;

ICBP–INDF Tebar Dividen Besar

Hairul Rizal 21 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Dua emiten besar Grup Salim, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF), menunjukkan performa keuangan yang solid sepanjang tahun buku 2024 dengan keputusan membagikan dividen jumbo kepada pemegang saham. ICBP menetapkan dividen sebesar Rp2,91 triliun atau Rp250 per saham, sedangkan INDF membagikan Rp2,45 triliun atau Rp280 per saham, yang menjadi dividen per saham tertinggi sejak 2019.

Direktur Utama ICBP Anthoni Salim mengapresiasi kepercayaan para pemegang saham serta menegaskan komitmen untuk mempertahankan profitabilitas dan neraca keuangan yang sehat di tengah tantangan ketidakpastian global 2025. Penjualan bersih ICBP tumbuh 6,90% YoY menjadi Rp72,59 triliun, dengan mi instan sebagai kontributor utama sebesar Rp53,87 triliun.

Di sisi lain, INDF terus menunjukkan konsistensi dalam membagikan dividen sejak 2019. RUPST 2024 juga memutuskan pengangkatan Notariza Taher sebagai Komisaris Independen menggantikan Bambang Brodjonegoro, menandakan penyegaran dalam struktur pengawasan perseroan.

Keputusan pembagian dividen besar ini mencerminkan keberlanjutan kinerja kuat Indofood Group sekaligus menjadi sinyal optimisme kepada investor dalam menghadapi dinamika ekonomi global ke depan.


SBY Peringatkan Ancaman Perang Global

Hairul Rizal 21 Jun 2025 Bisnis Indonesia

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyatakan keprihatinannya atas potensi pecahnya Perang Dunia Ketiga sebagai dampak dari konflik memanas antara Israel dan Iran. Dalam wawancaranya di kanal YouTube Gita Wirjawan, SBY menegaskan bahwa meskipun dirinya kini hanya seorang mantan presiden, ia tetap merasa bertanggung jawab secara moral terhadap perdamaian dunia.

SBY menyerukan agar para pemimpin dunia tidak terpancing emosi dan sebaliknya segera mengambil langkah diplomatik untuk mencegah eskalasi konflik. Ia bahkan mengusulkan pembentukan forum khusus antar pemimpin dunia yang bertujuan menghindari keterlibatan negara-negara lain dan mencegah miskalkulasi politik dan militer yang bisa memicu perang global.

Dengan latar belakang sebagai prajurit selama 30 tahun, SBY menilai bahwa salah perhitungan sekecil apa pun dalam konflik seperti ini bisa menjerumuskan dunia ke jurang perang besar. Seruan SBY merupakan pengingat penting akan pentingnya diplomasi, kewaspadaan, dan tanggung jawab bersama para pemimpin dunia dalam menjaga stabilitas global.


Harga Energi Naik-Turun, Investor Perlu Cermat

Hairul Rizal 21 Jun 2025 Kontan (H)
Pasar energi pekan ini mengalami gejolak tajam, didorong ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Harga minyak WTI naik 2,91% dalam sepekan ke US$ 75,11 per barel, sementara Brent naik 2,82% ke US$ 76,33. Gas alam melonjak 14,68%, dan batubara naik 1,9%.

Lukman Leong, analis Doo Financial Futures, menilai tensi geopolitik, terutama konflik Israel-Iran, jadi pemicu utama kenaikan harga minyak. Ia memperingatkan bahwa jika Amerika Serikat terlibat langsung, harga minyak bisa terbang ke US$ 90–100 per barel. Namun, dalam jangka panjang Lukman justru memproyeksi harga WTI akan turun ke kisaran US$ 55–60 per barel hingga akhir 2025, karena kelebihan pasokan.

Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas, menilai volatilitas harga energi akan tetap tinggi. Ia menyoroti sikap Presiden AS Donald Trump yang masih belum jelas, sehingga pasar masih bersikap wait and see. Ibrahim juga mencatat koreksi tipis dalam 24 jam terakhir menandakan ketidakpastian masih dominan.

Sutopo Widodo, Presiden Komisioner HFX International Berjangka, menjelaskan bahwa harga batubara dipengaruhi dinamika penawaran-permintaan regional seperti cuaca. Banjir di China mendukung kenaikan harga pekan ini karena menghentikan produksi, tapi ia mengingatkan kelebihan pasokan global masih menekan prospek harga batubara ke depan.

