Sinyal Positif Saham Teknologi
JAKARTA-Saham-saham sektor teknologi diperkirakan mulai bangkit seiring dengan proyeksi meredanya kebijakan kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, yang akan diikuti bank sentra berbagai negara. Disamping itu, kebijakan efisiensi besar-besar yang dilakukan perusahaan teknologi dalam beberapa waktu terakhir diprediksi membawa dampak positif bagi keuangan perseroan. Grafik Indeks Teknologi (IDXTekno) di Bursa Efek Indonesia di bursa efek Indonesia menujukkan adanya tren perbaikan sepanjang bulan ini. IDXTechno berada di level 5.539,02 pada penutupan perdagangan kemarin, atau naik 6,99% dibanding level 5.178,05 pada dua Januari lalu. Kendati demikian, yang berada di level 7.905,01, selisihnya 29,91%. (Yetede)
Upaya Menjaring Investasi Sektor Riil
JAKARTA-Peluang menjaring investasi sektor riil terbuka pada tahun ini, ditopang oleh prospek perekonomian Indonesia yang tetap solid ditengah kondisi ketidakpastian global akibat tekanan inflasi dan kenaikan suku bunga. Perbankan dan sekuritas pun berlomba-lomba menarik investasi asing ke dalam negeri dengan menawarkan sektor-sektor pilihan yang prospektif bagi investor. Salah satunya adalah PT Bank Mandiri (persero) Tbk, yang bersama Mandiri Sekuritas, menggelar Mandiri Investment Forum (MIF) 2023 pada 1 februari mendatang, dengan mengundang lebih dari 500 investor asing. Direktur Treasury& International Banking Bank Mandiri, Panii Irawan, berujar forum ini digelar untuk memfasilitasi pendanaan proyek dan usaha baik milik swasta maupun pemerintah. "Sektor yang kami fokuskan pada tahun ini adalah infrastruktur dan penghiliran, khususnya di pertambangan , dari nikel, bauksit, timah, tembaga, hingga minyak sawit ". (Yetede)
Energi Bersih Mampu Topang Pembangunan
Di tengah ancaman krisis energi akibat perang Ukraina-Rusia, Indonesia tetap berkomitmen memenuhi target emisi karbon nol bersih atau NZE pada 2060 atau lebih dini. Di tengah ancaman tersebut, Indonesia masih memiliki ketahanan energi yang cukup dan mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi lewat pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih. Hal itu mengemuka dalam Diskusi Ekonomi Berdikari bertema ”Lawan Krisis Global dengan Ketahanan Energi” yang diadakan harian Kompas di Jakarta, Selasa (24/1). Sebagai pembicara kunci adalah Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyampaikan pidato secara daring.
”Indonesia bisa menjadi negara maju dengan pemanfaatan teknologi di bidang energi bersih, seperti tenaga nuklir ataupun hidrogen. Masih ada tantangan bagi Indonesia untuk menjadi negara yang berdikari energi kendati sumber energi bersihnya melimpah,” kata Airlangga. Sayangnya, harga energi fosil lebih murah daripada harga energi bersih. Oleh sebab itu, transisi energi membutuhkan gotong royong dan dukungan semua pihak karena pemerintah pusat tidak bisa melakukannya sendirian. Gubernur Indonesia untuk OPEC 2015-2016 Widhyawan Prawiraatmadja menambahkan, pertumbuhan ekonomi suatu negara akan selalu membutuhkan energi. Bagi Indonesia yang masih bergantung pada energi fosil dalam menggerakkan perekonomian, hal yang perlu dilakukan ialah bagaimana menekan emisi dari energi fosil yang digunakan itu. (Yoga)
Rawan Masalah Hunian di Bawah Rp 1 Miliar
Konsumen yang mencari rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar sering menjadi sasaran empuk pengembang nakal. Strategi pemasaran yang manipulatif berupa promosi masif, diskon berlipat ganda, dan harga terjangkau kerap membuat konsumen tertipu. Berdasarkan data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), aduan konsumen terkait perumahan termasuk aduan dengan jumlah tertinggi. Dari 2017 sampai 6 Januari 2023, aduan perumahan yang diterima BPKN mencapai 3.034 kasus. Isu perumahan hanya setingkat di bawah aduan konsumen di bidang jasa keuangan dengan 3.081 kasus. Dari data YLKI, pengaduan terkait perumahan selama lima tahun terakhir dengan persentase cukup tinggi terjadi pada 2018 dan 2021, yakni 14 % dan 11,40 %. Pada 2021, aduan yang masuk didominasi pembangunan perumahan mangkrak, yakni 37 %. Pembangunan hunian mangkrak, terutama hunian vertikal, saat ini tengah dialami sejumlah konsumen Meikarta di Bekasi dan Cimanggis City di Depok, Jabar. Di Meikarta, ada sejumlah konsumen yang bahkan telah melunasi pembelian unit apartemen, tetapi kunci apartemen seharusnya diserahkan sesuai janji awal, yakni pada 2019-2020, belum terwujud.
