Konsorsium United Tractors Bidik Proyek Tol Rp 15,4 Triliun
JAKARTA, ID– PT United Tractors Tbk (UT/UNTR) membentuk konsorsium dengan PT Jasa Marga Tbk (JSMR), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Hutama Karya untuk mengikuti tender proyek jalan tol Sentul Selatan-Karawang senilai Rp 15,4 triliun tahun ini. UT masuk proyek itu melalui PT Persada Utama Infra, anak usaha PT Pamapersada Nusantara (PAMA), perusahaan yang dikendalikan perseroan. Sekretaris Perusahaan UT Sara K. Loebis menjelaskan, di proyek tersebut, Persada Utama Infra bertindak sebagai
pemrakarsa. “Saat ini, proyek itu masih dalam tahap proses tender. Jadi, kami tunggu proses tender itu rampung,” ujar Sara kepada Investor Daily, akhir pekan lalu. Sebelumnya, juru bicara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra
S. Atmawdijaja mengatakan, panjang tol Sentul Selatan- Karawang Barat mencapai 61,5 kilometer (km). Ini merupakan satu di antara empat proyek jalan tol yang akan dibangun tahun ini. (Yetede)
Kemenkeu Targetkan Penerbitan SBN Ritel Rp130 Triliun Tahun Ini
JAKARTA, ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, pemerintah pada tahun ini menaikkan target penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) Ritel menjadi sebesar Rp 130 triliun. Hal ini menunjukkan SBN Ritel mendapatkan sambutan dan antusiasme yang baik dari masyarakat. "Pada 2023 ini pemerintah menaikkan target penerbitan SBN Ritel sebesarRp 130 triliun melalui seri Obligasi Negara Ritel (ORI), Sukuk Negara Ritel (SR), Savings Bond Ritel (SBR), dan Sukuk Tabungan (ST), serta Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS),” ujar Direktur Surat Utang Negara (SUN) Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Deni Ridwan, di Jakarta, Sabtu (21/1/2023). Deni Ridwan mengatakan, peningkatan target penerbitan SBN Ritel itu seiring dengan semakin meningkatnya capaian penerbitan SBN Ritel pada 2020, 2021, dan 2022 yang masing-masing sebesar Rp 76 triliun, Rp 97 triliun, dan Rp 107 triliun. Pada 2022, Kemenkeu berhasil menerbitkan SBN Ritel sebesar Rp 107 triliun yang dapat menjangkau lebih dari 186 ribu investor. (Yetede)
Proyek MRT East-West Dikebut
JAKARTA, ID - Pemerintah terus mendorong percepatan proyek Mass Rapid Transit (MRT) East-West Line. Proyek ini merupakan pengembangan MRT Fase 3 senilai Rp 160 triliun dengan rute Balaraja-Cikarang sepanjang 84,10 kilometer (km). “Arahan Bapak Presiden bahwa proyek ini bisa diselesaikan atau financial closing di 2024 sehingga tentu program ini perlu kami tindak lanjuti,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto selaku ketua Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) dalam pernyataan resminya seperti dikutip Senin (23/1/2023). Airlangga mengatakan, pembangunan MRT East-West tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan terhadap konsumsi BBM serta mengurangi kemacetan yang menjadi masalah utama Jabodetabek. Pemerintah pun berencana untuk menyediakan tiga depo operasional di MRT East-West dengan estimasi penumpang mencapai 1,2 juta per hari. MRT East-West tersebut juga akan mencakup 49 kawasan transit oriented development (TOD). “Sehingga ini akan memberikan solusi atas transportasi publik secara masif,” kata Airlangga. (Yetede)
Imlek, Bandara Soetta Layani 102.894 Penumpang
JAKARTA,ID – Tepat di Hari Perayaan Tahun Baru Imlek 2023 yang jatuh pada Minggu (22/1/2023), jumlah pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) diprediksi mencapai 102.894 penumpang dengan 823 penerbangan. Penumpang melalui Terminal 1 diperkirakan sebanyak 19.792 penumpang, lalu Terminal 2 sebanyak 32.401 penumpang, dan Terminal 3 mencapai 50.701 penumpang. Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Dwi Ananda Wicaksana juga mengungkapkan, Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia, menampilkan berbagai dekorasi dan ornamen Tahun Baru Imlek di Terminal 1, Terminal 2, dan Terminal 3. Nuansa Imlek di Bandara Soekarno-Hatta diperkuat dengan adanya ornamen gapura berukuran besar dan bernuansa Imlek yang dapat dijadikan untuk spot foto para penumpang pesawat dan pengunjung bandara. Di samping itu, dekorasi lampion juga menghiasi area curb side menuju Plaza Terminal 3. (Yetede)
