;

Desakan Audit LRT Jabodetabek Setelah Proyek Molor

Yuniati Turjandini 20 Sep 2022 Tempo (H)

Pemerintah diminta segera mengaudit proyek-proyek yang biayanya berpotensi melar. Salah satu proyek yang diprediksi mengalami pembengkakan biaya (cost overrun) adalah proyek kereta layang ringan Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi alias light rail transit (LRT) Jabodetabek. Pembengkakan biaya LRT Jabodetabek diprediksi kembali terjadi akibat penundaan pengoperasian dari Agustus 2022 menjadi Juni 2023. Sebelumnya, proyek tersebut sempat mengalami cost cost overrun sebesar Rp 2,6 triliun karena rencananya karena rencana pengoperasian komersialnya mundur dari akhir 2021 Agustus 2022. Dalam kasus pembengkakan biaya itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) sebagai pemilik proyek mendapat suntikan dana dari penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp2,6 triliun. Akibat biaya yang melar, ongkos investasi  proyek ini melambung dari Rp29,9 triliun menjadi Rp32,5 triliun. Dengan adanya potensi pembengkakan biaya berulang ini, Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, meminta pemerintah tak lagi mudah menggelontorkan modal negara untuk proyek tersebut. (Yetede)

Konversi Kompor Listrik Masih Uji Coba, Target 5 Juta pada 2023

Yoga 20 Sep 2022 CNN Indonesia

Pemerintah berencana melakukan konversi gas LPG 3 kg ke kompor listrik. PT PLN (Persero) tengah melakukan uji coba di Solo dan Denpasar, dengan membagikan 1.000 paket kompor listrik di masing-masing kota. Tahun depan, pemerintah akan membagikan paket kompor listrik kepada 300 ibu rumah tangga yang menjadi sasaran tahun ini. Rumah tangga penerima paket kompor listrik ini adalah yang terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Paket tersebut terdiri dari satu kompor listrik, satu alat masak dan satu MCB atau penambah daya khusus untuk kompor listrik.

Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Rida Mulyana menjelaskan harga paket kompor listrik tersebut sekitar Rp 1,8 juta, sehingga jika sasarannya 300 ribu rumah tangga, maka anggaran yang dibutuhkan tahun ini sekitar Rp 540 miliar. "Perencanaan awal, sama-sama dua tungku, awalnya 800 watt, sekarang mau dinaikkan lagi salah satunya 1.000 MW. Jadi biar masaknya lebih kencang (cepat)," kata Rida saat ditemui usai rapat dengan Banggar DPR, Selasa (20/9). Jika perubahan daya dilakukan, maka kata Rida akan ada tambahan anggaran untuk satu paket kompor listrik. Misalnya, saat ini dengan daya 800 watt itu Rp 1,8 juta, maka dengan daya 1.000 watt bisa mencapai Rp 2 juta per paket.

Jero Kusumawati (63), pemilik warung di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar Selatan, mengaku lebih hemat dengan alat masak bertenaga setrum tersebut. Dalam sebulan, Kusumawati menghabiskan dua tabung elpiji 3 kilogram dengan harga Rp18 ribu per tabung atau total Rp 36 ribu. Namun, saat memakai kompor listrik, ia mengaku hanya menghabiskan Rp 60 per jam. Sementara itu, Kemenperin memastikan produksi kompor listrik dalam negeri mencapai 5 juta unit pada 2023. (Yoga)


Biaya Logistik Masih Tinggi Meski Tarif Kapal Turun

Hairul Rizal 19 Sep 2022 Kontan (H)

Seiring meredanya pandemi Covid-19, tarif jasa angkutan kapal (freight rate) untuk pelayaran internasional menurun. Namun tren penurunan freight rate belum sepenuhnya terasa bagi eksportir dan importir nasional. Seturut berakhirnya lockdown di sejumlah pelabuhan utama dunia, arus barang dan kapal, serta ketersediaan kontainer kembali normal. " Freight rate internasional sudah banyak yang turun," kata Carmelita Hartoto, Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA), kemarin. Mengacu data fbx.freightos.com, freight rate global per 16 September 2022 di posisi US$ 4.653. Angka itu turun 58% dari posisi puncak US$ 11.109, per 10 September 2021. Direktur Utama PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) Bani Maulana Mulia mengatakan, SMDR masih mengimplementasikan freight rate yang relatif tinggi. "Kami memakai contract rate, bukan spot rate. Artinya kontrak yang kami pegang masih memakai freight rate tinggi," ucap dia. Ketua Umum Dewan Pemakai Jasa Angkutan Laut Indonesia (Depalindo) Toto Dirgantoro mengakui kinerja logistik kapal Indonesia masih kalah dibandingkan Vietnam dan Thailand. Alhasil, biaya logistik bisa berdampak pada level kompetitif suatu produk di pasar ekspor. "Dua negara ini menjadi benchmark kita. Kalau bisa mengimbangi mereka, maka bagus bagi ekspor Indonesia," kata dia.

