;

Layak Koleksi Meski Suku Bunga Tinggi

Yuniati Turjandini 23 Jan 2023 Tempo

JAKARTA-Saham-saham sektor properti diyakini masih tetap menarik dikoleksi dengan orientasi investasi jangka panjang. Analisis dan Infovesta Kapotal Advisorim Fajar Dwi Alfian, menuturkan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk membeli saham emiten properti yang tengah murah atau undervalue karena tekanan pasar. Sebagaimana diketahui, tekanan silih berganti  menghampiri industri properti, khususnya yang berhubungan dengan tren kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia serta inflasi Bank Indonesia serta inflasi global. "Ada saham-saham emiten properti dengan nilai PER (price earning ratio) di bawah rata-rata sektor properti dan memiliki fundamental yang bagus," ujar Fajar, kemarin. Fundamental yang baik itu tercermin dari perolehan penjualan  dan capaian laba bersih hingga kuartal III 2022 yang masih meningkat. (Yetede)

Getah Gaharu Jadi Buruan Warga di Kalteng

Yoga 23 Jan 2023 Kompas

Pasar hasil hutan bukan kayu di Kalimantan Tengah bergeliat. Kini, getah pohon gaharu (Aquilaria malaccensis) diburu karena bernilai puluhan juta. Maret Bantap (24), warga Desa Kubung, Kecamatan Delang, Lamandau, menjual 2 kilogram getah gaharu senilai Rp 86 juta hasil berburu di hutan selama satu minggu. ”Mencari di hutan, kami hanya ambil getahnya. Pohonnya tidak ditebang,” ujarnya, Minggu (22/1). (Yoga)

Industri Pertahanan Masih Hadapi Tantangan

Yoga 21 Jan 2023 Kompas

Tantangan industri pertahanan RI untuk masuk dalam rantai pasok global adalah masih belum lengkapnya informasi aset nasionalnya terkait industri pertahanan. Hal ini disampaikan Yono Reksoprodjo, Kepala Divisi Transfer Teknologi dan Ofset Komite Kebijakan Industri Pertahanan saat Workshop Online Lab45 dan RSIS, Jumat (20/1). (Yoga)

Suku Bunga dan Tekanan Inflasi

Yoga 21 Jan 2023 Kompas

Seperti diprediksi, BI kembali menaikkan bunga acuan 25 basis poin ke 5,75 %. Langkah ini mampu meredakan inflasi yang naik akibat kenaikan harga BBM dan barang impor. BI menjelaskan, kenaikan bunga acuan ini dimaksudkan untuk mengembalikan inflasi inti ke target 2-4 % pada semester I-2023 (Kompas, 20/1). Dengan inflasi inti serta inflasi umum per Desember 2022 tercatat 3,36 % dan 5,51 % (yoy) di atas sasaran 2-4 %. Para pengamat sebelumnya sudah memprediksi, BI masih akan agresif  menaikkan bunga acuan, 3-4 kali tahun ini, dengan suku bunga di akhir 2023 diprediksi 6,0-6,5 %. Sejak Agustus 2022, BI tercatat enam kali menaikkan suku bunga dengan total kenaikan 225 basis poin (bps).

Hanya sedikit pengamat yang meyakini BI untuk sementara menahan suku bunga kali ini. Alasan mereka, meskipun masih dihadapkan pada inflasi global yang tinggi dan tren kenaikan suku bunga acuan yang agresif di negara-negara maju,tekanan inflasi di dalam negeri relatif terkendali beberapa bulan terakhir. Demikian pula tekanan terhadap rupiah, dengan nilai tukar rupiah sempat terkoreksi. Di satu sisi, kenaikan suku bunga BI bisa menahan inflasi, tetapi pada saat yang sama, naiknya suku bunga bisa berdampak pada pertumbuhan sektor riil, konsumsi dalam negeri, dan pertumbuhan ekonomi. Keseimbangan dan ramuan bauran kebijakan yang tepat menjadi penting. (Yoga)


Eksportir Berminat Tempatkan Devisa

Yoga 21 Jan 2023 Kompas

Para eksportir merespons positif rencana pemerintah dan BI membuat skema khusus penempatan devisa hasil ekspor. Langkah tersebut dinilai bisa menarik minat eksportir menaruh devisanya di dalam negeri. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno, Jumat (20/1) mengatakan, pada prinsipnya, pelaku usaha menyambut baik ajakan pemerintah agar eksportir menyimpan devisa hasil ekspornya di dalam negeri ketimbang di luar negeri. Selama ini, eksportir memang membutuhkan jaminan dan insentif dari pemerintah agar penyimpanan dana devisa hasil ekspor (DHE) di dalam negeri tidak merugikan eksportir. Ia menilai rencana pemberian sejumlah kemudahan yang sedang disusun pemerintah, seperti jaminan suku bunga yang kompetitif terhadap negara lain, insentif pajak, serta imbal hasil yang kompetitif, itu bisa menarik minat sekaligus memberi jaminan pada pelaku usaha.

