Isu Keberlanjutan, Tantangan Baru Pengembangan Wisata
Dalam pertemuan tahun 2022, Forum Ekonomi Dunia (WEF) merilis laporan pengukuran Indeks Pengembangan Perjalanan dan Pariwisata atau Travel and Tourism Development Index/TTDI 2021. Indeks ini merupakan evolusi pengukuran daya daing perjalanan dan pariwisata yang rutin diterbitkan dua tahun sekali selama 15 tahun terakhir. Fokus TTDI 2021 adalah mengukur faktor dan kebijakan yang memungkinkan pembangunan industri pariwisata secara berkelanjutan dan tangguh sehingga berkontribusi pada pembangunan suatu negara. Head of Aviation, Travel, and Tourism WEF Lauren Uppink menjelaskan, TTDI diharapkan jadi kerangka baru dalam memandang industri pariwisata. Dua tahun pandemic Covid-19 menyebabkan 62 juta lapangan kerja dan 4,3 triliun USD PDB global hilang.
Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf Hanifah Makarim mengatakan, tren pariwisata masa depan akan menitik beratkan pada keberlanjutan lingkungan. Dari aspek kebijakan pariwisata, kata Hanifah, pemerintah memberlakukan visa kedatangan kepada wisatawan mancanegara dari 60 negara. Pelaku perjalanan internasional bisa masuk ke Indonesia tanpa tes usap Covid-19. Kebijakan ini diharapkan memikat wisatawan mancanegara untuk datang sehingga industri pariwisata Indonesia bisa lekas pulih. Vice President Public Policy and Government Traveloka Widyasari Listyowulan menambahkan, pemerintah telah mengeluarkan sejumlah kebijakan yang mendukung pemulihan industri, antara lain pelonggaran mobilitas sosial, bebas tes Covid-19 untuk bepergian, dan integrasi aplikasi Peduli Lindungi ke sistem internasional. Ini positif bagi pergerakan wisatawan. Pada triwulan I-2022, pemesanan akomodasi ke destinasi internasional naik 100 % dibandingkan triwulan IV-2021. Pemesanan akomodasi ke destinasi domestik naik 80 %. (Yoga)
Pelaku UMKM Jangan Hanya ”Jago Kandang”
Para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia didorong terus meningkatkan daya saing. Dengan demikian, mereka berkembang tidak hanya di pasar lokal atau jago kandang, tetapi juga merambah ke pasar global. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti menyampaikan hal itu pada rangkaian Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2022 di Jakarta, Sabtu (28/5). (Yoga)
KLINIK PIJAT, SIMBOL SUKSES DIFABEL NETRA MANADO
Pada Selasa pagi di pengujung April 2022, Djonny Rawung (57) sedang bersiap menyambut pelanggan di Klinik Pijat Health miliknya di Teling Bawah, Manado, Sulut. Tak lama kemudian, seorang pengusaha yang setahun terakhir menjadi pelanggan tetap klinik pijat Djonny tiba. Setelah sekitar 90 menit, pelanggan keluar ruangan praktik pijat dengan otot-otot yang tak lagi tegang. Ia memberi Djonny Rp 100.000 sebagai imbal jasa, belum termasuk tip. Begitulah pekerjaan Djonny, seorang juru pijat difabel netra, selama 37 tahun terakhir. Bermodalkan keahlian pijat olah raga (sport massage) yang ia dapat dari Sasana Rehabilitasi Penyandang Cacat Netra (SRP CN) Tumou Tou Manado, ia membuktikan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk bisa berpenghasilan dan hidup mandiri. Setiap hari, dari pukul 09.00 sampai 21.00 Wita, Klinik Pijat Health bisa melayani 15 pasien. Bangunan klinik yang Djonny akui sangat sederhana tak jadi masalah. Dari hasil jerih payahnya, ia mampu membeli tanah dan membangun rumah untuk ditinggali keluarga besarnya di Kelurahan Paal IV dan membiayai kuliah tiga anak. Djonny juga menjadikan klinik pijat sederhana miliknya itu ladang rezeki bagi tiga sejawatnya yang juga difabel netra. Tarif Rp 80.000 per jam dan Rp 100.000 per satu setengah jam dibagi dua, 60 % untuk juru pijat dan 40 % untuk Djonny.
