Mudahnya Mencuri Kayu di Hutan Konservasi
Pembalakan liar dan perambahan hutan konservasi di sejumlah wilayah Indonesia terus dibiarkan. Investigasi harian Kompas di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), Sumbar dan Jambi, Cagar Alam Cycloop Papua, serta Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Kawah Kamojang, Jabar, mengungkap penyusutan kawasan hutan konservasi akibat perambahan dan pembalakan liar. Penelusuran di TNKS, Mei 2022, mendapati sejumlah lokasi pembalakan liar dan pembukaan hutan di areal taman nasional. Di salah satu bukit di Nagari Gambir Sungai Sako Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, mudah ditemukan pohon kamper atau borneo berdiameter 1,5 meter dan tinggi tegakan 20 meter yang ditebang dan ditinggalkan. Koordinat lokasi GPS di titik pembalakan tersebut jelas termasuk dalam kawasan TNKS.
Seorang pembalak, Ison (43), berkata, mereka bekerja dalam tim beranggota lima orang. Empat orang menebang pohon dan mengalirkan balok kayu, satu lainnya khusus membawa perbekalan, biasanya diupah Rp 350.000 untuk membawa chainsaw (gergaji mesin) dan bensin satu jeriken besar sampai ke titik penebangan. Para cukong biasa mengupah Ison dan temannya untuk mengambil 10 meter kubik kayu meranti. Artinya, mereka harus menebang empat pohon meranti. Semeter kubik kayu meranti dibeli cukong dengan harga Rp 1 juta. Pelaksana Harian Kepala Balai Besar TNKS Teguh Ismail mengatakan telah mengetahui informasi terkait sawmill (perusahaan pengolah kayu) yang mengambil kayu dari TNKS. Beberapa perusahaan pengolah kayu memang memiliki izin dari pemerintah. Aturannya, mereka hanya boleh mengolah kayu dari hutan produksi, masalahnya ada kayu (dari kawasan TNKS) masuk ke situ.
Di Cagar Alam (CA) Cycloop, dari dua lokasi yang ditelusuri November tahun lalu, ditemukan beberapa titik pembalakan liar. Pertama, di Distrik Heram, Kota Jayapura. Di sini pembalakan terlihat di sepanjang jalur pipa PDAM Jayapura. Lahan di kanan dan kiri pipa PDAM sudah berganti menjadi kebun pepaya dan pisang. Sementara di Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara, perkebunan warga sudah merangsek ke kawasan CA Cycloop. Hutan ditebang lalu berganti kebun nanas. Menggunakan kamera drone, terlihat jelas beberapa bukit di sekitar sumber air sudah gundul. Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Papua Edward Sembiring mengakui masih ada aktivitas pembukaan lahan di CA Cycloop, yang seluas 31.480 hektar (ha), dan berada di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. (Yoga)
Tags :
#Isu LokalPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023