Area Konservasi Topang Wilayah Perikanan
Perlindungan kawasan konservasi perairan memberi manfaat bagi keberlanjutan pengelolaan perikanan. Dari area konservasi perairan, larva ikan didistribusikan ke berbagai tempat, termasuk ke area penangkapan, bahkan keluar dari wilayah pengelolaan perikanannya. Ini ditunjukkan dalam riset Universitas Pattimura dan Konservasi Indonesia di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) 714 di Laut Banda dan WPP 715 di Laut Seram, Maluku. Tim penelitian menggunakan metode genetika, teknik permodelan, dan analisis dinamika populasi. ”Antara ikan di dalam dan di luar MPA (kawasan konservasi perairan) benar-benar harus dikelola secara bersama-sama karena ikan-ikan itu masih satu keluarga. Apa yang kita lakukan di suatu daerah atau pulau itu akan berimbas luas pada wilayah perikanan lain,” kata Elle Wibisono, peneliti dari Konservasi Indonesia, dalam seminar Dampak Ekonomi dari Hubungan Ekologis antara Kawasan Konservasi dengan Sumber Daya Perikanan di WPP 714 dan 715, Kamis (20/10) di Jakarta.
Menanggapi hasil riset tersebut, Kepala Organisasi Riset Kebumian dan Maritim BRIN Ocky Karna Radjasa sangat mengapresiasinya. ”Ini baru (riset) permulaan, tetapi bisa memberi jawaban atas beberapa fenomena yang menjadi pertanyaan pengambil kebijakan,” katanya. Direktur Perencanaan Ruang Laut KKP Suharyanto mengatakan, riset tersebut menjadi angin segar penanganan seluruh perencanaan ruang laut di Indonesia. Pihaknya akan menyusun tata ruang laut seperti yang dijabarkan pada riset itu. ”WPP 714 punya hubungan dengan WPP 715, tetapi kalua bicara provinsi tata ruangnya itu lebih dari satu provinsi sehingga kita bisa menyarankan ke pemda untuk mendesain arahan peruntukan ruang agar terjadi korelasi dan integrasi setiap daerah,” katanya. (Yoga)
Mulai Terkena Dampak Kenaikan Suku Bunga
Dunia usaha mulai kelimpungan setelah BI menaikkan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate. Kemarin, bank sentral kembali mengerek suku bunga sebesar 50 basis point (bps) ke level 4,75 %, demi menjangkar inflasi yang terus meningkat hingga mendekati 6 %. Wakil Ketua Umum Kadin Koordinator Bidang Maritim, Investasi, dan Luar Negeri, Shinta Kamdani, berujar pengusaha kini terimpit di tengah dinamika perekonomian yang tak menentu, yaitu tekanan inflasi, pelemahan kurs rupiah, hingga ancaman perlambatan pertumbuhan ekonomi akibat penurunan permintaan dan konsumsi masyarakat.
Kenaikan suku bunga membuat biaya ekspansi usaha menjadi lebih mahal, terlebih ketika harus meminjam dana dari perbankan ataupun lembaga pembiayaan lainnya. Ombang-ambing kurs rupiah yang kini berada di atas Rp 15 ribu per dolar AS juga membuat pelaku usaha terpukul karena tingginya ketergantungan terhadap penggunaan dolar AS dalam perdagangan, khususnya impor. Terakhir, risiko kenaikan inflasi diprediksi masih akan terus berlanjut hingga awal tahun depan dan diprediksi akan menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi domestik.
“Hal terbaik yang bisa kami lakukan pada saat ini adalah mengelola dampak yang mungkin terjadi, dengan meningkatkan efisiensi, memastikan kelancaran arus kas, dan kecukupan modal,” kata Shinta. “Kami perkirakan dalam jangka pendek, 3-6 bulan ke depan akan ada semakin banyak sektor yang melakukan penyesuaian harga di pasar, karena efek domino dari kenaikan harga BBM.”. (Yoga)
Agar Modal Baru Mengalir ke Bandara
Para operator bandara masih harus memantapkan portofolio bisnis agar bisa menarik investasi baru. Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Transportasi, Denon Prawiraatmadja, mengatakan badan usaha milik negara di bidang pengelolaan bandara harus jeli memperkirakan keinginan pemodal agar proyeknya diminati dalam proses penjajakan pasar. "Yang pasti, investor selalu mencari peluang jangka panjang," tuturnya kepada Tempo, kemarin. Menurut Denon, yang juga memimpin Indonesia National Air Carriers Association (INACA), iklim investasi penerbangan di Indonesia sudah menarik di mata pemodal asing dan domestik karena tingkat permintaan pasar yang menjanjikan. Dengan karakter negara kepulauan, bandara menjadi aset aviasi yang dibutuhkan di banyak wilayah dan bisa dikembangkan dalam periode jangka panjang.
