;

Pemimpin, Modal Manusia, dan Indonesia Raya

Pemimpin, Modal
Manusia, dan
Indonesia Raya

Agar menjadi negara bangsa modern yang besar, sesuai impian pendirinya, Indonesia harus dipimpin pemimpin besar dengan pikiran besar dan untuk kebesaran bangsanya. Pemimpin besar itu harus menjiwai kesadaran tentang arah bangsa ke depan dengan berkata jujur bahwa kita sedang dan akan mengalami masa-masa tersulit dalam kehidupan nasional. Di tengah situasi yang tersulit pun, pemimpin besar itu tampil ke publik untuk memberikan keyakinan penuh kepada rakyatnya bahwa bangsa ini akan mampu keluar dari masa-masa tersulit jika seluruh elemen kekuatan bangsa bersatu padu dan bergotong royong dalam membangun Indonesia. Hal ini sesuai semangat yang digelorakan pendiri dan proklamator RI, Soekarno, de samenbundeling van alle revolutionaire krachten in de natie (1963).

Pemimpin besar itu lebih memilih investasi pada modal manusia (human capital) daripada modal fisik (physical capital) untuk kemajuan Indonesia Raya, dengan falsafah kepemimpinan mikul duwur mengilhami pemimpin besar itu untuk memulai tradisi politik baru dengan memberikan apresiasi atas warisan para pendahulunya yang telah berinvestasi  maksimal pada modal fisik, mulai dari jalan, jembatan, bandara, pelabuhan, sirkuit, bendungan, sampai infrastruktur lain, sehingga Indonesia diharapkan mampu mengatasi ketertinggalannya dari dunia maju dan negara lain di Asia Tenggara. Tanpa menafikan manfaat besar dalam berinvestasi pada modal fisik, pemimpin besar itu meyakinkan rakyatnya bahwa investasi maksimal pada modal fisik tanpa diiringi investasi yang maksimal pula pada modal manusia justru memperlemah kompetisi kualitas sumber daya manusia dalam rangka mempersiapkan generasi emas 2045.

Dengan memprioritaskan kualitas sumber daya manusia sebagai faktor penentu dan pembeda bagi terwujudnya impian Indonesia Emas di tahun 2045, TP Rachmat mengajak kita semua mengambil peran aktif dan konstruktif dalam ikhtiar kolektif dan konsisten untuk mewujudkan ”pendidikan yang utuh dan menyeluruh, yang beyond brain”. Inilah model pendidikan yang menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Akhirnya, pemimpin besar itu harus menyadari bahwa pengembangan pada aspek kualitas manusia menjadi pilihan investasi terbaik dan terpenting untuk Indonesia Raya dalam jangka panjang dan selama-lamanya semata-mata diperuntukkan demi kemakmuran, kesejahteraan, dan kualitas hidup rakyatnya. (Yoga)


Tags :
#Isu Lokal
Download Aplikasi Labirin :