Dipaksa Tabah Di tanah Sabah
Menjadi penghuni rumah detensi imigran (Depot Tahanan Imigresen/DTI) Papar Kimanis, Sabah, Malaysia, adalah kenangan terburuk bagi Rose. Di tempat itu ia dan ribuan buruh imigran Indonesia mendapat perlakuan tidak manusiawi. Bahkan ayahnya meninggal dalam keadaan yang mengenaskan. Rose bersama suami dan kedua orang tuanya tinggal di Sabah sebagai buruh imigran. Tiga anaknya turut dibawa kesana, bibinya juga ikut serta dengan mereka, Pada Maret 2020,satu keluarga itu ditangkap kepolisian Malaysia yang tengah menggelar operasi besar-besaran. Mereka langsung dijebloskan ke penjara selama tiga bulan tanpa putusan pengadilan. Sebulan menjalani hukuman Rose mendengar Ayahnya sakit. "Jari kaki Ayah diamputasi di klinik DTI" kata perempuan berusia 29 tahun itu, kemarin. Pada April 2020 sehari selepas idul fitri Rose mendengar Ayahnya meninggal, "Satu minggu kemudian jenazahnya baru bisa dikuburkan itu pun setelah suami saya memaksa meminta jenazah dari petugas," Keluarga Rose merupakan segelintir dari ribuan WNI yang mendapat perlakuan buruk dari rumah detensi imigrasi Malaysia. (Yetede)
Tags :
#BeritaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023