;

KLINIK PIJAT, SIMBOL SUKSES DIFABEL NETRA MANADO

Ekonomi Yoga 30 May 2022 Kompas
KLINIK PIJAT, SIMBOL SUKSES DIFABEL NETRA MANADO

Pada Selasa pagi di pengujung April 2022, Djonny Rawung (57) sedang bersiap menyambut pelanggan di Klinik Pijat Health miliknya di Teling Bawah, Manado, Sulut. Tak lama kemudian, seorang pengusaha yang setahun terakhir menjadi pelanggan tetap klinik pijat Djonny tiba. Setelah sekitar 90 menit, pelanggan keluar ruangan praktik pijat dengan otot-otot yang tak lagi tegang. Ia memberi Djonny Rp 100.000 sebagai imbal jasa, belum termasuk tip. Begitulah pekerjaan Djonny, seorang juru pijat difabel netra, selama 37 tahun terakhir. Bermodalkan keahlian pijat olah raga (sport massage) yang ia dapat dari Sasana Rehabilitasi Penyandang Cacat Netra (SRP CN) Tumou Tou Manado, ia membuktikan bahwa disabilitas bukanlah penghalang untuk bisa berpenghasilan dan hidup mandiri. Setiap hari, dari pukul 09.00 sampai 21.00 Wita, Klinik Pijat Health bisa melayani 15 pasien. Bangunan klinik yang Djonny akui sangat sederhana tak jadi masalah. Dari hasil jerih payahnya, ia mampu membeli tanah dan membangun rumah untuk ditinggali keluarga besarnya di Kelurahan Paal IV dan membiayai kuliah tiga anak. Djonny juga menjadikan klinik pijat sederhana miliknya itu ladang rezeki bagi tiga sejawatnya yang juga difabel netra. Tarif Rp 80.000 per jam dan Rp 100.000 per satu setengah jam dibagi dua, 60 % untuk juru pijat dan 40 % untuk Djonny.

Kesuksesan di dunia pijat juga telah direngkuh Boyke Onsent (46). Pria asal Gorontalo yang akrab disapa Bobby itu mendirikan Klinik Pijat Nusantara di bilangan Wenang Utara pada 2015 dengan fasilitas mentereng, seperti pendingin ruangan dan pemutar musik, plus pelantangnya. Klinik pijat itu pun memakmurkan keluarganya. ”Bukan saya bermaksud ria’ (congkak), tapi dari pijat saya bisa punya dua rumah, bisa punya mobil juga,” kata Bobby ketika dijumpai akhir April lalu. Ia menjadi klien rehabilitasi sosial di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Tumou Tou Manado pada 1998. Di sanalah ia mulai belajar memijat. Cita-citanya untuk memiliki klinik pijat sendiri tumbuh setelah melihat beberapa alumnus PSBN mampu menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak dari jasa pijat. Mimpi itu baru terealisasi 13 tahun, setelah Bobby lulus dari PSBN pada 2002. Kini, Klinik Pijat Nusantara melayani 10-20 klien setiap hari, tak terkecuali dari kalangan pejabat daerah. Tarif pijatnya Rp 100.000 per jam, Rp 130.000 per satu setengah jam, dan Rp 180.000 per dua jam. Bobby memastikan klinik pijatnya bermanfaat bagi para sejawatnya dengan merekrut tiga juru pijat yang telah bersertifikat menjadi karyawan Setelah bertahun-tahun malang melintang sebagai juru pijat, Djonny dan Bobby sepakat bahwa industri pijat sangat menjanjikan bagi difabel netra. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :