;

Waspadai Turbulensi Harga Energi

Yoga 26 Jan 2023 Kompas

Tren harga energi, seperti minyak mentah, gas alam, dan batubara, pada akhir tahun lalu turun. Namun, pada triwulan I-2023 ini, turbulensi harga energi berpotensi terjadi jika perseteruan ekonomi antara Uni Eropa dan Rusia menguat. Peneliti Research and Development Bursa Komoditas dan Derivatif Indonesia (ICDX) Girta Yoga, Rabu (25/1) mengatakan, pada akhir tahun lalu, kekhawatiran pasar terhadap  lonjakan harga energi tidak terjadi. Ini menunjukkan dampak embargo UE terhadap minyak mentah Rusia yang digulirkan sejak 5 Desember 2022 tidak berlangsung lama, lantaran Rusia mengalihkan ekspor minyak mentah dari UE ke China. Selain itu, batas harga minyak mentah yang ditetapkan UE 60 USD per barel belum terasa atau bahkan tidak efektif.

”Ancaman Rusia memangkas produksi minyak mentah juga belum terealisasi. Namun, pada triwulan I-2023, turbulensi harga minyak mentah berpotensi terjadi,” ujarnya dalam telekonferensi pers di Jakarta. Menurut Yoga, pada triwulan I-2023, dua isu panas akan menjadi penentu naik atau tidaknya harga energi dunia. Pertama, UE akan meningkatkan skala embargo pada produk turunan minyak mentah dan menentukan batas harga komoditas itu pada 5 Februari 2023. UE juga akan menentukan batas harga gas alam Rusia pada 15 Februari 2023. Kedua, Rusia akan melarang ekspor minyak mentah dan produk turunannya ke negara-negara yang mengembargo sejumlah komoditas tersebut. Selain itu, Rusia juga akan memangkas produksi minyak mentah sebanyak 500.000-700.000 barel per hari. Dengan berbagai indikator itu, ICDX memperkirakan harga energi masih rentan bergejolak pada triwulan I-2023. (Yoga)


Penjualan Kendaraan Niaga Meningkat

Yoga 26 Jan 2023 Kompas

Penjualan kendaraan niaga diprediksi terus tumbuh seiring dengan pertumbuhan pasar komoditas dalam negeri, salah satunya lonjakan ekspor batubara. Menurut Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie Sugiarto, Rabu (25/1) penjualan kendaraan niaga meningkat dari 887.202 unit pada 2021 menjadi 1.048.040 unit pada 2022. Penjualan mobil niaga segmen truk tumbuh sebesar 27 % dari 72.900 unit pada 2021 menjadi 92.634 unit pada 2022. (Yoga)

Indika Rambah Sektor Kesehatan

Yoga 26 Jan 2023 Kompas

PT Indika Energy Tbk melalui anak usahanya, PT Bioneer Indika Group dan PT Indika Medika Nusantara, mendirikan usaha patungan PT Bioneer Indika Diagnostik (BID) yang bergerak di bidang distribusi alat kesehatan. ”Ini merupakan langkah perseroan secara grup melakukan ekspansi dan diversifikasi usaha ke sektor kesehatan di Indonesia,” kata Sekretaris Perusahaan Indika Energy Adi Pramono, Rabu (25/1) di Jakarta. (Yoga)

Nasib Anggota Koperasi Indosurya Nan Ironis

Hairul Rizal 26 Jan 2023 Kontan (H)

Malang benar nasib anggota Koperasi Simpan Pinjam Indosurya (KSP). Para anggota koperasi itu sempat berharap bisa mendapatkan hak mereka melalui jalur pengadilan. Namun, para anggota tersebut masih harus terus bersabar. Bak belut nan licin, Henry Surya Bos KSP Indosurya berhasil lolos dari jeratan tuntutan pidana penjara selama 20 tahun, denda Rp 200 miliar subsider 1 tahun kurungan. Majelis hakim memutuskan, pendiri KSP Indosurya Henry Surya lepas. Terbukti melakukan penggelapan dan penipuan ke anggota, Hakim berpandangan kasus ini masuk ke perdata, bukan pidana (onslag van recht vervolging). Dengan begitu, Henry lepas dari segala tuntutan pidana. Ini artinya harapan anggota KSP bergantung ke ranah perdata agar bisa mendapatkan dana mereka. Iman Santoso, anggota Indosurya bilang, cicilan yang ia terima seharusnya sudah 40%. Ini dihitung sudah berjalan selama dua tahun. Kenyataannya, total assets under management (AUM) Iman sebesar Rp 2,25 miliar baru dicicil Rp 3,5 juta saja.


