;

Peluang Cuan dari Libur Lebaran

Hairul Rizal 18 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Perusahaan otomotif besar di Indonesia, seperti Toyota, Daihatsu, Suzuki, Honda, dan Hyundai, kembali menggelar program Posko Siaga dan Bengkel Siaga untuk menyambut arus mudik Lebaran 2025. Program ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi para pemudik, dengan lebih dari 300 titik Posko Siaga dan bengkel siaga yang tersebar di seluruh Indonesia.

Toyota, yang memimpin pasar otomotif Indonesia, mengoperasikan lebih dari 300 titik Posko Siaga dan Bengkel Siaga, dengan harapan dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang memeriksakan kendaraannya selama libur Lebaran. Program ini diharapkan dapat mendukung kenyamanan pemudik, mengingat puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada H-3 Lebaran.

Selain Toyota, Daihatsu, Suzuki, Honda, dan Hyundai juga menyiapkan layanan serupa, termasuk diskon untuk suku cadang dan servis. Layanan ini berlaku selama periode mudik, serta memastikan kendaraan dalam kondisi prima untuk perjalanan jauh. Dengan adanya layanan bengkel siaga dari berbagai merek mobil, diharapkan para pemudik dapat merasa aman dan nyaman selama perjalanan.


Bonus Hari Raya, Bentuk Apresiasi bagi Ojek Online

Hairul Rizal 18 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Pengemudi ojek online, taksi online, dan kurir akan menerima Bonus Hari Raya (BHR) sebagai bentuk apresiasi atas kinerja mereka selama 12 bulan terakhir. Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa pemberian BHR ini wajib dilakukan oleh perusahaan layanan transportasi online dalam bentuk uang tunai. Pengumuman terkait pemberian bonus ini juga disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto, dihadiri oleh CEO GoTo Patrick Walujo dan CEO Grab Anthony Tan, serta perwakilan mitra ojek online.

Bonus ini diberikan kepada dua kategori pengemudi: full-time dengan jumlah 250.000 akun dan part-time yang mencapai 1 juta hingga 1,5 juta akun. Pengemudi yang produktif akan menerima bonus sebesar 20% dari rata-rata pendapatan bersih mereka selama setahun. Misalnya, jika pendapatan bersih pengemudi Rp3 juta per bulan, maka bonus yang diterima adalah Rp600.000. Pengemudi yang tidak produktif akan mendapatkan bonus sesuai kebijakan masing-masing perusahaan. Pemerintah menetapkan bahwa BHR ini harus diberikan paling lambat tujuh hari sebelum Idul Fitri



Surplus Neraca Dagang Terus Menyusut

Hairul Rizal 18 Mar 2025 Kontan
Surplus neraca perdagangan Indonesia mengalami penurunan pada Februari 2025, tercatat sebesar US$ 3,13 miliar, turun US$ 380 juta dibanding bulan sebelumnya. Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut bahwa meskipun surplus berkurang, Indonesia telah mempertahankan surplus perdagangan selama 58 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Surplus perdagangan terutama ditopang oleh komoditas non-migas seperti minyak nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja. Namun, neraca perdagangan komoditas migas mengalami defisit sebesar US$ 1,72 miliar akibat impor minyak mentah dan hasil minyak yang tinggi.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, menilai bahwa tren penurunan harga batubara, minyak mentah, serta logam di pasar global akan semakin mempersempit surplus perdagangan. Selain itu, kebijakan pelarangan ekspor bijih tembaga sejak Januari 2025 juga telah menghilangkan sumber pendapatan ekspor yang signifikan.

Josua menambahkan bahwa peningkatan impor bahan baku dan barang modal di Februari bisa menjadi sinyal pertumbuhan ekonomi. Namun, jika ekspor tidak ikut meningkat, maka neraca perdagangan bisa mengalami defisit dalam beberapa bulan ke depan. Ia menyarankan agar pemerintah memperkuat ekspor berbasis manufaktur dan memperluas pasar ke negara-negara non-tradisional.

Sementara itu, Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang, mengingatkan bahwa rencana kenaikan tarif royalti pemerintah atas komoditas tambang seperti batubara, nikel, tembaga, emas, dan timah dapat menurunkan daya saing sektor pertambangan. Tekanan tambahan juga datang dari melemahnya permintaan global, terutama akibat deflasi di China dan pelemahan ekonomi AS.

