PENURUNAN PRODUKSI ALAMIAH : Pertamina Hulu Mahakam Genjot Pemboran Sumur
General Manager Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Krisna mengatakan bahwa pihaknya tengah menerapkan sejumlah inovasi dan aplikasi teknologi untuk meningkatkan recovery rate dari sumur-sumur minyak dan gas bumi (migas) yang ada di kawasan tersebut. “Kami terus berupaya menahan laju penurunan produksi alamiah dengan menerapkan praktik-praktik engineering terbaik dalam operasi produksi, drilling, well intervention atau well connection, maintenance atau inspection works,” katanya, Senin (7/11). Krisna menambahkan, langkah strategis itu dilakukan untuk memenuhi target WP&B 2022 yang diberikan oleh SKK Migas dengan capaian produksi gas bumi sebesar 550 MMSCFD, dan 19,5 Kbbld minyak.
Sanur Jadi KEK Kesehatan Pertama di Indonesia
Pemerintah resmi menetapkan Sanur yang berlokasi di Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Penetapan ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 41 Tahun 2022 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Sanur yang diteken Presiden Joko Widodo pada 1 November 2022.
Kawasan seluas 41,26 hektare (ha) itu ditetapkan sebagai KEK pertama yang berfokus pada industri kesehatan dan pariwisata di Indonesia. KEK yang berada di areal Hotel Grand Inna Bali Beach Sanur ini dikelola oleh BUMN PT Hotel Indonesia Natour.
KEK anyar ini ditargetkan bisa menyerap investasi sebesar Rp 10,2 triliun. Dari jumlah investasi itu, sebanyak Rp 3,7 triliun sudah terealisasikan dalam bentuk aset Hotel Grand Inna Bali Beach.
Akhir Siaran Analog Mengusik Omzet Iklan Stasiun TV
Pemerintah resmi menghentikan siaran TV analog atau Analog Switch-Off (ASO) mulai Rabu (2/11) pekan lalu. Namun implementasi migrasi ke TV digital yang berawal dari wilayah Jabodetabek ini, masih menyisakan problem di lapangan. Terutama, akses atas
set top box
(STB) yang belum merata. Alhasil, kondisi ini bisa mempengaruhi
audience share
dan berujung menggerus pendapatan iklan para pengelola stasiun televisi.
Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATSVI) memprediksi migrasi ke TV digital berdampak bagi penurunan pangsa pemirsa (audience share) hingga berimbas ke pemasukan iklan televisi swasta.
"Hal ini karena tingkat kepemilikan pesawat dan/atau perangkat penerima siaran digital seperti STB di masyarakat masih rendah," jelas Sekretaris Jenderal Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATSVI), Gilang Iskandar, kepada KONTAN, kemarin.
Ogah Gaduh di 2024, Kebut Kebijakan Non Populis
Pemerintah berupaya menciptakan stabilitas di masyarakat, terutama menjelang datangnya tahun pemilu 2024. Hal ini tercermin dari beberapa kebijakan pemerintah yang terkesan ingin menciptakan suasana kondusif di masyarakat.
Soal cukai rokok, misalnya, di luar kelaziman pemerintah langsung mengumumkan kenaikan tarif cukai hasil tembakau alias cukai rokok untuk dua tahun ke depan. Rerata kenaikan tahun 2023 dan 2024 masing-masing sebesar 10%.
Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan (Kemkeu) Made Arya Wijaya mengatakan, pemerintah menyediakan anggaran kompensasi dan subsidi energi Rp 339,6 triliun pada 2023.
Memang, anggaran subsidi dan kompensasi energi pada tahun depan lebih kecil dari anggaran tahun ini yang sebesar Rp 502 triliun. Hal ini lantaran pemerintah sudah melakukan penyesuaian harga BBM agar anggaran tahun depan tidak tambah bengkak.
"Arahannya Presiden (Jokow Widodo), kalau bisa sampai tahun 2024 ini tidak gaduh," tambah Arya.
Ditopang Ekspor dan Konsumsi, Ekonomi Bisa Tumbuh 5%-6%
Ekonomi pada kuartal III-2022 diyakini tumbuh lebih tinggi, bahkan bisa menyentuh angka 6% year on year (yoy). Penyebabnya konsumsi rumah tangga dan ekspor yang moncer, serta basis produk domestik bruto (PDB) yang rendah pada periode sama tahun lalu. Danareksa Research Institute (DRI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 sebesar 5,65% yoy, atau melampaui angka pertumbuhan ekonomi kuartal II-2022 yang sebesar 5,44% yoy. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky memperkirakan, pertumbuhan ekonomi kuartal III-2022 di kisaran 5,77%-5,86% yoy.
Harga Melonjak Tinggi, Tiga Saham Emiten Disuspensi
Pada awal bulan November ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah memberikan suspensi terhadap tiga emiten saham. Penghentian sementara perdagangan dilakukan lantaran terjadi
unsual market activity (UMA).
Pada Selasa (1/11), PT Jaya Swarasa Agung Tbk (TAYS) kena suspensi lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Saham TAYS melesat 22,22% ke Rp 660. Dalam seminggu, terjadi lonjakan 30,69%, mengakumulasi penguatan 270,79% sejak awal tahun 2022.
Dengan alasan yang sama, dua emiten Mayapada Grup kepunyaan Dato Sri Tahir juga kena suspensi. Mereka adalah PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO) dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ). Saham MPRO melonjak 24,91% ke harga Rp 1.755 Rabu (2/11). Lalu, saham SRAJ mengakumulasi kenaikan 55,12% dalam seminggu.
