;

Wapres Soroti Penanganan Desa Tertinggal

Yoga 24 Jun 2022 Kompas

Pembangunan desa menjadi semacam pusat pertaruhan majunya pembangunan Indonesia pada masa depan. Di sisi lain, hampir 25 % dari 74.961 desa di Indonesia hingga tahun 2021 masih dalam kategori tertinggal dan sangat tertinggal. Kemendes PDTT diminta mengupayakan agar pada 2024 sudah tidak ada lagi desa tertinggal dan sangat tertinggal. ”Sampai tahun 2021 masih terdapat 23,24 % desa yang masuk dalam kategori tertinggal dan sangat tertinggal  berdasarkan data Indeks Desa Membangun atau IDM. Saya meminta Kemendes PDTT bekerja keras agar pada 2024 sudah tidak ada lagi desa tertinggal dan sangat tertinggal,” kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Kamis (23/6).

Wapres Amin menuturkan hal tersebut pada sambutan Penghargaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) BUMN/Swasta dan Promosi Desa Wisata Nusantara di Jakarta. Saat ini, desa menjadi titik awal pengungkit pemulihan ekonomi masyarakat sehingga pemerintah mendorong ekonomi desa terus  bergerak. Oleh sebab itu, kata Wapres Amin, pemerintah bertekad terus meningkatkan dan memperbaiki penyaluran dana desa serta program pengembangan BUMDes dengan melibatkan tokoh penggerak desa. supaya desa semakin sejahtera.  (Yoga)


Kota Batu Kembali Ramai oleh Karyawisata

Yoga 24 Jun 2022 Kompas

Rombongan karyawisata kembali terlihat di Kota Batu, Jatim, beberapa hari terakhir setelah vakum hampir dua tahun akibat Covid-19. kamis (23/6), ada 30-an bus membawa 1.500 siswa ke Taman Rekreasi Selecta. ”Akhir pekan lebih banyak lagi,” kata Direktur Taman Rekreasi Selecta Sujud Hariadi, kemarin. Kunjungan ke Jatim Park pun meningkat. (Yoga)

Carilah Aset Aman dari Gempuran Resesi Baru

Hairul Rizal 23 Jun 2022 Kontan (H)

Resesi Amerika Serikat (AS) di depan mata. Para tokoh keuangan dan pebisnis AS seperti Nouriel Roubini, Goldman Sachs Group, sampai Elon Musk, melihat peluang resesi AS mulai terjadi tahun ini. Pasar modal Tanah Air juga terpengaruh. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh rekor penutupan tertinggi 7.262,77 pada April lalu, tak lagi melanjutkan penguatan. Selain soal resesi, pasar modal juga terpengaruh isu kenaikan suku bunga di berbagai negara. Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menuturkan. di tengah ancaman resesi, umumnya akan terjadi switching ke saham defensif.

Sinyal dari Gubernur BI : Suku Bunga Masih Tetap

Hairul Rizal 23 Jun 2022 Kontan

Bank Indonesia (BI) menyatakan tidak akan terburu-buru mengubah kebijakan suku bunganya. Bank sentral memberi sinyal bahwa BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) bulan ini masih akan dipertahankan di level terendah, meski negara-negara di dunia mulai menaikkan suku bunga acuannya. "Kami melihat tidak perlu terburu-buru untuk menaikkan suku bunga acuan. Kami akan menjaga suku bunga acuan di level 3,5% dalam beberapa waktu sampai akhirnya momentum peningkatan," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI dalam acara Bank Dunia bertajuk Indonesia Economic Prospect, Rabu (22/6). Menurut Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro melihat, langkah BI ini berlawanan dengan tren bank sentral negara lain atau behind the curve. Apalagi, kenaikan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) yang cukup agresif yakni 75 bps. Andry memperkirakan BI mengerek suku bunga acuan semester II-2022 dengan pertimbangan kondisi inflasi dan perbedaan suku bunga dengan negara lain. "Khawatirnya, kalau ditunda BI malah bisa menaikkan suku bunga acuan lebih agresif lagi," katanya.