”Instrumen forex dalam negeri selama ini kalah bersaing dengan negara tetangga. Dengan skema baru ini, diharapkan bisa lebih kompetitif dan menang bersaing. Namun, harus diingat, Indonesia itu menganut rezim devisa bebas, bukan devisa kontrol, untuk menarik investasi,” tutur Benny. Kepala Sekolah Ekspor dan Ketua GPEI Handito Joewono menambahkan, pemerintah perlu menerapkan pendekatan yang berbeda untuk tiap sektor karena kebutuhan eks-portir di tiap sektor berbeda-beda. Menurut dia, sejumlah kemudahan dan insentif yang saat ini disiapkan pemerintah bisa menarik minat pelaku ekspor di sektor pengolahan serta eksportir pemula. Namun, instrumen serupa belum tentu menarik bagi eksportir komoditas sumber daya alam. (Yoga)


Dampak Perilaku CEO ke Merek

Yoga 21 Jan 2023 Kompas

Dunia terus menyoroti Elon Musk. Dari soal disrupsi yang dilakukan, aksi korporasi, hingga perilakunya. Selama ini dia mendapat puja-puji, tetapi belakangan public ”menghukumnya”. Citra perusahaan jadi bermasalah. Perilaku CEO memang tak bisa dilepaskan dari citra perusahaan. Publik memiliki penilaian sendiri kendati CEO berusaha memoles diri. Bisnis perusahaan bisa terdampak. Survei terbaru yang dilakukan oleh Morning Consult Brand Intelligence dan dikutip Forbes menyebutkan, saat ini hanya 13,4 % orang dewasa AS yang suka Tesla, perusahaan Elon Musk. Angka ini turun dibandingkan bulan lalu 16 % dan 28,4 % pada Januari 2022. Turun 15 % selama setahun. Masalah bisnis dan keterbelahan politik jadi penyebab penurunan itu. Problem Musk yang tak menentu di Twitter dan investor Tesla frustrasi karena Musk terlalu fokus pada platform media sosial. Di sisi lain, popularitas Tesla buruk di kalangan orang yang mengidentifikasi diri sebagai pendukung Partai Demokrat. hasil survei itu makin menarik ketika kita melihat lebih detail. Hanya 3 % orang dewasa itu yang memiliki penilaian baik terhadap merek kendaraan listrik itu. Angka ini turun dari 10,3 % pada Desember 2022. Kelompok orang dewasa ini penting karena memiliki daya beli.

Kesimpulan umum menyebutkan bahwa perilaku CEO berpengaruh terhadap citra perusahaan dan merek. Riset di Lituania dengan 186 responden yang merupakan konsumen potensial dari perusahaan Lituania yang sukses menunjukkan, ciri-ciri psikologis dan perilaku verbal dan nonverbal CEO memiliki dampak tertinggi bagi merek. Sebaliknya, kepemimpinan CEO memiliki dampak terendah pada kepercayaan konsumen terhadap organisasi. Di Malaysia, riset terhadap 102 responden di peritel dengan spesialis produk  kecantikan di Kuala Lumpur menunjukkan persepsi merek berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Di sisi lain, persepsi terhadap CEO tak berpengaruh signifikan terhadap konsumen saat membeli produk kosmetik. Riset di Korsel untuk produk fashion menunjukkan, citra CEO dalam hal kompetensi manajerial, kepemimpinan, dan daya tarik pribadi berdampak pada citra perusahaan. Dampak citra itu berwujud dalam citra produk, citra tanggung jawab social perusahaan, dan citra kultur perusahaan. CEO Net Reputation Adam Petrilli dalam sebuah tulisannya di Ceoworld Magazine menyebutkan, citra CEO bernilai 50 % dari reputasi merek. Reputasi CEO buruk, otomatis berpengaruh pada nilai reputasi merek. (Yoga)


Lelang Aset Sitaan Catat Rekor Tertinggi

Yoga 21 Jan 2023 Kompas

Pemerintah membukukan transaksi pokok lelang senilai Rp 35,23 triliun pada 2022 dan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah Tanah Air. Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang tersisa berupa lelang sejumlah asset sitaan jumbo dari kasus-kasus besar, seperti Jiwasraya dan Bantuan Likuiditas BI (BLBI) yang sampai sekarang sulit laku. Berdasarkan data Ditjen Kekayaan Negara Kemenkeu (DJKN Kemenkeu), nilai transaksi lelang Rp 35,23 triliun pada 2022 itu memenuhi 117 % target Rp 30 triliun. Jumlah itu meningkat dari tahun-tahun sebelumnya. Seiring bertambahnya nilai transaksi tersebut, total PNBP yang masuk ke kas negara dari transaksi lelang juga terus meningkat. Pada 2022, pemerintah membukukan PNBP lelang senilai Rp 850 miliar, meningkat dari Rp 726 miliar pada 2021. Secara keseluruhan, total penerimaan negara dari transaksi lelang sepanjang 2022 mencapai Rp 2,78 triliun. Di luar PNBP, kontribusi lelang terhadap penerimaan negara Rp 1,57 triliun, hasil bersih lelang itu langsung masuk ke kas negara; Rp 265,6 miliar pajak pusat (PPh), dan Rp 93 miliar pajak daerah (bea perolehan hak atas tanah dan bangunan).