Meski begitu, investor bandara sangat teliti menyaring tawaran kemitraan yang datang. "Makanya, dalam tawaran harus jelas apa nilai tambah dan keuntungan (proyek) dibanding tempat lain." Investor pun selalu menimbang aspek tata kelola dan kelancaran usaha perusahaan penyedia proyek. Denon berujar tawaran proyek bandara bakal makin menarik bila dilengkapi desain bisnis jangka panjang. "Apakah bisa menyiapkan rencana sedekade ke depan atau kalau perlu hingga 2045 akan bagaimana. Profil usaha juga harus diperjelas," ucapnya. Dari tren yang berkembang, dia menyebutkan, brown project atau proyek yang sudah beroperasi secara terbatas lebih menarik bagi investor bandara dibanding proyek anyar atau green project. (Yoga)
Tahun 2023, Puncak Suku Bunga
Agresivitas penaikan suku bunga acuan bank sentral di berbagai negara akan terus terjadi dan mencapai puncaknya tahun 2023. Setelah menaikkan bunga acuan 50 basis poin, BI akan menyesuaikan kebijakannya dengan langkah The Federal Reserve (Fed) yang saat ini mematok suku bunga acuan di level 3,25%. Kami perkirakan FFR akhir tahun ini di level 4,50% dan pada tahun depan mencapai puncak tertinggi, 4,75%,” kata Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Kamis (20/10). Langkah agresif menaikkan suku bunga acuan tidak hanya dilakukan The Fed, melainkan bank juga sentral negara lainnya. Kebijakan itu terpaksa diambil untuk mengendalikan inflasi akibat berlanjutnya ketegangan geopolitik yang memicu fragmentasi ekonomi, perdagangan, dan investasi. “Kenaikan inflasi memicu pengetatan kebijakan moneter yang lebih agresif di negara maju. Dampak rambatan fragmentasi ekonomi global diperkirakan dapat menyebabkan perlambatan ekonomi di emerging market,” ujar dia.
Kenaikan suku bunga The Fed akan mendorong makin kuatnya mata uang dolar AS, sehingga memberi tekanan atau depresiasi terhadap nilai tukar negara lain, termasuk Indonesia. Dalam RDG, Kamis (20/10), BI menaikkan BI7DRR untuk ketiga kalinya tahun ini sebesar 50 bps menjadi 4,75%. Bank sentral juga menaikkan suku bunga Deposit Facility sebesar 50 bps menjadi 4% dan suku bunga Lending Facility sebesar 50 bps menjadi 5,5%. BI menyebut keputusan itu sebagai langkah front loaded, pre-emptive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi (overshooting). Sementara itu, kalangan bankir dan ekonom yang dihubungi Investor Daily secara terpisah di Jakarta, Kamis (20/10), menyatakan, penaikan BI7DRR sebesar 50 bps menjadi 4,75% akan berdampak positif terhadap kinerja perbankan dan fundamental ekonomi nasional. Selain meredam pelemahan nilai tukar rupiah dan mengerem laju inflasi, penaikan BI7DRR akan menambah pendapatan bank dari surat berharga negara (SBN) akibat naiknya imbal hasil (yield). Kepemilikan bank di SBN saat ini mencapai Rp 1.620,71 triliun atau 31,77% dari total SBN senilai Rp 5.101,04 triliun. (Yoga)
Pemerintah Dorong Industri Sawit Berkelanjutan Hulu-Hilir
Pemerintah terus mendorong industri sawit berkelanjutan dari hulu hingga hilir. Industri hulu sawit yakni perkebunan yang berkelanjutan tidak dapat dipisahkan dari inovasi teknologi dan keterampilan dari SDM yang dapat memanfaatkan teknologi tersebut. Karena itu, peningkatan keterampilan dan pelatihan bagi petani kecil juga dibutuhkan untuk mewujudkan produksi yang berkelanjutan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, guna mendorong keberlanjutan industri sawit, pemerintah telah menerapkan kerangka peraturan dan mendorong kerja sama multipihak di sektor kelapa sawit, di antaranya melalui Perpres No 44 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Inpres No 6 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Kelapa Sawit Berkelanjutan (RANKSB) 2019-2024. “Selain itu, ada Program Strategis Nasional tentang Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) yang diatur dalam Permentan No 3 Tahun 2022 tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit,” ungkap Airlangga dalam keterangan Kemenko Perekonomian.
