;

Ini Dia Saham-Saham Yang Hampir Selalu Kasih Cuan

Hairul Rizal 21 Jun 2022 Kontan (H)

Harga saham memang lazimnya naik turun. Tapi, ada lo, saham yang mampu memberikan keuntungan selama beberapa tahun berturut-turut. Sejumlah saham anggota indeks KOMPAS100 mampu mencetak keuntungan lima tahun berturut-turut. Contoh saham PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) dan PT Bank Central Asia tbk (BBCA). Harga saham ketiga emiten itu naik terus di periode 2017-2021. Ada juga saham-saham yang reli selama lima tahun terakhir, tetapi turun sekali dalam setahunnya. Misalnya PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 

Suntikan Modal Gede, BUMN Jangan Jadi Beban

Hairul Rizal 21 Jun 2022 Kontan

Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023, masih berat. Pemerintah terbebani penyuntikan modal kepada sejumlah badan usaha milik negara (BUMN). Di sisi lain pemerintah harus mengembalikan defisit anggaran ke bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB). Sebagai catatan, pemerintah menargetkan defisit APBN 2023 pada kisaran 2,81% hingga 2,95% terhadap PDB. Level ini jauh lebih rendah dibanding outlook defisit anggaran tahun ini yang sebesar 4,5% terhadap PDB. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengingatkan bahwa jangan sampai suntikan modal kepada BUMN justru memanjakan BUMN dan membuat beban APBN makin berat. Ia juga melihat banyak proyek yang tidak terlalu berdampak dalam mendongkrak perekonomian meski telah disuntik PMN. Selain itu, besaran PMN yang telah disuntikkan juga belum menghasilkan output yang seimbang. "Jadi kalau tanpa ada kejelasan soal output yang bisa berdampak positif, maka PMN bisa dikatakan mubazir karena masih banyak pos yang butuh anggaran," tambahnya.

Indonesia Waspadai Dampak Resesi AS

Hairul Rizal 21 Jun 2022 Kontan

Pemulihan ekonomi Indonesia masih dibayangi berbagai risiko melemahnya ekonomi global. Terbaru, datang dari ekonomi Amerika Serikat (AS) yang semakin dekat dengan jurang resesi, setelah The Fed menaikkan suku bunga acuan hingga 75 basis poin untuk meredam inflasi dan kondisi pasar keuangan yang tidak stabil. Pasalnya, ekonomi Indonesia masih berada di tahap awal pemulihan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini mencapai 5,01%, setelah 2021 hanya tumbuh 3,69%. Direktur Center of Economic and Law Studies (Celius) Bhima Yudhistira mengungkapkan, ancaman resesi Negeri Paman Sam perlu diwaspadai. Sebab hal tersebut membawa sejumlah risiko untuk Indonesia. Pertama, keluarnya modal asing di pasar obligasi karena penyesuaian tingkat imbal hasil (yield) US Treasury dengan kenaikan suku bunga the Fed. Kedua, likuiditas di pasar akan semakin menyempit akibat terjadinya perebutan dana antara pemerintah dan perbankan. Ketiga, kenaikan suku bunga the Fed rentan diikuti oleh kenaikan tingkat suku bunga di negara berkembang. Keempat, naiknya imported inflation sebagai akibat membengkaknya biaya impor bahan baku dan barang konsumsi yang dipicu pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Mayoritas UMKM Tak Tahu Tarif PPN Naik Jadi 11%

Hairul Rizal 21 Jun 2022 Kontan

Sungguh miris, saat pemerintah getol mengerek tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dari 10% menjadi 11% per 1 April 2022 tak semua lapisan usaha memahami beleid anyar ini. Mayoritas pelaku usaha skala kecil belum mengetahui kebijakan perpajakan ini. Hal ini tercermin dari survei Danareksa Research Institute (DRI). Hasil survei DRI menunjukkan, mayoritas pelaku usaha terutama usaha mikro kecil menengah (UMKM) belum tahu tarif PPN sudah 11%

Laris Manis, Penjualan SBR011 Mencapai Rp 13,91 Triliun

Hairul Rizal 21 Jun 2022 Kontan

Obligasi ritel SBR011 laris manis jadi buruan investor. Pemerintah berhasil menjual SBR011 senilai Rp 13,91 triliun, lebih tinggi dari target awal Rp 5 triliun. Nominal tersebut jauh lebih tinggi dibanding nilai permintaan seri SBR010. Saat itu, penjualannya sebesar Rp 7,5 triliun. Tingginya animo masyarakat membuat mitra distribusi SBR011 berhasil membukukan penjualan di atas target yang ditetapkan. General Manager Divisi Wealth Management Bank Negara Indonesia (BNI) Henny Eugenia mengungkapkan, hingga akhir pemesanan, penjualan SBR011 di BNI mencapai Rp 1,15 triliun. Jumlah tersebut oversubscribed 2,3 kali dibanding target semula, yaitu Rp 500 miliar. SBR011 laris karena risiko kredit kecil. Obligasi ritel ini juga memiliki fitur kupon floating with floor.

Nobu Bank Gandeng SRC Luncurkan KUR Digital

Hairul Rizal 21 Jun 2022 Kontan

Bank Nationalnobu Tbk (Nobu Bank) bekerjasama dengan PT SRC Indonesia Sembilan (SRCIS) untuk mendukung permodalan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) secara digital. Melalui kerjasama tersebut, toko-toko kelontong yang berada di bawah jaringan SRC bisa mendapatkan kredit modal kerja lewat fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan secara digital.

