Dilema Listrik Tenaga Surya
Rencana pemerintah untuk melakukan revisi Peraturan Menteri ESDM No. 21 Tahun 2021 tentang PLTS Atap yang Terhubung pada Jaringan Tenaga Listrik Pemegang IUPTL untuk Kepentingan Umum, memunculkan pro dan kontra.Sebagian pihak menyebut revisi itu bakal memutus sasaran pemerintah untuk mencapai target bauran energi. Di sisi lain, revisi itu justru akan memberi ruang lebih luas bagi partisipasi masyarakat dan pelaku industri dalam pengembangan energi baru terbarukan, khusus pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) Atap.
Langit Cerah Kredit Properti
Bagi yang percaya Feng Shui, ada sejumlah sektor yang menurut prediksi bisa meraup hoki lumayan besar pada tahun ini. Salah satu elemen yang disebut-sebut para pakar Feng Shui bakal membawa cuan adalah bisnis yang berhubungan dengan elemen tanah, yaitu properti. Siap-siap saja sektor-sektor yang berkaitan dengan perumahan, perhotelan, kontraktor, pertanian, hingga bisnis bangunan yang lain bakal mendapat giliran memetik keuntungan. Banyak pebisnis berharap sisa-sisa awan kelabu yang sempat menggelayuti properti pada 2022 akan berganti dengan langit yang cerah pada tahun ini. Sebenarnya, tanda-tanda membaiknya sektor properti sudah tampak sepanjang tahun lalu. Namun, sekeras-kerasnya sektor ini berupaya bangkit, ada rintangan yang kembali mengadang yaitu lonjakan harga komoditas, BBM, badai inflasi, dan rezim suku bunga tinggi. Bank Indonesia (BI) pada 2022 bahkan telah mengatrol suku bunga acuan menjadi 5,5% hanya dalam waktu 5 bulan, dari posisi awal yang terus bertahan di level 3,5%. Oleh karena itu, sedikit terasa aneh di telinga jika ada yang meramalkan bahwa industri properti bisa ketiban hoki pada tahun ini. Yang membuat penyaluran properti lebih optimistis di tengah kenaikan bunga acuan adalah faktor standar penyaluran kredit pada kuartal I/2023 diyakini sedikit lebih longgar dibandingkan dengan kuartal sebelumnya. Indikatornya adalah angka Indeks Lending Standar (ILS) yang mencapai -0,58%. Dengan adanya dugaan kebijakan penyaluran kredit yang lebih longgar, maka terjadi relaksasi pada aspek jangka waktu dan biaya persetujuan kredit.
Regulasi Investasi EBT : Sikut-Sikutan Kepentingan
Sejak kehadiran Peraturan Presiden No. 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik, investor terus melirik potensi pengembangan energi hijau di Tanah Air. Satu sisi, regulasi itu belum cukup kuat menjamin masa depan transisi energi di Indonesia. Keberadaan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Energi Baru Terbarukan (EBT), perlu didorong untuk menjamin kepastian investasi dan sasaran ke depan. Ketua Umum Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Bobby Gafur Umar mengatakan bahwa pemerintah dan DPR perlu memberi perhatian pada pembahasan RUU EBT sebagai payung hukum terhadap masa depan investasi EBT di Indonesia. Bobby yang menjabat sebagai Presiden Direktur PT Maharaksa Biru Energi Tbk. (OASA) menyatakan insentif dari pemerintah merupakan aspek yang dapat mendorong investasi EBT. Selain itu, sektor EBT juga butuh diberikan fleksibilitas dari sisi perolehan tarif awal. Selain itu, menurut Bobby, saat ini pelaku industri EBT juga masih mengharapkan skema power wheeling alias pemanfaatan bersama jaringan tenaga listrik PLN oleh produsen listrik swasta atau independent power producer (IPP) terkait dengan EBT.
