;

Ri-Rusia Teken Sejumlah Dokumen Kerjasama Transportasi dan Pendidikan

Yuniati Turjandini 21 Jun 2025 Investor Daily (H)
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Federasi Rusia menyepakati empat dokumen kerja sama di bidang pendidikan, transportasi, pengembangan digital dan media massa, serta pendirian platform investasi. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Konstantinovsky, St. Petersburg, Rusia, Kamis (20/06/2025), waktu setempat. Presiden Prabowo melawat ke St. Petersburg, Rusia, pada tanggal 18-20 Juni untuk melaksanakan dua agenda utama, yaitu melaksanakan dua agenda utama, yaitu kunjungan resmi ke Istana Konstantinovski dan bertemu Presiden Putin untuk pertemuan bilateral pada Kamis siang waktu setempat, kemudian memenuhi undangan menghadiri St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2025, Jumat (20/06/2025). Seluruh dokumen kerjasama telah menandatangani sebelumnya oleh pejabat terkait dari kedua negara dan secara simbolis dipertukarkan di hadapan kedua kepala negara. Persetujuan kerja sama bidang pendidikan tinggi dilakukan antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI dan Kementerian Sains dan Pendidikan Tinggi Rusia. Memorandum saling pengertian tentang kerja sama bidang transportasi antara Kementerian Perhubungan RI dan Kementerian Perhubungan Rusia. (Yetede)

Momentum Rombak Kebijakan Bursa Saham

Yuniati Turjandini 21 Jun 2025 Investor Daily (H)
Bursa saham terguncang hebat oleh memanasnya konflik Iran-Israel, terlihat dari penurunan tajam IHSG dari 7.200 ke level 6.900 hanya dalam tempo tiga hari. Ini menjadi momentum otoritas pasar modal merombak kebijakan yang selama ini menekan likuiditas demi meredam tekanan konflik geopolitik. Dari ketegangan pelaku pasar, ada sejumlah kebijakan yang perlu dievaluasi. Pertama, kebijakan yang perlu dievaluasi. Pertama, kebijakan unusual market activity (UMA) yang berujung suspensi saham. Kebijakan ini dinilai menjadi pemicu utama seretnya likuiditas. Betapa tidak, saat saham sedang naik tajam dan likuiditas mengalir kencang, BEI merilis pengumuman UMA, yang bisa berujung pada suspensi, likuditas tersendat dan tidak bisa pulih dalam waktu cepat. Kedua kebijakan saham papan pemantauan khusus (PPK) dengan metode perdagangan full action (FCA). Sebenarnya, PPK bertujuan baik, yakni memberikan perlindungan ke investor. Namun, ada satu kriteria saham PPK yang perlu dicoret, yakni suspensi selama lebih dari satu hari bursa, karena aktivitas perdagangan. Artinya, bursa tidak perlu memasukkan saham yang sedang panas ke PPK, lantaran kena suspensi selama dua hari. Sebab, kebijakan ini juga bisa menggerus likuiditas. (Yetede)

Korporasi Semarak Terbitkan Obligasi

Yuniati Turjandini 21 Jun 2025 Investor Daily (H)
Penerbitan surat utang atau obligasi korporasi semarak terjadi menjelaskan akhir semester pertama tahun ini. Sejumlah emiten besar akan menghadapi siklus puncak jatuh tempo obligasi pada paruh kedua 2025. Investor bisa mencermati obligasi korporasi untuk mendulang untung bukan dari kupon, tetapi juga optimal gain di tengah tren penurunan  suku bunga. Emiten-emiten gede yang menggelar penawaran obligasi di antaranya PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Tower Bersama Infrastucture Tbk (TBIG), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO). Berdasarkan prospektus yang dipublikasikan di Koran Investor Daily, CUAN menerbitkan Obligasi Berkelanjutan 1 Tahap 1 Tahun 2025 dengan jumlah pokok sebanyak Rp 650 miliar dan Sukuk Wakalah Berkelanjutan 1 Tahap 1 Tahun  sebanyak Rp 350 miliar. Seluruh dana akan digunakan CUAN sebagai modal kerja anak usahanya, PT Multi Tambang Utama (MUTU), untuk  membiayai kontraktor, pemasok, biaya tenaga kerja, dan beban usaha lainnya. (Yetede)