Kesuksesan di dunia pijat juga telah direngkuh Boyke Onsent (46). Pria asal Gorontalo yang akrab disapa Bobby itu mendirikan Klinik Pijat Nusantara di bilangan Wenang Utara pada 2015 dengan fasilitas mentereng, seperti pendingin ruangan dan pemutar musik, plus pelantangnya. Klinik pijat itu pun memakmurkan keluarganya. ”Bukan saya bermaksud ria’ (congkak), tapi dari pijat saya bisa punya dua rumah, bisa punya mobil juga,” kata Bobby ketika dijumpai akhir April lalu. Ia menjadi klien rehabilitasi sosial di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tumou Tou Manado pada 1998. Di sanalah ia mulai belajar memijat. Cita-citanya untuk memiliki klinik pijat sendiri tumbuh setelah melihat beberapa alumnus PSBN mampu menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak dari jasa pijat. Mimpi itu baru terealisasi 13 tahun, setelah Bobby lulus dari PSBN pada 2002. Kini, Klinik Pijat Nusantara melayani 10-20 klien setiap hari, tak terkecuali dari kalangan pejabat daerah. Tarif pijatnya Rp 100.000 per jam, Rp 130.000 per satu setengah jam, dan Rp 180.000 per dua jam. Bobby memastikan klinik pijatnya bermanfaat bagi para sejawatnya dengan merekrut tiga juru pijat yang telah bersertifikat menjadi karyawan Setelah bertahun-tahun malang melintang sebagai juru pijat, Djonny dan Bobby sepakat bahwa industri pijat sangat menjanjikan bagi difabel netra. (Yoga)
Harapan di Bibir Dermaga
Di bibir dermaga Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jatim, Jumat (29/4), puluhan porter menunggu kapal yang sandar. Salah satu porter, Zaenudin, melihat telepon pintarnya dan membuka aplikasi Find Ships untuk mengetahui titik terakhir pergerakan kapal. ”Sudah masuk kawasan perairan Pelabuhan Tanjung Perak” ujar Zaenudin kepada rekannya, dan disambut oleh teriak-an-teriakan rekannya, ”Ayo..ayo…kerja!!” Tidak lama dari ujung cakrawala, KM Gunung Dempo dengan keberangkatan awal Jayapura mulai terlihat dan semakin mendekat, 15 menit kemudian kapal PT Pelni itu akhirnya sandar. Tidak lama setelah tali kapal ditambatkan, porter berebut naik ke kapal untuk mencari penumpang yang menggunakan jasanya. Aksi saling dorong pun tidak terelakkan.Pada arus mudik Lebaran kali itu, porter berharap mendapat uang lebih setelah dua tahun yang berat akibat menurunnya jumlah penumpang. Jumlah penumpang menurun karena pandemi Covid-19 dan pembatasan transportasi oleh pemerintah.
Porter lainnya, Rijal Amin, bercerita, selama pandemi, ia masih sering ke pelabuhan. Walaupun banyak kapal yang datang dan pergi,tidak ada penumpangnya. Bagi Rijal, bekerja sebagai porter tidak hanya membawa barang bawaan penumpang. Sering kali, ia juga menjadi sumber informasi tentang apa saja, termasuk jika penumpang yang dilayaninya mendapat masalah. Untuk satu pesanan membawa barang, sering kali melibatkan empat porter. Selain banyak, barang bawaan penumpang kapal biasanya berat. Hal tersebut diceritakan oleh porter lainnya, Samsuri. Beberapa kali, ia mendapat bayaran Rp 300.000 untuk sekali pesanan, tetapi harus dibagi tiga bersama rekan lainnya untuk membawa barang agar hemat waktu. Samsuri, Rijal, dan Zaenudin, juga ratusan porter lainnya, paham bahwa keberuntungan tidak selalu berpihak kepada mereka. Namun, mereka tidak berhenti menyemai harapan dan memperjuangkan sedikit apa pun peluang. Sebab, dari rezeki di dermaga itulah hidup keluarga mereka terjaga. (Yoga)
PEKERJA DI CHINA MENANTI UJUNG MIMPI BURUK
Untuk memenuhi kebutuhan, Sun membantu menyortir kiriman pemerintah bagi masyarakat yang harus menjalani karantina wilayah. Dari pekerjaan sementara itu, ia mendapatkan upah 38 USD atau Rp 550.000 sehari dan ia harus pindah dari asrama, lalu tinggal di gudang tempatnya bekerja, sesuai aturan pemerintah terkait Covid-19. Namun, tiga minggu kemudian, Sun harus keluar dari gudang itu. Pacarnya yang bekerja di restoran yang sama sakit kista dan membutuhkan perawatan medis segera. Sebagai orang dekatnya, Sun harus mengantar sang pacar ke rumah sakit pada 25 April, tetapi harus membayar mahal sopir mobil pengantar ke rumah sakit. Layanan ambulans tak bisa diharapkan. Namun, Sun tidak bisa tinggal di gudang tempat tinggalnya dulu, karena aturan Covid-19 yang ketat menuntut Sun harus menjalani isolasi terlebih dahulu. Sementara asrama tidak mempunyai ruang untuk isolasi dan karena layanan kereta api dihentikan, Sun tak bisa pulang ke kampung halamannya di Dali yang berjarak sekitar 3.000 kilometer di barat daya Provinsi Yunan.