Pertamina Kembangkan Ekosistem Baterai EV
JAKARTA, ID – PT Pertamina terus turut berperan secara signifikan dalam mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia. Didukung oleh ketersediaan infrastruktur, Pertamina juga ikut mengoptimalkan sumber daya di dalam negeri, salah satunya nikel. Kami yakin dengan cadangan nikel di Indonesia, kami bisa memproduksi baterai dan meningkatkan penetrasi EV,” Nicke Widyawati di Paviliun Indonesia, World Economic Forum, di Davos, akhir pekan lalu. Menurutnya, Pertamina memiliki infrastruktur yang bisa dioptimalkan untuk penetrasi EV serta memiliki data segmentasi karakteristik, mobilitas, dan kemampuan membeli. Selain itu, Pertamina juga memiliki lebih dari 7.400 SPBU, 6.100 Pertashop, dan 63.000 outlet LPG. Pertamina juga siap berkolaborasi dengan pihak lain dari berbagai negara untuk mengembangkan baterai EV dan mengoptimalkan infrastruktur yang dimiliki. (Yetede)
Erick Thohir, Bukti Kerja Pemerintah di Arah yang Benar
JAKARTA, ID – Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Jokowi mencapai 76,2% berdasarkan survei LSI adalah penanda pembangunan Indonesia berada di arah yang benar. Masyarakat mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi yang mengarahkan pembangunan dengan pemerataan ekonomi untuk menumbuhkan pusat perekonomian baru dan pembukaan lapangan kerja. Hal ini ditegaskan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir pada Senin (23/1/2022). “Pak Jokowi sejak awal menekankan pentingnya Indonesia Sentris, pemerataan menjadi kunci dalam menumbuhkan ekonomi. Hal ini yang saya rasa mendapat apresiasi dari masyarakat,” ujar Erick. Sebagai informasi, jika dibandingkan tingkat kepuasaan publik terhadap Jokowi dengan SBY di masa-masa akhir pemerintahannya maka Jokowi masih lebih tinggi. Pada Januari 2013, LSI pernah melakukan survei hanya 35,91% publik yang mengaku puas atas kepemimpinan SBY. Survei itu digelar pada 22-25 Januari 2013 dengan mengambil responden sebanyak 1.200 orang. (Yetede)
Startup Bukan Pilihan Utama
JAKARTA-Memasuki semester akhir perkuliahan membuat Idham Viryawan mulai membuat membayangkan rencana hidupnya setelah lulus. Mahasiswa tingkat akhir perguruan tinggi swasta di Jakarta itu sedang menimbang-nimbang pilihan kariernya kelak. Ada dua jenis perusahaan yang ia timbang-timbang: perusahan rintisan atau startup dan BUMN. Dari dua pilihan itu, ia merasa BUMN merupakan pilihan yang lebih pas lantaran menjanjikan stabilitas pendapatan. Sebetulkan, kata Idham, kedua jenis perusahaan itu menawarkan situasi yang berbeda bagi lulusan anyar. Startup dianggap memberi peluangan pengambangan diri yang lebih cepat lantaran industrinya masih baru dan perkembangannya cepat. "Tapi kekurangannya, startup beresiko bangkrut dan bisa melakukan PHK kapanpun," ujar pria asal Bekasi itu kepada Tempo, kemarin. Kekhawatiran Idham ini didasari fakta maraknya PHK oleh perusahaan teknologi di dalam dan luar negeri sepanjang tahun lalu. (Yetede)
Mencari Bisnis Digital yang Masih Moncer
JAKARTA-Meski sempat diterjang badai PHK sepanjang 2022, sejumlah investor dan ekonom menilai industrial digital serta perusahan rintisan alias startup masih punya peluang untuk bangkit kembali pada tahun ini. Beberapa sektor dinilai mampu bertumbuh meski terbatas. Ketua Umum Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia, Eddy Danusaputro, mengatakan arus investasi untuk perusahaan rintisan masih mengalir. "Tapi memang lebih selektif," ujarnya kepada Tempo, kemarin. Starup yang bisa mengelola arus kas tidak mengandalkan strategi bakar uang serta memiliki peluang membukukan keuntungan bakal menjadi pilihan investor. Menurut Eddy, startup bidang teknologi finansial atau fintech dan pertanian memiliki peluang yang bagus. "Sebab mereka masih diperlukan untuk kebutuhan sehari-hari," ucap dia. (Yetede)
Sewa Gedung demi Merayakan Imlek...
