;

Mitratel Tambah Capex Jadi Rp 14 Triliun

Yuniati Turjandini 04 Aug 2022 Investor Daily (H)

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel menambah alokasi belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini menjadi Rp 14 triliun, dari rencana awal sekitar Rp 10 triliun. Peningkatan capex dilakukan seiring realisasi ekspansi yang berjalan lebih cepat, terutama terkait akuisisi 6.000 menara telekomunikasi (tower) Telkomsel. Capex bertambah karena akuisisi tower yang tadinya ditargetkan 3.000 menjadi 6.000. Jadi capex meningkat dari sekitar Rp 10 triliun menjadi Rp 14 triliun,” kata Direktur Investasi sekaligus Sekretaris Perusahaan Mitratel Hendra Purnama dalam media gathering di Jakarta, Selasa (8/2). Sementara itu dari sisi kolokasi, lanjut Hendra, ada penurunan dari 3.000 ke 2.500 karena kondisi mobile network operator (MNO) yang sedang melakukan
konsolidasi bisnis. Konsolidasi yang dilakukan PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) berdampak pada adanya perlambatan order ke perseroan. Revisi tersebut dilakukan seiring dengan keberhasilan perseroan order serat optik sepanjang 8.000 km. “Jadi, akhir tahun ini kami yakin bisa menyelesaikan serat optik sepanjang 9.000 km. Kami bukan hanya mendapatkan order, tetapi juga
menyelesaikan pembangunan serat optik,” tutur Hendra. (Yetede)

Banggar DPR: Inflasi 2022 Bisa Sentuh 6,5%

Yuniati Turjandini 04 Aug 2022 Investor Daily (H)

Badan Anggaran (Banggar) DPR memprediksi inflasi sepanjang 2022 bisa menyentuh 6-6,5%, dibandingkan 2021 sebesar 1,87%. Pada Juli 2022, inflasi mencapai 4,9% secara tahunan (year on year/yoy), di atas target sasaran Bank Indonesia (BI) 3% plus minus 1%. Ketua Banggar DPR Said Abdullah menegaskan, pemerintah sudah berupaya menjaga lonjakan inflasi, dengan menjalankan kebijakan subsidi terhadap barang yang masuk komponen harga diatur pemerintah (administered prices). Sementara itu, BI menjalankan sejumlah kebijakan moneter untuk menahan laju inflasi. “Tetapi, inflasi masih bisa naik, paling tinggi berkisar 6-6,5% tahun 2022, dengan mempertimbangkan sejumlah langkah pemerintah. Sesungguhnya, saya berharap BI bulan depan bisa menaikkan suku bunga acuan berkisar 75-100 basis poin (bps) supaya inflasi tidak sampai 7%. Karena kalau sampai 7%, ini akan mengkhawatirkan bagi kita semua,” ucap Said saat dihubungi Investor Daily pada Rabu (3/8). “Akan tetapi, pagu subsidi yang disiapkan dalam APBN nampaknya perlu ditambah. Hitungan saya, penambahannya tidak besar,” ucap Said. (Yetede)

Komitmen Kerja Sama Ekonomi dan Ketahanan Rantai Pasokan

Yuniati Turjandini 04 Aug 2022 Investor Daily (H)

Pertemuan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat (AS) Nancy Pelosi bertemu Presiden Taiwan Tsai Ing-wen pada Rabu (3/8) di Kantor Presiden di Taipei. Tsai berterima kasih kepada Pelosi atas dukungannya terhadap nilai-nilai demokrasi. Tsai juga menegaskan komitmen untuk bekerja sama dengan AS terkait keamanan di Selat Taiwan dan kawasan Indo-Pasifik, serta memperkuat kerja sama ekonomi dan ketahanan rantai pasokan. Ketua DPR Pelosi benar- benar salah satu teman Taiwan yang paling setia. Kami benar-benar berterima kasih kepada Anda karena telah melakukan kunjungan ke Taiwan ini untuk menunjukkan dukungan setia Kongres AS untuk Taiwan,” kata Tsai pada upacara pemberian medali “Order of Propitious Clouds with special Grand Cordon” kepada Pelosi, yang dilansir CNBC. Ketua DPR Pelosi benar- benar salah satu teman Taiwan yang paling setia. Kami
benar-benar berterima kasih kepada Anda karena telah melakukan kunjungan ke Taiwan ini untuk menunjukkan dukungan setia
Kongres AS untuk Taiwan,” kata Tsai pada upacara pemberian medali “Order of Propitious Clouds with special Grand Cordon” kepada Pelosi, yang dilansir CNBC. (Yetede)

