Pastikan Baterai Bisa Didaur Ulang
Pengembangan baterai sangat dibutuhkan sebagai penyimpan energi dan merupakan salah satu teknologi inti dalam kendaraan listrik. Riset dan pengembangan baterai kendaraan listrik ini agar mengedepankan aspek berkelanjutan dan ramah lingkungan, dimulai dari penambangan material baterai, proses produksinya, hingga baterai dapat didaur ulang agar tak menimbulkan permasalahan baru di masa mendatang. Hal tersebut mengemuka dalam konferensi internasional tentang baterai untuk energi terbarukan dan kendaraan listrik (ICB-REV) 2022 secara daring, Rabu (22/6). Acara yang diselenggarakan Institut Penelitian Baterai Nasional (NBRI) pada 21-23 Juni ini menghadirkan sejumlah pembicara dan pakar dari sejumlah negara.
Profesor bidang material dari New University of Lisbon, Portugal, Rodrigo Martins, mengemukakan, pengembangan baterai yang berkelanjutan harus fokus pada sejumlah aspek. Baterai harus berasal dari sumber atau bahan yang bisa dipertanggungjawabkan, dibuat dari manufaktur berkelanjutan dan sirkular, serta dapat didaur ulang kembali. Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN Ratno Nuryadi mengatakan, peleburan seluruh lembaga penelitian ke dalam BRIN membuat pengembangan baterai dapat lebih terarah. BRIN terus fokus pada riset material dari hulu hingga hilir, termasuk untuk teknologi penambangan, sintesis prekursor, bahan aktif, hingga proses daur ulang. (Yoga)
Perdalam Pasar Keuangan untuk Dorong Pemulihan
Upaya pendalaman pasar keuangan dipandang perlu terus dilakukan untuk menjaga kestabilan perekonomian Indonesia dari potensi guncangan global dan meneruskan pemulihan ekonomi dalam negeri. Pasar keuangan Indonesia masih dangkal sehingga reformasi di sektor keuangan krusial untuk meningkatkan kedalamannya. Hal tersebut mengemuka dalam laporan Bank Dunia berjudul ”Indonesia Economic Prospects (IEP), Financial Deepening for Stronger Growth and Sustainable Recovery” yang dirilis Rabu (22/6). Laporan itu menyebutkan, sektor keuangan memainkan peranan penting dalam mempertahankan momentum pemulihan dari pandemi Covid-19 dan menciptakan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Country Director World Bank Indonesia and Timor Leste Satu Kahkonen mengatakan, berbagai respons kebijakan ekonomi Pemerintah Indonesia dalam menghadapi Covid-19 perlu diapresiasi. Salah satunya adalah kebijakan fiskal yang responsif dialokasikan untuk kesehatan, bantuan sosial, serta kebijakan moneter yang longgar untuk merangsang pemulihan ekonomi. Namun, masih ada aspek pembenahan yang perlu dilakukan agar menciptakan pemulihan ekonomi berkelanjutan, yakni pendalaman pasar keuangan. Sektor keuangan Indonesia masih tergolong dangkal. Mengutip laporan ini, total aset industri keuangan Indonesia baru setara 77 % PDB, jauh lebih rendah dibandingkan aset sektor keuangan di negara tetangga seperti Filipina yang 121 % PDB, Thailand 259 %, dan Malaysia 284 %. (Yoga)
Insentif Bahan Bakar Fosil Meningkat, Energi Terbarukan Menurun
Insentif Pemerintah Indonesia untuk bahan bakar fosil meningkat 30 % selama periode 2016-2020, sementara insentif untuk energi terbarukan justru menurun. Kondisi ini membuat Indonesia memiliki pekerjaan rumah besar untuk mencapai target terkait energi terbarukan. Demikian laporan International Institute for Sustainable Development (IISD yang disampaikan dalam diskusi daring ”Indonesia’s Energy Support Measures: Shifting Support from Fossil Fuels to Clean Energy”,Rabu (22/6). Dari 78 dukungan atau insentif yang diidentifikasi, karena keterbatasan data, hanya 29 yang dapat dikuantifikasi dalam riset itu.
