Fintech Masih Rajin Ekspansif
Financial technology
(fintech) lending
di tengah ancaman resesi masih ada yang ekspansi. Setelah banyak fintech mengakuisisi bank, kini mereka berlanjut dengan melirik industri multifinance. Tentu, ekspansi pasar menjadi salah satu tujuan.
Terbaru, ada Grup Modalku yang mengakuisisi PT Buana Sejahtera Multidana atau kini berubah nama menjadi PT Modalku Finansial Indonesia (Modalku Finance). Sayang, Modalku tak mengungkap uang yang digelontorkan untuk akuisisi tersebut tak diumumkan.
Kami lihat multifinance saat ini lebih banyak berfokus pada kendaraan bermotor ataupun alat berat. Kita agnostik tidak terafiliasi dengan siapapun, UMKM yang membutuhkan permodalan kita layani, ujar Presiden Direktur Modalku Finance, Steven Gunawan, Selasa (22/11).
Aksi ekspansi ini bukanlah yang pertama kali bagi Modalku. Sebelumnya, melalui anak usahanya Funding Asia Group, Pte. Ltd, Modalku memiliki saham 10% di PT Bank Index Selindo.
MEMOMPA DENYUT PENGHILIRAN
Kebijakan pelarangan ekspor bijih nikel Indonesia kena semprit Organisasi Dagang Dunia. Tak surut dengan keputusan itu, pemerintah pun bakal mengajukan banding. Sejalan dengan upaya itu, sejumlah kalangan menilai hal tersebut menjadi momentum untuk mengakselerasi penghiliran yang telah terbukti berdampak nyata bagi ekonomi nasional. Apalagi, setelah nikel, pemerintah sudah punya rencana melarang ekspor balok timah atau tin ingot dan washed bauxite (WBx) dalam waktu dekat. Sama seperti nikel, kebijakan itu pun rawan digugat ke WTO. Pemerintah Indonesia telah menegaskan tidak akan mencabut kebijakan larangan ekspor bijih nikel sebelum keputusan sengketa itu diadopsi Dispute Settlement Body (SDB) World Trade Organization (WTO). Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah akan mempertahankan kebijakan penghiliran mineral, khususnya nikel dengan mempercepat proses pembangunan smelter. Hal tersebut pun sejalan dengan yang disampaikan Presiden Joko Widodo. Dalam beberapa kesempatan, Presiden menyatakan pemerintah tidak takut dengan gugatan sengketa terkait dengan larangan ekspor bijih nikel yang diajukan Uni Eropa ke WTO. Setali tiga uang, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menegaskan tekad pemerintah untuk melaksanakan penghiliran sebagai salah satu agenda yang bersinergi dalam mendukung pemulihan ekonomi dan reformasi struktural.
Berkelit dari Ancaman Resflasi
Tahun depan akan menjadi pertaruhan bagi semua negara di dunia untuk bisa menghindari krisis atau sebaliknya, malah jatuh ke dalam lubang resesi sehingga proses pemulihan perekonomian menjadi terhambat. Adalah Bank Indonesia yang memperkenalkan istilah kekinian yaitu resflasi sebagai ancaman baru yang membayangi perekonomian global. Ancaman itu dinamakan resflasi sebagai kependekan dari risiko resesi dan tingginya inflasi. Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (21/11), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan istilah stagflasi yang selama ini banyak dikenal, telah mengalami perluasan dengan adanya risiko resesi. Tingginya tingkat inflasi akibat gangguan rantai pasokan dan pengetatan pasar tenaga kerja di AS dan Eropa di tengah pelemahan permintaan global, mendorong risiko perlambatan ekonomi global. Situasi tersebut dapat menekan pertumbuhan global dari yang semula diprediksi berada di 3% pada 2022, turun menjadi 2,6% pada 2023. Inilah mengapa semua negara dihadapkan pada risiko resesi akibat dari perlambatan ekonomi yang dibarengi dengan inflasi tinggi. Kenaikan suku bunga acuan di banyak negara maju tersebut membuat tingkat inflasi akan sulit diturunkan secara cepat karena gangguan yang terjadi berasal dari sisi pasokan. Inflasi yang terjadi itu lebih disebabkan oleh lonjakan harga energi dan gangguan rantai pangan sehingga laju inflasi dan suku bunga seolah-olah saling mengejar. Fed Fund Rate misalnya diperkirakan masih akan naik meskipun tidak sebesar November 2022 mengingat data inflasi di AS telah menunjukkan penurunan. Kenaikan Fed Fund Rate pada sidang Federal Open Market Committee (FOMC) Desember mendatang diperkirakan maksimal mencapai besaran 50 basis poin atau lebih rendah dibandingkan dengan kenaikan terakhirnya di November 2022.
