Harga CPO Tahun 2023 Tembus US$ 1.000 per Ton
Meski perekonomian dunia terancam resesi, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) yakin, harga CPO di pasar internasional sepanjang 2023 bisa menembus US$ 1.000 per ton. Harga CPO di pasar global selama Januari-Oktober 2022 rata-rata mencapai US$ 1.142 per ton. Sepanjang 2021, harga CPO di level US$ 1.131 per ton, naik signifikan dari 2020 yang hanya US$ 752 per ton. Ketua Bidang Luar Negeri Gapki Fadhil Hasan menjelaskan, setelah mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi sepanjang 2021 dan 2022, harga CPO pada tahun 2023 diproyeksikan sedikit melemah karena pengaruh resesi ekonomi global.
“Harga CPO tahun 2023 masih bisa mendekati US$ 1.000 per ton jika situasi ekonomi global tidak mengalami resesi parah, tetapi jika situasi tidak menentu maka harga CPO bisa di bawah US$ 1.000 per ton,” ungkap Fadhil saat menjadi pembicara dalam 18th Indonesian Palm Oil Conference and 2023 Price Outlook (IPOC 2022) di Nusa Dua, Bali, Jumat (04/11). Faktor utama yang mempengaruhi harga CPO adalah situasi ekonomi global. Apabila ekonomi global membaik, harga komoditas perdagangan dunia termasuk CPO juga ikut membaik. Sebaliknya, jika situasi ekonomi dunia memburuk, harga CPO juga ikut terdampak. IMF dan World Bank memproyeksikan pertumbuhan ekonomi global pada 2023 sebesar 3,2% dan direvisi menjadi 2,7%. “Pertumbuhan ekonomi yang cukup rendah pasti mempengaruhi pasar minyak nabati dunia dan turunnya permintaan terhadap CPO,” ungkap Fadhil. (Yoga)
Tags :
#Industri CPOPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023