Kinerja ekspor Indonesia pada September 2022 tercatat tumbuh positif 20,28% (year-on-year/yoy) dengan tiga komoditas unggulan ekspor, yaitu besi baja, minyak sawit, dan batu bara. Indonesia dapat menyumbangkan 52% minyak sawit terhadap pangsa pasar dunia serta mampu menghasilkan 40% dari total minyak nabati dunia. Hal ini bagaikan oase yang membangkitkan semangat pemulihan ekonomi nasional di tengah kondisi ekonomi global yang masih fluktuatif. Perkebunan sawit nasional juga terus berkembang signifikan dengan luas 16,38 juta hektare dan menyerap tenaga kerja lebih dari 17 juta kepala keluarga, petani, dan karyawan yang bekerja di sektor on farm maupun off farm. “Pengembangan industri hilir juga merupakan upaya strategis meningkatkan nilai tambah industri sawit agar tidak hanya terkonsentrasi pada bahan baku, tetapi perlu terus didorong ke industri hilir bahkan sampai produk akhir. Dengan upaya ini, nilai tambah tentu akan berada di dalam negeri,” tutur Airlangga saat 7th Indonesian Palm Oil Stakeholders Forum bertema Korporatisasi untuk Kemandirian Petani melalui Kemitraan yang Sehat yang sekaligus membuka Pekan Riset Sawit Nasional 2022, Kamis (20/10). (Yoga)
Dubes RI-Bulgaria Fasilitasi Kesepakatan Bisnis Perusahaan RI-Albania Senilai US$ 35 Juta
Dubes RI untuk Bulgaria merangkap Makedonia Utara dan Albania, Iwan Bogananta dan tim ekonominya sukses memfasilitasi kesepakatan kerja sama bisnis dan investasi antara Moderna Indonesia dan XH&M Albania senilai US$ 35 juta. Kerja sama mencakup pengembangan renewable energy dan home appliances. Kesepakatan itu dicapai dalam kegiatan Business Forum INACEE 2022, 19 Oktober 2022, yang diinisiasi oleh Kemenlu. Iwan Bogananta dalam pernyataan resminya menyampaikan, fasilitasi kesepakatan perdagangan dan investasi dalam bentuk penandatanganan MoU antara Modena Indonesia dan XH&M senilai US$ 35 juta itu merupakan pengembangan pada sektor energi terbarukan, khususnya sektor panel surya dan distribusi peralatan rumah tangga di Albania. Kesepakatan ini ditujukan untuk membuka kesempatan dan mengembangkan pasar non tradisional di kawasan Eropa Timur, Tenggara, dan Balkan, yang akan menggunakan sumber produksi dari Indonesia yaitu panel surya dari Indonesia.
“Dengan penandatanganan perjanjian kerja sama ini, kami berharap dapat berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi Indonesia, peningkatan hubungan bilateral, dan sesuai dengan sektor prioritas Indonesia dalam Kepresidenan G20, yaitu ‘mendorong transisi energi baru dan berkelanjutan',” kata Iwan Bogananta di acara INA CEE dalam sesi penandatanganan kesepakatan kerja sama antara negara Eropa Timur, Tenggara, dan Balkan. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Global Development & Strategy Modena Erwin Vernatha mengucapkan apresiasinya kepada Dubes Iwan Bogananta dan tim ekonominya yang telah memfasilitasi ekspansi produk Indonesia di Albania melalui penandatanganan MoU senilai lebih dari US$ 35 juta. Dalam hal ini adalah pengembangan ekspor produk Indonesia dan investasi untuk proyek green energy dan distribusi home appliances. “Ke depan kami berharap kerja sama atas hasil fasilitasi Bapak Dubes Iwan dan tim ini dapat turut berkontribusi terhadap hubungan baik kedua negara dan peran Indonesia di kawasan,” tutur Erwin. Project Manager XH&M Albania Xhoana Merkaj turut mengapresiasi fasilitasi Dubes RI. Dia berharap kerja sama bilateral perdagangan kedua negara terus dapat ditingkatkan dengan melibat peluang dari sektor lainnya. (Yoga)
Grab Gandeng I. saku Untuk Pembayaran Digital
Grab Indonesia mengumumkan kerja sama strategis dengan i.saku, platform uang elektronik terkemuka di Indonesia yang merupakan bagian dari Salim Group. I.saku hadir sebagai pilihan metode pembayaran digital di aplikasi Grab untuk layanan GrabCar dan GrabBike yang dapat digunakan konsumen sejak 30 September 2022. Untuk membantu mewujudkan pencanangan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital terbesar di Asean tahun 2025, baik pemerintah maupun swasta, melakukan beragam transformasi digital. Salah satunya melalui adopsi pembayaran digital untuk mempermudah transaksi layanan pelanggan. International Data Corporation (IDC) pun menyebutkan bahwa pembayaran digital mampu meningkatkan penjualan toko (merchant) 10%. Karena itu, bukan tanpa alasan Grab memilih i.saku untuk bergabung dalam ekosistemnya karena potensi perkembangan pasar pembayaran digital tersebut.