Presiden Janji Cari Solusi Atasi Harga
Presiden Jokowi, saat mengecek Pasar Malang Jiwan Colomadu, Karanganyar, Jateng, Senin (21/11), menyatakan bakal mencari solusi atas kenaikan harga komoditas pangan. Saat mengecek, Presiden mendapati harga minyak goreng dan tempe naik. ”Memang kedelainya sekarang di harga Rp 15.000 (per kg),” ujarnya. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira menyatakan, kenaikan harga sejumlah komoditas impor, seperti kedelai dan gandum, perlu diwaspadai. (Yoga)
Upah Minimum 2023 Perlu Dikaji Kembali
JAKARTA, ID — Kenaikan upah minimum tahun 2023 hingga 10% sama sekali tidak mencerminkan kepekaan terhadap kondisi ekonomi dunia yang tengah didera krisis dan kini di ambang resesi. Perusahaan tekstil dan produk tekstil (TPT) serta alas kaki mulai mem-PHK karyawan akibat permintaan ekspor yang anjlok hingga lebih dari 50%. Kenaikan upah minimum yang baru saja diumumkan bertentangan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Para pelaku usaha mendukung kenaikan upah minimum demi meningkatkan daya beli masyarakat dan menggerakkan ekonomi. Tapi, kenaikan upah minimum berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023 tidak sesuai PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan. Mengacu pada PP No 36/2021, kenaikan upah minimum hanya sekitar 2%-3%. (Yetede)
Saham Bank Papan Atas Tetap Jadi Favorit
JAKARTA, ID – Sejumlah saham perbankan diprediksi bakal menorehkan kenaikan harga yang atraktif hingga akhir tahun sejalan dengan performa perusahaan. Para analis memfavoritkan beberapa saham papan atas yang berpotensi mendulang gain, seperti PT Bank Negara Indonesia Tbk, (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN). Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana secara teknikal merekomendasikan saham BBCA dengan kisaran buy pada level Rp 8.675- 8.775 dengan target harga pada Rp 9.000-9.175. Dia juga menyarankan BBRI dengan kisaran buy di Rp 4.370-4.500 dengan target harga Rp 4.700-4.850. Selain itu, Herditya memilih saham BBTN dengan kisaran buy Rp 1.475-1.510 dan target harga Rp 1.600-1.650. “Untuk BBNI, kami rekomendasikan range buy di Rp 8.800-9.050 dan target harga Rp 9.700-10.000,” ujarnya kepada Investor Daily, Senin (21/11/2022).
