;

Upaya INA Tarik Investasi Terganjal Tata Kelola BUMN Yang Buruk

Ekonomi Yuniati Turjandini 28 May 2022 Investor Daily (H)
Upaya INA Tarik Investasi Terganjal Tata Kelola BUMN Yang Buruk

Indonesia Investment Authority (INA) atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI) dengan mandat sebagai sovereign wealtf fund (SWF) untuk pembangunan infrastruktur  berkelanjutan di Indonesia dinilai membutuhkan modal yang lebih besar dari yang dimiliki saat ini sebesar Rp 75 triliun. Juru bicara INA Masyita Crystalin mengungkapkan, selama ini LPI kewalahan melakukan asset recycling  infrastruktur  operasional seperti jalan tol  karena valuasi proyek yang tidak komersial dan buruknya tata kelola BUMN. Nilai proyek dan  kompleksitas perjanjian  serta banyaknya stakeholder yang terlibat membuat juga semua proses memakan waktu. "Ini yang membuat para investor berpaling," ujar Masyita saat dihubungi  Investor Daily, baru-baru ini. Skema asset recycling adalah langkah dalam pemanfaatan  pemindah tanganan aset lama, untuk membangun aset yang baru. (Yetede)

Download Aplikasi Labirin :