Arne Lohmann Rasmussen, kepala analis A/S Global Risk Management, juga menekankan ketidakpastian yang tinggi, dengan skeptisisme terhadap kemungkinan negosiasi damai antara AS dan Iran dalam dua minggu ke depan.

Meski harga energi naik pekan ini karena ketegangan geopolitik dan faktor musiman (cuaca, persediaan menurun), para analis menilai prospek jangka panjang masih rapuh karena kelebihan pasokan dan ketidakpastian geopolitik yang sulit ditebak.

Evaluasi atas Membengkaknya Belanja Pajak

Hairul Rizal 21 Jun 2025 Kontan
Belanja perpajakan (tax expenditure) Indonesia pada 2025 diperkirakan melonjak menjadi Rp 515 triliun, atau 2,1% dari PDB, naik dari proyeksi awal Rp 445,5 triliun. Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu menjelaskan, mayoritas manfaat—lebih dari 54%—dinikmati rumah tangga melalui pembebasan PPN untuk kebutuhan pokok, jasa kesehatan, transportasi umum, dan pendidikan. Sementara UMKM diperkirakan menikmati 20% belanja perpajakan, lebih dari Rp 100 triliun.

Fajry Akbar, pengamat pajak dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA), menilai kenaikan belanja perpajakan bukan hal negatif, melainkan sinyal positif membaiknya aktivitas ekonomi. Menurutnya, semakin banyak insentif dimanfaatkan, semakin besar belanja perpajakan. Namun ia menekankan pentingnya evaluasi agar insentif benar-benar tepat sasaran.

Raden Agus Suparman, konsultan pajak Botax Consulting Indonesia, juga menyoroti perlunya evaluasi. Ia mengkritik pembebasan PPN pada jasa keuangan yang menurutnya hanya menguntungkan pengusaha, bukan masyarakat luas. Raden menekankan pentingnya menghitung sejauh mana insentif pajak mendorong pertumbuhan ekonomi.

Josua Pardede, Kepala Ekonom Bank Permata, menyambut baik kenaikan belanja perpajakan, namun mengingatkan agar belanja tersebut dijaga seimbang dengan efisiensi anggaran dan risiko defisit APBN, yang ditargetkan tak melebihi 2,53% dari PDB.

Kenaikan belanja perpajakan tahun ini diharapkan mendukung konsumsi rumah tangga dan UMKM, tapi para ahli menekankan perlunya evaluasi agar insentif pajak benar-benar efektif dan tidak membebani APBN secara berlebihan.

Afrika Tunjukkan Inovasi Pembayaran Bebas Dolar

Hairul Rizal 21 Jun 2025 Kontan
Afrika kini resmi mengoperasikan sistem pembayaran berbasis mata uang lokal melalui Pan-African Payment and Settlement System (PAPSS), yang memungkinkan transaksi lintas negara di Afrika tanpa bergantung pada dolar AS. Kepala Eksekutif PAPSS Mike Ogbalu menegaskan bahwa tujuan sistem ini bukanlah dedolarisasi, melainkan mengatasi kesulitan ketersediaan mata uang global dan menekan biaya transaksi yang selama ini tinggi akibat sistem bank koresponden internasional.

Data PAPSS menunjukkan biaya transaksi antarnegara Afrika bisa mencapai 10–30% dari nilai transaksi menggunakan sistem lama, sementara sistem baru ini bisa memangkasnya hingga 1%. Penggunaan mata uang lokal seperti naira Nigeria, cedi Ghana, atau rand Afrika Selatan diproyeksikan menghemat sekitar US$ 5 miliar per tahun dalam bentuk valuta asing. Saat ini, PAPSS telah beroperasi di 15 negara Afrika dengan 150 bank dalam jaringannya.

Selain itu, Ethiopis Tafara, Wakil Presiden International Finance Corporation (IFC) untuk Afrika, mendukung langkah ini dengan mulai menyalurkan pinjaman ke bisnis Afrika dalam mata uang lokal. Menurutnya, pembiayaan dalam mata uang lokal penting untuk mendorong pertumbuhan Afrika dan mengurangi risiko nilai tukar akibat utang dalam dolar.

Inisiatif pembayaran dengan mata uang lokal ini diharapkan menurunkan biaya perdagangan intra-Afrika, meningkatkan efisiensi, mendukung kemandirian keuangan kawasan, dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS tanpa bermaksud menolak dolar secara langsung.