Warga Berpenghasilan Rendah Paling Terdampak Inflasi

Yuniati Turjandini 04 Aug 2022 Investor Daily

Kelompok masyarakat Singapura berpenghasilan rendah akan menghadapi pertumbuhan upah terendah dan lonjakan terbesar dalam hal pengeluaran rumah tangga mengingat laju inflasi yang meningkat. Demikian hasil penelitian baru yang disampaikan DBS,  lembaga kreditur terbesar di negara itu. Studi DBS menunjukkan, upah kelompok berpenghasilan yang kurang dari Sin$ 2.500 (US$ 1.815) per bulan hanya naik 2,5% antara Mei tahun lalu dan tahun ini. Menurut laporan, angka itu lebih rendah dari rata-rata inflasi indeks harga konsumen (IHK) Singapura yang mencapai 5,2% pada semester pertama 2022. Sebaliknya, kelompok masyarakat berpenghasilan antara Sing$ 5.000 hingga Sing$ 7.499 mengalami kenaikan upah sebesar 11,1% sedangkan bagi yang mendapat upah Sing$10.000 ke atas menerima kenaikan 13,6% pada periode yang sama. “Orang-orang yang berpenghasilan di bawah Sing$ 2.500 biasanya adalah penduduk lanjut usia yang memiliki kemampuan penghasilan lebih rendah atau profesi pekerjaan dengan keterampilan lebih rendah,” ujar Irvin Seah, ekonom senior di DBS Group Research, yang dilansir CNBC. (Yetede)

Bunga Tipis, Deposito Valas Bank Lokal Kalah Saing

Hairul Rizal 03 Aug 2022 Kontan (H)

Tawaran imbal hasil produk simpanan deposito valuta asing (valas) perbankan di Indonesia kini lebih rendah dibandingkan negara lain. Produk deposito dengan bunga tertinggi di perbankan Indonesia hanya sebesar 0,25%. Ini sesuai dengan bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk simpanan valas. Sementara beberapa bank di luar negeri seperti di Singapura misalnya. Mereka berani menawarkan bunga deposito antara 1% hingga 3% per tahun.

Ditopang PPnBM dan Bunga, Kinerja Emiten Otomotif Ciamik

Hairul Rizal 03 Aug 2022 Kontan

Sejumlah emiten otomotif berhasil mencetak kinerja menggembirakan di semester pertama tahun ini. PT Astra International Tbk (ASII) misalnya, meraup pendapatan bersih Rp 143,69 triliun. Pendapatan tersebut meningkat 33,80% dari perolehan senilai Rp 107,39 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pandhu Dewanto, Analis Investindo Nusantara Sekuritas, berpendapat, emiten otomotif bisa mencetak kinerja apik karena konsumen memanfaatkan peluang membeli kendaraan baru sebelum masa insentif PPnBM berakhir. Selain itu, proyeksi kenaikan suku bunga pinjaman juga jadi pertimbangan konsumen mempercepat pembelian kendaraan.

Jenius Menyalurkan Kredit Rp 600 Miliar

Hairul Rizal 03 Aug 2022 Kontan

PT Bank BTPN Tbk memacu bisnis melalui kanal digital banking di separuh pertama tahun 2022. Salah satunya dengan menyalurkan kredit secara digital (digital lending) lewat jenius. Head of Digital Banking Bank BTPN, Irwan Tisnabudi menyatakan, guna kualitas aset, jenius sempat mengerem penyaluran kredit ini saat awal pandemi di tahun 2020 hingga 2021. "Dalam satu tahun terakhir, pertumbuhan kredit jenius itu tumbuh 148% year on year menjadi lebih dari Rp 600 miliar. Memang masih kecil dibandingkan total portofolio kredit yang sudah disalurkan BTPN," ujarnya secara virtual Selasa (2/8).

SEMARAK AKUISISI EMITEN

Hairul Rizal 03 Aug 2022 Bisnis Indonesia (H)

Prospek pemulihan ekonomi yang positif rupanya membuat emiten tak ragu menggenjot ekspansi anorganik melalui aksi akuisisi. Portofolio yang makin gemuk menjadi amunisi untuk mendongkrak kinerja di masa depan. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sedikitnya ada 23 aksi akuisisi yang dilakukan oleh 21 emiten sepanjang tahun berjalan 2022. Emiten di sektor pertambangan, telekomunikasi, dan farmasi tampak mendominasi aksi korporasi tersebut. Teranyar, emiten menara Grup Telkom, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk. (MTEL) atau Mitratel mengumumkan akuisisi 6.000 menara milik PT Telekomunikasi Selular. Bersamaan dengan itu, MTEL juga akan menyewakan kembali 6.000 menara tersebut ke Telkomsel. MTEL juga menggenggam janji serta komitmen dari Telkomsel untuk memesan 1.000 menara BTS dari perseroan dalam waktu 3 tahun mendatang. Ditambah lagi dengan sewa menyewa atas 712 lahan milik Telkomsel oleh perseroan di mana menara didirikan. Total nilai sederet aksi korporasi itu mencapai Rp10,28 triliun. Berbarengan dengan MTEL, PT Astrindo Nusantara Infrastuktur Tbk. (BIPI) yang terafiliasi dengan Grup Sinar Mas baru saja mengakuisisi PTT Mining Ltd Hongkong senilai US$471 juta dari PT Sintesa Bara Gemilang dan PTT International Holdings Limited. Perusahaan yang dicaplok BIPI memiliki konsesi tambang batu bara di Brunei Darussalam, Madagaskar, dan tiga konsesi di Kalimantan. Menurut Direktur Utama Astrindo Ray Anthony Gerungan, akuisisi PTTML membuka peluang baik karena harga batu bara sedang bagus. 

