PERBERASAN, Pemerintah Revisi Harga Pembelian
Setelah tiga tahun berlalu, pemerintah akhirnya merevisi kebijakan tentang harga pembelian Pemerintah atau HPP gabah dan beras. Selain HPP, pemerintah juga menetapkan harga eceran tertinggi atau HET beras. Harapannya, harga gabah di petani serta harga beras di pedagang dan konsumen berada di tingkat yang wajar. Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi mengumumkan kenaikan HPP gabah dan beras itu seusai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/3). Arief menyebutkan, harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani ditetapkan Rp 5.000 per kg. Sementara GKP di tingkat penggilingan ditetapkan Rp 5.100 per kg, gabah kering giling (GKG) di penggilingan Rp 6.200 per kg, GKG di gudang Bulog Rp 6.300 per kg, dan HPP beras di gudang Bulog Rp 9.950 per kg.
Selain ketentuan tentang HPP gabah dan beras, pemerintah juga menetapkan HET beras berdasarkan zonasi dalam rapat tersebut. HET beras medium di zona 1 yang meliputi Jawa, Lampung, Sumsel, Bali, NTB, dan Sulawesi ditetapkan Rp 10.900 per kg. Sementara HET beras medium di zona 2 yang meliputi Sumatera selain Lampung dan Sumsel serta NTT dan Kalimantan ditetapkan Rp 11.500 per kg. Adapun HET beras medium di zona yang mencakup Maluku dan Papua ditetapkan Rp 11.800 per kg. Arief menambahkan, Presiden meminta keputusan itu diumumkan segera, payung hukumnya dalam proses perundang-undangan, sehingga ketentuan tentang HPP dan HET ini bisa segera berlaku. (Yoga)
Nilai Ekspor RI Terus Menyusut
Akibat melesunya perdagangan komoditas, kinerja ekspor Indonesia Februari 2023 menurun dibandingkan bulan sebelumnya. Tren merosotnya nilai ekspor Indonesia berlangsung selama enam bulan berturut-turut. BPS, Rabu (15/3) merilis nilai ekspor Februari 2023 sebesar 21,4 miliar USD, lebih rendah 4,15 % dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 22,32 miliar USD. Tren penurunan nilai ekspor Indonesia dimulai sejak September 2022. Nilai ekspor pada September 2022 sebesar 24,8 miliar USD atau anjlok 10,58 % dibandingkan bulan sebelumnya. Pada Februari 2023, nilai ekspor nonmigas 20,21 miliar USD atau menurun 3 % dibandingkan bulan sebelumnya.
”Kinerja tersebut dipengaruhi oleh penurunan nilai kelompok bahan bakar mineral sebesar 6,51 %, kelompok logam mulia, perhiasan, dan permata turun 30 %, kelompok bijih logam, kerak, dan abu turun 29,86 %, serta alas kaki turun 13,78 persen,” tutur Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah dalam konferensi pers yang diadakan secara hibrida. Secara tahunan, nilai ekspor masih tumbuh, tetapi melambat. Dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, nilai ekspor Februari 2023 tumbuh 4,51 %, lebih rendah dibandingkan Januari 2023 yang mencapai 16,43 %. (Yoga)
USAHA RINTISAN, ”Tech Winter” MasihBerlanjut pada 2023
Fenomena tech winter masih akan berlanjut pada tahun 2023. Situasi ini mendorong perusahaan rintisan bidang teknologi, dari berbagai tahapan, untuk fokus mengejar inovasi model bisnis yang menghasilkan profit. Tech winter adalah kondisi kenaikan biaya modal yang memaksa investor memperketat seleksi investasi mereka untuk memaksimalkan pengembalian investasi dan menurunkan risiko. Peningkatan biaya modal ini karena faktor makro-ekonomi, seperti perang Rusia-Ukraina yang berdampak pada harga energi dan rantai pasok global. Faktor lainnya, banyak konsumen yang beralih ke layanan digital pada saat pandemi Covid-19 kini sebagian dari mereka kembali menggunakan layanan luring.
