Dampak Resesi Ekonomi Global
Larry Summers, Guru Besar Ekonomi Harvard Kennedy School, sejak 2021 sudah mengingatkan risiko tekanan inflasi akibat ekonomi yang memanas. Di AS, NAIRU (non-accelerating inflation rate of Unemployment) sekitar 5 %. Jika pengangguran di bawah 5 %, maka inflasi akan meningkat akibat ekonomi yang memanas, dan jika pengangguran di atas 5 %, maka inflasi akan menurun. Menurut Summers, AS membutuhkan resesi ekonomi untuk mengatasi inflasinya. Tak heran ia mendorong The Fed bertindak agresif menaikkan bunga. Kenaikan bunga akan menurunkan permintaan, yang pada gilirannya menurunkan inflasi. Tentu ada yang harus dikorbankan: pertumbuhan ekonomi.
Ekonom Harvard lainnya, Jason Furman, yang pernah menjadi Chairman Council of Economic Advisers Presiden Obama, juga menunjukkan, tingkat upah riil mengalami penurunan akibat inflasi melonjak. Cara terbaik membuat upah riil meningkat bukanlah dengan menaikkan upah nominal, melainkan menurunkan inflasi. Itu sebabnya, baik Summers maupun Furman melihat pentingnya upaya mengatasi inflasi. Jika perlambatan ekonomi global, khususnya China terjadi, Indonesia harus bersiap mengantisipasi penurunan ekspor. Artinya, ada risiko salah satu mesin pertumbuhan kita terganggu. Kedua, dalam kondisi di mana ekspor terganggu, Indonesia harus mengandalkan dirinya pada sumber pertumbuhan domestik.
Walau biaya produksi sudah naik, produsen belum membebankan sepenuhnya kepada konsumen, karena daya beli masih lemah. Yang dilakukan produsen, mengurangi margin keuntungan. Satu saat harga harus dinaikkan. Terjadilah apa yang disebut inflation overhang (inflasi yang menggantung). Pelaku pasar menyadari, dengan IHP jauh lebih tinggi dari IHK, inflasi dilevel konsumen pun akan meningkat ke depan, begitu juga inflasi inti (core inflation). Artinya, ekspektasi inflasi akan meningkat. Kebijakan moneter amat sangat dipengaruhi ekspektasi inflasi. Dalam kondisi ini BI dihadapkan pada dilema tak mudah. Jika BI terlambat menaikkan bunga (behind the curve), mungkin BI harus mengatasi keterlambatan ini dengan menaikkan bunga secara agresif tahun depan. (Yoga)
Postingan Terkait
Potensi Tekanan Tambahan pada Target Pajak
Pasar Dalam Tekanan
Bank Masih Dilema Menurunkan Bunga Kredit
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023