Rupiah Bisa Terbang, Tapi Tidak Dalam Jangka Panjang

Hairul Rizal 26 Jan 2023 Kontan (H)

Posisi rupiah makin kuat di tahun ini. Fundamental ekonomi yang solid dan tren bunga The Fed yang menurun menopang penguatan mata uang Garuda. Dalam dua hari terakhir, rupiah bergerak di bawah Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Selasa (24/1), kurs spot rupiah sempat menguat hingga Rp 14.888 per dollar AS. Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan, indeks dollar AS memang tengah turun. Kemarin, indeks dollar AS berada di level 101,65, turun 0,22% dari hari sebelumnya. Ini level terendah dalam periode delapan bulan terakhir. Alhasil, hampir semua mata uang Asia menguat tahun ini. Alwi menyebut, pelemahan dollar AS berkorelasi dengan ekspektasi pasar jika The Fed akan mengurangi agresivitasnya dalam menaikkan suku bunga. Pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan, bank sentral AS diperkirakan hanya menaikkan bunga 25 bps. FedWatch juga memperkirakan tingkat suku bunga AS mencapai puncaknya di level 4,75%-5% pada Juni 2023. Proyeksi ini lebih rendah daripada perkiraan suku bunga dari The Fed, di atas 5%-5,25%.

Bahan Baku Murah, Untung Merekah

Hairul Rizal 26 Jan 2023 Kontan

Prospek PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) akan semakin cerah di tahun 2023. Pemulihan ekonomi dan rendahnya biaya produksi bakal mendorong prospek emiten Grup Salim ini. Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Susanto mengatakan, harga gandum untuk bahan baku terigu dan mi instan melandai. Penurunan harga ini seiring meredanya tensi konflik Rusia dan Ukraina. Selama ini, anak usaha INDF, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) dan Bogasari menjadi sumber pertumbuhan INDF. Bogasari, sebagai produsen terigu dan turunannya, melaporkan pertumbuhan pendapatan terkuat 24,7% secara tahunan hingga kuartal III-2022. Sejatinya penurunan komoditas akan berpengaruh pada divisi agribisnis. Analis Ciptadana Sekuritas Putu Chantika menilai, kontribusi segmen agribisnis akan menurun di 2023. Sebab menurut dia, harga CPO akan lebih rendah. Harga CPO telah turun menjadi RM 3.950 per ton pada awal Desember 2022. Kemarin (25/1), harga CPO telah berada di RM 3.760 per ton. Natalia menambahkan, meski margin naik, INDF masih terbebani bunga yang lebih tinggi dan kerugian valuta asing. Sejatinya kondisi ini sudah terlihat pada laba kuartal III yang turun 14% secara tahunan menjadi Rp 4,64 triliun. Realisasi kinerja itu tidak mengikuti kenaikan penjualan 11,01% menjadi Rp 80,82 triliun hingga kuartal III-2022.

Tampung DHE, Likuiditas Valas Semakin Longgar

Hairul Rizal 26 Jan 2023 Kontan

Bank Indonesia (BI) dan perbankan bergegas menyambut devisa hasil ekspor (DHE) yang bakal ditampung di dalam negeri. Terlebih, regulator menemukan 200 perusahaan yang berpotensi parkirkan DHE sumber daya alam (SDA) di dalam negeri pada 2023. Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan, mengakui. likuiditas valuta asing (valas) bank cukup terbantu dengan adanya inisiatif DHE. Ia menyebut, loan to deposit ratio (LDR) valas perbankan sempat ketat hingga 100%. "Dengan adanya DHE itu sudah turun ke bawah 90%, bahkan ada di bawah 80%," ujar Panji. Ia menjelaskan, DHE memiliki potensi yang cukup besar. Apalagi neraca perdagangan Indonesia sudah mencapai US$ 45 miliar. Ia menyatakan, bila dana itu masuk ke sistem perbankan, akan sangat membantu likuiditas perbankan. "Bank juga bisa menempatkan dana di TD valas yang diterbitkan BI setiap hari. Itu bunganya sekitar 3,75% karena. Sovereign juga di level 4,5% seiring The Fed Rate di posisi 4,25%," jelas Panji. Sekretaris Perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI), Aestika Oryza Gunarto menyatakan, telah menyiapkan infrastruktur internal untuk mengakomodasi berbagai ketentuan yang wajib dipenuhi. Misalnya, pemberian flagging atas penempatan DHE ke dalam instrumen BI. “Likuiditas valas di awal tahun 2023 masih terjaga serta tetap aktif mendukung pertumbuhan kredit, dengan LDR valas posisi Desember 2022 sebesar 51,65%,” paparnya.

Menjaga CPO Tak Loyo

Hairul Rizal 26 Jan 2023 Bisnis Indonesia (H)