”Tech winter sudah terjadi lama karena suku bunga Bank Sentral AS masih tinggi. Perang Rusia-Ukraina masih berkecamuk. Daya beli konsumen juga relatif masih turun,” ujar Investment Partner GDP Venture, Antony Liem, saat diskusi ”Navigating Startups: Opportunities & Challenges 2023”, Rabu (15/3) di Jakarta. Kondisi ini diperkirakan masih berlanjut. Hal ini makin mengingatkan pelaku usaha rintisan (start up) bidang teknologi untuk fokus menjalankan bisnis yang menguntungkan. Mendirikan start up jangan lagi dianggap ”gaya hidup” dan menekankan prestasi sebatas perolehan pendanaan. Start up yang berhasil profit juga akan berdampak bagi masyarakat. (Yoga)
RI-India Gulirkan Perjanjian Tarif Preferensial
Indonesia dan India menargetkan nilai perdagangan nonmigas kedua negara dapat mencapai 50 miliar USD pada 2025. Target tersebut akan direalisasikan melalui perjanjian tarif preferensial serta kolaborasi pelaku usaha dan industri kedua negara. Target perdagangan kedua negara itu disepakati Presiden RI Jokowi dan PM India Narendra Modi pada 2019. Hingga 2022, total perdagangan nonmigas RI-India telah mencapai 32,7 miliar USD atau tumbuh 55 % secara tahunan. Mendag Zulkifli Hasan, Selasa (14/3) mengatakan, pihaknya akan berupaya merealisasikan target itu dengan menjalin hubungan yang intensif bersama pemerintah dan pelaku usaha India.
Dengan Pemerintah India, Indonesia tengah berupaya merealisasikan perjanjian tarif preferensial (PTA). ”PTA tersebut akan mengarah pada perdagangan barang yang berfokus pada isu kepentingan dua negara,” ujarnya di sela-sela KTT Kemitraan Konfederasi Industri India (Confederation of Indian Industry/CII Partnership Summit) 2023 di New Delhi, India. Dalam pertemuan dengan Mendag dan Industri India Piyush Goyal, Selasa malam, Zulkifli juga membahas PTA. Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Djatmiko Bris Witjaksono menambahkan, perundingan kerja sama perdagangan bilateral RI-India sudah dimulai sejak 2020, namun, lantaran pandemi Covid-19, negosiasi PTA itu tertunda selama dua tahun. Tahun ini,RI-India kembali memulai negosiasi PTA secara lebih intensif. (Yoga)
UMKM Tumbuh, Perekonomian Pulih
Pertumbuhan sektor UMKM dinilai menjadi kunci penting menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19. Namun, pengembangannya masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti soal tata kelola data dan minimnya fasilitas produksi. Pemerintah berfokus membenahi dua hal itu agar UMKM bisa tumbuh optimal di tahun 2023. ”Kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia hampir 61 % dan menyerap 97 % tenaga kerja,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto pada Maybank Indonesia Economic Outlook 2023 di Jakarta, Rabu (15/3). (Yoga)
Konsumsi dan Investasi Dorong Ekonomi RI
Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini diperkirakan lebih tinggi dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Keyakinan ini didasarkan konsumsi dalam negeri yang kuat dan lonjakan investasi dari kebijakan hilirisasi sumber daya alam. ”Semua faktor ini akan membuat Indonesia menjadi bintang bersinar di kawasan Asia Tenggara,” ujar Presdir PT Bank DBS Indonesia Lim Chu Chong pada acara DBS Asian Insight Forum 2023, Jakarta, Rabu (15/3). Peran Indonesia sebagai Ketua ASEAN tahun ini juga sangat strategis. Ditambah, Indonesia baru saja menyelesaikan kepemimpinan G20 tahun lalu. (Yoga)
Revitalisasi Waduk Darma Rp 30 Miliar
Revitalisasi Waduk Darma di Kabupaten Kuningan, Jabar, yang dimulai sejak 2019, menelan biaya lebih dari Rp 30 miliar. Pemprov Jabar mencanangkan waduk yang beroperasi sejak 1962 itu menjadi destinasi wisata internasional. ”Salah satu yang kami banggakan adalah penataan Waduk Darma. Saya titip ini dijaga. Total anggarannya di atas Rp 30 miliar. Saya harapkan (Waduk Darma) menjadi destinasi wisata unggulan, bahkan internasional,” kata Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dalam rangkaian peringatan Hari Air Sedunia di Waduk Darma, Rabu (15/3). Turut hadir dalam acara itu, Bupati Kuningan Acep Purnama. (Yoga)
