;

Rupiah Bisa Terbang, Tapi Tidak Dalam Jangka Panjang

Ekonomi Hairul Rizal 26 Jan 2023 Kontan (H)
Rupiah Bisa Terbang, Tapi Tidak Dalam Jangka Panjang

Posisi rupiah makin kuat di tahun ini. Fundamental ekonomi yang solid dan tren bunga The Fed yang menurun menopang penguatan mata uang Garuda. Dalam dua hari terakhir, rupiah bergerak di bawah Rp 15.000 per dollar Amerika Serikat (AS). Selasa (24/1), kurs spot rupiah sempat menguat hingga Rp 14.888 per dollar AS. Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf mengatakan, indeks dollar AS memang tengah turun. Kemarin, indeks dollar AS berada di level 101,65, turun 0,22% dari hari sebelumnya. Ini level terendah dalam periode delapan bulan terakhir. Alhasil, hampir semua mata uang Asia menguat tahun ini. Alwi menyebut, pelemahan dollar AS berkorelasi dengan ekspektasi pasar jika The Fed akan mengurangi agresivitasnya dalam menaikkan suku bunga. Pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pekan depan, bank sentral AS diperkirakan hanya menaikkan bunga 25 bps. FedWatch juga memperkirakan tingkat suku bunga AS mencapai puncaknya di level 4,75%-5% pada Juni 2023. Proyeksi ini lebih rendah daripada perkiraan suku bunga dari The Fed, di atas 5%-5,25%.

Download Aplikasi Labirin :