Bergeser ke Pelayanan Masyarakat
Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Inspektur Jenderal Ferdy Sambo serta dua jenderal bintang satu, Brigadir Jendral Hendra Kurniawan dan Brigadir Jendral benny Ali, dari jabatan mereka sebagai buntut kasus kematian Brigadir Yosua. Mereka kini dimutasikan menjadi Perwira Tinggi Pelayanan Markas (Pati Yanma) Polri. Listyo mengatakan sepuluh perwira yang dimutasi ke Yanma tengah dalam status pemeriksaan oleh Inspektorat khusus tim khusus Polri. Mereka diperiksa karena diduga melanggar kode etik saat menangani kematian Brigadir Yosua, ajudan Inspektur Jenderal Ferdy Sambo. Keputusan mutasi tertyang dalam Telegram Rahasia (TR) Nomor 1628/VIII/Kep/2022 yang berisis keputuan mutasi terhadap 15 perwira polisi. Dalam telegram tersebut, lima perwira polisi lainnya diangkat untuk mengisi jabatan yang kosong. (Yetede)
Tudingan Melepaskan Barang Bukti
Komnas HAM menengarai adanya usaha menghilangkan barang bukti dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat. mengungkap kematian Brigadir Yosua kini sangat tergantung pada kamera pengawas atau CCTV dan saksi yang ada di lokasi sekitar kejadian. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Dinamanik mengatakan kamera pengawas saat ini menjadi bukti utama pengungkapan kasus tersebut. Namun, dari penelusuran Komnas HAM, menurut dia, ada pihak yang coba menghilangkan barang bukti tersebut. Pihak lainnya berupaya menghalang-halangai atau mengintervensi proses hukum ini. Taufan geram terhadap upaya sekelompok orang yang berusaha menghilangkan barang bukti CCTV. "Saya marah. Saya akan lapor ke Presiden. Itu ancaman saya untuk mengatakan. :Hei kalian, jangan bohong tentang CCTV," ujar Taufan dalam diskusi daring bertema "Menguak Kasus Penembak Brigadir J: Masa Depan Polri di Tangan Bareskrim dan Satgasus Polri", Jumat, 5 Agustus 2022. (Yetede)
Memutar Nilai Tambah Limbah Lewat Ekonomi Sirkular
Boleh dibuktikan nanti, kedepan catatan kinerja ciamik saja tidak akan cukup mempan merayu investor untuk membenamkan duit. Dunia yang semakin melek dengan isu perubahan iklim dan kelangkaan sumber energi, menuntut tanggung jawab perusahaan dari sisi environment, social and governance (ESG). Salah satunya pengolahan limbah. Metode dan cara pengolahan limbah pun semakin maju seiring dengan kemunculan ekonomi sirkular. Menurut United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), ekonomi sirkular adalah model produksi dan konsumsi yang melibatkan aktivitas membagi, menyewakan, menggunakan kembali, memperbaiki, memperbarui, dan mendaur ulang produk. Tujuannya memperpanjang siklus hidup produk dan mengurangi limbah seminimal mungkin. PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) adalah salah satu perusahaan yang menerapkan ekonomi sirkular. Mereka bahkan memiliki Komite Manajemen Sirkular. Penerapan ekonomi sirkular Chandra Asri dalam bentuk aspal dengan campuran plastik.
KAS INTERNAL TOPANG EKSPANSI
Kas internal yang tebal membuat sejumlah emiten memilih opsi transaksi afiliasi untuk memenuhi kebutuhan pengembangan usaha. Biaya dana yang lebih ringan ketimbang pembiayaan eksternal, membuat langkah itu digadang-gadang bakal memuluskan ekspansi sekaligus memperkuat sinergi antar entitas terafiliasi. Terbaru, entitas Grup Astra, PT United Tractors Tbk. (UNTR) menjadi salah satu emiten yang lincah melaksanakan transaksi afiliasi. Pada awal Agustus ini, anak usaha UNTR melakukan tiga transaksi. Pertama, PT United Tractors Pandu Engineering (UTPE) memberikan fasilitas pinjaman Rp8 miliar ke PT Patria Perikanan Lestari Indonesia. Kedua, UTPE mengalirkan pinjaman ke PT Triatra Sinergia Pratama sebesar Rp50 miliar. Ketiga, PT Tuah Turangga Agung memberikan fasilitas pinjaman US$15 juta ke Cipta Coal Trading Pte. Ltd.
Waspadai Sentimen Geopolitik
Suhu geopolitik belakangan kian memanas. Kunjungan Ketua DPR Amerika Serikat Nancy Pelosi ke Taiwan telah memantik reaksi negatif dari China. Merespons lawatan Pelosi itu, Kementerian Pertahanan China melayangkan peringatan keras untuk meluncurkan operasi militer gabungan di dekat Taiwan. Aksi ini menjadi sinyal serius kepada Taiwan yang terus meningkatkan gelagat separatisme, juga kepada Amerika Serikat yang secara terang-terangan menunjukkan dukungan disintegrasi. Kita tentu prihatin dengan situasi ini, terlebih konflik Rusia dan Ukraina juga tak kunjung mereda. Rivalitas yang sarat dengan kepentingan negara-negara kuat di dunia ini perlu dikelola dengan baik. Jika tidak, pengaruhnya akan berdampak buruk terhadap ekonomi global. Seperti kita ketahui, invasi Rusia ke Ukraina saja telah mendorong ekonomi dunia ke tepi jurang. Inflasi di Amerika Serikat, salah satunya, yang naik secara progresif dan menjadi yang tertinggi sejak 1981 telah memicu sikap hawkish The Fed. Bank sentral Amerika Serikat itu telah dua kali mengatrol suku bunga sebanyak 75 basis poin dan memberikan sinyal kenaikan lagi pada pertemuan September mendatang. Kita tentu tidak bisa menutup mata bahwa situasi geopolitik yang memanas di Asia Timur itu bakal merambat negatif ke pasar modal di dalam negeri. Padahal, kinerja indeks harga saham gabungan atau IHSG sedang berada dalam tren positif.