Jokowi: Impor Pakaian Bekas Sudah Sangat Mengganggu
JAKARTA, ID – Lebih dari sepekan menjadi pemberitaan media massa, Presiden Joko Widodo akhirnya angkat bicara. Ditegaskan, impor pakaian bekas harus dihentikan karena aktivitas tersebut sudah sangat mengganggu perkembangan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) di dalam negeri yang sedang mengalami kontraksi akibat anjloknya permintaan global. Ia memerintahkan kementerian dan lembaga (L/K) terkait untuk menelusuri faktor penyebab impor pakaian bekas, asal-usul negara pengekspor, dan segera mengambil langkah penanggulangan. “Yang namanya impor pakaian bekas, stop,”ujar Presiden Joko Widodo (Jokowi) usai meresmikan pembukaan Business Matching Produk Dalam Negeri di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (15/03/2023). Turut hadir mendampingi Presiden di antanya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Oleh karena itu, kata Presiden, dirinya telah memerintahkan semua aparat, kementerian, dan lembaga terkait untuk menyelidiki aktivitas impor pakaian bekas tersebut. “Sudah saya perintahkan untuk cari betul
dan sehari-dua hari ini sudah banyak yang ketemu. Itu mengganggu industri tekstil di dalam negeri, sangat mengganggu,” tandas Jokowi. (Yetede)
Freeport Ajukan Perpanjangan Izin Ekspor
JAKARTA, ID - PT Freeport Indonesia telah mengajukan permohonan perpanjangan rekomendasi persetujuan ekspor ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Izin ekspor Freeport berakhir pada 19 Maret nanti. Izin ekspor diberikan untuk periode satu tahun dan dapat diperpanjang bila memenuhi persyaratan. Vice President Corporate Communications Freport Indonesia Katri Krisnati mengatakan permohonan sudah diajukan ke Kementerian ESDM. Namun hingga kini masih dievaluasi pemerintah. “Kami masih menunggu persetujuan dari pemerintah,” kata Katri kepada Investor Daily di Jakarta, Rabu (15/3). Perpanjangan ekspor diberikan bila kemajuan pembangunan fasilitas pemurnian mineral (smelter) minimal mencapai 90% dari rencana kerja. Adapun kemajuan smelter Freeport telah mencapai 54,5%. Progres tersebut melampaui rencana kerja yang ditetapkan sebesar 52,9%. Freeport membangun smelter di Manyar, Gresik, Jawa Timur dengan kapasitas 1,7 juta ton konsentrat tembaga. Freeport telah menanamkan investasi hingga US$ 1,78 miliar atau setara Rp 27 triliun dari total US$ 3 miliar atau setara dengan Rp 45 triliun. Berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No. 17 Tahun 2020 tentang Pengusahaan Mineral dan Batu bara menyatakan izin ekspor konsentrat hanya diberikan hingga 10 Juni 2023. Ketentuan ini merujuk dari Undang-Undang No.3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara. (Yetede)
Neraca Perdagangan Surplus US$ 5,48 Miliar
JAKARTA, ID – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2023 mengalami surplus sebesar US$ 5,48 miliar. Sementara itu, surplus neraca perdagangan tersebut membuat nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Nilai ekspor Indonesia Februari 2023 mencapai US$ 21,40 miliar atau turun 4,15% dibanding ekspor Januari 2023. Dibanding Februari 2022 nilai ekspor naik sebesar 4,51%. Nilai impor Indonesia Februari 2023 mencapai US$ 15,92 miliar, turun 13,68% dibandingkan Januari 2023 atau turun 4,32% dibandingkan Februari 2022. “Neraca perdagangan sampai Februari 2023 telah membukukan surplus selama 34 bulan berturut-turut sejak Mei 2020 dan masih dalam tren yang meningkat,” kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Habibullah dalam konferensi pers BPS pada Rabu (15/3/2023). Surplus neraca perdagangan ditopang oleh surplus neraca komoditas nonmigas. Neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar US$ 1,22 miliar yang disebabkan oleh komoditas minyak mentah dan hasil minyak. Sementara itu, neraca perdagangan nonmigas surplus US$ 6,70 miliar yang ditopang oleh bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), besi dan baja (HS 72). (Yetede)