Ekspor Batu Bara : Keyakinan Tinggi Emas Hitam Indonesia
Rencana China yang ingin membuka kembali keran impor batu bara dari Australia di tengah upaya penerapan wajib pasok domestik untuk komoditas itu di Negeri Kanguru tidak akan meredam ‘panasnya’ ekspor emas hitam asal Indonesia.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan target ekspor batu bara tahun ini bakal lebih tinggi dibandingkan dengan 2022. Hal itu dilakukan untuk memanfaatkan tingginya permintaan di pasar global.Apalagi, perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung membuat sejumlah negara Eropa kembali meningkatkan konsumsi batu bara agar bisa menjamin pemenuhan kebutuhan energi.Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Lana Saria mengatakan bahwa tahun ini pihaknya menargetkan ekspor batu bara mencapai 517,7 juta ton. Jumlah tersebut naik sekitar 4,11% dari target tahun lalu yang dipatok 497,25 juta ton.Peningkatan target ekspor itu juga sejalan dengan naiknya target produksi batu bara pada tahun ini yang menjadi 694,5 juta ton, serta target wajib pasok domestik (domestic market obligation/DMO) sebanyak 176,8 juta ton.
Kepercayaan diri tersebut juga muncul karena dilatarbelakangi oleh meningkatkan permintaan batu bara dari sejumlah negara yang menjadi pasar nontradisional bagi Indonesia, seperti negara-negara di kawasan Eropa.Keyakinan yang sama juga disampaikan oleh Indonesia Mining & Energy Forum (IMEF). Ketua IMEF Singgih Widagdo mengatakan bahwa permintaan batu bara asal Tanah Air masih akan tetap tinggi pada tahun ini.
Saat ini, produksi batu bara Australia sekitar 590 juta ton per tahun, dengan penggunaan untuk pasar domestik 129 juta ton. Adapun, alokasi ekspor steam coal Australia di pasar dunia sekitar 196 juta ton.Pemerintah Negara Bagian di Australia, seperti New South Wales yang menjadi produsen batu bara terbesar kedua di Negeri Kanguru berencana menerapkan skema baru perdagangan batu bara, di mana penambang lokal perlu menyisihkan 7%—10% untuk cadangan dalam negeri.
Konsorsium United Tractors Bidik Proyek Tol Rp 15,4 Triliun
JAKARTA, ID– PT United Tractors Tbk (UT/UNTR) membentuk konsorsium dengan PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Hutama Karya untuk mengikuti tender proyek jalan tol Sentul Selatan-Karawang senilai Rp 15,4 triliun tahun ini. UT masuk proyek itu melalui PT Persada Utama Infra, anak usaha PT Pamapersada Nusantara (PAMA), perusahaan yang dikendalikan perseroan. Sekretaris Perusahaan UT Sara K. Loebis menjelaskan, di proyek tersebut, Persada Utama Infra bertindak sebagai
pemrakarsa. “Saat ini, proyek itu masih dalam tahap proses tender. Jadi, kami tunggu proses tender itu rampung,” ujar Sara kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. Sebelumnya, juru bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra
S. Atmawdijaja mengatakan, panjang tol Sentul Selatan- Karawang Barat mencapai 61,5 kilometer (km). Ini merupakan satu di antara empat proyek jalan tol yang akan dibangun tahun ini. (Yetede)
Kemenkeu Targetkan Penerbitan SBN Ritel Rp130 Triliun Tahun Ini
JAKARTA, ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, pemerintah pada tahun ini menaikkan target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel menjadi sebesar Rp 130 triliun. Hal ini menunjukkan SBN Ritel mendapatkan sambutan dan antusiasme yang baik dari masyarakat. "Pada 2023 ini pemerintah menaikkan target penerbitan SBN Ritel sebesarRp 130 triliun melalui seri Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Negara Ritel (SR), Savings Bond Ritel (SBR), dan Sukuk Tabungan (ST), serta Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS),” ujar Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Deni Ridwan, di Jakarta, Sabtu (21/1/2023). Deni Ridwan mengatakan, peningkatan target penerbitan SBN Ritel itu seiring dengan semakin meningkatnya capaian penerbitan SBN Ritel pada 2020, 2021, dan 2022 yang masing-masing sebesar Rp 76 triliun, Rp 97 triliun, dan Rp 107 triliun. Pada 2022, Kemenkeu berhasil menerbitkan SBN Ritel sebesar Rp 107 triliun yang dapat menjangkau lebih dari 186 ribu investor. (Yetede)