Ferry Silaban, salah satu konsumen Meikarta, misalnya, membeli satu apartemen di Distrik 2 Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi, menggunakan pembayaran tunai bertahap selama 12 bulan pada 2017 dan lunas pada September 2018. Total pembayarannya untuk apartemen seluas 35 meter persegi itu Rp 254 juta. Pihak Meikarta pernah memberi tawaran agar unit yang dibeli Ferry direlokasi ke unit yang telah terbangun, yakni Distrik 1 Meikarta. Namun, diminta menambah sejumlah uang. Ia menolak tawaran itu. Di Depok, konsumen Apartemen Cimanggis City juga masih menunggu janji pengembang. Lokasi proyek apartemen di lahan seluas sekitar 1 hektar di tepi Jalan Raya Bogor. Lahan itu kini dipenuhi belukar dan hanya ada mesin pengaduk semen yang telah berkarat. Dari catatan Kompas.com, proyek Apartemen Cimanggis City pada akhir 2018 membukukan penjualan 685 unit. Kisaran harga unit yang dijual Rp 300 juta-Rp 500 juta. Pekan lalu, kantor pemasaran mereka di lokasi yang sama kosong dan tidak ada orang.
Ketua Advokasi BPKN Rolas Budiman Sitinjak, Senin (16/1), di Jakarta, mengatakan, konsumen yang rentan tertipu merupakan konsumen yang membeli hunian tapak atau hunian susun yang belum terbangun atau preproject selling. Manipulasi pengembang melalui promosi masif,diskon berlipat ganda,hingga harga murah membuat konsumen teperdaya. Konsumen jadi sering lupa dan tidak jeli mengecek status lahan, perizinan, dan rekam jejak pengembang. Direktur Eksekutif Jakarta Property Institute Wendy Haryanto Selasa (17/1) mengatakan, hunian dengan kisaran harga di bawah Rp 1 miliar yang kerap berakhir merugikan konsumen biasanya dibangun pengembang baru. (Yoga)
Mengantisipasi Kenaikan Harga Pangan
Harga pangan dunia tahun 2023 diperkirakan masih tinggi. Negara-negara harus bersiap menjaga ketahanan pangan, terutama di dalam negerinya. Setidaknya ada empat faktor, menurut analisis IMF yang diterbitkan 9 Desember 2022, yang memengaruhi harga pangan. Penurunan panen dunia, kenaikan 1 % suku bunga Bank Sentral AS menurunkan harga pangan 13 % setelah 3 bulan; kenaikan harga pupuk; dan kenaikan harga minyak bumi. Faktor penting lain ialah iklim. La Nina yang membawa banyak hujan di kawasan sekitar Pasifik menunjukkan tanda mulai melemah. Bagi Indonesia dan negara yang langsung dipengaruhi sistem pemanasan air laut Samudra Pasifik, masa tiga tahun berkelimpahan air akan berakhir. Dunia harus mengantisipasi beberapa tahun ke depan periode iklim lebih kering dan dampaknya terhadap produksi pangan. Pandemi Covid-19 memengaruhi produksi dan distribusi pangan. Invasi Rusia ke Ukraina menyebabkan kejutan pada produksi dan distribusi gandum yang memengaruhi harga komoditas pangan lain.
