BI Beri Sinyal Tahan Suku Bunga
Bank Indonesia memberi sinyal menahan suku bunga acuan BI-7 Day Reserve Repo Rate (BI7DRR) di level 3,6% pada pekan ini. Arah kebijakan suku bunga masih tertuju pada upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi. "Kebijakan moneter akan terus pro-stability. Dengan inflasi yang rendah , kita tidak perlu terburu-buru untuk menaikkan suku bunga sampai ada tekanan fundamental pada inflasi," kata Gubernur BI Perry Warjiyo. Dia mengatakan, realisasi inflasi hingga Mei 2022 masih rendah, dibandingkan negara lain. Hal ini tercermin pada indeks harga konsumen (IHK) pada Mei 2022 yang mengalami inflasi 0,4% (month to month/mtm), 3,55% secara tahunan (year on year/yoy), dan inflasi inti 2,58% (yoy). "Saya yakin, koordinasi yang kuat antara pemerintah dan bank sentral dapat mengelola stabilitas harga. Tahun ini, perkiraan inflasi kami akan berada di atas target kami, 4%, mungkin sekitar 4,2%. Ini masih sangat rendah, dibandingkan negara lain. Tahun depan kami yakin, inflasi kami akan kembali ke level target kami 3% plus minus 1%." ucap dia. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023