PROYEK STRATEGIS NASIONAL : KERETA CEPAT MENANTIKAN PMN
PT Kereta Api Indonesia masih menunggu pencairan penyertaan modal negara sebesar Rp4,1 triliun untuk menambal pembengkakan biaya atau cost overrun proyek kereta cepat Jakarta—Bandung. VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Joni Martinus mengatakan bahwa penyertaan modal negara (PMN) yang telah mendapatkan lampu hijau DPR masih dibahas dengan Kementerian Keuangan. “Saat ini masih dalam pembahasan teknis dengan Kementerian Keuangan. PMN tersebut akan digunakan oleh konsorsium Indonesia yaitu PSBI untuk menutupi cost overrun dari sisi ekuitas,” katanya, Kamis (4/8). Menurutnya, dukungan negara melalui PMN sangat penting untuk menjalankan penugasan dari pemerintah dalam rangka penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) itu. Saat ini, progres investasi proyek kereta cepat Jakarta—Bandung telah mencapai 85%, sedangkan progres fisiknya telah mencapai 79%. Sebelumnya, Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo mengatakan keterlambatan pencairan PMN bisa berdampak pada keterlambatan penyelesaian proyek PSN itu. Dia memprediksi arus kas KCIC akan bertahan sampai dengan September 2022.
DAMPAK GEOPOLITIK CHINA—TAIWAN : Indonesia Siapkan Tempat untuk Relokasi Industri
Pemerintah menyiapkan sejumlah lokasi yang bisa dimanfaatkan untuk menampung relokasi industri Taiwan yang selama ini berbasis di China. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa ketegangan hubungan Taiwan dan China yang meningkat beberapa waktu belakangan bisa menjadi peluang bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia untuk menjadi tujuan relokasi industri. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Menteri Agus menyebut pemerintah menyiapkan beberapa calon lokasi investasi Taiwan di Indonesia yang dinilai telah memenuhi standar kawasan industri dari negara tersebut. “Untuk mendukung relokasi industri Taiwan dari RRT ke Indonesia, Kemenperin mengusulkan penambahan sub-forum baru di ITICF [Indonesia-Taiwan Industrial Collaboration Forum], yaitu sub-forum industrial estate,” ujar Agus kepada Bisnis, Kamis (4/8). Secara terpisah, kalangan pelaku usaha optimistis tensi politik China dan Taiwan tidak akan banyak memengaruhi potensi investasi Negeri Formosa ke Indonesia.
Bola Panas Kematian Brigadir Yosua
Misteri kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat menjadi bola panas yang terus menggencet sejumlah petinggi Markas Besar Kepolisian RI. Selain Inspektur Jenderal Ferdy Sambo, bos Yosua yang telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Mabes Polri, tiga jenderal lain diperiksa dalam dugaan pelanggaran kode etik kasus tersebut. Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan ketiga perwira tinggi polisi ini adalah jenderal bintang satu. Mereka menjadi bagian dari 25 personel Polri yang diperiksa oleh inspektorat khusus, yang digawangi oleh Inspektorat Pengawasan Umum Mabes Polri. "Sebanyak 25 personel ini kami periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan tempat kejadian perkara (TKP) dan beberapa hal yang kami anggap itu sebagai proses olah TKP dan penyidikan," kata Listyo kemarin. (Yetede)
Tudingan Janggal Penetapan Tersangka Eliezer
Penetapan status tersangka Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, dalam kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua dinilai janggal. Tim khusus Mabes Polri yang menelisik kasus Yosua dianggap terburu-buru dan tidak menerapkan prosedur hukum. Andreas Nahot Silitonga, kuasa hukum Bharada Eliezer, mengatakan Mabes Polri menetapkan Eliezer sebagai tersangka terhadapnya belum tuntas. Penetapan kliennya sebagai tersangka diumumkan pada Rabu, Agustus 2022, sekitar pukul 20.30 WIB. Padahal, Andreas mengatakan, Eliezer baru selesai menandatangani berita acara pemeriksaan sebagai saksi pada pada Kamis, 4 Agustus 2022, pukul 01,02 WIB. Bharada Eliezer dijerat dengan Pasal 33 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja, dengan pasal penyertaan Pasal 55 dan 56 KUHP ihwal persekongkolan. (Yetede)
Satu Hari Sebelum Kematian Yosua
Komnas HAM masih menelusuri dan memverifikasi semua bukti yang berkaitan dengan kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Satu diantaranya adalah temuan berlalu ihwal keberadaan Kepala Divisi Profesian Pengamanan Polri, Inspektur Jendreal Ferdy Sambo, sehari sebelum peristiwa kematian Brigadir Yosua. Ketua Komnas HAM Ahmad Taufab Damanaik mengatakan informasi ini terbilang anyar karena sebelumnya Ferdy disebut baru tiba di Jakarta pada hari yang sama dengan kematian Yosua, yaout Jumat, 8 Juli 2022. "Dari data yang kami dapatkan (ternyata) kepulangannya tanggal 7 Juli atau Kamis pagi, "kata Damanaik, kemarin. Menurut Damanaik, Ferdy Sambo dan istrinya Putri Chandrawati, berada di Magelang, Jawa Tengah, pada Juli 2022. Pada saat itu, mereka mengunjungi putranya yang bersekolah di sana. Selepas dari Magelang, Ferdy pergi ke Semarang untuk urusan pekerjaan. (Yetede)









