;

Garuda Indonesia Cetak Laba Bersih Rp 58 Triliun

Yoga 04 Nov 2022 Investor Daily

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) membukukan laba bersih Janu[1]ari-September 2022 sebesar US$ 3,7 miliar, setara Rp 58 triliun. Capaian itu melejit 322% dari periode sama tahun sebelumnya yang merugi US$ 1,6 miliar atau Rp 26 triliun. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian hingga kuartal III-2022 yang dipublikasikan perseroan pada Kamis (3/11) maskapai pelat merah itu berhasil mencatatkan pendapatan usaha tumbuh 60% menjadi US$ 1,50 miliar, dibanding tahun lalu US$ 939 juta. Pendapatan Garuda sampai September 2022 terutama dikontribusi penerbangan berjadwal, yang melonjak dari semula US$ 732 juta menjadi US$ 1,15 miliar. Penerbangan tidak berjadwal juga mencatatkan pendapatan yang melesat 171% menjadi US$ 162 juta, dari sebelumnya hanya US$ 59,8 juta. Pendapatan dari segmen lainnya juga terkerek menjadi US$ 185 juta, meningkat 27% dibandingkan sebelumnya US$ 146 juta. Pada pos pendapatan usaha lainnya juga mencatatkan keuntungan sebesar US$ 4,2 miliar, dari sebelumnya rugi US$ 729 juta. (Yoga)


BoE: Inggris Akan Resesi 2 Tahun

Yoga 04 Nov 2022 Investor Daily

Bank of England (BoE) menaikan suku bunga acuan sebesar 75 basis poin (bps) pada Kamis (3/11). Penaikan tunggal terbesarnya sejak 1989 ini disertai peringatan bahwa Inggris sudah resesi dan akan berlangsung hingga dua tahun ke depan. Pengetatan moneter oleh bank sentral guna memerangi inflasi, kata BoE, mendorong Inggris ke dalam resesi yang akan berlangsung hingga pertengahan 2024. Risalah pertemuan BoE juga mengingatkan prospek yang menantang bagi ekonomi Inggris hingga diperkirakan berada dalam resesi untuk waktu yang lama. “Ekonomi telah menyusut sejak kuartal ketiga, (dan sekarang sudah) memasuki resesi teknikal yang diperkirakan akan berlangsung hingga paruh pertama tahun 2024,” kata BoE. Nilai tukar pound jatuh 2% terhadap dolar AS karena ekspektasi resesi jangka panjang.

“Perdagangan yang normal tidak terjadi karena mata uang biasanya bergerak lebih tinggi ketika bank sentral menaikkan suku bunga. Masa-masa sulit ada di depan, dan kita akan melihat ekonomi, pasar, dan penurunan mata uang dalam beberapa bulan mendatang.,” kata Naeem Aslam, kepala analis pasar di Avatrade, seperti dikutip AFP. Sebagai informasi, The Federal Reserve (The Fed) pada Rabu (9/11) menyetujui kenaikan tiga kuartal empat poin berturut-turut dan membawa tingkat pinjaman jangka pendek ke kisaran target 3,75% -4%. Ini adalah level tertingginya sejak Januari 2008. Sedangkan pekan lalu, Bank Sentral Eropa (ECB) juga menaikkan 75 basis poinda membuat acuan suku bunga menjadi 1,5%, yang mana ini merupakan level luar biasanya sejak 2009. Penaikkan 75 bps membawa suku bunga bank (bank rate) BoE menjadi 3% dan merupakan penaikkan kedelapan berturut-turut atas suku bunga pinjaman utama, setelah Komite Kebijakan Moneter (Monetary Policy Committee/MPC) memberikan suara 7-2 mendukung. (Yoga)