Meskipun neraca perdagangan masih mencatat surplus, para ekonom memperingatkan bahwa tekanan dari penurunan harga komoditas, kebijakan ekspor, dan meningkatnya impor bisa membuat surplus semakin menyempit dalam beberapa bulan ke depan.

Produk yang Masih Laris Meski Daya Beli Melemah

Hairul Rizal 18 Mar 2025 Kontan
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY) diperkirakan mengalami pertumbuhan yang lebih konservatif pada 2025, di tengah pelemahan daya beli masyarakat dan rencana kenaikan cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) pada Juni 2025.

Namun, Analis Sinarmas Sekuritas, Vita Lestari, menilai bahwa strategi pemasaran dan distribusi yang efektif masih dapat mendukung kinerja CMRY. Ia mencatat bahwa pendapatan CMRY pada kuartal IV-2024 mencapai Rp 2,4 triliun, tumbuh 7,6% secara kuartalan (qoq) dan 17,6% secara tahunan (yoy). Segmen makanan tetap menjadi andalan, sementara segmen susu juga menunjukkan pemulihan kuat, terutama dari penjualan yogurt.

Equity Research Analyst Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis, menambahkan bahwa meskipun daya beli masyarakat melemah, segmen makanan CMRY masih bisa tumbuh karena menyasar konsumen kelas menengah ke atas, yang konsumsi produknya lebih stabil. Selain itu, inovasi produk juga menjadi pendorong pertumbuhan ke depan.

Keunggulan utama CMRY adalah distribusi yang kuat, terutama melalui program Miss Cimory, yang tumbuh 63% yoy dan memungkinkan agen menjual produk langsung ke konsumen. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty, menilai strategi ini meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya logistik.

Meskipun prospeknya masih positif, Vita mengingatkan bahwa CMRY harus menghadapi risiko depresiasi rupiah karena ketergantungannya pada bahan baku impor, serta potensi kenaikan harga ayam pedaging menjelang Idulfitri. CMRY menargetkan pertumbuhan pendapatan 10%-15% yoy di 2025.

Terkait rekomendasi saham, Vita merekomendasikan "add" dengan target harga Rp 5.100, sementara Arinda dan Azis merekomendasikan "buy" dengan target harga masing-masing Rp 5.800 dan Rp 5.050.

Restrukturisasi Kredit, Beban Tambahan bagi Perbankan

Hairul Rizal 18 Mar 2025 Kontan
Perbankan di Indonesia menghadapi peningkatan beban biaya pada 2025, tidak hanya dari cost of fund yang tinggi akibat ketatnya persaingan likuiditas, tetapi juga dari iuran Program Premi Restrukturisasi Perbankan (PRP) yang mulai berlaku tahun ini.

Direktur Bank Oke Indonesia, Efdinal Alamsyah, mengakui bahwa aturan ini berpotensi menekan margin keuntungan bank, terutama bagi bank dengan rasio dana mahal yang tinggi. Untuk mengatasi hal ini, Bank Oke fokus pada peningkatan dana murah (CASA) serta melakukan efisiensi operasional melalui digitalisasi layanan.

Hal serupa juga disampaikan oleh Direktur Keuangan Bank Jatim, Edi Masrianto, yang menyebutkan bahwa pembayaran iuran PRP pasti akan menambah beban biaya bank, yang bisa berdampak pada penurunan laba bersih. Namun, ia juga menyadari bahwa PRP memberikan manfaat dalam menjaga stabilitas sistem perbankan nasional. Bank Jatim mengantisipasi kenaikan biaya ini dengan menyesuaikan strategi bisnis, menekan biaya operasional, dan meningkatkan efisiensi melalui teknologi.

Sementara itu, bagi bank bermodal besar, dampak PRP relatif kecil. Direktur Risk Management BTN, Setiyo Wibowo, menyebut bahwa tambahan iuran PRP hanya 0,016% dari total aset BTN, sehingga tidak signifikan terhadap kinerja keuangan bank.

Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa bank wajib membayar premi PRP setiap enam bulan sekali, dengan total iuran bank umum yang terkumpul pada 2025 diperkirakan hanya Rp 1 triliun. Angka ini jauh lebih kecil dibanding premi penjaminan simpanan yang mencapai Rp 17 triliun per tahun, sehingga tambahan biaya PRP dinilai relatif kecil dibanding manfaatnya dalam menjaga keamanan sektor perbankan.

Prospek Saham Bank di Tengah Dinamika Pasar

Hairul Rizal 17 Mar 2025 Bisnis Indonesia (H)

Turunnya saham perbankan besar memberikan tekanan signifikan terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG), yang mempengaruhi kapitalisasi pasar bank buku IV yang mencapai Rp2.303 triliun, atau lebih dari 20% dari total market cap IHSG sebesar Rp11.302 triliun. Penurunan saham perbankan ini dipicu oleh ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang lebih terbatas, yang menyebabkan dolar AS menguat dan memukul rupiah, mengurangi minat investor asing, serta menyebabkan likuiditas pasar semakin ketat.

Selain itu, kebijakan pemerintah terkait Bank BUMN, seperti konsolidasi Danantara dan Koperasi Desa Merah Putih yang kurang dikomunikasikan dengan jelas, menambah ketidakpastian di pasar. Meskipun demikian, kalangan perbankan dan analis tetap optimistis terhadap potensi pertumbuhan kinerja perbankan pada 2025. Beberapa perusahaan juga tetap berkomitmen untuk memberikan dividen kepada pemegang saham, yang menjadi faktor pendorong untuk mempertahankan minat investor.

Di tengah sentimen negatif tersebut, para pemimpin pasar atau "market movers" tetap memainkan peran penting dalam menjaga kepercayaan pasar dan memastikan bahwa perbankan dapat menghadapi tantangan ini dengan fokus pada potensi pertumbuhan dan stabilitas di masa depan.


Stabilisasi Harga Daging Jelang Lebaran

Hairul Rizal 17 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Lebih dari 20 tahun upaya pemerintah untuk mencapai swasembada daging sapi, harga daging sapi tetap terus meningkat, dari Rp67.000/kg pada 2010 menjadi Rp120.000/kg pada 2024. Berbagai kebijakan yang telah diambil, seperti membuka impor daging sapi tanpa kuota, kebijakan impor sapi betina produktif, dan program seperti SIKOMANDAN dan Upsus SIWAB, tidak berhasil menurunkan harga daging sapi. Bahkan, populasi sapi di Indonesia justru menurun drastis, sementara impor daging sapi semakin meningkat.

Selain itu, kebijakan yang diluncurkan juga tidak diimbangi dengan pendalaman analisis yang mendalam mengenai permintaan dan penawaran daging sapi, serta potensi pertumbuhan peternakan sapi domestik. Beberapa faktor yang mempengaruhi termasuk ketidakjelasan data terkait pemotongan ternak sapi, pola perbibitan yang tidak terarah, dan pengabaian tradisi dalam budi daya peternakan rakyat. Akibatnya, kebijakan impor tidak berhasil menciptakan iklim yang mendukung pertumbuhan peternakan sapi domestik.

Pemerintah kini beralih ke Program Peningkatan Susu dan Daging Nasional (P2SDN) untuk mendukung program MBG, yang melibatkan impor 1,3 juta ekor sapi dalam lima tahun ke depan. Pemerintah juga merencanakan impor daging sapi dan kerbau sebanyak 280.000 ton pada tahun ini untuk mengatasi lonjakan harga pada saat Idulfitri.

Namun, untuk mengendalikan harga daging sapi, diperlukan kebijakan yang lebih komprehensif dan berbasis data yang akurat, termasuk penetapan harga yang tepat dan peningkatan produksi domestik, bukan hanya bergantung pada impor. Kebijakan yang tidak terkoordinasi dengan baik dan tidak memperhatikan faktor-faktor struktural dalam industri peternakan dapat menghambat keberhasilan dalam mencapai harga daging sapi yang terjangkau.