115 WNI Mulai di Evakuasi

Yuniati Turjandini 21 Jun 2025 Investor Daily (H)
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan memastikan WNI yang berada di Iran dievakuasi dari Kota Teheran mulai hari Jumat (20/6/2025). WNI dievakuasi menggunakan jalur darat lantaran dianggap lebih aman menuju Baku, Azerbaijan. "Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri, tahap pertama akan dimulai pada 20 Juni 2025, dengan 115 WNI diberangkatkan menggunakan empat bus dari Teheran," kata Budi Gunawan. Budi Gunawan akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri hingga Badan Intelegen Negara (BIN) guna memastikan langkah evakuasi selanjutnya. Pria yang akrab dipanggil BG ini juga memastikan pemerintah akan membuka jalur komunikasi darurat bagi WNI di zona konflik. Dengan langkah-langkah ini, BG memastikan proses evakuasi WNI dari Iran akan berjalan dengan  lancar. "Kami mengimbau seluruh WNI di Iran untuk tetap tenang, mengikuti arahan perwakilan RI, dan segera melapor bila memerlukan bantuan," kata BG. kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan proses evakuasi terhadap WNI di Iran sedang berlangsung menyusul pemburukan situasi keamanan di negara tersebut akibat serangan rudal Israel. (Yetede)

Penghambat Penyerapan Anggaran Belanja

Yuniati Turjandini 21 Jun 2025 Investor Daily (H)
Kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah sejak awal tahun ini memperlambat penyerapan anggaran belanja. Hal ini dikhawatirkan akan langsung  berimbas pada pelemahan pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan data Kementerian keuangan pada 31 Mei 2025, realisasi belanja negara mencapai Rp1.016,3 triliun atau APBN 2025 yang sebesar Rp3.621,3 triliun atau bari 28,1% dari pagu APBN 2025 yang sebesar Rp3.621,3 triliun. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, maka terjadi kontraksi sebesar 11,26%. Pada Mei 2024, realisasi belanja negara mencapai Rp1.145,27 triliun. Realisasi belanja negara Mei 2025 terbagi dalam belanja  pemerintah pusat sebesar Rp694,2 triliun. Jika dirinci belanja pemerintah pusat sebesar Rp694,2 triliun terbagi dalam belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp325,7 triliun dan untuk belanja non K/L Rp694,2 triliun terbagi dalam belanja (K/L) untuk belanja non K/L Rp368,5 triliun. Peneliti Center of Freedom  on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengatakan, kebijakan efisiensi anggaran yang dlakukan oleh pemerintah mendorong K/L untuk melakukan penyisiran ulang dari alokasi belanja yang sudah ditetapkan pada tahun lalu, agar dapat memenuhi persyaratan dalam proses efisiensi anggaran pemerintah. (Yetede)

Danantara Gencar Himpun Pendanaan

Hairul Rizal 21 Jun 2025 Bisnis Indonesia (H)

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara semakin agresif memperluas jaringan kemitraan strategis, baik di dalam negeri maupun kancah internasional, sebagai bagian dari perwujudan visi Indonesia untuk membangun ekonomi yang tangguh dan berkelanjutan. Di bawah kepemimpinan CEO Rosan P. Roeslani, Danantara menandatangani kesepakatan penting dengan Russia Direct Investment Fund (RDIF) untuk membentuk Russia-Indonesia Investment Platform (RIDNIP) senilai €2 miliar. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin, menandakan komitmen politik yang kuat di balik kerja sama tersebut.

Selain Rusia, Danantara juga menjajaki kerja sama dengan Temasek Holdings dari Singapura, serta telah berinvestasi di dalam negeri, antara lain di proyek petrokimia PT Chandra Asri senilai Rp13 triliun dan pembiayaan Program 3 Juta Rumah senilai Rp130 triliun. CIO Danantara Pandu Sjahrir menegaskan bahwa semua langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Danantara untuk mendukung sektor-sektor fundamental yang mampu menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah industri nasional.