Pasar Bersiap Menghadapi Kenaikan Suku Bunga Lagi

Hairul Rizal 19 Sep 2022 Kontan (H)

Agenda rapat dua bank sentral terkait arah suku bunga acuan akan menjadi penggerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan ini. Bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve akan menggelar rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Selasa-Rabu, 20-21 September 2022. Kepala Riset FAC Sekuritas Indonesia Wisnu Prambudi Wibowo menilai, pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mengerek suku bunga 75 bps pada FOMC bulan ini. "Ini karena rilis data inflasi AS yang ternyata masih di atas ekspektasi pelaku pasar," ujarnya, Minggu (18/9). Analis Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora memprediksikan hal yang sama. Sekadar mengingatkan, tingkat inflasi AS mencapai 8,3% pada Agustus 2022 atau melebihi target konsensus 8,1%. Padahal, sebelumnya The Fed sudah cukup agresif menaikkan suku bunga. Karena itu, Andhika menilai, peluang The Fed menaikkan suku bunga 50-75 bps terbuka lebar. Sementara Wisnu memperkirakan BI akan menahan suku bunganya, seiring dengan ekspektasi inflasi dan nilai tukar rupiah yang masih terkendali. Tapi, jika BI dan The Fed kembali mengerek suku bunganya, pergerakan IHSG pekan ini bakal cukup berat. "Sebaliknya, jika suku bunga BI tetap, respons pelaku pasar cenderung netral," tambahnya.

Target November 2022. RI Masih Gamang Terapkan Pajak Karbon

Hairul Rizal 19 Sep 2022 Kontan

Indonesia masih gamang untuk menerapkan kebijakan pajak karbon. Sedianya, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), pajak karbon berlaku pada bulan April 2022. Rencana tersebut ditunda dan bergeser menjadi Juli 2022. Namun, kemudian, molor lagi. Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Keuangan Masyita Crystallin bilang, pemerintah berupaya, pajak karbon berlaku sebelum puncak Konferensi Tingkat Tingkat (KTT G20) di Bali pada pertengahan November, artinya Oktober atau awal November 2022. Saat ini, pemerintah masih menyiapkan tiga roadmap, yaitu transisi energi, pasar karbon dan juga pajak karbon. Walhasil, aturan pajak karbon harus diharmonisasikan dengan dua roadmap lainnya.

Proyeksi Inflasi September 2022 Bisa Tembus 1,09%

Hairul Rizal 19 Sep 2022 Kontan

Laju inflasi September melonjak signifikan pasca pemerintah mengerek harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, solar, hingga Pertamax. Sebab, kenaikan harga BBM juga menyeret kenaikan harga barang lainnya. Dari Survei Pemantauan Harga yang dilakukan Bank Indonesia (BI) pada pekan ketiga September 2022, inflasi bulanan pada September diperkirakan mencapai 1,09%.

TRIK TOPANG KREDIT KONSUMSI

Hairul Rizal 19 Sep 2022 Bisnis Indonesia (H)

Bank-bank punya pekerjaan rumah penting untuk menjaga kinerja kredit konsumer tetap moncer lantaran permintaan yang diramal surut seiring risiko kenaikan inflasi. Apalagi, bagi bank-bank yang selama ini amat mengandalkan bisnis dari kredit untuk keperluan konsumtif tersebut. Kendati demikian, sejumlah bank tetap optimistis dapat menjaga kinerja penyaluran kredit ke depan, salah satunya dengan masuk ke ekosistem digital. Jika dicermati, gelagat penurunan permintaan kredit konsumer salah satunya terbaca dari hasil Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan yang dilansir Bank Indonesia. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan rumah tangga atau konsumsi diperkirakan turun. Kelompok pembiayaan kepada rumah tangga ini memiliki porsi hampir 48% dari total kredit perbankan nasional yang sampai Juli 2022 tercatat sebesar Rp6.143,7 triliun. Dari survei tersebut, minat debitur untuk mengakses pinjaman dalam 3 bulan—6 bulan ke depan cenderung turun. Perihal kondisi tersebut, Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. Yuddy Renaldi mengatakan bahwa upaya menggenjot pertumbuhan kredit terus dilakukan oleh perseroan dengan melakukan penetrasi ke ekosistem digital. Menurutnya, strategi tersebut sangat membantu mendongkrak pertumbuhan fee based income dan serta perolehan laba perseroan. Namun, dia menegaskan sejauh ini kinerja penyaluran kredit konsumsi secara tahunan masih bagus.


