Pastikan Baterai Bisa Didaur Ulang
Pengembangan baterai sangat dibutuhkan sebagai penyimpan energi dan merupakan salah satu teknologi inti dalam kendaraan listrik. Riset dan pengembangan baterai kendaraan listrik ini agar mengedepankan aspek berkelanjutan dan ramah lingkungan, dimulai dari penambangan material baterai, proses produksinya, hingga baterai dapat didaur ulang agar tak menimbulkan permasalahan baru di masa mendatang. Hal tersebut mengemuka dalam konferensi internasional tentang baterai untuk energi terbarukan dan kendaraan listrik (ICB-REV) 2022 secara daring, Rabu (22/6). Acara yang diselenggarakan Institut Penelitian Baterai Nasional (NBRI) pada 21-23 Juni ini menghadirkan sejumlah pembicara dan pakar dari sejumlah negara.
Profesor bidang material dari New University of Lisbon, Portugal, Rodrigo Martins, mengemukakan, pengembangan baterai yang berkelanjutan harus fokus pada sejumlah aspek. Baterai harus berasal dari sumber atau bahan yang bisa dipertanggungjawabkan, dibuat dari manufaktur berkelanjutan dan sirkular, serta dapat didaur ulang kembali. Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN Ratno Nuryadi mengatakan, peleburan seluruh lembaga penelitian ke dalam BRIN membuat pengembangan baterai dapat lebih terarah. BRIN terus fokus pada riset material dari hulu hingga hilir, termasuk untuk teknologi penambangan, sintesis prekursor, bahan aktif, hingga proses daur ulang. (Yoga)
Postingan Terkait
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Mengawasi Langkah Strategis Danantara
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023