Setelah pencabutan PPKM pada akhir 2022, sejumlah keluarga yang merayakan Imlek kembali berkumpul bersama. ”Saya memasak delapan macam, seperti babi hong, bakso gulung, ayam goreng, dan haisom,” ujar Ratna Susanti, warga Bekasi, Jabar, pekan lalu. Tidak ada makanan yang dibeli. Ratna sendir yang ”mengorkestrasi” persiapan masak-memasak demi suksesnya sajian Imlek. Bagi sejumlah keluarga, Imlek dirayakan dengan acara makan besar. Selain merupakan ucapan syukur atas pencapaian tahun lalu, sajian-sajian itu juga perlambang kesuksesan di tahun baru. Seiring pandemi yang terkendali, tahun ini mereka berkumpul bersama. Di rumah ibunya, yang tidak jauh dari rumah Ratna, diperkirakan hadir 80 anggota keluarga. Mereka datang sejak pukul 08.00 hingga sore di hari Imlek. ”Keluarga mertua saya sampai menyewa gedung untuk acara reuni keluarga sepekan setelah Imlek, seperti pesta kawinanlah,” kata Ratna seraya tertawa.
Di kawasan perkotaan, urusan sewa gedung untuk reuni keluarga seperti saat Imlek menjadi lazim. Pertemuan minimal digelar di restoran supaya lebih praktis, juga karena ketersediaan lahan parkir. Apalagi untuk keluarga besar, yang sebagian besar anggotanya tergolong sukses. Meski demikian, pada Imlek 2574 ini, masih ada keluarga yang belum merayakan Imlek seperti sediakala. Masih tersisa keraguan untuk berkumpul bersama. Tidak ada kegiatan komunal di luar rumah ketika Imlek. Acara di luar rumah justru baru ada dua pekan setelah Imlek, yaitu saat Cap Go Meh. ”Yang ramai dan unik memang saat Cap Go Meh. Kalau Imlek, hanya kumpul dengan keluarga atau tetangga,” kata Deny Ramanda. Dari Jakarta, Deny mudik Imlek ke Toboali, Pulau Bangka, Kepulauan Babel. Deny meluangkan waktu selama beberapa hari di Bangka oleh karena nuansanya yang berbeda. (Yoga)
Ada Optimisme dari Forum Ekonomi Dunia
Forum Ekonomi Dunia semakin tak relevan, demikian sindiran CNN, 16 Januari 2023. Namun, lebih tepatnya semboyan America First yang sangat tidak relevan. Para pakar Center for Strategic and International Studies (CSIS) AS sendiri mengernyit saat mendengar pertama kali America First diusung Presiden Donald Trump. Lebih tak relevan lagi ialah langkah AS di bawah Biden yang mengupayakan unilateralisme AS dalam geopolitik, serta upaya Biden membentuk Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik atau Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) untuk melakukan decoupling ekonomi global. Di balik semua upaya AS itu, untunglah perekonomian dunia tidak mengalami decoupling. Perdagangan dunia mencapai 32 triliun USD sepanjang 2022 saat dunia diwarnai isu pertarungan keras geopolitik, invasi Rusia, dan perang cip. Perdagangan tetap dinamis dan meningkat dari 28,5 triliun USD pada 2021 berdasarkan laporan Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD), 17 Februari 2021. Mekanisme pasar tetap jalan di tengah hiruk-pikuk global. Korporasi global tetap bisa mengelakkan berbagai hambatan dalam perdagangan global. Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyerukan agar korporasi global terus mendorong perdagangan. Senada dengan itu, tidak semua pihak di AS sepakat dengan decoupling.
Kepala Perwakilan Dagang AS, Katherine Tai mengingatkan, rezim perdagangan global hanya butuh sentuhan baru. Ini menunjukkan AS tidak seragam soal isu decoupling. Itulah suara-suara yang bermunculan dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF), 16-20 Januari 2023, yang juga dihadiri Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen. Bahwa Uni Eropa (UE) tetap ingin mendorong globalisasi. Sebab, menurut Dirjen WTO, Ngozi Okonjo-Iweala, asas multilateral tetap lebih penting. Hal itu akan melancarkan urusan perdagangan dan investasi global. ”Jika tidak ada sistem multilateral, perdagangan dunia bisa anjlok 5 %,” kata Okonjo-Iweala di WEF, 21 Januari 2023. Untuk mendorong multilateralisme, Ketua WEF Klaus Schwab, yang juga pendiri WEF pada 1971, mengatakan bahwa tema WEF tahun ini adalah ”kerja sama di tengah dunia yang mengalami perpecahan”. Dengan demikian, seruan-seruan WEF tetap relevan. Untunglah, perdagangan global dan aliran investasi tetap jalan, tidak terhambat decoupling. Maka, Georgieva tetap optimistis bahwa ekonomi global tidak akan menghadapi resesi parah, hanya mengalami penurunan pertumbuhan. ”Sikap saling memahami adalah syarat untuk kerja sama internasional,” demikian seruan Wakil Perdana Menteri China Liu He di WEF, 17 Januari 2023. (Yoga)