Agresivitas untuk menggulirkan akuisisi juga ditempuh oleh emiten sektor farmasi. PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), misalnya, sedang mematangkan pengambilalihan 80% saham mayoritas PT Aventis Pharma dari Sanofi Aventis Participations dan Hoechst GMBH (Sanofi). Langkah serupa ditempuh oleh PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) yang akan mengakuisisi PT Ethica Industri Farmasi dengan estimasi nilai objek transaksi sebesar Rp163,4 miliar. Aksi lincah emiten menambah portofolio asetnya lewat akuisisi dinilai sebagai strategi taktis untuk mendorong kinerja di kemudian hari. Kendati begitu, risiko pendanaan perlu diperhatikan agar tidak membebani neraca keuangan. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menerangkan para emiten benar-benar memanfaatkan momentum pemulihan ekonomi melalui aksi akuisisi tersebut.


MID-YEAR ECONOMIC OUTLOOK 2022 : Fondasi Kokoh Ekonomi RI

Hairul Rizal 03 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Pukulan ganda yang melanda dunia tak menyurutkan optimisme pemerintah dalam mendorong laju ekonomi lebih tinggi pada tahun ketiga pandemi Covid-19. Resesi Amerika Serikat (AS), pelemahan ekonomi China, hingga momok stagflasi yang kini menjadi musuh bersama bakal ditepis dengan mantap, sejalan dengan kokohnya fondasi ekonomi nasional. Terkendalinya indeks harga konsumen (IHK), penebalan proteksi daya beli, mesin ekspor yang terus menderu, hingga penanaman modal yang kebal dengan sentimen global pun menguatkan pijakan pemerintah dalam meneropong ekonomi pada tahun ini. Sederet indikator ekonomi yang berada pada zona hijau itu pun diyakini menjadi pelecut gerak ekonomi hingga di kisaran 5%—5,2% pada tahun ini. “Kami optimistis angka 5%—5,2% pada akhir tahun ini bisa kita capai,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Webinar Bisnis Indonesia Mid-Year Economic Outlook 2022, Selasa (2/8).

Meskipun fondasi ekonomi terbilang kokoh, pemerintah tak lantas terlena. Antisipasi serta mitigasi risiko tetap didesain dalam rangka mencegah berlarutnya dampak ketidakpastian global terhadap ekonomi domestik. Apalagi, dewasa ini kecemasan dunia memuncak tatkala Amerika Serikat (AS) dilanda resesi. Situasi yang berbarengan dengan perlambatan ekonomi China serta belum usainya dampak invasi Rusia ke Ukraina itu menjadi faktor yang terus diwaspadai oleh pemangku kebijakan. Apalagi, hingga saat ini masih belum ada tanda-tanda yang mampu meredam dinamika global, terutama geopolitik di Eropa Timur dan hubungan AS-China terkait dengan polemik Taiwan. Atas dasar itu, pemerintah pun menggali sumber baru. Pertama, kesadaran pola hidup sehat dan lonjakan aplikasi teknologi digital. Kedua, peta perdagangan dan investasi baru, melalui diversifikasi supply chain, inisiasi regional supply chain, Indonesia dalam strategic global supply chain, dan fragmentasi globalisasi. Ketiga, kesadaran ekonomi hijau melalui kebijakan progresif net zero emission, permintaan produk, dan investasi ramah lingkungan. Keempat, ketahanan energi dan pangan.



PENJUALAN MOBIL : RI TETAP KUASAI PASAR ASEAN

Hairul Rizal 03 Aug 2022 Bisnis Indonesia

Berdasarkan data Asean Automotive Federation (AAF), penjualan kendaraan roda empat di Tanah Air sepanjang semester I/2022 sebanyak 475.321 unit, naik 20,8% daripada periode yang sama 2021. Jumlah penjualan di Indonesia sedikit lebih tinggi dari Thailand sebanyak 457.622 unit kendaraan. Posisi ketiga terbanyak ditempati Malaysia dengan 331.386 unit dan Vietnam 201.840 unit. Dilihat dari pertumbuhan pada semester I/2022 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Vietnam merupakan yang paling tinggi dengan 34,1% dan pertumbuhan tertinggi kedua adalah Malaysia sebesar 33%. Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy menilai kondisi pasar penjualan mobil setiap negara Asean berbeda-beda. Sementara itu, Head of Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development of Economics and Finance Andry Satrio Nugroho menyatakan penjualan mobil di Indonesia belum banyak dan merata ke seluruh daerah. Hal itu bisa terlihat dari kepadatan mobil di negara tetangga. Berdasarkan data dari International Organization of Motor Vehicle Manufacturers (OICA) pada 2015, jumlah mobil di Indonesia dalam 1.000 penduduk sebanyak 87 unit, sedangkan Malaysia 439 unit, dan Thailand 228 unit.


Pilihan Editor