Produsen Emas PT Archi Indonesia Bidik Pertumbuhan Produksi 25%

Yuniati Turjandini 21 Jun 2025 Investor Daily

Produsen emas PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) menargetkan pertumbuhan produksi 25% pada 2025, dibandingkan 2024 sebesar 93,4 kilo ons (koz). Adapun penjualan emas tahun lalu mencapai 97,1 koz. Kenaikan produski 2025 Archi bakalan ditopang penambangan kembali di pit Araren, pembukaan pit baru di bagian utara konsesi, serta dimulainya penambangan bawah tanah. Pada 2024, ARCI mencetak kenaikan pendapatan sebesar 14,2% menjadi US$ 287,6 juta, naik dari 2023 sebesar US$ 249,6 juta. Perseroan mencetak laba bersih sebesar US$ 10,4 juta. Dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), manajeman Arci menjabarkan strategi solid untuk meningkatkan pertumbuhan produksi dan memperkuat diversifikasi bisnis ke sektor energi terbarukan. Direktur Utama ARCI Rudi Suhendra menyampaikan, hasil 2024 mencerminkan soliditas kinerja operasional dan keuangan Perusahaan. Fokus perseroan ke depan adalah akselerasi  produksi dan pengembangan strategi. Dia menegaskan, sepanjang 2024, ARCI melakukan kegiatan eksplorasi secara intensif dan berkelanjutan pada 427 titik pengeboran dengan total 75.807 meter. Salah satu temuan paling signifikan dari pengeboran eksploirasi terindentifikasi di bagian utara konsesi pada kuartal III-2024. "Ditemukan bijih emas kadar tinggi sebesar 60 gr per ton dengan ketebalan 36m di kedalaman 178-214 m meter. Pengambangan tambang sawah tanah pit Kopra menunjukkan hasil yang positif pada 5 Desember 2024," kata dia. (Yetede)

Kebijakan Stimulus Diskon Tarif Angkutan Laut Telah Diterapkan Pemerintah

Yuniati Turjandini 21 Jun 2025 Investor Daily
Kebijakan diskon tarif yang diterapkan pemerintah menunjukkan animo yang besar bagi masyarakat pengguna angkutan transportaso. Dua moda yang paling diminati di antaranya PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) dan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Direktur Utama PT Pelni Tri Andayani mengatakan kebijakan diskon tarif yang berjalan selama 15 hari pelaksanaan dengan potongan 50%, jumlah penumpang PT Pelni yang terserao sudah mencapai 38%. "Ini sejak kami mulai per 5 Juni hingga pelaksanaan perjalanannya selama 15 hari sudah menyerap 48%. Dari sini memperlihatkan tingginya animo masyarakat memanfaatkan diskon tarif PT Pelni melalui perjalanan laut," kata Anda, sapaan akrabya saat melapas keberangkatan KM Kelud di Terminal Pneumpang Pelabuha Tanjung Priok. Besarnya animo masyarakat memanfaatkan diskon tarif lewat angkutan laut menggunakan kapal Pelni, juga dipersiapkan dengan sejumlah antisipasi. Misalnya dari sisi keamanan, keselamatan maupun kenyamanan tetap menjadi aspek utama yang diperhatikan. "Ramainya jumlah penumpang ini seperti liburan sekolah rasa liburan Lebaran hingga natisipasi jua kami lakukan dari sisi pelayanan," ujarnya. (Yetede)

Transaksi Digital Melaju Kencang

Yuniati Turjandini 21 Jun 2025 Investor Daily
Kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Mei 2025 terus melaju kencang. Ini menandakan gaya hidup nontunai masyarakat yang semakin mengakar. Bank Indonesia mencatat, pertumbuhan kinerja keuangan digital utamanya didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar dan andal. "Digital sisi transaksi, pembayaran digital pada Mei 2025 mencapai 3,93 miliar transaksi atau tumbuh 27,88% (yoy) didukung peningkatan seluruh komponen," ujar Gubernur BI Perry Warjiyo. Volume transaksi aplikasi mobile dan internet banking terus tumbuh masing-masing sebesar 29,32% (yoy) dan 7,54% (yoy). "Demikian pula, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap tumbuh tinggi sebesar 151,70% (yoy) didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant," jelas Perry. Diantara seluruh kanal pembayaran digital, QRIS tampil sebagai bintang dengan pertumbuhan spektakuler. Volume  transaksi QRIS naik 151,70% (yoy) per Mei 2025. Peningkatan pesat ini didorong oleh semakin luasnya adopsi QRIS, jumlah merchat yang menggunakan QRIS terus meningkat, termasuk di daerah-daerah pelosok yang sebelumnya hanya mengandalkan uang tunai. Kini, dari pedagang UMKM di kota kecil, semua mulai terhubung  ke dalam ekosistem digital nasional. (Yetede)