Boikot negara Barat pada Rusia menaikkan harga energi, termasuk gas yang memengaruhi harga pupuk. Rusia adalah produsen pupuk kalium terbesar dunia. Konsekuensi berikut, tindakan beberapa negara mengonversi pangan menjadi bahan bakar nabati untuk mengurangi tekanan kenaikan harga energi. Saat ini pengusaha tahu dan tempe kita resah karena harga kedelai naik 2,94 % secara bulanan dan 6,84 % secara tahunan di pasar internasional. Kenaikan harga ini ditransfer ke dalam negeri dengan kenaikan lebih besar. Kita juga perlu mewaspadai kenaikan harga internasional yang bisa memakan waktu satu tahun untuk dirasakan di pasar konsumen akhir. Untuk menjaga ketahanan pangan, pilihannya adalah memproduksi sendiri atau mengimpor atau gabungan keduanya. Untuk memproduksi sendiri, yang diperlukan adalah kemauan politik karena faktor lain tersedia. Kita memiliki benih yang baik, teknologi dan lahan tersedia, serta yang terpenting adalah pasar. Pasar kita besar sebagai penghela produksi pangan. Apalagi kebutuhan kedelai kita sebagian besar dipenuhi melalui impor. (Yoga)
Kredit Tumbuh Signifikan
Kendati perekonomian global dan domestic tahun ini diperkirakan mengalami perlambatan dan diliputi ketidakpastian, penyaluran kredit perbankan nasional diproyeksikan tetap tumbuh signifikan lantaran perekonomian Indonesia masih akan tumbuh baik dengan ditopang konsumsi masyarakat yang kuat sehingga memicu permintaan kredit. Mengutip Survei Perbankan yang dirilis BI, pertumbuhan kredit pada 2023 diperkirakan mencapai 8,9 %. Kendati lebih rendah dari realisasi pertumbuhan kredit bank tahun 2022 di 11,35 %, perkiraan pertumbuhan kredit 2023 masih lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 yang realisasinya 5,2 %.
Prioritas utama perbankan adalah penyaluran kredit modal kerja, diikuti kredit investasi dan kredit konsumsi. Jenis kredit konsumsi yang menjadi prioritas untuk disalurkan adalah kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit pemilikan apartemen, diikuti kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor. Dilihat dari sektornya, penyaluran kredit triwulan I-2023 akan diprioritaskan pada sektor industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, serta sektor keuangan. ”Hasil survei ini menunjukkan responden tetap optimistis dengan perkiraan penyaluran kredit ke depan,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, seperti dikutip pada Senin (23/1). (Yoga)
Ketidakpastian Pasar Kerja Menekan Kaum Muda
Sribu, lokapasar bagi para pekerja lepas atau freelancer, mencatat, jumlah angkatan kerja yang mendaftar sebagai pekerja lepas di platform cenderung bertambah. Tahun lalu, total pendaftar 500.000 orang, sementara yang lolos kurasi hanya 28.000 orang. Dibandingkan dengan tahun awal berdiri Sribu pada 2011 dan sekarang, latar belakang pendaftar semakin ke sini 70 % berasal dari pekerja yang sebenarnya sudah punya pekerjaan tetap. Hanya 30 % yang sehari-hari adalah pekerja lepas. Sribu mengakomodasi pekerja lepas terampil di bidang pemrograman laman, copy writing, video dan fotografi, pemasaran digital, penerjemah, dan data entry. Mereka yang mendaftar dan lolos kurasi umumnya berusia 28-35 tahun. Salah satu persyaratan lolos kurasi adalah berpengalaman mengerjakan bidang keterampilan yang diajukan. Meski pendaftar cenderung naik, permintaan kerja diakui oleh Sribu justru lesu karena kondisi ketidakpastian ekonomi yang membuat perusahaan cenderung mengurangi jumlah pekerja, termasuk pemakaian jasa pekerja lepas.