Kebijakan ”nol Covid” China yang tanpa kompromi itu telah memukul perekonomian. Banyak dari 25 juta penduduk Shanghai mengeluh kehilangan pekerjaan, kesulitan mencari makanan, dan mengalami tekanan mental. Bagi warga yang masih bekerja pun, dampaknya juga tak kalah parah. Mereka tidak bisa bekerja dari rumah dan gajinya pun bukan gaji tetap. Lebih dari 290 juta orang dari wilayah perdesaan China menjadi pekerja di kota-kota besar. Mereka bekerja di pabrik, proyek bangunan, restoran, dan melakukan pekerjaan berketerampilan rendah lainnya. Sebagian besar dibayar per jam atau per hari dan tanpa kontrak tetap. Ada yang bisa mendapatkan penghasilan lebih dari Rp 15 juta dalam sebulan, tetapi sebagian hanya bisa mengantongi lebih sedikit lagi. Tenaga kerja murah pekerja migran membantu mengubah kota-kota seperti Shanghai dan Shenzhen menjadi benteng kemakmuran China. Namun, kebijakan karantina wilayah membuat banyak orang dalam posisi genting.
Tingkat pengangguran kaum muda perkotaan melonjak hingga 18,2 %. Ini rekor tertinggi. Penyebabnya, perekrutan perusahaan anjlok gara-gara pandemi Covid-19 dan ketatnya peraturan pada pendidikan swasta, teknologi, dan sektor lain. ”Pekerja migran tidak menjadi perhatian Partai Komunis China saat ini,” kata analis di Institut Mercator untuk Studi China, Valaria Tan. Sebagian besar wilayah Shanghai masih dalam karantina sampai sekarang. Layanan kereta mulai beroperasi kembali. Sun akhirnya membawa pulang pacarnya ke kampong halamannya di Taizhou, Provinsi Zhejiang (sekitar 370 kilometer selatan Shanghai), Kamis lalu. Namun, keduanya harus dikarantina lagi di tempat itu selama dua minggu sambil menunggu Shanghai kembali normal, entah sampai kapan. ”Semoga mimpi buruk ini segera berakhir,” kata Sun. (Yoga)
BSI Bagikan Dividen Rp 757 Miliar
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI memutuskan untuk membagikan dividen tunai sebesar Rp 25% atau sekitar Rp757,05 miliar dari laba bersih perseroan tahun 2021 kepada pemegang saham. Selain itu, RUPST yang digelar pada Jumat (27/5/2022) juga menyetujui Negara Republik Indonesia miliki saham Seri A di BSI. Direktur Utama BSI Hery Gunardi menjelaskan, sepanjang 2021 di tahun pertama sejak merjer pada 1 Februari 2021, BSI mampu menunjukkan kerja yang solid dengan membukukan laba bersih sebesar Rp3,02 triliun, naik 38,45% secara year on year (yoy). "Atas dasar pencapaian kinerja yang solid di tahun lalu. BSI memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 25% atau senilai Rp757 miliar. Adapun sebesar 20% disisihkan sebagai cadangan wajib dan sisanya sebesar 55% dialokasikan sebagai laba ditahan," ujar Hery dalam pemaparan Hasil RUPST BSI tahun 2022 secara virtual, Jumat(27/5). (Yetede)
Upaya INA Tarik Investasi Terganjal Tata Kelola BUMN Yang Buruk
Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dengan mandat sebagai sovereign wealtf fund (SWF) untuk pembangunan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia dinilai membutuhkan modal yang lebih besar dari yang dimiliki saat ini sebesar Rp 75 triliun. Juru bicara INA Masyita Crystalin mengungkapkan, selama ini LPI kewalahan melakukan asset recycling infrastruktur operasional seperti jalan tol karena valuasi proyek yang tidak komersial dan buruknya tata kelola BUMN. Nilai proyek dan kompleksitas perjanjian serta banyaknya stakeholder yang terlibat membuat juga semua proses memakan waktu. "Ini yang membuat para investor berpaling," ujar Masyita saat dihubungi Investor Daily, baru-baru ini. Skema asset recycling adalah langkah dalam pemanfaatan pemindah tanganan aset lama, untuk membangun aset yang baru. (Yetede)