Pengukuran dalam laporan itu menyasar minyak dan gas, kelistrikan, batubara, biofuel, energi terbarukan, serta kendaraan listrik dan baterai. Dari kalkulasi, 94,1 % insentif diberikan untuk produksi dan konsumsi bahan bakar fosil, sedangkan biofuel 4,97 %. Adapun energi terbarukan kurang dari 1 %. Senior Policy Advisor and Lead IISD Indonesia Lourdes Sanchez mengatakan, dalam rentang 2016 hingga 2020, peningkatan insentif (subsidi dan kompensasi) untuk bahan bakar fosil mencapai 30 % atau Rp 246 triliun. Sementara dukungan untuk energi terbarukan justru menurun dari Rp 3 triliun pada 2016 menjadi Rp 2 triliun pada 2020. (Yoga)
KEBIJAKAN PERDAGANGAN, Menteri Baru, Tantangan Lama
Dengan duduk dalam Kabinet Indonesia Maju sebagai Mendag, Zulkifli Hasan dituntut menyelesaikan persoalan, antara lain, harga kebutuhan pokok sekaligus menghadapi isu perdagangan luar negeri di Organisasi Perdagangan Dunia serta gangguan rantai pasok. Tantangan yang harus diselesaikan oleh Zulkifli tidak ringan. Survei Kepemimpinan Nasional oleh Litbang Kompas memperlihatkan turunnya kepuasan masyarakat atas pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin (Kompas, 20/6). Ketidakpuasan tertinggi ada pada kinerja bidang ekonomi, yakni 50,5 %. Apabila dibedah lebih rinci, ketidakpuasan tertinggi terkait pengendalian harga barang dan jasa dengan skor 64,5 persen.
Salah satu persoalannya adalah minyak goreng sawit (MGS) dalam negeri. Setidaknya sembilan kebijakan silih berganti selama Januari hingga Juni 2022 dalam upaya mengendalikan harga MGS yang naik di atas 50 %. Saat ini harga MGS curah belum mencapai target harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter. Sementara, pemerintah mengenakan bea keluar dan pajak ekspor CPO, DMO 20 % bagi perusahaan sawit yang mengekspor dengan harga ditentukan (DPO), dan flush out atau program percepatan ekspor CPO dengan memberi kesempatan ekspor ke eksportir yang tak tergabung dalam program Subsidi Minyak Goreng Curah. Jutaan petani dan pekerja perkebunan sawit berharap harga TBS dapat setara dengan harga CPO di pasar internasional di tengah mahalnya biaya sarana produksi, tenaga kerja dan kebutuhan sehari-hari, serta kebutuhan meremajakan tanaman. (Yoga)
Manipulasi Takaran BBM di SPBU Diusut
FT (61), pemilik SPBU di Jalan Raya Serang–Jakarta Km 70, Kabupaten Serang, Banten, dan BP (68), manajer penjualan SPBU, ditetapkan sebagai tersangka manipulasi takaran bahan bakar minyak di SPBU. Kepala Subbidang I Industri Perdagangan dan Investasi pada Ditreskrimsus Polda Banten Komisaris Chandra Sasongko, Rabu (22/6/2022), menyatakan, dari tindakan yang dilakukan pada 2016-Juni 2022 itu, mereka meraup Rp 7 miliar. (Yoga)
SURVEI LITBANG ”KOMPAS”,: KEMISKINAN MASIH JADI PEKERJAAN RUMAH
Meski derajat penurunan kepuasan publik atas kinerja pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin dibidang kesejahteraan sosial relatif tidak dalam, tetapi penurunan didominasi anjloknya kepuasan mengatasi kemiskinan yang cukup dalam, yaitu turun 10 % ketimbang Januari 2022. Dari 59 % pada survei Januari 2022 menjadi 49 % pada survei Juni 2022. Survei Litbang Kompas selama periode pandemi Covid-19 dari Agustus 2020 juga menunjukkan kepuasan terhadap indikator mengatasi kemiskinan selalu mendapat apresiasi terendah dibandingkan dengan empat indikator kesejahteraan sosial lainnya. Pekerjaan rumah pemerintah dan kerja kabinet bidang kesejahteraan sosial tampaknya masih berat dalam upaya mengentaskan warga dari kemiskinan ini.
