Tins Incar Volume Produksi 33.000 Ton
PT Timah Tbk (TINS) optimistis target produksi tahun ini bakal tercapai. Emiten pelat merah ini menargetkan produksi logam timah sebanyak 33.000 ton pada 2022. Salah satu strategi untuk mengejar target produksi ini ialah dengan menambah armada kapal laut.
TINS telah menambah satu unit kapal hisap dengan investasi sekitar Rp 60 miliar. Selain itu, TINS juga menambah lima unit kapal hisap dengan skema kemitraan. Sehingga, saat ini ada 50 unit kapal hisap dan tiga unit kapal keruk yang beroperasi.
TINS juga masih melanjutkan sejumlah proyek, salah satunya smelter ausmelt. Hingga saat ini, kemajuan ausmelt milik TINS sudah mencapai 93%. Ardianto menyebut, saat ini proses sudah sampai pada commissioning peralatan dan sudah dilakukan self running. "Operasional ditargetkan pada semester kedua 2022, namun kami kejar di kuartal ketiga 2022," sambung dia.
Alwin Albar, Direktur Pengembangan Usaha TINS, menyebut, smelter ini memiliki kapasitas 40.000 ton per tahun. Tingkat utilisasi akan mencapai 50% dari kapasitas pada tahun pertama. Pada tahun kedua, tingkat utilisasi akan bertambah menjadi 75%. Kapasitas penuh akan tercapai pada tahun ketiga.
PKPU Anak Usaha Kelar, WSKT Siap Gelar Rights Issue
PT Waskita Karya Tbk (WSKT) akan melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada semester II-2022. Manajemen WSKT menargetkan aksi korporasi ini dapat terlaksana Juli 2022. SVP Corporate Secretary WKST Novianto Ari Nugroho menyampaikan, rights issue akan dieksekusi setelah emiten ini menuntaskan proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) anak usahanya, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP). "PKPU ini menjadi semacam salah satu syarat untuk bisa melaksanakan rights issue," ucap Novianto, Rabu (25/5). Rights issue ini memberi tambahan dana segar bagi WSKT. Pemerintah juga telah menyetujui rencana penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun.
Aksi Risk Off Berlanjut, Harga Token Kripto Sulit Naik
Sentimen global masih berdampak negatif bagi harga aset kripto. Harga sejumlah token kripto dengan kapitalisasi pasar besar masih menurun dan belum menarik untuk dikumpulkan kembali. Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, harga bitcoin turun karena terpengaruh sentimen kenaikan Fed fund rate. Saking kuatnya sentimen risk off, pelaku pasar mengabaikan sentimen yang biasanya mendorong token kripto menguat.
Zipmex Akan Melebarkan Sayap Ke Vietnam
Platform exchange aset kripto, Zipmex berencana mengembangkan bisnis ke Vietnam. Sejauh ini, Zipmex sudah beroperasi di Thailand, Singapura, Indonesia dan Australia. Pendiri dan CEO Zipmex Marcus Lim mengatakan, timnya sudah mengamati prospek bisnis di Vietnam selama dua tahun terakhir. "Vietnam adalah pasar yang sangat menarik dan memiliki penetrasi tentang aset kripto yang paling tinggi di Asia Tenggara," kata Marcus. Marcus memandang Vietnam akan menjadi negara yang menarik untuk ditembus. Selain itu, Marcus melihat negara Asia lainnya, seperti Malaysia dan Filipina juga masuk radar tetapi masih belum menjadi prioritas Zipmex.
Masih Rugi, Bukopin Bersih-Bersih Kredit Busuk
Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) akan menggenjot kredit tahun ini, setelah likuiditasnya membaik sejak tahun lalu. Direktur Keuangan Bank KB Bukopin, Seng Hyup Shin mengatakan, pihaknya telah menstabilkan kondisi likuiditas lewat penambahan modal, penerbitan obligasi dan penghimpunan dana masyarakat (DPK) tahun lalu.
"Selanjutnya, dapat dapat kami salurkan ke dalam kredit baru. Targetnya Rp 10 triliun penyaluran kredit baru tahun ini," kata Seng Hyup Shin, Rabu (25/5). Meski begitu bank ini hingga kuartal I 2022 masih merugi sebesar Rp 1,32 triliun. Melesat dibandingkan periode yang sama sebelumnya sebesar Rp 167,1 miliar. "Kami rugi karena dalam rangka penanganan kredit bermasalah. Kami membentuk cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN)," jelas Shin.
Bisnis Gadai Emas Menurun di Lebaran
Gadai emas PT Pegadaian menurun di momen Lebaran lalu. Produk gadai emas Pegadaian di April 2022 lalu sebesar Rp 38,4 triliun. Angka ini menurun sebesar 2,82% dibandingkan bulan sebelumnya, yang tercatat
Rp 39,52 triliun.
Direktur Keuangan PT Pegadaian, Ferdian Timur Satyagraha mengatakan, perkembangan tren bisnis gadai biasanya meningkat sebelum memasuki Ramadan seiring meningkatnya kebutuhan modal kerja masyarakat. Seperti untuk membeli barang untuk berjualan saat Ramadan.