Staffinc Jobs, penyedia aplikasi yang menghubungkan pencari kerja kerah biru dengan perusahaan, mencatat kenaikan jumlah pekerja tiga kali lipat menjadi lebih dari 1 juta orang sejak pandemi. Sektor logistik, ritel, serta makanan dan minuman menjadi sektor yang paling banyak diincar di aplikasi ini. Dua temuan di atas muncul bersamaan dengan fenomena PHK masif di sektor industri padat karya, disusul perusahaan rintisan bidang teknologi digital. Adapun sektor industri pariwisata mulai booming kembali merekrut karyawan, tetapi belum sepenuhnya tinggi seperti sebelum pandemi Covid-19. Banyak yang menilai, fenomena kenaikan jumlah karyawan tetap menambah pekerjaan sampingan sebagai pekerja lepas adalah fenomena gaji pokok yang diperoleh tidak bisa diandalkan. Organisasi Buruh Internasional (ILO) melalui laporan berjudul ”Work Employment and Social Outlook Trends 2023” menyebutkan, prospek global untuk pasar tenaga kerja memburuk secara signifikan selama 2022. Ketegangan geopolitik yang muncul, konflik Rusia-Ukraina, pemulihan yang tidak merata dari pandemi, dan hambatan yang terus berlanjut dalam rantai pasokan telah menciptakan kondisi untuk episode stagflasi. Kesenjangan pekerjaan global mencapai 473 juta orang pada 2022, atau 12,3 $. Kesenjangan pekerjaan global adalah ukuran baru dari kebutuhan yang belum terpenuhi akan pekerjaan di dunia. Ini terdiri dari 205 juta pengangguran dan 268 juta orang yang memiliki kebutuhan pekerjaan yang tidak terpenuhi, tetapi berada di luar angkatan kerja karena tidak memenuhi kriteria untuk dianggap menganggur. (Yoga)
Pelaku Industri Siap Tangkap Peluang
Indonesia kembali menerima wisatawan mancanegara melalui penerbangan internasional secara langsung dari China menuju Bali. Para pelaku industri perjalanan wisata di Tanah Air menyatakan siap menangkap peluang ekonomi dari masuknya wisatawan asing tersebut. Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardiansjah menilai, masuknya kembali wisatawan mancanegara atau wisman China ke Indonesia akan mampu mendorong pemulihan ekonomi nasional, salah satunya industri perjalanan wisata (travel). Namun, para agen perjalanan perlu memaksimalkan pelayanan.
”Kami semakin meningkatkan kualitas pelayanan perjalanan wisata oleh para pelaku di industri travel agar menarik lebih banyak wisman berkunjung ke Indonesia, khususnya (wisatawan dari) China,” ujarnya, Senin (23/1). Para pelaku agen perjalanan diimbau terus meningkatkan pelayanan mengingat peluang ekonomi dari masuknya kembali wisman China ke Indonesia cukup besar. Rata-rata wisman yang datang akan menginap sekitar sepekan dan mengunjungi destinasi wisata, seperti pantai, yang menjadi favorit wisatawan. Menurut Budijanto, wisman China memiliki karakteristik yang hampir mirip dengan wisatawan lokal, yaitu senang berbelanja dan mengunjungi berbagai obyek wisata. Oleh karena itu, kebutuhan layanan, seperti pemandu wisata berbahasa mandarin yang kompeten, perlu disiapkan. (Yoga)
Dinilai Efektif, Bansos Perlu Dilanjutkan
Instrumen perlindungan sosial dinilai berperan signifikan meredam naiknya angka kemiskinan selama tekanan inflasi tahun lalu. Untuk memitigasi krisis lanjutan akibat imbas perlambatan ekonomi global dan tren inflasi, sejumlah program perlindungan sosial khusus yang telah digulirkan beberapa tahun terakhir ini sebaiknya tetap dilanjutkan. Penelitian SMERU Research Institute terkait dengan dampak kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap tingkat kemisinan dan ketimpangan menunjukkan, 50-70 % potensi kenaikan angka kemiskinan dapat dimitigasi oleh kehadiran program perlindungan sosial (perlinsos).