Indonesia Ajukan Banding Atas Putusan WTO
JAKARTA, ID - Pemerintah Indonesia mengajukan upaya banding atas keputusan panel Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mengenai sengketa kebijakan larangan ekspor nikel. Keputusan panel diterbitkan pada 17 Oktober 2022 menyusul gugatan Uni Eropa yang tercatat dalam sengketa DS 592. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, sengketa DS 592 WTO memutuskan bahwa kebijakan larangan ekspor dan kewajiban pengolahan dan pemurnian mineral dalam negeri terbukti melanggar ketentuan WTO. “Pemerintah berpandangan bahwa keputusan panel belum memiliki kekuatan hukum yang tetap sehingga masih terdapat peluang banding dan tidak perlu mengubah peraturan atau bahkan mencabut kebijakan yang dianggap tidak sesuai sebelum keputusan diadopsi oleh dispute settlement body,” kata Arifin dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR di Jakarta, Senin (21/11). (Yetede)
Produksi Kijang Innova Hybrid, Toyota Investasi Rp 4,2 Miliar
JAKARTA, ID – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) memproduksi All New Kijang Innova Zenix yang merupakan mobil hybrid electric vehicle (HEV) pertama Toyota yang dibuat di Indonesia. Toyota menggelontorkan dana investasi Rp 4,2 triliun untuk pengembangan mobil yang diproduksi di Karawang, Jawa Barat tersebut. “All New Kijang Innova Zenix ini menghadirkan pilihan kendaraan elektrifikasi Hybrid Electric Vehicle (HEV). Produksi mobil Kijang generasi ke-7 ini menelan investasi sebesar Rp 4,2 triliun,” kata Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono dalam acara “The First Production of Local Electrified Vehicle: From Indonesia to the World” yang diadakan TMMIN di Karawang, Jawa Barat, Senin (21/11/2022. Menurut Warih, produksi lokal Kijang Innova Zenix juga mencerminkan posisinya yang tumbuh berkembang bersama industri otomotif dan konsumen Indonesia selama 45 tahun hingga kini masuk ke era elektrifikasi. Kijang Innova Zenix HEV juga menorehkan sejarah sebagai ekspor model elektrifikasi pertama Toyota Indonesia yang akan menjangkau pelanggan di 13 negara di kawasan Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin. (Yetede)
Wika Tambah Setoran Modal, KCJB Tetap Dapat Direalisasikan
JAKARTA, ID – Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan dapat direalisasikan menyusul langkah PT Wijaya Karya Tbk (Wika) menambah setoran modal sebesar Rp 6,12 triliun kepada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) selaku pemegang 60% saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), pelaksana proyek KCJB. “Dengan pelaksanaan transaksi itu, perseroan dapat meningkatkan kepemilikan saham pada PSBI. Selanjutnya, proyek KCJB akan dapat direalisasikan, dan PSBI melalui KCIC akan mengelola proyek KCJB akan menghasilkan laba berkontribusi terhadap pendapatan akan meningkatkan nilai saham perseroan,” jelas manajemen Wika dalam keterangan tertulis yang dikutip pada Senin (21/11/2022). Transaksi Wika itu berupa setoran modal berskema konversi uang muka setoran modal menjadi modal, dan setoran tunai. Wika sendiri saat ini telah merealisasikan penyertaan modal yang dicatat sebagai uang muka setoran modal pada PSBI senilai Rp 6,10 triliun, dan berencana mengonversi uang muka setoran modal tersebut menjadi setoran modal. (Yetede)
Bank Raya Percepat Inklusi Keuangan Dengan Pinang Connect
JAKARTA, ID – PT Bank Raya Indonesia Tbk telah menjalin kolaborasi strategis dengan berbagai ekosistem fintech di Indonesia melalui produk pinjaman perseroan bernama Pinang Connect. Hal ini sebagai komitmen Bank Raya untuk mempercepat inklusi keuangan dan memungkinkan masyarakat maupun pelaku usaha mengakses produk keuangan digital lebih luas. Hingga September 2022, jumlah outstanding produk Pinang Connect mencapai lebih dari Rp 283 miliar. Bank Raya berkomitmen untuk mendorong produktivitas dan peluang pertumbuhan para pelaku usaha di Indonesia melalui layanan Pinang Connect. Ini merupakan salah satu produk pinjaman Bank Raya untuk pelaku usaha melalui penyaluran kepada fintech atau P2P lending. Berkaitan itu, perseroan bekerja sama dengan dengan PT Pasar Dana Pinjaman (Danamas), platform peer to peer lending berbasis teknologi di bawah Sinarmas Financial Services untuk menyalurkan pinjaman modal usaha. Kerja sama ini memungkinkan para pelaku usaha yang ada di ekosistem Danamas untuk mengakses pinjaman produktif lewat Bank Raya. Hal tersebut memberi peluang baru bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis dengan lebih baik. ((Yetede)