Namun, sejumlah pengamat menyoroti risiko dari strategi ekspansi cepat Danantara, khususnya dalam menjalin kemitraan dengan RDIF di tengah sanksi internasional terhadap Rusia akibat konflik Ukraina. Herry Gunawan, Direktur NEXT Indonesia, memperingatkan bahwa kerja sama ini dapat menimbulkan risiko reputasi dan mempersulit upaya Danantara menarik mitra global lainnya. Sementara itu, Toto Pranoto dari Universitas Indonesia menilai bahwa tantangan internal seperti ketidaksiapan proyek, ketidakpastian regulasi, dan lemahnya koordinasi lintas sektor masih menjadi penghambat utama realisasi investasi besar di Indonesia.

Dengan demikian, langkah progresif Danantara mencerminkan ambisi besar pemerintah dalam menarik investasi dan memperkuat kemandirian ekonomi. Namun, seperti diingatkan para pakar, kesuksesan jangka panjang sangat bergantung pada kehati-hatian dalam memilih mitra strategis, perbaikan tata kelola investasi, serta konsistensi implementasi di lapangan.


Diplomasi Simbolik RI Dinilai Berisiko

Hairul Rizal 21 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia dan keputusannya untuk menghadiri undangan khusus Presiden Vladimir Putin alih-alih menghadiri KTT G7 mencerminkan langkah diplomasi luar negeri yang penuh perhitungan strategis. Di tengah isolasi keuangan Rusia akibat sanksi internasional, kesepakatan investasi sebesar €2 miliar (sekitar Rp37,7 triliun) antara Badan Pengelola Investasi Danantara dan Russia Direct Investment Fund (RDIF) mengirim sinyal politik dan ekonomi yang kuat, namun juga mengundang pertanyaan publik.

Kolaborasi dengan RDIF, sebuah sovereign wealth fund yang masuk daftar sanksi Amerika Serikat dan Uni Eropa, menunjukkan manuver berani, namun rentan terhadap risiko reputasi dan konsekuensi diplomatik. Di sisi lain, Danantara juga menjalin pendekatan dengan Temasek Holdings dari Singapura, lembaga investasi yang sangat selektif dan berorientasi profit, menimbulkan kontras antara profesionalisme investasi dan pertimbangan geopolitik.

Meski Danantara juga aktif memperkuat investasi dalam negeri—seperti mendanai proyek petrokimia Chandra Asri dan program perumahan nasional senilai Rp130 triliun—langkah-langkah ini membutuhkan pengawasan ketat dan transparansi tinggi. Detail implementasi, seleksi proyek, dan strategi mitigasi risiko harus dibuka ke publik demi menjaga akuntabilitas.

Kritik dari berbagai pihak menyoroti pentingnya membedakan agenda diplomasi dari keputusan investasi strategis. Sovereign wealth fund seperti Danantara harus menjadi instrumen profesional yang menciptakan imbal hasil berkelanjutan, bukan alat politik. Presiden Prabowo bersama tim ekonomi perlu memastikan bahwa kebijakan luar negeri tidak mengorbankan prinsip kehati-hatian fiskal, dan bahwa investasi lintas negara tetap dijalankan berdasarkan asas rasionalitas ekonomi, bukan simbolisme politik semata.

ICBP–INDF Tebar Dividen Besar

Hairul Rizal 21 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Dua emiten besar Grup Salim, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), menunjukkan performa keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2024 dengan keputusan membagikan dividen jumbo kepada pemegang saham. ICBP menetapkan dividen sebesar Rp2,91 triliun atau Rp250 per saham, sedangkan INDF membagikan Rp2,45 triliun atau Rp280 per saham, yang menjadi dividen per saham tertinggi sejak 2019.