“Kami percaya kolaborasi dengan i.saku sejalan dengan upaya Grab membantu percepatan transformasi teknologi digital di Indonesia sekaligus memudahkan jutaan pengguna i.saku yang kini bisa melakukan pembayaran langsung di aplikasi Grab,” ujar Business Development and Strategic Partnership Director Grab Kertapradana, Kamis (20/10). Metode pembayaran i.saku pada aplikasi Grab memiliki dua tipe status, yaitu standard service dan full service. Standard service memiliki batas maksimum saldo Rp 2 juta dan dapat digunakan untuk isi ulang saldo serta pembayaran merchant, full service menawarkan batas maksimum saldo hingga Rp 20 juta yang dapat digunakan untuk isi ulang saldo, pembayaran merchant, tarik tunai saldo i.saku di Indomaret dan ATM, serta transfer saldo ke sesama pengguna i.saku. Customer Relationship Management Executive Director PT Indomarco Prismatama Gondo Sudjoni menambahkan, bergabungnya i.saku sebagai metode pembayaran digital di aplikasi Grab merupakan terobosan positif dalam melayani kebutuhan sehari-hari masyarakat, terutama bagi yang tidak atau belum secara maksimal mengakses layanan transaksi keuangan digital. “Saat ini, jumlahnya mencapai 51% dari penduduk dewasa atau 95 juta penduduk Indonesia,” tutur Gondo. (Yoga)
Pemerintah Percepat Penyaluran KUR lewat Kelompok Usaha
Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM mendorong penyaluran kredit melalui skema kredit usaha rakyat (KUR) khusus berbasis kelompok usaha atau klaster untuk mempercepat realisasi KUR sebagai upaya pemulihan ekonomi, khususnya UMKM. "Klaster ini bisa berbentuk koperasi maupun kelompok UMKM, dari sini kemudian menggandeng agregator, offtaker, dan avalist di sektor pertanian, peternakan, perikanan, furnitur, souvenir, handicraft, fesyen, dan pariwisata dengan target penerima KUR berbasis klaster," kata Deputi Bidang Usaha Mikro Kemenkop UKM Yulius dalam pernyataan resmi, Kamis (20/10). Dia menuturkan, guna mendukung percepatan penyaluran KUR, pemerintah juga memberikan relaksasi dan stimulus tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3% sampai Desember 2022. Dengan demikian, suku bunga KUR turun menjadi 3% dari sebelumnya 6%.
"Pada tahun ini pemerintah menargetkan pembiayaan KUR untuk UMKM sebesar Rp 373,17 triliun," tutur dia. Sebelumnya, perbankan calon penyalur KUR juga harus memenuhi kriteria sehat dan berkinerja baik dari OJK, melakukan kerja sama dengan perusahaan penjamin, memiliki sistem online data KUR dengan Sistem Informasi Kredit Program (SKIP), dan mengikuti persyaratan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) dari OJK. Selain itu, harus mendapatkan plafon penyalur KUR dari Kemenko Bidang Perekonomian. "Setelah selesainya penandatanganan PKP, Bank Aceh Syariah resmi menjadi penyalur KUR. Kami mengucapkan terima kasih pada jajaran Bank Aceh Syariah yang telah bekerja sama dengan baik bersama tim dari Deputi Usaha Mikro sehingga semua berjalan dengan lancar," kata Yulius. Yulius berharap, dengan penandatanganan PKP ini, dapat memberikan manfaat bagi pemulihan perekonomian khususnya sektor UMKM di Provinsi Aceh. (Yoga)
BI Prediksi Inflasi 2022 Mencapai 6,3 %
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan inflasi hingga akhir 2022 mencapai 6,3% secara tahunan (year on year/yoy). Proyeksi ini lebih rendah dari konsensus analis berkisar 6,6-6,7%. Ekspektasi inflasi dari consensus forecast terlalu tinggi atau overshooting,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG), Kamis (20/10). Menurut dia, berdasarkan survei pemantauan harga (SPH) BI, inflasi pada minggu kedua Oktober 2022 diperkirakan lebih rendah dibanding September 2022. BI memperkirakan inflasi IHK (indeks harga konsumen) mencapai 5,88% Oktober 2022, lebih rendah dibandingkan September sebesar 5,95%. "Perkiraan inflasi lebih rendah ditopang eratnya koordinasi pemerintah pusat dan daerah, terutama dengan kebijakan fiskal berupa tambahan subsidi energi, serta pemberian insentif bagi pemda yang mampu mengendalikan inflasi," ujar dia. Tak hanya itu, dia menyatakan, pemerintah juga terus memperkuat sinergi bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), khususnya dalam melalui peningkatan nilai tambah Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah.