DLTA Incar Pertumbuhan di Area Wisata

Hairul Rizal 23 Jun 2022 Kontan

Produsen Bir Anker, PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) optimistis dapat mencetak pertumbuhan kinerja keuangan sepanjang 2022 ini. Hal ini seiring dengan pertumbuhan kinerja sepanjang kuartal I-2022. Sepanjang kuartal I-2022, DLTA membukukan penjualan bersih sebesar Rp 198,82 miliar atau naik 13,49% secara year on year (yoy) dari Rp 175,18 miliar yang dicetak pada periode yang sama tahun lalu. Direktur Pemasaran Ronny Titiheruw menjelaskan, pertumbuhan penjualan tersebut disebabkan karena meredanya kasus Covid-19, yang akhirnya berimbas pada pembukaan daerah-daerah turis. Dia mencontohnya pembukaan Bali untuk wisatawan. Lebih lanjut dia bilang, untuk akhir 2022, DLTA optimistis kinerja dapat tumbuh secara maksimal. Perusahaan berharap dapat mencetak pertumbuhan baik dari sisi pendapatan atau laba bersih di atas pencapaian tahun lalu, tapi dia enggan menyebutkan target besaran pertumbuhannya. 

Sebagai gambaran, DLTA berhasil mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 24,68% yoy menjadi Rp 546,33 miliar di akhir 31 Desember 2021. Sementara, laba bersih laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 51,60% yoy Rp 188,04 miliar sepanjang tahun lalu. "Banyak daerah-daerah turis seperti Labuan Bajo dan lainnya, tapi tentu tergantung pandemi Covid-19 juga. Mudah-mudahan pandemi cepat selesai sehingga situasi pasar kembali normal," kata Ronny kepada Kontan, Rabu (22/6)


BI Menyedot Likuiditas Perbankan Rp 300 Triliun

Hairul Rizal 23 Jun 2022 Kontan

Bank Indonesia (BI) memutuskan menormalisasi kebijakan moneter tahun ini. Normalisasi dengan mengurangi likuiditas di perbankan yang kini berlebih. Kepala Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan Bank Mandiri Dian Ayu Yustina memperkirakan, sekitar Rp 260 triliun hingga Rp 300 triliun likuiditas disedot oleh BI "Namun, upaya BI ini tidak akan mengganggu likuiditas di perbankan. Mengingat saat ini likuiditas masih sangat besar," kata Dian, Rabu (22/6). Bahkan perbankan masih mampu menyalurkan kredit maupun membeli surat berharga negara (SBN) untuk pembiayaan APBN.

MENGULUR RESTRUKTURISASI KREDIT

Hairul Rizal 23 Jun 2022 Bisnis Indonesia (H)

Keberlanjutan program restrukturisasi kredit perbankan bakal menjadi faktor krusial dalam menjaga momentum pemulihan dunia usaha. Apalagi, kenaikan suku bunga kian sulit diredam lantaran impitan beragam faktor eksternal, mulai dari inflasi hingga pengetatan kebijakan moneter di sejumlah negara. Tanpa kebijakan yang suportif di sektor perkreditan, langkah dunia usaha merintis pertumbuhan bisnis berisiko terganjal. Jika itu terjadi, impak negatifnya pun dikhawatirkan turut menjangkiti pemulihan perekonomian nasional. Sedianya, restrukturisasi kredit bagi sektor perbankan akan berakhir pada Maret 2023. Berdasarkan data termutakhir yang dilansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sampai dengan April 2022 nilai restrukturisasi kredit perbankan tercatat sebesar Rp606,11 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 3,38 juta. Usulan mengulur masa restrukturisasi kredit salah satunya datang dari pelaku industri perbankan. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja berharap masa restrukturisasi kredit bagi debitur yang terdampak pandemi Covid-19 dapat diperpanjang.