Sektor Pertambangan dan Manufaktur Dorong Pertumbuhan Kredit
Otoritas jasa keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan per April 2022 tumbuh 9,1% secara year on year (yoy) atau 3,69% year to date (ytd), meningkat signifikan dibandingkan Maret yang tumbuh 6,67% (yoy). Secara sektoral, kredit sektoral pertambangan dan manufaktur mencatat kenaikan terbesar dan mendorong pertumbuhan. Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengungkapkan, perkembangan sektor keuangan tetap stabil terjaga dengan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan yang terus meningkat dan semakin terkontribusi terhadap berlanjutnya pemulihan ekonomi nasional, ditengah meningkatnya ketidakpastian global, "Secara sektoral, kredit sektor pertambangan, dan manufaktur mencatatkan kenaikan terbesar secara month to month masing-masing sebesar sebesar Rp 21,5 triliun dan Rp20,8 triliun," jelas Anto dalam keterangannya, Kamis (26/5).
KAI: Perubahan Pola Layanan KRL Jabodetabek Mulai Diterapkan
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengingatkan kepada seluruh pengguna Kereta Rel Listrik (KRL) Jabodetabek agar memperhatikan kembali perubahan pola operasi perjalanan KRL yang diterapkan mulai Sabtu (28/5). Perubahan terjadi pada rute perjalanan KRL Lintas Cikarang/Bekasi dan Lintas Bogor/Depok/Nambo, serta pola transit pengguna KRL di stasiun Manggarai, Jakarta. "KAI memohon maaf kepada seluruh pelanggan atas perubahan layanan ini. KAI berharap pengguna KRL dapat menyesuaikan perjalanan mulai 28 Mei dan dapat segera beradaptasi.
Pengguna KRL dapat mengecek info perjalanan dan jadwal KRL secara realtime di aplikasi KKRL Access," kata Didiek dalam pernyataan resminya di Jakarta, Jumat (27/5). Mulai 28 Mei, perjalanan KRL lintas Bogor hanya melayani relasi Bogor/Depok/Nambo-Jakarta Kota pp via Stasiun Manggarai. Sementara itu, pola operasi loop line dilayani KRL Lintas Cikarang/Bekasi dengan dua skema yaitu full racket Cikarang/Bekasi pp via Manggarai dan Pasar Senen dan half racket Cikarang/Bekasi-Kampung Bandan/Angke via pp Manggarai. (Yetede)
Kementerian ESDM Jajaki Kerja Sama dengan Planet Labs Identifikasi Tambang Legal
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjajaki kerja sama dengan Planet Labs untuk mengidentifikasi aktivitas penambangan liar (ilegal mining), tanah longsor (landslide), dan eksplorasi potensi Energi Baru Terbarukan (EBT). Kedua belah pihak tengah mendiskusikan potensi kerja sama bidang energi dan sumber daya mineral, terutama upaya untuk mencapai netralitas karbon dan pembangunan berkelanjutan. Planet Labs merupakan perusahaan pencitraan bumi (earth imaging) yang berbasis di San Fransisco, Amerika Serikat. Perusahaan ini mengoperasikan 200 satelit yang punya kemampuan foto citra bumi dengan ketajaman luasan 1 km2, satu kali setiap hari, serta 21 satelit yang mempunyai kemampuan sampai dengan 0,5 m dengan pengambilan citra 10 kali per hari. Sebagai Co-Founder dan Ceo Planet Labs, Will Marshalmenerima gelar Ph.D, dibidang Fisika dari Universitas Oxford dan Magister Fisika dengan konsentrasi Sains dan Teknologi Luar Angkasa dari Universitas Leicerter. (Yetede)