Hadirkan Forum Ekonomi Dunia, Dirut BRI Tegaskan Dorong Komitmen Inklusi Keuangan dan Penerapan ESG
Kegiatan World Economic Forum (WEF) tahun 2022 yang diselenggarakan di Davos, Swiss, kali ini mengusung tema "Working, Together, Restoring Trust". WEF 2022 diselenggarakan sejak hari Minggu, tanggal 22-26 Mei 2022. BRI turut hadir mengikuti forum ekonomi tingkat dunia tersebut, yang kali ini diwakili oleh Direktur Utama BRI Sunarso. Jumlah partisipan yang hadir dalam WEF 2022 sekitar 2.000 orang, yang merupakan perwakilan tokoh-tokoh berpengaruh di dunia. Topik pertama membahas evaluasi dampak globalisasi serta tren globalisasi di masa depan. Topik kedua juga menarik minat banyak peserta WEF 2022 adalah hal-hal yang berkaitan dengan isu Environment, Social, dan Governance. "BRI melihat bahwa pelaku usaha segmen UMKM sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia, memegang peran penting dalam penerapan prinsip-prinsip ESG kedepan. Oleh karena itu, menjadi hal yang crucial untuk memberikan edukasi dan meningkatkan awareness dari para pelaku usaha UMKM akan pentingnya memastikan keberlanjutan usaha mereka melalui penerapan prinsip-prinsip ESG," ungkapnya. (Yetede)
Eropa Menuju Resesi
Chief Executive Officer (CEO) Jane Fraser meyakini bahwa Eropa sedang menuju ke dalam resesi. Dalam World Economic Forum (WEF) di Davos, pada Senin (23/5), Fraser mengungkapkan berbagai faktor, termasuk perang di Ukraina dan krisis energi yang diakibatkannya sehingga membuat Eropa rentan terhadap penurunan yang cukup besar bahkan ketika bagian lain dunia menunjukkan tanda-tanda bertahan. "Eropa berada tepat ditengah badai rantai pasokan, dari krisis energi dan jelas dekat dengan beberapa kekejaman yang terjadi di Ukraina," ujar dia kepada Geoff Cutmore dari CNBC.
Menurut dia, biaya energi di Eropa telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir ditengah sanksi yang dikenakan pada Rusia. Disamping itu, lonjakan inflasi yang lebih luas turut memicu krisis biaya hidup. Fraser mengungkapkan AS sejauh ini menunjukkan tanda-tanda lebih bertahan dalam ekonomi, pasar tenaga kerja dan diantara konsumen. Ini kemungkinan (negara) belum melewati resesi. Namun banyak yang bergantung tentang bagaimana The Fed melaksanakan strategi penaikan suku bunga karena inflasi yang melonjak semakin tinggi. (Yetede)
BI Pertahankan Bunga Acuan
Di tengah kekhawatiran inflasi global dan kebijakan sejumlah bank sentral dunia menaikkan suku bunga acuan, Bank Indonesia, untuk ke-15 kalinya, mempertahankan BI 7-Day Reserve Repo Rate pada level 3,5%. Kebijakan itu diambil untuk mendorong pertumbuhan kredit perbankan dan setelah BI melihat bahwa kondisi ekonomi makro cukup stabil dan terkendali. Rapat Dewan Gubernur BI pada 23-24 Mei 2022 memutuskan untuk mempertahankan BI7DRR sebesar 3,5%, dan suku bunga lending Facility sebesar 4,25%," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Selasa (24/5/2022) Sejalan dengan hal tersebut, kata Perry Bank Indonesia menempuh penguatan bauran kebijakan dalam tujuh langkah utama. Sedangkan kewajiban minimun GWM Rupiah untuk Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) pada saat ini sebesar 4,0%, naik menjadi 4,5% mulai 1 Juni 2022, dan 6,0% mulai 1 Juli 2022, serta 7,5% mulai 1 September 2022. (Yetede)
Pengembang MRT Fase 3 dan 4 Butuh Dana Rp 188 Triliun
PT MRT Jakarta (Persero) akan terus melakukan pembangunan MRT di wilayah Jakarta dan sekitarnya hingga fase 3 (Cikarang, Kabupaten Bekasi-Balaraja, Kabupaten Tangerang) dan fase 4 (Fatmawati, Jakarta Selatan-Taman Mini Indonesia Indah/TMII, Jakarta Timur). Pengembang kedua fase yang yang diperkirakan membutuhkan total dana hingga Rp 188 triliun itu diharapkan tuntas pada 2030. Direktur Utama MRT Jakarta Willian Sabandar menjelaskan, pembangunan MRT fase 3 sepanjang 87 km membutuhkan dana Rp160 triliun, sedangkan fase 4 sepanjang 12 km sebesar Rp 28 triliun.Terhadap kedua proyek ini, manajemen telah menggunakan basis pendanaan dengan pendekatan konsorsium (consosium approach), hingga MRT Jakarta bersama konsorsium bisa fleksibel mencari pendanaan dan tak bergantung sepenuhnya pada pinjaman yang ditanggung pemerintah. (Yetede)