Usulan serupa dikemukakan Wakil Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) Tigor M. Siahaan. Menurutnya, perpanjangan masa restrukturisasi kredit diperlukan oleh perbankan kendati saat ini tren kredit restrukturisasi makin melandai seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi nasional. Selain itu, perbankan juga mulai menyeleksi kredit yang dapat terpulihkan atau kredit yang masuk dalam kategori bermasalah. Hal ini pun membuat outstanding kredit restrukturisasi melalui pencadangan turun secara bertahap. Guru Besar Perbankan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia yang juga menjabat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Rofikoh Rokhim menuturkan pencadangan oleh perbankan di masa restrukturisasi kredit tetap harus diperhatikan. Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Shinta W. Kamdani menuturkan wacana perpanjangan restrukturisasi kredit perlu dipertimbangkan jika pemerintah ingin menjaga momentum pemulihan ekonomi. Shinta mengklaim bahwa efek restrukturisasi terhadap pemulihan sangat positif dan sifatnya di semua sektor, khususnya pariwisata, transportasi, manufaktur, serta retail.



INDUSTRI ROKOK PUTIH : Pengusaha Masih Impor Bahan Baku

Hairul Rizal 23 Jun 2022 Bisnis Indonesia

Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (Gaprindo) memperkirakan penggunaan bahan baku rokok putih dalam negeri secara tahunan berada di kisaran 70%, sedangkan 30% sisanya dari impor. Ketua Gaprindo Benny Wahyudi mengatakan bahwa produsen rokok putih Indonesia selama ini mengimpor bahan baku dari China, Brazil, Amerika Serikat, dan Turki. Meski begitu penggunaan bahan baku rokok putih domestik masih lebih besar dibandingkan dengan impor. “Perkiraan penggunaan bahan baku dalam negeri sekitar 70%,” katanya kepada Bisnis, Rabu (22/6). Dia menjelaskan bahwa hingga kini persediaan bahan baku untuk rokok putih di Tanah Air relatif masih dalam kondisi aman. Dia pun menegaskan bahwa belum ada keluhan terkait dengan bahan baku, serta persediaan tembakau di level pedagang maupun petani. Untuk diketahui, sebelumnya Komisi VII DPR RI mengagendakan Rapat Dengar Pendapat Umum dengan sejumlah perusahaan rokok untuk membahas ketersediaan bahan baku tembakau di Tanah Air. Dalam rapat yang ditunda tersebut, Komisi VII DPR RI mengundang Direktur Utama PT Gudang Garam Tbk. (GGRM), Direktur Utama PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP), dan PT Djarum. Sementara itu, Direktur Eksekutif CORE Indonesia Mohammad Faisal memperkirakan permintaan terhadap industri rokok akan terus berkurang dalam beberapa tahun ke depan.


Pemimpin, Modal Manusia, dan Indonesia Raya

Yoga 23 Jun 2022 Kompas (H)

Agar menjadi negara bangsa modern yang besar, sesuai impian pendirinya, Indonesia harus dipimpin pemimpin besar dengan pikiran besar dan untuk kebesaran bangsanya. Pemimpin besar itu harus menjiwai kesadaran tentang arah bangsa ke depan dengan berkata jujur bahwa kita sedang dan akan mengalami masa-masa tersulit dalam kehidupan nasional. Di tengah situasi yang tersulit pun, pemimpin besar itu tampil ke publik untuk memberikan keyakinan penuh kepada rakyatnya bahwa bangsa ini akan mampu keluar dari masa-masa tersulit jika seluruh elemen kekuatan bangsa bersatu padu dan bergotong royong dalam membangun Indonesia. Hal ini sesuai semangat yang digelorakan pendiri dan proklamator RI, Soekarno, de samenbundeling van alle revolutionaire krachten in de natie (1963).

Pemimpin besar itu lebih memilih investasi pada modal manusia (human capital) daripada modal fisik (physical capital) untuk kemajuan Indonesia Raya, dengan falsafah kepemimpinan mikul duwur mengilhami pemimpin besar itu untuk memulai tradisi politik baru dengan memberikan apresiasi atas warisan para pendahulunya yang telah berinvestasi  maksimal pada modal fisik, mulai dari jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, sirkuit, bendungan, sampai infrastruktur lain, sehingga Indonesia diharapkan mampu mengatasi ketertinggalannya dari dunia maju dan negara lain di Asia Tenggara. Tanpa menafikan manfaat besar dalam berinvestasi pada modal fisik, pemimpin besar itu meyakinkan rakyatnya bahwa investasi maksimal pada modal fisik tanpa diiringi investasi yang maksimal pula pada modal manusia justru memperlemah kompetisi kualitas sumber daya manusia dalam rangka mempersiapkan generasi emas 2045.