The Fed Belum Akan Berhenti Naikkanlah Suku Bunga

Yoga 04 Nov 2022 Investor Daily

The Fed pada Rabu (2/11) siang, menyetujui penaikan suku bunga acuan 75 basis poin (bps) untuk keempat kalinya berturut-turut. Karena memerangi inflasi masih menjadi prioritas kebijakannya, Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan suku bunga akan terus dinaikkan. Dengan penaikan pada Rabu itu, fed funds rate (FFR) sekarang berada di kisaran 3,75%-4%, level tertinggi sejak Januari 2008. Dalam pernyataan kebijakannya, The Fed memberi indikasi ada perubahan kebijakan ke depan. “Dalam menentukan suku bunga ke depan, The Fed akan memperhitungkan pengetatan kebijakan moneter secara kumulatif, karena jika tertinggal dengan kebijakan moneter akan memengaruhi kegiatan ekonomi, inflasi, kondisi ekonomi dan finansial,” kata Komite Pasar Terbuka Federal atau FOMC.

Pasar saham AS awalnya menguat usai pengumuman The Fed. Lantas berubah negatif setelah Powell menyampaikan konferensi persnya. Ia menepis anggapan bahwa The Fed tidak lama lagi akan menghentikan siklus penaikan. Tapi pembahasan untuk mengurangi laju pengetatan, kata Powell, dapat dilakukan dalam satu hingga dua pertemuan kebijakan berikutnya. Ia juga menegaskan lagi The Fed akan tegas tapi sabar dalam memerangi lonjakan inflasi. “Kami masih memiliki beberapa instrumen dan data-data yang muncul sejak pertemuan terakhir kami mengindikasikan level puncak suku bunga akan lebih tinggi dari ekspektasi sebelumnya,” kata Powell. Ia menandaskan bahwa pada akhirnya laju penaikan suku bunga akan dikurangi. Powell sudah mengatakan ini dalam beberapa kali konferensi pers. “Jadi waktunya akan tiba, dan bisa jadi dalam waktu dekat. Dalam pertemuan berikutnya atau yang setelahnya lagi. Yang jelas belum ada keputusannya,” kata Powell. The Fed berupaya menurunkan inflasi ke target 2%. Sedangkan laju inflasi AS pada September 2022 berada di level 8,2%. (Yoga)


Mentan Minta Industri Serap Jagung Lokal

Yoga 04 Nov 2022 Investor Daily

Mentan Syahrul Yasin Limpo mendorong para pelaku usaha dan industri pakan ternak untuk melakukan penyerapan jagung dan produk lokal seperti dedak yang diproduksi petani seluruh Indonesia. Berdasarkan survei BPS mengenai struktur ongkos usaha peternakan, komponen pakan memiliki kontribusi 56,95% terhadap total biaya pada budi daya ayam ras pedaging di tingkat peternakan rakyat dan untuk budi daya ayam ras petelur kontribusi pakan 70,97%. Demikian disampaikan Mentan saat meresmikan perusahaan pakan swasta yang berinvestasi di Pasuruan, Jatim, Rabu (02/11).

Menurut Syahrul, dengan struktur ongkos seperti survei BPS maka pabrik pakan dapat menyerap bahan baku pakan dari petani setempat dan harga pakan untuk peternak lebih terjangkau. Mentan juga berharap pabrik pakan memberikan pengaruh ke harga pangan asal ternak yang lebih kompetitif di tingkat konsumen. “Kita harap nanti ada kerja sama saling menguntungkan antara petani, peternak, serta masyarakat sekitar. Dengan adanya pabrik pakan memberikan nilai manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekitar, terutama penyerapan bahan baku pakan lokal seperti jagung, dedak, dan sebagainya, yang akan mendorong pengembangan ekonomi perdesaan," ujar dia.. (Yoga)


BBM Satu Harga Hadir di 123 Kabupaten di Indonesia

Yoga 04 Nov 2022 Investor Daily

Hingga awal November 2022, program BBM Satu Harga telah hadir di 69 titik yang tersebar di 123 kabupaten di Indonesia. Ditargetkan hingga tahun 2023 BBM Satu Harga bisa hadir di 92 titik dan pada 2024 sebanyak 573 titik. “Pertamina telah membangun total 390 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang tersebar di 123 kabupaten di seluruh Indonesia. Dari 123 kabupaten tersebut, 54 kabupaten diantaranya termasuk daerah 3T. Peresmian lembaga penyalur BBM Satu Harga ini adalah titik awal layanan Pertamina kepada masyarakat di daerah tersebut.