Penelitian bertajuk ”Estimating the Effect of a Fuel Price Increase on Poverty and Inequality: Evidence from a Fuel Subsidy Reduction in Indonesia” yang dirilis Januari 2023 itu mengestimasi, tanpa bansos, dampak kenaikan harga BBM bersubsidi pada September 2022 bisa meningkatkan angka kemiskinan dari 9,54 % pada Maret 2022 menjadi 12,23 % - 12,77 %. Sementara itu, dengan kehadiran bansos khusus, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM kepada warga miskin dan rentan miskin serta pekerja berpenghasilan di bawah Rp 3,5 juta per bulan di periode yang sama, kemiskinan tetap naik, tetapi bisa ditekan ke 10,31 % - 11,08 %.
Peneliti SMERU Institute, Ridho A Izzati, menilai, berkaca pada peran bansos yang signifikan itu, pemerintah sebaiknya tetap melanjutkan program perlinsos yang sudah dijalankan sejak 2020. Tidak hanya kebijakan rutin, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako, tetapi juga dengan program perlinsos khusus lainnya, kata Ridho saat dihubungi, Senin (23/1). (Yoga)
Tergiur Janji Manis Apartemen
Impian ratusan konsumen di Bekasi dan Depok, Jabar, memiliki hunian vertikal pupus. Ratusan juta rupiah telah disetor, tetapi apartemen yang didambakan tak kunjung berwujud. Ariesta Sitepu (45) kerap mendatangi lahan kosong seluas 1 hektar di Jalan Raya Bogor, Kota Depok, yang rencananya dibangun Apartemen Cimanggis City. Ia membayar uang muka Rp 5 juta pada 2017 untuk pembelian satu apartemen. Total ia sudah mengangsur Rp 137 juta dan seharusnya awal 2021 menerima unit yang dibeli. Tiada aktivitas pembangunan di lahan itu. Kantor pemasaran pun sudah lama kosong. Ia tak tahu harus ke mana menagih apartemen yang dijanjikan. ”Kami meminta kejelasan pembangunan dan uang yang sudah kami bayar,” kata Ariesta, Rabu (18/1). Ariesta terpikat membeli apartemen di tempat itu berkat masifnya promosi serta harga jual hunian yang dinilai terjangkau dan murah. PT Permata Sakti Mandiri pengelola proyek itu, menurut dia, pernah berjanji mengembalikan uang Rp 137 juta. Uang akan dibayar secara berkala selama 36 bulan. ”Tetapi, pembayaran hanya dua kali sebesar Rp 9 juta. Setelah itu tidak ada kelanjutan lagi,” katanya. Ariesta hanya satu dari ratusan orang yang masih menanti tanpa kepastian terkait pembangunan hunian vertikal di Jalan Raya Bogor tersebut. Dilansir Kompas.com, hingga 2018, PT Permata Sakti Mandiri disebut telah menjual 685 unit dari total 1.600 unit yang akan dibangun di Apartemen Cimanggis City.
Hal serupa terjadi pada calon konsumen apartemen yang menjadi bagian dari proyek Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Proyek direncanakan dibangun di atas lahan seluas 2.200 hektar dengan total investasi Rp 278 triliun. Semboyan kota baru yang diusung Meikarta membuat Tommy Yusak (57) tak lagi berpikir panjang. Untuk pembelian satu unit apartemen di Meikarta, pada 2017 ia menyerahkan uang muka Rp 32 juta. Pelunasan dilakukan tujuh tahun dengan cicilan Rp 2,9 juta per bulan. Dalam kontrak jual beli, unit apartemen tipe studio yang dibeli bakal diserahterimakan pada 2019. Namun, hingga 2022, unit apartemen yang berlokasi di District 2 Meikarta belum juga digapai. Ia menghentikan pembayaran angsuran pada Maret 2022 setelah 33 kali membayar angsuran dengan Total Rp 130 juta. Namun, namanya terdaftar sebagai nasabah bermasalah di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK. Berdasarkan data dari Perkumpulan Komunitas Peduli Konsumen Meikarta (PKPKM), unit apartemen yang telah terbeli 20.000 unit, total konsumen yang menandatangani penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) 15.800 orang. Dari penghitungan PKPKM pula, PT Mahkota Sentosa Utama selaku pengelola proyek Meikarta diperkirakan telah mengantongi Rp 4,5 triliun uang konsumen (Kompas, 5/12). (Yoga)