Tren Bunga Acuan Naik, Kupon ST009 Bakal Lebih Tinggi
Penggemar investasi surat utang pemerintah bisa mulai merapat kembali. Akhir pekan ini, pemerintah akan mulai melepas sukuk tabungan seri ST009.
Ini adalah surat berharga negara (SBN) ritel seri terakhir yang ditawarkan oleh pemerintah sebelum tutup tahun 2022. Rencananya, ST009 ditawarkan selama 20 hari, mulai 11 November hingga 30 November 2022.
Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro mengatakan, bagi investor SBN ritel, seri ST009 akan menguntungkan, terutama dari sisi tingkat imbal hasil yang ditawarkan. Dia bahkan yakin minat investor akan lebih tinggi dibandingkan saat penawaran ST007 dan ST008 yang masing-masing menawarkan bunga 5,5% dan 4,8%. Pasalnya, ST009 berpotensi memberi kupon lebih tinggi.
Nicodimus memperkirakan, bunga yang ditawarkan seri ST009 ini bisa lebih tinggi dari kupon seri ORI022, yang sebesar 5,95%. Ini karena bunga acuan Bank Indonesia BI 7-day-RR pada Oktober lalu naik 50 bps menjadi 4,75%.
Bankir Mewaspadai Likuiditas Valuta Asing
Kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat alias The Fed dikabarkan membuat likuiditas valuta asing (valas) perbankan mengetat. Bahkan, ada kabar perbankan mulai menghentikan penyaluran kredit dalam bentuk valas.
Namun, bank-bank besar menepis isu ini dan menyatakan masih memiliki likuiditas valas memadai. Sebab, penyaluran kredit menggunakan valas bukanlah inti bisnis bank namun sebagai pelengkap layanan saja.
Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, kredit valas perbankan tumbuh 16,71% yoy menjadi Rp 932,61 triliun per Agustus 2022. Sedangkan secara total, kredit perbankan tumbuh 10,3% yoy menjadi Rp 6,160,0 triliun.
Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyatakan penyaluran kredit valas masih tumbuh terjaga hingga dobel digit per September 2022. Sekretaris Perusahaan BRI, Aestika Oryza Gunarto menyatakan, permintaan kredit terbesar di sektor agribisnis, infrastruktur, transportasi, minyak dan gas, serta energi dan pertambangan. "Komposisinya mencapai 66,17% dari total kredit valas BRI,” ujar Aestika kepada KONTAN Jumat (4/11).
Bank Mandiri menyalurankan kredit valas tumbuh 15,55% year to date (ytd). Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri, Rudi As Aturridha menyatakan, DPK valas tumbuh 12% ytd per September 2022.
PERFORMA PRIMA EKONOMI RI
Soal pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2022, sejumlah kalangan enggan mengendurkan optimisme. Bahkan, laju ekonomi pada kuartal III/2022 diestimasi terus mendaki melampaui realisasi kuartal II/2022 yang sebesar 5,44% (year-on-year/YoY). Alasannya, kinerja investasi belakangan terus menanjak. Performa ekspor juga tak kalah gemilang. Kekhawatiran mengenai melambatnya konsumsi akibat penaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pun perlahan terkikis. Tangguhnya konsumsi terefleksi dalam data inflasi yang menunjukkan penurunan pada bulan kedua tarif BBM baru yang menandai masih kuatnya daya beli masyarakat. Pemerintah memperkirakan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III/2022 berada pada rentang 5,5%—5,7%. Pun dengan estimasi ekonom yang masih berada dalam kisaran sasaran pemerintah itu. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, mengatakan soliditas ekonomi pada kuartal III/2022 menjadi amunisi bagi pemerintah untuk menghadapi kuartal IV/2022. Sri Mulyani menuturkan, mayoritas indikator ekonomi pada kuartal III/2022 berada pada teritorial positif. Pertama, menurunnya scarring effect pandemi Covid-19 seiring dengan pelonggaran mobilitas masyarakat. Kedua, konsumsi dan dunia bisnis yang makin menggeliat, tecermin dari kinerja perpajakan yang telah melampaui realisasi sepanjang 2021. Ketiga, aktivitas investasi dan ekspor sebagai sektor utama penopang produk domestik bruto (PDB) juga mencatatkan performa yang cukup ciamik.
VISI TOP 10 GLOBAL ISLAMIC BANK Wapres : Saatnya BSI Mengarungi Samudra
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) didorong agar dapat mengembangkan layanannya lebih dalam di luar negeri dan tumbuh lebih cepat hingga menjadi Top 10 Global Islamic Bank. Hal itu disampaikan Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin saat meninjau Kantor Perwakilan BSI di Gate District 3, DIFC, Sheikh Zayed Road, Dubai, Uni Emirat Arab (UEA) akhir pekan lalu. Ma’ruf juga berharap agar BSI dapat menjadikan Indonesia sebagai kiblat industri syariah dan ekosistem halal dunia.
Menurutnya, hubungan baik yang terjalin antara Indonesia dan UEA dapat menjadi batu loncatan bagi BSI untuk terus mengembangkan bisnis, khususnya di area Timur Tengah dan Afrika Utara. Apalagi Indonesia dan UEA sudah memiliki perjanjian kerjasama United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE–CEPA).Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan BSI sangat berterimakasih atas dukungan penuh pemerintah kepada perseroan dalam mewujudkan visi menjadi Top 10 Islamic Bank 2025.