Kedepan Pertamina akan terus memastikan distribusi ke lembaga penyalur BBM Satu Harga berjalan dengan baik, tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat kualitas dalam mewujudkan keadilan energi,” jelas Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution di Jakarta, Kamis (3/11). Dari 69 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang sudah dibangun, Pertamina Patra Niaga bersama BPH Migas meresmikan tahap pertama yakni sebanyak 47 lembaga penyalur BBM Satu Harga yang tersebar di beberapa provinsi. Antara lain 2 di NTB, 10 di NTT, 1 di Sulawesi Barat, 2 di Sulut 8 di Sulteng, 5 di Maluku, 6 di Maluku Utara, 10 di Papua, dan 3 di Papua Barat. Peresmian selanjutnya akan dilakukan akhir November. (Yoga)


Sampoerna Agro Bagikan Dividen Interin Rp 163 Miliar

Yoga 04 Nov 2022 Investor Daily

PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) akan membagikan dividen interim Rp 163,67 miliar untuk tahun buku 2022. Dividen senilai Rp 90 per saham ini akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan pada 29 November 2022. “Sesuai dengan keputusan direksi yang telah disetujui dewan komisaris pada tanggal 1 November 2022, perseroan menyampaikan rencana pembagian dividen Interim untuk periode tahun buku 2022,” kata Corporate Secretary Sampoerna Agro Heri Harjanto dalam keterangan resminya, Kamis (3/11). Heri mengungkapkan, data keuangan yang mendasari pembagian dividen interim tersebut adalah laba bersih yang didapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 806.32 miliar pada semester I-2022, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya per 30 September 2022 senilai Rp 3,77 triliun, dan total ekuitas Rp 5,15 triliun. (Yoga)


OJK Kantongi 99 Rencana Penawaran Umum di Pasar Modal Senilai Rp 83 Triliun

Yoga 04 Nov 2022 Investor Daily

OJK mencatat, terdapat 99 rencana penawaran umum di pasar modal Indonesia senilai Rp 83,32 triliun. “Sebanyak 61 perusahaan merencanakan 99 penawaran umum dengan nilai sebesar Rp 83,32 triliun,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi pada konferensi pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Rapat Dewan Komisioner Bulanan Oktober 2022 secara virtual pada Kamis (3/11).Rencana penawaran umum itu terdiri dari berbagai jenis efek antara lain, penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham, penawaran umum terbatas (PUT), serta efek bersifat utang dan sukuk (EBUS). “Minat penghimpunan dana masih terjaga tinggi. Per 25 Oktober 2022, penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp 190,9 triliun dengan 48 emiten baru yang tercatat. Itu belum termasuk emiten baru yang mengantre di pipeline,” tegas dia.

Inarno melanjutkan, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga masih positif. Hingga 25 Oktober 2022, IHSG mampu menguat 0,10% secara month-to-date (mtd) di tengah pengetatan likuiditas global. Penguatan tersebut, menurut Inarno, membawa IHSG merangsek menuju level 7.048,38 dengan non-resident mencatat[1]kan inflow sebesar Rp 7,74 triliun secara mtd. Bahkan secara ytd, IHSG tetap perkasa sebesar 7,09% dengan non-resident membukukan net buy Rp 77,22 triliun. Sementara itu di pasar SBN, non-resi[1]dent mencatatkan outflow Rp 16,04 triliun (mtd), sehingga mendorong kenaikan rata-rata yield SBN sebesar 23,27 bps mtd di seluruh tenor. Alhasil, yield SBN secara ytd pun ikut terdongkrak sebesar 103 bps dengan non-resident mencatatkan net sell Rp 177,13 triliun. (Yoga)


Memburu Emiten Bank Bervaluasi Murah

Hairul Rizal 03 Nov 2022 Kontan (H)