Proyek MRT East-West Dikebut
JAKARTA, ID - Pemerintah terus mendorong percepatan proyek Mass Rapid Transit (MRT) East-West Line. Proyek ini merupakan pengembangan MRT Fase 3 senilai Rp 160 triliun dengan rute Balaraja-Cikarang sepanjang 84,10 kilometer (km). “Arahan Bapak Presiden bahwa proyek ini bisa diselesaikan atau financial closing di 2024 sehingga tentu program ini perlu kami tindak lanjuti,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku ketua Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dalam pernyataan resminya seperti dikutip Senin (23/1/2023). Airlangga mengatakan, pembangunan MRT East-West tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM serta mengurangi kemacetan yang menjadi masalah utama Jabodetabek. Pemerintah pun berencana untuk menyediakan tiga depo operasional di MRT East-West dengan estimasi penumpang mencapai 1,2 juta per hari. MRT East-West tersebut juga akan mencakup 49 kawasan transit oriented development (TOD). “Sehingga ini akan memberikan solusi atas transportasi publik secara masif,” kata Airlangga. (Yetede)
Imlek, Bandara Soetta Layani 102.894 Penumpang
JAKARTA,ID – Tepat di Hari Perayaan Tahun Baru Imlek 2023 yang jatuh pada Minggu (22/1/2023), jumlah pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) diprediksi mencapai 102.894 penumpang dengan 823 penerbangan. Penumpang melalui Terminal 1 diperkirakan sebanyak 19.792 penumpang, lalu Terminal 2 sebanyak 32.401 penumpang, dan Terminal 3 mencapai 50.701 penumpang. Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Dwi Ananda Wicaksana juga mengungkapkan, Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia, menampilkan berbagai dekorasi dan ornamen Tahun Baru Imlek di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3. Nuansa Imlek di Bandara Soekarno-Hatta diperkuat dengan adanya ornamen gapura berukuran besar dan bernuansa Imlek yang dapat dijadikan untuk spot foto para penumpang pesawat dan pengunjung bandara. Di samping itu, dekorasi lampion juga menghiasi area curb side menuju Plaza Terminal 3. (Yetede)
Pertamina Kembangkan Ekosistem Baterai EV
JAKARTA, ID – PT Pertamina terus turut berperan secara signifikan dalam mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia. Didukung oleh ketersediaan infrastruktur, Pertamina juga ikut mengoptimalkan sumber daya di dalam negeri, salah satunya nikel. Kami yakin dengan cadangan nikel di Indonesia, kami bisa memproduksi baterai dan meningkatkan penetrasi EV,” Nicke Widyawati di Paviliun Indonesia, World Economic Forum, di Davos, akhir pekan lalu. Menurutnya, Pertamina memiliki infrastruktur yang bisa dioptimalkan untuk penetrasi EV serta memiliki data segmentasi karakteristik, mobilitas, dan kemampuan membeli. Selain itu, Pertamina juga memiliki lebih dari 7.400 SPBU, 6.100 Pertashop, dan 63.000 outlet LPG. Pertamina juga siap berkolaborasi dengan pihak lain dari berbagai negara untuk mengembangkan baterai EV dan mengoptimalkan infrastruktur yang dimiliki. (Yetede)
Erick Thohir, Bukti Kerja Pemerintah di Arah yang Benar
JAKARTA, ID – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Jokowi mencapai 76,2% berdasarkan survei LSI adalah penanda pembangunan Indonesia berada di arah yang benar. Masyarakat mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi yang mengarahkan pembangunan dengan pemerataan ekonomi untuk menumbuhkan pusat perekonomian baru dan pembukaan lapangan kerja. Hal ini ditegaskan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada Senin (23/1/2022). “Pak Jokowi sejak awal menekankan pentingnya Indonesia Sentris, pemerataan menjadi kunci dalam menumbuhkan ekonomi. Hal ini yang saya rasa mendapat apresiasi dari masyarakat,” ujar Erick. Sebagai informasi, jika dibandingkan tingkat kepuasaan publik terhadap Jokowi dengan SBY di masa-masa akhir pemerintahannya maka Jokowi masih lebih tinggi. Pada Januari 2013, LSI pernah melakukan survei hanya 35,91% publik yang mengaku puas atas kepemimpinan SBY. Survei itu digelar pada 22-25 Januari 2013 dengan mengambil responden sebanyak 1.200 orang. (Yetede)