Direktur Lelang DJKN Kemenkeu Joko Prihanto, Jumat (20/1) mengatakan, transaksi yang bersumber dari upaya penegakan hukum dan pemulihan keuangan negara hampir mencapai Rp 2 triliun, berasal dari lelang barang milik negara/daerah Rp 882,95 miliar, lelang barang rampasan/sitaan kejaksaan Rp 625,4 miliar, dan lelang barang dari eksekusi pengadilan Rp 378,67 miliar. Pada 2022 terjadi peningkatan transaksi lelang dari kategori pemulihan keuangan negara dan penegakan hukum karena ada beberapa kasus besar yang putusannya sudah inkrah (mengikat) dan proses lelangnya sudah mulai bisa dilaksanakan. Namun, lelang dari kategori ini masih menyisakan pekerjaan rumah untuk dilanjutkan pada 2023. Pasalnya, masih ada beberapa aset jumbo dengan nilai triliunan dari sitaan kasus-kasus besar yang sampai sekarang masih belum laku. ”Untuk asset yang besar-besar ini masih terus kita upayakan, sebagian akan kita lelang ulang di triwulan I tahun 2023 ini,” kata Joko dalam konferensi pers di Jakarta. (Yoga)


Bappebti Siapkan Bursa Aset Kripto Tahun Ini

Yoga 21 Jan 2023 Kompas

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Didid Noordiatmoko pada penutupan Rapat Kerja Bappebti di Jakarta, Jumat (20/1) menyatakan, Bappebti bersiap menghadirkan bursa aset kripto pada tahun 2023. Hal ini tertuang dalam rumusan hasil rapat kerja tersebut. Komitmen itu juga sesuai mandat UU No 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi. (Yoga)

PROPERTI Tertahan Bunga Kredit dan Tahun Politik

Yoga 21 Jan 2023 Kompas

Tren pencarian properti segmen menengah atas, yang meningkat tahun lalu, diprediksi tertahan tahun ini. Kenaikan suku bunga kredit dan periode tahun politik berpotensi mendorong perlambatan sektor properti. Ketua Umum Asosiasi Real Estat Broker Indonesia (Arebi) Lukas Bong mengemukakan, pencarian hunian segmen menengah ke atas menunjukkan tren meningkat sejak 2022. Pembeli rumah di rentang harga Rp 800 juta-Rp 1 miliar per unit itu didominasi untuk hunian (end user) dengan mayoritas pembeli dari kelompok milenial. Tren pencarian rumah menengah ke atas itu berbeda dibandingkan tahun 2021 dan 2020 saat pembelian rumah didominasi untuk rumah yang lebih murah, yakni di bawah Rp 500 juta per unit. Pemulihan ekonomi pada 2022 dan tingkat suku bunga yang relatif rendah mendorong pembelian rumah dengan harga lebih tinggi meningkat.

Meski demikian, Lukas memprediksi, permintaan rumah segmen menengah atas akan tertahan tahun ini karena dampak kenaikan suku bunga kredit. Sebab, 90 % pembeli di segmen menengah atas mengandalkan kredit KPR. Di sisi lain, pengeluaran di semester I tahun ini akan terbagi untuk Lebaran, liburan sekolah, dan tahun ajaran baru. Sementara itu, memasuki semester II, investor cenderung menahan diri menjelang Pemilu 2024. ”Ada kemungkinan tren pembelian properti menengah ke atas yang meningkat akan tertahan,terutama pada semester II yang memasuki masa pemilu,” katanya. CEO 99 Group Indonesia Wasudewan memprediksi sector properti pada 2023 bakal menghadapi tantangan, terutama terkait dampak kondisi ekonomi global serta peningkatan inflasi dan suku bunga dalam beberapa bulan terakhir. Meski demikian, kesadaran generasi muda terhadap pentingnya kepemilikan properti dinilai terus bertumbuh. (Yoga)


Ekonomi Global Lebih Cerah dari Perkiraan

Yuniati Turjandini 21 Jan 2023 Investor Daily (H)

DAVOS, ID – Perekonomian global tahun ini akan lebih baik dari yang dikhawatirkan sebelumnya. Hal itu ditopang oleh inflasi yang berada dalam tren menurun, pembukaan kembali lockdown di Tiongkok, dan kuatnya pasar tenaga kerja. Tetapi tetap penuh dengan risiko, termasuk eskalasi konflik di Ukraina dan munculnya perang dagang lintas Atlantik. Pandangan ini mengemuka pada diskusi panel di akhir World Economic Forum (WEF) 2023 di Davos, Swiss, Jumat (20/1/2023). Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva mengatakan, situasi yang telah meningkat adalah potensi Tiongkok untuk mendorong pertumbuhan global dan IMF sekarang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok sebesar 4,4% untuk 2023. Perkembangan terbaru ini kemungkinan akan mendorong IMF untuk merevisi naik perkiraan pertumbuhan global yang sebesar 2,7%. Tapi Georgieva mengingatkan agar semua pihak tidak mengharapkan adanya peningkatan dramatis pada angka itu. (Yetede)

Pilihan Editor