Mayoritas emiten bank yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) telah merilis laporan keuangan per 30 September 2022. Per 1 November 2022, dari 46 emiten, cuma lima bank yang belum melaporkan kinerja keuangan periode sembilan bulan pertama 2022. Mereka adalah Bank Amar (AMAR), Bank MNC Internasional (BABP), Bank KB Bukopin (BBKP), Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank NationalNobu (NOBU). Dus, realisasi kinerja keuangan yang telah dicapai perbankan di Indonesia mengubah perhitungan valuasi harga saham mereka. Berdasar data yang dihimpun KONTAN, ada 19 emiten bank yang valuasinya sangat murah. Lantaran punya price to book value (PBV) di bawah satu kali. Sebagian di antaranya berstatus sebagai bank besar. Sebanyak enam emiten bank termasuk dalam Kelompok Bank berdasar Modal Inti 3 (KBMI 3) dengan modal inti di atas Rp 14 miliar hingga Rp 70 triliun. Mereka: Bank Tabungan Negara (BBTN), Bank Danamon (BDMN), Bank Maybank Indonesia (BNII), Bank OCBC NISP (NISP), Bank BTPN (BTPN) dan Bank CIMB Niaga (BNGA). Dari 19 bank dengan valuasi paling murah di bawah satu kali itu, lima emiten masih berjuang memenuhi ketentuan modal inti minimum OJK. Per 30 September 2022 modal inti mereka di bawah Rp 3 triliun.

SOS! Gelombang PHK Industri Tekstil Kembali Datang

Yoga 03 Nov 2022 Kontan (H)

Industri tekstil danproduk tekstil (TPT) nasional mengirim pesan darurat: mereka terpapar efek resesi global dan guyuran produk impor. Ujungnya gelombang PHK tak terhindarkan. Asosiasi pertekstilan Indonesia (API) menyatakan, jumlah pekerja industri tekstil yang terkena PHK sejak pandemi Covid-19 mencapai 45.000 pekerja. Data Perkumpulan Pengusaha Tekstil Provinsi Jabar memperlihatkan, sampai kini 64.000 pekerja dari 124 perusahaan tekstil di Jabar terkena PHK.

Jumlah pekerja yang terkena PHK bisa bertambah karena masih banyak pemain tekstil yang belum melaporkan kondisi terkini, terutama di kalangan Industri Kecil Menengah (IKM). Jeremi Kartiwa Sastraatmaja Ketum API menilai industri TPT tertekan mandeknya permintaan ekspor dari Eropa karena daya beli masyarakat Eropa tergerus, sehingga mreka lebih memprioritaskan kebutuhan yang lebih pokok , alih-alih produk fesyen. Sedang pasaqr domestik yang menjanjikan karena populasi yang besar, belum optimal karena gempuran tekstil impor. (Yoga)

Target Ambisius Keluar dari Jebakan Ekonomi 5%

Hairul Rizal 03 Nov 2022 Kontan

Indonesia harus berjibaku untuk keluar dari jebakan pertumbuhan ekonomi 5% yang sudah berlangsung sejak tahun 2013. Sebelumnya pertumbuhan ekonomi Indonesia sempat di atas 6%, khususnya selama periode 2008 sampai 2012. Persoalannya kondisi ekonomi saat ini lagi loyo. Ancaman resesi serta krisis energi dan pangan menghadang laju ekonomi dalam negeri. Upaya untuk keluar dari jebakan ekonomi 5% pun semakin berat. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah telah menyiapkan beberapa program kebijakan yang telah maupun akan dilakukan. Pertama, menjaga tingkat inflasi. Bersama dengan otoritas terkait, pemerintah akan menjaga inflasi dari sisi suplai, sehingga bisa menjaga daya beli masyarakat. Kedua, memperbaiki kualitas belanja negara sehingga bisa menggerakkan perekonomian lewat proyek pembangunan. Ketiga, menggenjot investasi yang salah satunya dengan meningkatkan kemudahan berusaha atau ease of doing business (EoDB). Keempat, mendorong pertumbuhan berbagai sektor usaha. Antara lain sektor manufaktur agar bisa banyak menyerap tenaga kerja. Selain itu, pemerintah akan mendoorong hilirisasi sumber daya alam untuk menghasillkan nilai tambah barang output.

Pilihan Editor