Dipaksa Tabah Di tanah Sabah
Menjadi penghuni rumah detensi imigran (Depot Tahanan Imigresen/DTI) Papar Kimanis, Sabah, Malaysia, adalah kenangan terburuk bagi Rose. Di tempat itu ia dan ribuan buruh imigran Indonesia mendapat perlakuan tidak manusiawi. Bahkan ayahnya meninggal dalam keadaan yang mengenaskan. Rose bersama suami dan kedua orang tuanya tinggal di Sabah sebagai buruh imigran. Tiga anaknya turut dibawa kesana, bibinya juga ikut serta dengan mereka, Pada Maret 2020,satu keluarga itu ditangkap kepolisian Malaysia yang tengah menggelar operasi besar-besaran. Mereka langsung dijebloskan ke penjara selama tiga bulan tanpa putusan pengadilan. Sebulan menjalani hukuman Rose mendengar Ayahnya sakit. "Jari kaki Ayah diamputasi di klinik DTI" kata perempuan berusia 29 tahun itu, kemarin. Pada April 2020 sehari selepas idul fitri Rose mendengar Ayahnya meninggal, "Satu minggu kemudian jenazahnya baru bisa dikuburkan itu pun setelah suami saya memaksa meminta jenazah dari petugas," Keluarga Rose merupakan segelintir dari ribuan WNI yang mendapat perlakuan buruk dari rumah detensi imigrasi Malaysia. (Yetede)
Tekanan Ekonomi Global dan Respon Dunia
Tekanan ekonomi dunia sedang terjadi. Pada 7 Juni lalu, Bank Dunia memproyeksikan turunnya pertumbuhan ekonomi dunia, dari 5,7% pada 2021 menjadi 2,9% pada tahun ini. Pada 12 April, Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) sudah mengoreksi proyeksi perdagangan barang dunia tahun ini, dari 4,7% menjadi 3%, dengan catatan bahwa proyeksi ini tidak pasti karena bergantung pada situasi perang di Ukraina. Sebaliknya, laju inflasi dunia, menurut estimasi Departemen Ekonomi dan Sosial PBB pada 1 Juni lalu, akan naik dua kali lipat, dari rata-rata 2,9%. Interaksi ekonomi sama dengan interaksi alam semesta yang sangat besar, mekanisme anatomi tubuh, atau bahkan struktur sel yang tidak terlihat, sebagai sebuah sistem. Interaksi ini mengikuti hukum alam yang, oleh Adam Smith, Bapak Ilmu Ekonomi Modern, disebut digerakkan oleh sebuah "tangan tak terlihat,". Keterbukaan ekonomi antar negara tetap penting. Namun, ketika satu bagian dari sistem mengalami kerusakan, misalnya karena bencana alam, pandemi, atau perang, seluruh sistem akan merasakan dampaknya. (Yetede)
Tadah Cuan Saham Saat Dana Asing Keluar
Dana asing masih hengkang dari bursa saham dalam negeri. Sepanjang pekan lalu, total aksi jual bersih (net sell) investor asing mencapai Rp 4,18 triliun. Beruntung, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di zona hijau sepanjang pekan lalu.
Potensi resesi di Amerika Serikat (AS) dan kenaikan suku bunga mendorong investor asing mulai meninggalkan instrumen yang punya risiko tinggi, seperti saham. Sikap agresif The Fed dalam menaikkan suku bunga juga meningkatkan persepsi risiko berinvestasi di Indonesia. Analis Jasa Utama Capital Cheryl Tanuwijaya mengatakan, investor asing akan mencermati rilis data inflasi dan makroekonomi dalam negeri. Kalau data ini menunjukkan pemulihan ekonomi, dana asing bisa kembali.
BI Sudah, Sekarang Giliran Pemerintah
Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level rendah, 3,5%, demi menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Namun keputusan bank sentral tersebut bakal percuma jika pemerintah gagal mengendalikan lonjakan harga barang.
Faktanya, kini, harga bahan makanan dan barang lain sudah naik. Berdasarkan pantauan KONTAN di gerai Alfamart di Tambun, Bekasi, harga produk seperti mi instan goreng, misalnya, naik dari kisaran Rp 102.000-Rp 105.000 per dus menjadi Rp 110.000 per dus.