EMISI OBLIGASI BERISIKO SEPI

Hairul Rizal 21 Jun 2022 Bisnis Indonesia (H)

Langkah Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, mengerek suku bunga acuan bikin sejumlah korporasi waswas. Apalagi, bagi mereka yang berencana menerbitkan surat utang pada semester II/2022. Alasannya, dampak pengetatan kebijakan moneter yang ditempuh Federal Reserve alias The Fed, dapat merembet ke pasar surat utang. Indikasinya, imbal hasil surat utang negara (SUN) acuan tenor 10 tahun kini telah menyentuh 7,61%. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. (ADMF) misalnya, memilih tak melanjutkan aksi penggalangan dana melalui emisi obligasi. Dalam keterangannya, perseroan menyatakan kondisi pasar obligasi dan sukuk korporasi saat ini serta perubahan sumber pendanaan membuat perusahaan tak melanjutkan rencana penerbitan obligasi. ADMF memiliki sisa obligasi senilai Rp4,7 triliun dalam Obligasi Berkelanjutan V dan Rp300 miliar dalam penerbitan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV. Saat dikonfirmasi, Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila menyebut langkah perusahaan ini tak memiliki dampak terhadap kegiatan bisnis dan keuangan perseroan. Oleh sebab itu, perseroan tak menggunakan surat utang sebagai sumber dana pada semester II/2022. Menurutnya, mengenai rencana penerbitan obligasi baru, perseroan akan melihat kondisi pasar obligasi dan sukuk korporasi ke depan.


Integritas Pemimpin BUMN

Hairul Rizal 21 Jun 2022 Bisnis Indonesia

Pada 2022, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus menekan pedal gas untuk merombak jajaran pimpinan BUMN. Perombakan dilakukan dengan mengganti direksi dan komisaris dengan sosok yang dinilai layak untuk mengisi posisi tersebut. Selain masuk dalam program transformasi BUMN, ada beberapa alasan utama pencopotan dan pengangkatan para petinggi BUMN, khususnya kepemimpinan perempuan. Erick menargetkan pada 2023 kepemimpinan perempuan di BUMN akan mencapai 25 persen. Hal ini bertujuan untuk memberikan spotlight kepada para profesional perempuan di BUMN untuk mewujudkan kinerja yang lebih cemerlang. Kendati bertujuan positif, perombakan ini semestinya tetap diisi oleh sosok yang berintegritas tinggi. Integritas merupakan sikap yang sering dipersyaratkan ketika perusahaan membuka lowongan untuk mengisi jabatan di perusahaan tersebut. Integritas identik dengan kejujuran, jadi apabila seseorang dikatakan memiliki integritas berarti orang tersebut jujur. 

Sebaliknya, jika seorang pemimpin tidak memiliki integritas, maka akan menimbulkan fraud di perusahaan. Kasus dugaan suap antar-BUMN, yakni PT Angkasa Pura II (PT AP II) dan PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI) pada 2019, menjadi salah satu contoh nyata kurangnya integritas pimpinan BUMN. Selain itu, pimpinan BUMN juga harus menjadi teladan dalam menginternalisasikan nilai-nilai utama budaya perusahaan yang selaras dengan prinsip-prinsip GCG. Dengan demikian, BUMN akan dipimpin oleh pemimpin yang andal, memiliki effort, dan daya juang. Dalam hal ini, figur pemimpin yang memiliki sense of crisis dan sense of belonging terhadap BUMN yang dipimpinnya.

UU Ciptaker Sudah Memberikan Manfaat

Yuniati Turjandini 21 Jun 2022 Investor Daily (H)

Sudah memberikan sejumlah manfaat bagi percepatan pembangunan ekonomi nasional, UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Cipateker) kini dalam proses revisi sesuai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK). Manfaat yang diberikan UU ini, antara lain  kemudahan pendaftaran  perusahaan terbatas (PT) perseorangan, sertifikasi halal untuk UMKM dibiayai APIN, jaminan kehilangan pekerjaan, dan pendirian  soverign wealth  fund (SWF), UU Ciptaker sudah terbukti memberikan kemudah berinvestasi di Indonesia. "Setelah selesai UU PPP, kini saatnya kita memperispakan revisi UU Cipta Kerja dengan rujukan UU PPP yang baru. MK membatalkan karena PPP-nya tidak ada. Nah,sekarang PPP  sudah ada. Tentu akan bisa disegerakan. Ada waktu dua tahun pemerintah akan dorong," Ucap Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. UU Cipta Kerja yang terdiri atas 186 pasal telah disahkan dan ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo pada 2 November 2020. (Yetede)

Pasar Saham Volatile, IPO Tetap Marak

Yuniati Turjandini 21 Jun 2022 Investor Daily (H)

Proses penawaran umum perdana  (initial public offering/IPO) saham tetap marak ditengah kondisi  pasar saham yang sedang volatile. Meski dalam beberapa pekan terakhir  pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami fluktuasi yang cukup tinggi, lima calon emiten tetap meneruskan  rencana IPO mereka  dan telah melakukan penawaran awal (bookbuilding). Bahkan dalam catatan BEI, sudah ada 43 perusahaan yang antre untuk  IPO dengan total nilai Rp14,1 triliun. Sedangkan sejak awal tahun ini, sebanyak 21 perusahaan telah mencatat sahamnya (listing) di BEI. Kelima calon emiten yang sudah memasuki masa bookbuilding adalah PT Chemstar Indonesia Tbk (CHEM), PT Arkota Hydro Tbk (ARKO), PT Saraswanti Indoneland Development Tbk (SWID), PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) dan PT Hilcon Tbk (HILL). Srluruh dana yang diperoleh IPO rencananya digunakan sekitar 63% untuk penambahan penyertaan  modal pada perusahaan anak, yakni PT Arkora Hydro Sulawesi.  (Yetede)

Pilihan Editor