Direktur Utama ICBP Anthoni Salim mengapresiasi kepercayaan para pemegang saham serta menegaskan komitmen untuk mempertahankan profitabilitas dan neraca keuangan yang sehat di tengah tantangan ketidakpastian global 2025. Penjualan bersih ICBP tumbuh 6,90% YoY menjadi Rp72,59 triliun, dengan mi instan sebagai kontributor utama sebesar Rp53,87 triliun.

Di sisi lain, INDF terus menunjukkan konsistensi dalam membagikan dividen sejak 2019. RUPST 2024 juga memutuskan pengangkatan Notariza Taher sebagai Komisaris Independen menggantikan Bambang Brodjonegoro, menandakan penyegaran dalam struktur pengawasan perseroan.

Keputusan pembagian dividen besar ini mencerminkan keberlanjutan kinerja kuat Indofood Group sekaligus menjadi sinyal optimisme kepada investor dalam menghadapi dinamika ekonomi global ke depan.


SBY Peringatkan Ancaman Perang Global

Hairul Rizal 21 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan keprihatinannya atas potensi pecahnya Perang Dunia Ketiga sebagai dampak dari konflik memanas antara Israel dan Iran. Dalam wawancaranya di kanal YouTube Gita Wirjawan, SBY menegaskan bahwa meskipun dirinya kini hanya seorang mantan presiden, ia tetap merasa bertanggung jawab secara moral terhadap perdamaian dunia.

SBY menyerukan agar para pemimpin dunia tidak terpancing emosi dan sebaliknya segera mengambil langkah diplomatik untuk mencegah eskalasi konflik. Ia bahkan mengusulkan pembentukan forum khusus antar pemimpin dunia yang bertujuan menghindari keterlibatan negara-negara lain dan mencegah miskalkulasi politik dan militer yang bisa memicu perang global.

Dengan latar belakang sebagai prajurit selama 30 tahun, SBY menilai bahwa salah perhitungan sekecil apa pun dalam konflik seperti ini bisa menjerumuskan dunia ke jurang perang besar. Seruan SBY merupakan pengingat penting akan pentingnya diplomasi, kewaspadaan, dan tanggung jawab bersama para pemimpin dunia dalam menjaga stabilitas global.


Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat

Hairul Rizal 21 Jun 2025 Kontan (H)
Pasar energi pekan ini mengalami gejolak tajam, didorong ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak WTI naik 2,91% dalam sepekan ke US$ 75,11 per barel, sementara Brent naik 2,82% ke US$ 76,33. Gas alam melonjak 14,68%, dan batubara naik 1,9%.

Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, menilai tensi geopolitik, terutama konflik Israel-Iran, jadi pemicu utama kenaikan harga minyak. Ia memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat terlibat langsung, harga minyak bisa terbang ke US$ 90–100 per barel. Namun, dalam jangka panjang Lukman justru memproyeksi harga WTI akan turun ke kisaran US$ 55–60 per barel hingga akhir 2025, karena kelebihan pasokan.

Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas, menilai volatilitas harga energi akan tetap tinggi. Ia menyoroti sikap Presiden AS Donald Trump yang masih belum jelas, sehingga pasar masih bersikap wait and see. Ibrahim juga mencatat koreksi tipis dalam 24 jam terakhir menandakan ketidakpastian masih dominan.

Sutopo Widodo, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, menjelaskan bahwa harga batubara dipengaruhi dinamika penawaran-permintaan regional seperti cuaca. Banjir di China mendukung kenaikan harga pekan ini karena menghentikan produksi, tapi ia mengingatkan kelebihan pasokan global masih menekan prospek harga batubara ke depan.

Arne Lohmann Rasmussen, kepala analis A/S Global Risk Management, juga menekankan ketidakpastian yang tinggi, dengan skeptisisme terhadap kemungkinan negosiasi damai antara AS dan Iran dalam dua minggu ke depan.

Meski harga energi naik pekan ini karena ketegangan geopolitik dan faktor musiman (cuaca, persediaan menurun), para analis menilai prospek jangka panjang masih rapuh karena kelebihan pasokan dan ketidakpastian geopolitik yang sulit ditebak.