MERACIK TAKTIK HALAU KRISIS
Salah satu di antaranya adalah kian berlarutnya perang antara Rusia dan Ukraina yang memicu krisis energi dan pangan dunia. Ujung-ujungnya inflasi di sejumlah negara meroket. Kondisi ini pun direspons oleh bank sentral negara maju dengan mengerek suku bunga acuan ke tingkat yang teramat tinggi sehingga menguatkan kekhawatiran terjadi resesi ekonomi, terutama di Amerika Serikat (AS). Selain itu, kebijakan Zero Covid yang masih berlaku di China juga menghantam rantai pasok global yang sejatinya masih kusut dan belum mampu terurai dengan sempurna. Kendala yang cukup kompleks ini pun mendorong sejumlah lembaga merevisi prospek pertumbuhan ekonomi global.
Terbaru, International Monetary Fund (IMF) memangkas outlook dari 4,4% menjadi 3,6%. Pun demikian Bank Indonesia (BI) yang menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia dari 3,4% menjadi 3%. Tak ayal, semua negara pun memutar otak untuk mencari solusi dalam menangkal dampak lanjutan dari krisis pangan dan komoditas serta meminimalisasi risiko penggerusan ekonomi. Tak terkecuali bagi negara-negara ekonomi maju yang tergabung dalam The Group of Seven (G7). Sejatinya, Pemerintah Indonesia telah menyalakan alarm dini untuk mengantisipasi perubahan haluan ekonomi. Presiden Joko Widodo bahkan meminta kepada seluruh jajarannya untuk lebih peka terhadap ancaman krisis pada tahun ketiga pandemi Covid-19. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, ekonomi yang mampu berdegup lebih kencang dihantui oleh ketidakpastian global sehingga pemerintah perlu responsif memitigasi risiko tersebut.
PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI : EMP Bentu Pasok Gas ke PLTGU Riau
EMP Bentu Ltd. mulai menyalurkan gas perdana atau first gas in untuk PLTGU Riau dengan kapasitas 275 megawatt (MW) sebagai bagian dari pemenuhan perjanjian jual beli gas sebesar 40 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Area Manager EMP Bentu Ltd, Yoyok S Purwanto mengatakan bahwa pasokan gas tersebut berasal dari lapangan potensial yang selama ini dikelola oleh EMP Bentu & Korinci Baru, yakni Lapangan Seng-Segat. Selain dari Wilayah Kerja Bentu, pasokan gas juga berasal dari Wilayah Kerja Korinci Baru yang kembali dioperasikan setelah sempat terhenti sejak 2013 lalu. “Dengan penyaluran gas perdana di titik serah Baru Gas Plant ini semakin menambah keandalan pasokan listrik di Riau, karena gas tersebut dimanfaatkan untuk PLTGU Riau milik PT MRPR di Kawasan Industri Tenayan Pekanbaru,” ujar Yoyok, akhir pekan lalu. Sementara itu, Kepala Divisi MPPF SKK Migas Ardiansyah menyampaikan bahwa tim proyek juga berhasil melakukan terobosan, yaitu dengan mengutamakan penyelesaian pemasangan peralatan utama, sehingga penyaluran gas perdana dapat dilaksanakan melalui balance of plant yang sudah selesai dibangun.
INVESTASI HIJAU : PDN Nongsa Rampung 2023
Pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) di kawasan Nongsa Digital Park (NDP), Batam akan groundbreaking pada Juli 2022 dan ditargetkan selesai selama 18 bulan. Investasi hijau itu akan menelan dana sebesar US$160 juta atau sekitar Rp2,3 triliun, dengan skema Economic Development Cooperation Fund (EDCF) dari Korea Selatan atau Korsel. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate dan perwakilan Korsel juga sudah melakukan peninjauan langsung di lahan yang sudah dihibahkan untuk pembangunan pusat data kedua dari 4 PDN yang akan dibangun di Indonesia ini. “Target kami 18 bulan harus sudah selesai,” kata Johnny di Batam, Jumat (24/6). PDN tersebut akan dibangun dengan mengusung konsep ramah lingkungan atau green energy. PDN ini juga akan memiliki spesifikasi Tier 4 dengan kapasitas 43.000 core dan 72 petabytes. PDN ini akan menggantikan 2.700 data centre yang dipakai secara nasional. CEO Nongsa Digital Park Mike Wiluan mengatakan pihaknya bangga bisa ikut membangun ekosistem kreatif di Nongsa. Saat ini pengembangan SDM lokal juga sudah dilakukan di NDP, salah satunya menjadi lokasi Google Academy. Hadirnya fasilitas tambahan, seperti 13 kabel bawah laut yang terkoneksi serta fasilitas lainnya, termasuk PDN akan membuat NDP jadi ekosistem digital yang terintegrasi.
