenkominfo dan Grab sudah bekerja sama untuk program SiberkKreasi yang berhasil mendorong literasi digital bagi lebih 12.000 pengusaha kecil dan menengah di Tanah Air. (Yetede)
Qlue-Dell Dorong Optimalisasi Al Bisnis
Qlue, perusahaan penyedia ekosistem terlengkap di Indonesia, mendorong optimalisasi teknologi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelegence/AL) dan internet of things (IoT) bagi sektor bisnis di Indonesia. Founder dan CEO Qlue Rama Raditya mengatakan, perkembangan teknologi akan semakin masif, sehingga seluruh aspek bisnis harus cepat beradaptasi dengan baik. Menurut Rama, teknologi AL dan IoT yang merupakan teknologi yang pemanfaatannya terus meningkat karena dimensi perkembangan kebutuhan bisnis yang berpengaruh kondisi sosial dan teknologi saat ini. "Pemanfaatan teknologi berbasis AL dan IoT untuk optimalisasi bisnis itu diantaranya berupa analisis visual demografi pengunjung sebuah toko untuk mendeteksi minat dan ketertairikanya terhadap sebuah produk, atau layanan yang ditawarkan." tutur Rama. (Yetede)