Perjalanan ekspor minyak sawit mentah sepanjang tahun ini bakal penuh onak. Tidak hanya menghadapi larangan Eropa, ekspor komoditas minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) juga diadang dua kebijakan domestik. Keduanya yaitu pemangkasan rasio volume ekspor CPO untuk kebutuhan minyak goreng dari sebelumnya 1:8 menjadi 1:6 yang berlaku 1 Januari 2023 dan kebijakan Biodiesel 35% (B35) yang berjalan mulai 1 Februari 2023. Sejumlah kalangan khawatir kebijakan itu memangkas volume ekspor CPO tahun ini. Kehadiran program B35, membuat jatah ekspor sawit bakal merosot. Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengatakan, dengan estimasi kebutuhan B35 sebesar 13 juta kilo liter atau meningkat sekitar 19% daripada tahun lalu, bakal menyedot kuota ekspor CPO. Dia khawatir tren penurunan ekspor CPO selama 3 tahun berturut-turut berlanjut tahun ini. Tren penurunan volume ekspor CPO juga berkolerasi dengan penurunan produksi komoditas unggulan itu. Pada 2020, produksi CPO mencapai 47,03 juta ton. Setahun berikutnya produksinya melorot menjadi 46,8 juta ton dan turun lagi pada 2020 menjadi hanya 46,7 juta ton. “Produksi diperkirakan masih belum akan meningkat, sementara konsumsi dalam negeri diperkirakan akan meningkat akibat penerapan kewajiban B35 mulai 1 Februari 2023,” ungkapnya. Sebaliknya, dia tak mengkhawatirkan larangan CPO Uni Eropa melalui lewat Undang-undang Produk Bebas Deforestasi. Alasannya adalah produk sawit Indonesia masih memiliki peluang pasar menjanjikan di luar Eropa.

Genjot Investasi, Bank Mandiri Kembali Gelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2023

Hairul Rizal 26 Jan 2023 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. bersama Mandiri Sekuritas akan kembali menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) pada 1 Februari 2023. Forum Investasi tahunan terbesar yang mengusung tema Prevailing Over the Turbulence diikuti lebih dari 20.000 peserta dari dalam dan luar negeri, termasuk lebih dari 500 investor asing. MIF 2023 akan digelar secara hybrid. Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan forum ini adalah forum berskala internasional yang sangat strategis untuk memahami kondisi ekonomi Global dan Indonesia terkini. Dia menuturkan forum ini akan menjadi ajang sinergi dan kolaborasi yang baik antara investor, pelaku usaha, dan pemangku kebijakan dalam menangkap peluang pertumbuhan dan investasi yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia. “Ribuan investor lokal dan internasional juga akan turut menghadiri MIF 2023 secara offline maupun daring,” ujar Panji, Selasa (24/1). MIF 2023 akan menekankan mengenai kebijakan hilirisasi industri dan upaya peningkatan nilai tambah. Sejumlah panel juga akan membahas isu terkait ekosistem environmental, social and governance (ESG), green economy, dan electric vehicle. MIF 2023 juga akan mendukung program Pemerintah Indonesia dalam mengundang investor untuk berinvestasi di Ibu Kota Negara.

Menggugat Hasil Valuasi Bisnis

Hairul Rizal 26 Jan 2023 Bisnis Indonesia

Winter is coming. Subjudul dari serial film Game of Thones itu sangat layak menggambarkan kondisi ekosistem digital dunia saat ini. Bahkan saya menyebutnya bukan lagi winter tetapi frozen. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya perusahaan startup digital yang bertumbangan bahkan perusahaan teknologi yang sudah cukup mapan sekalipun, seperti facebook, google dan microsoft, yang melakukan pengurangan karyawannya dalam jumlah besar. Kondisi ini makin memperjelas ada sesuatu yang tidak beres dalam iklim digital saat ini. Dalam penelusuran saya, terdapat sederet nama startup Indonesia yang mengalami kebangkrutan dan bahkan terpaksa harus gulung tikar, seperti Fabelio, Airy Room, Stoqo, Qlapa, Sorabel, dan banyak lagi lainnya. Daftar itu makin melengkapi daftar startup global yang terlebih dahulu bertumbangan seperti CommonBond, Reali, Airlift, Volt Bank, dan lain sebagainya. Seperti kita ketahui startup adalah perusahaan yang baru didirikan, biasanya menggunakan pendekatan teknologi digital dalam menjalankan bisnisnya. Masing-masing startup memiliki kekuatan bersaing dan tumbuh, yang menurut founder-nya disebut dengan value preposition. Value preposition inilah yang menjadi “alat jualan” untuk menarik investor agar mau menempatkan dananya dalam startup tersebut, dengan janji pertumbuhan yang berkali-kali lipat di masa yang akan datang. Perusahaan startup umumnya membutuhkan dana besar di awal pendiriannya untuk menjalankan operasionalnya, oleh karena itu diperlukan dana yang relatif besar dan berkesinambungan. Dalam dunia startup, meskipun valuasi menjadi “nadi”, tetapi cash tetap menjadi “raja”. Tanpa cash, operasional startup tidak akan bisa berjalan, itulah mengapa model bisnis startup adalah mencari dana dari investor melalui serangkaian putaran pendanaan. Dana yang tersedia akan menentukan seberapa lama startup akan dapat berjalan. Valuasi selalu dijadikan senjata untuk menarik investor, sebisa mungkin valuasi dibuat semenarik mungkin dengan beragam metrix-metrix penilaian yang mendukung. Konsep inilah yang dianggap menjadi kitab suci oleh para founder startup, yaitu valuasi sama dengan uang.

Pilihan Editor