Menuju Sehat APBN & Ekonomi

Hairul Rizal 19 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Perekonomian nasional sama halnya dengan kondisi kesehatan manusia. Selama lebih dari 2 tahun terakhir, Indonesia atau dunia kondisi kesehatannya mengalami tekanan. Perekonomian mengalami lesu darah dan sangat membutuhkan stimulus. Perekonomian nasional pada 2022 diprediksi terus pulih. Indikator kesehatan aktivitas ekonomi, hingga ekspor/impor terlihat membaik. Alhasil, IMF dan World Bank (WB) kompak memproyek­­si tahun 2022 ini tumbuh ma­­sing-masing 5,3% dan 5,1%. Menuju tahun 2023, sepertinya tidak akan lebih mudah. Mengingat ancaman krisis tahun ini dan tahun depan berbeda dengan 1998 ataupun 2008 yang tematik. Dunia saat ini diancam dengan hatrick krisis, yaitu energi, pangan, hingga keuangan. Asumsi dasar ekonomi makro pada APBN 2023, yaitu pertumbuhan ekonomi 5,3%, inflasi 3,6%, nilai tukar Rp14.800/US$, suku bunga SUN 10 tahun 7,9%, harga minyak mentah Indonesia US$90/barel, lifting minyak 660.000 barel/hari, dan lifting gas 1,1 juta barel setara minyak/hari. Sedangkan pada postur sementara APBN Tahun 2023, pendapatan negara ditetapkan Rp2.463 triliun. Angka tersebut terdiri atas penerimaan perpajakan Rp2.021,2 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp441,4 triliun. Penerimaan perpajakan sendiri berasal dari pajak, yaitu Rp1.718 triliun, serta kepabeanan dan cukai yang Rp303,2 triliun.

Kesehatan organ-organ penting ekonomi nasional, terindikasi masih mengalami pemulihan hingga kini. Namun, tekanan dan ancaman geopolitik dan ekonomi global belum reda. Menteri Keuangan pada acara HSBC Summit 2022 bahkan mengingatkan, bahwa perubahan iklim memberi ancaman lebih luas dibandingkan dengan pandemi Covid-19. Indonesia perlu untuk menggunakan instrumen alternatif pemulihan ekonomi. Stimulus fiskal yang terasa sekali dominasinya dalam 3 tahun terakhir, harus mulai perlahan dikurangi.

JELAJAH BUMN 2022 : Smart Branch : Kantor Cabang Masa Depan ala Bank Mandiri

Hairul Rizal 19 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Pagi menjelang siang Kantor Cabang Bank Mandiri di Jl. Martadinata, Bandung, sudah mendapat kunjungan nasabah dari segala usia. Terlihat ada yang duduk manis sambil tersenyum, ada pula yang sibuk berbincang dengan pegawai bank yang tidak lagi duduk di belakang meja, melainkan bersebelahan dengan nasabah sambil memegang tablet. Pemandangan di sana terlihat berbeda dengan kantor cabang konvensional biasanya. Kantor cabang dengan jumlah nasabah terbanyak di Bandung itu, kini menganut sistem cerdas (smart), memadukan digital dan konvensional. Artinya, pelayanan yang diberikan tidak lagi hanya dilakukan person to person, tetapi machine to person. Customer journey di Smart Branch Bank Mandiri Martadinata diawali dengan mengisi data dan kebutuhan nasabah lewat aplikasi Livin’ by Mandiri di ponsel nasabah, yang dapat juga dilakukan di rumah sambil rebahan. Setelah itu, nasabah bisa tahu kapan harus datang ke kantor cabang dan mendapat layanan yang dibutuhkan. Bagi yang tidak mengisi data lewat aplikasi, dapat juga dilakukan di kantor cabang melalui tablet yang disediakan. Setelah data terisi, mendapat notifikasi di ponsel yang berisi nomor antrean.

PENINGKATAN PRODUKSI MIGAS : TARGET LIFTING TERUS DIKEJAR

Hairul Rizal 19 Sep 2022 Bisnis Indonesia

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas memastikan seluruh persoalan yang dihadapi kontraktor kontrak kerja sama dapat terselesaikan guna menjamin produksi dan lifting tahun ini sesuai target. SKK Migas memanggil kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) yang memiliki target produksi migas besar dan memiliki pengaruh signifikan terhadap capaian lifting nasional. Harapannya, KKKS dapat mendorong produksinya agar bisa mengejar ketertinggalan terhadap target tahun ini. Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno mengatakan bahwa pihaknya melihat ada potensi untuk menaikkan produksi migas nasional. Pemanggilan KKKS tersebut diharapkan bisa menghasilkan terobosan untuk mengejar target produksi migas berdasarkan potensi yang ada. “Kami juga menawarkan kepada KKKS sekiranya membutuhkan bantuan dari SKK Migas agar bisa mencapai target yang telah disepakati,” katanya, dikutip Minggu (19/9). Julius menjelaskan bahwa belum tercapainya target lifting migas nasional dari KKKS masih disebabkan oleh sejumlah persoalan yang kerap terjadi, seperti unplanned shutdown, kebocoran pipa, tertundanya kegiatan well service dan workover, penurunan produksi lebih cepat di beberapa sumur, serta jadwal onstream sejumlah proyek yang mundur. Masifnya realisasi program kerja utama hulu migas, seperti pada kegiatan pengeboran sumur pengembangan, dan upaya menjaga agar tidak terjadi unplanned shutdown pada sisa tahun ini pun diharapkan mampu meningkatkan capaian lifting migas nasional.

Pilihan Editor