;

Dinilai Efektif, Bansos Perlu Dilanjutkan

Dinilai Efektif,
Bansos Perlu
Dilanjutkan

Instrumen perlindungan sosial dinilai berperan signifikan meredam naiknya angka kemiskinan selama tekanan inflasi tahun lalu. Untuk memitigasi krisis lanjutan akibat imbas perlambatan ekonomi global dan tren inflasi, sejumlah program perlindungan sosial khusus yang telah digulirkan beberapa tahun terakhir ini sebaiknya tetap dilanjutkan. Penelitian SMERU Research Institute terkait dengan dampak kenaikan harga BBM bersubsidi terhadap tingkat kemisinan dan ketimpangan menunjukkan, 50-70 % potensi kenaikan angka kemiskinan dapat dimitigasi oleh kehadiran program perlindungan sosial (perlinsos).

Penelitian bertajuk ”Estimating the Effect of a Fuel Price Increase on Poverty and Inequality: Evidence from a Fuel Subsidy Reduction in Indonesia” yang dirilis Januari 2023 itu mengestimasi, tanpa bansos, dampak kenaikan harga BBM bersubsidi pada September 2022 bisa meningkatkan angka kemiskinan dari 9,54 % pada Maret 2022 menjadi 12,23 % - 12,77 %. Sementara itu, dengan kehadiran bansos khusus, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) BBM kepada warga miskin dan rentan miskin serta pekerja berpenghasilan di bawah Rp 3,5 juta per bulan di periode yang sama, kemiskinan tetap naik, tetapi bisa ditekan ke 10,31 % - 11,08 %.

Peneliti SMERU Institute, Ridho A Izzati, menilai, berkaca pada peran bansos yang signifikan itu, pemerintah sebaiknya tetap melanjutkan program perlinsos yang sudah dijalankan sejak 2020. Tidak hanya kebijakan rutin, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako, tetapi juga dengan program perlinsos khusus lainnya, kata Ridho saat dihubungi, Senin (23/1). (Yoga)


Tags :
#Bansos
Download Aplikasi Labirin :