"Itulah yang menyebabkan kenapa inflasi bulan ini akan lebih rendah dari sebelumnya. Untuk keseluruhan, tahun ini juga akan lebih rendah dari perkiraan sebelumnya," jelas dia. Lebih lanjut Perry menjelaskan, keputusan BI menaikkan suku bunga acuan, BI 7 Day Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,75% dari 4,25% dalam RDG pekan ini. BI juga menaikkan suku bunga deposit facility sebesar 50 bps menjadi 4% dan suku bunga lending facility sebesar 50 bps menjadi 5,5%, juga merupakan langkah mengendalikan ekspektasi inflasi, selain langkah front loaded, preemptive, dan forward looking. Sebelumnya, BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada Agustus 2022 dan 50 bps pada bulan lalu. Perry menyatakan, laju inflasi diperkirakan di bawah 4% pada kuartal III-2023. Hal ini akan menjaga stabilitas ekonomi, daya beli masyarakat, dan mendorong konsumsi swasta," ucap dia. Ryan Kir yanto, ekonom dan co-founder & dewan pakar Institute of Social, Economic and Digital (ISED), menilai, keputusan BI menaikkan BI7DRR 50 bps tepat dan taktis. Kebijakan ini menyiratkan langkah BI yang frontloaded, pre-emptive, dan forward looking, terutama untuk menurunkan ekspektasi inflasi yang saat ini terlalu tinggi, berkisar 6-7%, pasca kenaikan harga BBM. Melalui langkah ini, dia menyatakan, BI ingin memastikan inflasi inti ke depan kembali ke dalam sasaran 3% plus minus 1% dengan jangkar 3% lebih awal dari perkiraan semula, yaitu menjadi semester I-2023. (Yoga)
Melonjak 140 %, Laba Matahari Tembus Rp 1 Triliun
PT Matahari Department Store Tbk (LPPF) mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 1,05 triliun pada Januari-September 2022, melonjak 140,64% dibanding periode sama tahun lalu Rp 438,69 miliar. Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan peningkatan penjualan kotor sebanyak 26,5% menjadi Rp 9,5 triliun. “Dengan kuartal III-2022 dan momentum pertumbuhan yang kuat di tahun ini, perseroan berada di jalur yang tepat untuk panduan EBITDA tahun penuh 2022 sebesar Rp 2,1 triliun dan laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun,” kata CEO Matahari Terry O’Connor dalam keterangan resminya, Kamis (20/10). Terry mengungkapkan, pencapaian tersebut menunjukkan pemulihan yang kuat dari perseroan. “Menjelang 2023, anggaran awal tahun depan kami berada pada level EBITDA Rp 2,4-2,5 triliun.
Namun, mengingat ketidakpastian global yang dapat berdampak secara nasional, kami memutuskan untuk mengeluarkan panduan anggaran yang berhati-hati sebesar Rp 2,3-2,4 triliun,” ujar dia. Matahari, kata Terry, berkomitmen atas dividen tahun buku 2022 sebesar Rp 525 per saham, yang merupakan pembayaran tertinggi hingga saat ini. Dividen tersebut akan dibayarkan pada 2023, bergantung pada persetujuan yang diwajibkan, yang mempertajam komitmen kuat kami terhadap peningkatan pengembalian nilai pemegang saham secara keseluruhan. Dia menyebut, perseroan baru-baru ini meluncurkan kembali pemosisian merek, identitas, dan logo baru yang mewakili Matahari baru sebagai House of Specialists yang berpusat pada pelanggan, omni-channel untuk melayani kebutuhan fesyen spesialis dari kelompok pelanggan terbesar di seluruh Indonesia. (Yoga)