Praktik Kecurangan Minyakita Meningkat

Hairul Rizal 17 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan adanya praktik kecurangan oleh tujuh perusahaan yang memproduksi dan mengemas minyak goreng MinyaKita dengan takaran kurang dari 1 liter. Beberapa perusahaan, seperti CV Briva Jaya Mandiri, CV Bintang Nanggala, dan KP Nusantara, diduga mengurangi takaran minyak goreng yang seharusnya 1 liter menjadi hanya 700 ml, merugikan masyarakat. Amran menekankan pentingnya sanksi berat terhadap perusahaan-perusahaan nakal ini, dan menyerahkan penegakan hukum kepada Satgas Pangan.

Menteri Perdagangan Budi Santoso juga mengungkapkan bahwa PT Artha Eka Global Asia (AEGA), yang terlibat dalam pengurangan takaran MinyaKita, telah disegel dan disita barang-barangnya. Puan Maharani, Ketua DPR, menyoroti kurangnya pengawasan yang menyebabkan kasus penyunatan takaran dan peredaran MinyaKita palsu. Dia mendesak agar pengawasan produk pangan diperketat untuk melindungi masyarakat dari penyalahgunaan.

Menurut pengamat pertanian Khudori, meskipun penyunatan volume MinyaKita dapat mengurangi kepercayaan konsumen, harga MinyaKita yang lebih murah dibandingkan minyak goreng kemasan dan curah tetap menjadi daya tarik. Namun, harga MinyaKita telah melampaui harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, dengan harga rata-rata mencapai Rp17.645 per liter, jauh lebih tinggi dari HET yang seharusnya Rp15.700 per liter. Hal ini menunjukkan adanya ketidaksesuaian dalam pengawasan harga dan distribusi yang perlu segera diperbaiki.


KPK Sita Uang Rp 2,6 Miliar dalam Operasi

Hairul Rizal 17 Mar 2025 Bisnis Indonesia

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan, dengan mengamankan delapan orang dan uang sebesar Rp2,6 miliar. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, mengonfirmasi bahwa OTT ini terkait dengan dugaan suap dalam proyek yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pemerintah Kabupaten OKU.

Fitroh juga menyebutkan bahwa kepala Dinas PUPR dan tiga anggota DPRD Kabupaten OKU termasuk di antara yang terjaring dalam OTT ini. Meskipun identitas lengkap para tersangka belum diumumkan secara resmi, Juru Bicara KPK, Tessa Mahardika, memastikan bahwa mereka yang terjaring OTT sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk proses lebih lanjut. Kejadian ini menunjukkan keseriusan KPK dalam memberantas korupsi, khususnya terkait dengan proyek-proyek pemerintah daerah yang rentan akan praktik suap.


Pasar Saham Berharap Pemangkasan Suku Bunga

Hairul Rizal 17 Mar 2025 Kontan (H)
Pasar saham Indonesia diperkirakan akan lebih fluktuatif pada pekan ketiga Maret 2025, terutama menjelang pengumuman suku bunga Bank Indonesia (BI) pada 19 Maret dan Federal Reserve (The Fed) pada 20 Maret. Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas, Rully Arya Wisnubroto, menyatakan bahwa keputusan kedua bank sentral ini akan menjadi faktor penentu bagi pasar.

Menurut Rully, jika BI menurunkan suku bunga, ada risiko pelemahan rupiah, tetapi di sisi lain bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan pasar saham dalam jangka pendek hingga menengah. Namun, jika BI mempertahankan suku bunga, dampak jangka panjangnya bisa lebih kompleks karena tingkat optimisme terhadap ekonomi Indonesia masih rendah.

VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, menambahkan bahwa konsensus memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga karena ekonomi AS masih kuat. Jika suku bunga turun, akan ada peralihan dana ke aset dengan imbal hasil lebih tinggi, termasuk saham. Audi mencontohkan bahwa saat BI menurunkan suku bunga dari 6,5% ke 4,75% pada 2016-2017, IHSG menguat hingga 15,32% pada 2016 dan 19,9% pada 2017.

Dari sisi teknikal, IHSG saat ini bergerak dinamis setelah menembus level support 6.500-6.600, yang bertahan sejak 2022. Rully memperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 6.350-6.720 selama pekan ini. Ekonom Panin Sekuritas, Felix Darmawan, menambahkan bahwa tanpa sentimen global positif dan masuknya dana asing, IHSG kemungkinan akan sideways atau mengalami koreksi dengan batas bawah di sekitar 6.500.

Pilihan Editor