Tekanan Diperkirakan Masih Akan dialami Rupiah

Yoga 20 Jun 2025 Kompas (H)

Nilai tukar rupiah diperkirakan masih akan mengalami tekanan dalam jangka pendek akibat konflik geopolitik. Jika risiko geopolitik terus memburuk, beberapa pihak memperkirakan rupiah akan menembus level Rp 16.600 per USD. Mengutip data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah Kamis (19/6) ditutup di level Rp 16.378 per USD atau terdepresiasi 0,47 % dibanding akhir Mei 2025. Rupiah bahkan sempat menembus level Rp 16.400, terlemah sejak 21 Mei 2025. Kepala Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual mengatakan, tensi geopolitik yang dipicu serangan Israel terhadap Iran memberi sentimen negatif terhadap pasar keuangan global. Akibatnya, nilai tukar rupiah ikut terdampak. ”Sementara ini ada sedikit tekanan (terhadap rupiah) dalam jangka pendek. Semoga kondisi geopolitik mereda tensinya sehingga investor, sentimennya bisa kembali positif,” katanya.

Dalam jangka pendek, nilai tukar rupiah cenderung akan bergerak dalam rentang Rp 16.300-Rp 16.600 per USD. Artinya, terdapat risiko depresiasi rupiah hingga 1,35 % dibanding level saat ini. Depresiasi nilai tukar tidak hanya dialami rupiah, tapi juga beberapa mata uang negara berkembang (emerging market) lainnya. Mata uang yang mengalami pelemahan cukup dalam adalah peso Filipina yang terdepresiasi 2,72 % secara bulanan, terutama akibat kenaikan harga minyak dunia seiring serangan Israel ke Iran. Alhasil, investor cenderung berhati-hati menempatkan investasinya ke pasar keuangan negara berkembang, terutama negara dengan tingkat impor minyak tinggi (net importir). Harga minyak mentah dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) kini menyentuh level 74,05 USD per barel, meningkat 11,11 % dibanding sebelum Israel menyerang Iran pada Jumat (13/6). (Yoga)


Untuk Mengaatasi Kemiskinan, Pemerintah akan Menggandeng Akademisi dan Pesantren

Yoga 20 Jun 2025 Kompas

Pemerintah menargetkan angka kemiskinan di Indonesia turun menjadi 4,5 % pada 2029. Untuk mencapai target itu, pemerintah bakal menggandeng berbagai pihak, termasuk akademisi dan pesantren-pesantren, dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan data BPS, tingkat kemiskinan Indonesia per September 2024 sebesar 8,57 % atau 24,06 juta jiwa. Angka itu, kata Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, ditargetkan turun menjadi 4,5 % pada 2029. Ada tiga provinsi di Pulau Jawa yang menjadi penyumbang kemiskinan terbanyak di Indonesia, yaitu Jatim, Jabar dan Jateng. Jatim berkontribusi 16,39 %, Jateng 4,12 % dan Jabar 15,25 %.

”Tiga provinsi ini kita atasi, sudah 50 % masalah kemiskinan Tanah Air selesai,” kata Mu-haimin saat membuka Dialog Terbuka dengan tema ”Membangun Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Desa: Kolaborasi Pemerintah, Akademisi dan Pesantren Menuju Nol Kemiskinan” di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, Kota Semarang, Jateng, Kamis (19/6). Muhaimin menyebut, selama ini, penyaluran bansos menjadi cara yang banyak dipilih untuk mengatasi kemiskinan. Padahal, upaya itud tak sepenuhnya efektif. Sebab, penyalurannya belum semuanya tepat sasaran. Pembenahan data kemiskinan terus diupayakan, adapun anggaran yang selama ini terpakai dalam penyaluran bansos yang tidak tepat sasaran akan dialihkan untuk membiayai programm yang bersifat pemberdayaan. (Yoga)