Dengan memprioritaskan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor penentu dan pembeda bagi terwujudnya impian Indonesia Emas di tahun 2045, TP Rachmat mengajak kita semua mengambil peran aktif dan konstruktif dalam ikhtiar kolektif dan konsisten untuk mewujudkan ”pendidikan yang utuh dan menyeluruh, yang beyond brain”. Inilah model pendidikan yang menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Akhirnya, pemimpin besar itu harus menyadari bahwa pengembangan pada aspek kualitas manusia menjadi pilihan investasi terbaik dan terpenting untuk Indonesia Raya dalam jangka panjang dan selama-lamanya semata-mata diperuntukkan demi kemakmuran, kesejahteraan, dan kualitas hidup rakyatnya. (Yoga)


Mudahnya Mencuri Kayu di Hutan Konservasi

Yoga 23 Jun 2022 Kompas (H)

Pembalakan liar dan perambahan hutan konservasi di sejumlah wilayah Indonesia terus dibiarkan. Investigasi harian Kompas di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Sumbar dan Jambi, Cagar Alam Cycloop Papua, serta Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Kawah Kamojang, Jabar, mengungkap penyusutan kawasan hutan konservasi akibat perambahan dan pembalakan liar. Penelusuran di TNKS, Mei 2022, mendapati sejumlah lokasi pembalakan liar dan pembukaan hutan di areal taman nasional. Di salah satu bukit di Nagari Gambir Sungai Sako Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, mudah ditemukan pohon kamper atau borneo berdiameter 1,5 meter dan tinggi tegakan 20 meter yang ditebang dan ditinggalkan. Koordinat lokasi GPS di titik pembalakan tersebut jelas termasuk dalam kawasan TNKS.

Seorang pembalak, Ison (43), berkata, mereka bekerja dalam tim beranggota lima orang. Empat orang  menebang pohon dan mengalirkan balok kayu, satu lainnya khusus membawa perbekalan, biasanya diupah Rp 350.000 untuk membawa chainsaw (gergaji mesin) dan bensin satu jeriken besar sampai ke titik penebangan. Para cukong biasa mengupah Ison dan temannya untuk mengambil 10 meter kubik kayu meranti. Artinya, mereka harus menebang empat pohon meranti. Semeter kubik kayu meranti dibeli cukong dengan harga Rp 1 juta. Pelaksana Harian Kepala Balai Besar TNKS Teguh Ismail mengatakan telah mengetahui informasi terkait sawmill (perusahaan pengolah kayu) yang mengambil kayu dari TNKS. Beberapa perusahaan pengolah kayu memang memiliki izin dari pemerintah. Aturannya, mereka hanya boleh mengolah kayu dari hutan produksi, masalahnya ada kayu (dari kawasan TNKS) masuk ke situ.

Di Cagar Alam (CA) Cycloop, dari dua lokasi yang ditelusuri November tahun lalu, ditemukan beberapa titik pembalakan liar. Pertama, di Distrik Heram, Kota Jayapura. Di sini pembalakan terlihat di sepanjang jalur pipa PDAM Jayapura. Lahan di kanan dan kiri pipa PDAM sudah berganti menjadi kebun pepaya dan pisang. Sementara di Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara, perkebunan warga sudah merangsek ke kawasan CA Cycloop. Hutan ditebang lalu berganti kebun nanas. Menggunakan kamera drone, terlihat jelas beberapa bukit di sekitar sumber air sudah gundul. Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Papua Edward Sembiring mengakui masih ada aktivitas pembukaan lahan di CA Cycloop, yang seluas 31.480 hektar (ha), dan berada di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. (Yoga)


Pilihan Editor