Target Setoran PPh Badan 2022 Bisa Menembus Rp 458 Triliun
Proses pemulihan ekonomi Indonesia pada tahun ini mulai sudah membawa berkah bagi penerimaan pajak ke kas negara. Salah satunya berasal dari pajak penghasilan (PPh) yang dibayarkan oleh badan usaha alias PPh badan.
Kementerian Keuangan mencatat penerimaan PPh Badan hingga akhir 31 Mei 2022 melonjak 127,5% secara tahunan. Penerimaan jenis pajak tersebut total mencapai Rp 190,88 triliun. Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI) Prianto Budi Saptono menilai lonjakan PPh badan pada periode Mei 2022 tersebut adalah hal yang wajar. Tapi ke depannya, pemerintah perlu mewaspadai tensi geopolitik bagi Indonesia imbas dari konflik Ukraina-Rusia yang hingga kini masih belum jelas kapan berakhirnya. Kemudian, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah perkembangan harga komoditas global yang diprediksi sudah mulai melandai. Dengan adanya beragam faktor tersebut, Prianto memperkirakan penerimaan PPh Badan hingga akhir tahun ini bisa tembus sampai Rp 458,11 triliun.
KONSEP SENI NFT, Senyawa dalam ”Reconnection”
Karya bertajuk ”Reconnection” dari Dewa Gede Raka Jana Nuraga (30), seniman asal Gianyar, Bali, menghiasi halaman 1 Kompas edisi Senin (27/6). Raka menggambarkan seseorang yang mengenakan kacamata realitas berimbuh (augmented reality) sembari merayakan keberagaman budaya Indonesia. Latar belakang kerja sama ini tak lain kesamaan semangat yang sama-sama ingin beradaptasi dengan perubahan sembari tetap berpijak pada budaya Nusantara. Intinya, teknologi kekinian dan orisinalitas budaya sepatutnya bersenyawa.
Raka memandang perkembangan dunia yang mengarah ke Web3 sekarang ini dapat berjalan beriringan tanpa meninggalkan identitas budaya. Filosofi itu pula yang diyakini Kompas, teknologi terkini semestinya menjadi sarana bagi masyarakat untuk semakin terhubung dan menjalin ajang silaturahmi antar individu. Ilustrasi ini akan hadir juga sebagai NFT yang dapat menjadi bagian dari koleksi publik pada jejaring blockchain ethereum. ((Yoga)
Menyelamatkan ”Start Up” Indonesia
Tanda-tanda masalah sudah muncul di pendanaan usaha rintisan berbasis teknologi. Perusahaan rintisan bidang teknologi atau start up diperkirakan masih berjibaku menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan potensi kenaikan suku bunga. Maka, usaha rintisan harus memahami kebutuhan pasar serta memiliki produk dan model bisnis yang menghasilkan profit berkelanjutan daripada mengejar pertumbuhan secepat mungkin (Kompas, 25/6). Menurut Vice President Marketing and Value Creation Alpha JWC Ventures Chery lNG, fenomena penyesuaian bisnis (company rightsizing) di kalangan start up diperkirakan masih terjadi dalam beberapa bulan mendatang. Fenomena yang terjadi beberapa pekan terakhir, seperti penyesuaian bisnis yang menyebabkan pengurangan karyawan, baru tahap awal.
Informasi yang dikumpulkan menyebutkan, investor ventura yang biasa membiayai usaha rintisan mulai mengambil langkah aman. Mereka mengalihkan investasi ke sesuatu yang riil atau fisik. Langkah ini bisa dipahami ketika ekonomi global tak menentu sehingga instrumen investasi di pasar finansial tergolong berisiko. Data terakhir menyebutkan jumlah usaha rintisan di Tanah Air mencapai 2.347 usaha, sehingga Indonesia berada di urutan kelima dunia dalam jumlah usaha rintisan. Keguncangan di usaha ini akan memengaruhi ekonomi nasional karena perannya tak kecil. Pemutusan hubungan kerja bakal menjadi isu yang menyebabkan sektor lain terganggu. Untuk itu, pelaku usaha rintisan harus makin memastikan masa depan bisnisnya. Target harus jelas dan perlu memastikan produk atau layanannya memang dibutuhkan masyarakat. (Yoga)