Baru saja perekonomian mulai bangkit setelah pandemi mereda, perekonomian nasional kembali diguncang konflik bersenjata Rusia-Ukraina yang berdampak pada ekonomi global. Rantai pasok sejumlah komoditas terganggu sehingga mengakibatkan kenaikan harga bahan bakar, listrik, dan transportasi. Dampak lebih luas dirasakan masyarakat dengan naiknya inflasi dan harga-harga bahan pokok. Ancaman dan tantangan di bidang ekonomi tersebut berimbas pada kesejahteraan sosial masyarakat. Naiknya harga BBM, harga minyak goreng yang melejit enam bulan terakhir dan naiknya beberapa harga bahan pangan, berpotensi meningkatkan angka kemiskinan. Padahal, angka kemiskinan berdasarkan laporan BPS September 2021, sudah mengalami penurunan 1,04 juta jiwa, dan persentasenya kembali menjadi satu digit (9,71 %). Ancaman lebih besar lagi justru pada angka kemiskinan ekstrem. (Yoga)
KEPUTUSAN POLITIK VS LOGIKA EKONOMI
Sejak invasi Rusia ke Ukraina dimulai hampir empat bulan lalu, Eropa menghujani Rusia dengan berbagai sanksi. Ekonomi Rusia mulai goyah ditambah biaya perang yang tidak sedikit dan mencekik. Di tengah rasa sesak itu, China hadir sebagai sahabat dengan meningkatkan pembelian minyak. Kedua negara saat ini menjadi sorotan Barat karena aksi saling dukung dalam berbagai situasi. Meski demikian, China tetap merekomendasikan Rusia untuk berdialog dengan Ukraina. Presiden China Jinping menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (15/6/2022). Dalam kesempatan itu, Xi mengatakan pada Putin bahwa China mendukung dan memperkuat koordinasi strategis dengan Rusia terkait isu kedaulatan dan keamanan. Percakapan di saluran telepon itu merupakan yang kedua sejak Rusia menyerang Ukraina pada 24 Februari 2022 China melihat negara-negara Barat, Uni Eropa (UE), dan Amerika Serikat (AS), menghujani Moskwa dengan berbagai sanksi, mulai dari larangan impor termasuk gas dan minyak. Sanksi ini bertujuan mencekik perekonomian Rusia. Harapannya, ekonomi yang sulit akan membuat pendanaan operasi militer Rusia di Ukraina menjadi tersendat. (Yetede)
Juli, Istana dan Fasilitas Publik IKN Mulai dibangun
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Istana Presiden, pusat perkantoran (civic center), dan fasilitas publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan komersial di kawasan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara dilaksanakan pada Juli 2022. Pernyataan serupa kembali disampaikan Presiden Jokowi ketika meninjau pembangunan Bendungan Sepaku Semoi, Presiden menegaskan, Pembangunan Bendungan Sepaku Semoi dan Persemaian Mentawir, di Penajam Pasir Utara, menunjukkan pembangunan dasar di IKN telah dimulai. "Adanya bendungan ini menunjukkan pembangunan basic di infrastruktur sudah mulai. Juli nanti, pembangunan jalan utama dari jalan tol Balikpapan juga dimulai," ujar Jokowi. (Yetede)
Mochtar Riady: Kolaborasi BRICS Harus untuk Dunia
Founder dan Chairman Lippo Group Dr Mochtar Riady menyampaikan harapannya bahwa kolaborasi antarnegara anggota BRICS tidak hanya dibatasi oleh lima negaranya, tapi juga untuk dunia, sehingga menghasilkan sinergi yang bermanfaat bagi masa depan global. Hal ini disampaikan pada BRICS Business Forum 2022 yang berlangsung dengan format hybrid pada Rabu (22/6) dari Beijing, Tiongkok. BRICS yang merupakan akronim dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, yakni perkumpulan lima negara dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akronim ini pertama kali dicetuskan oleh Goldman Sach pada 2021. Negara-negara BRICS dinilai memiliki keunggulan masing-masing yang dapat menjadi dasar saling melengkapi. "Kita perlu menampilkan keunggulan masing-masing dan dengan bersatu kita bisa mendapat manfaat. Saya menyadari bahwa lima negara BRICS memiliki sebaran geografis yang luas, mencakup Asia, Amerika Latin, dan juga Afrika," katanya. (Yetede)
Mendag Janji Harga Migor Stabil Dalam Dua Minggu
Menteri Perdagangan (Mendag) Zukkifli Hasan berjanji harga minyak goreng (migor) curah akan turun diharga Rp 14.000 per liter dalam dua minggu ke depan. Janji Mendag tersebut lebih cepat dari pernyataannya di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin (20/6) yang meyakini dalam dua bulan harga migor dapat dinormalkan kembali. Mendag telah menyediakan layanan 13.968 Warung Gurih dan Warung Pangan yang tersebar di 20 porvinsi. Warung Gurih dan Warung Pangan itu sendiri tersedia di 211 kabupaten dan kota di 20 provinsi di Indonesia. Warung Pangan berjumlah 1.608, sedangkan Warung Gurih 12.360. "Saya meyakini dua minggu ini akan stabil walaupun target saya satu bulan. Tapi dua minggu ini enggak akan ada lagi yang ribut minyak Rp 14.000, karena sudah ada bahkan bisa lebih stoknya," tegas pria yang akrab dipanggil Zulhas ini. (Yetede)









