;

PARIWISATA, Visa Kedatangan Perlu Diperketat

Yoga 15 Mar 2023 Kompas

Pemerintah saat ini telah memberlakukan visa kedatangan atau visa on arrival bagi wisatawan mancanegara dari 86 negara. Pengawasan pelaksanaan kebijakan ini perlu diperketat agar jangan sampai muncul permasalahan turis asing melanggar aturan dengan berkedok wisata. Sebelumnya, ramai diberitakan sejumlah wisatawan mancanegara (wisman) asal Rusia dan Ukraina, diduga melakukan pelanggaran dengan berkedok tengah berwisata di Bali, namun turis itu justru bekerja di Bali, bukannya berwisata. Hal ini membuat Pemprov Bali bersurat ke Kemenkumham untuk mencabut kebijakan visa kedatangan bagi warga Rusia dan Ukraina.

Pemprov Bali juga dikabarkan mengeluarkan larangan wisman mengendarai sepeda motor. Kebijakan ini untuk merespons beberapa kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat wisman yang tidak mahir mengendarai sepeda motor. ”Fenomena itu harus disikapi dengan tidak tergesa-gesa, kecuali pelanggarannya sudah masif, lama, dan berulang-ulang. Pengawasan terhadap wisman pemegang visa kedatangan menjadi penting,” ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (Asita) Budijanto Ardiansjah, Selasa (14/3)di Jakarta. Budijanto menyarankan pemerintah memberlakukan kebijakan visa kedatangan harus berdasarkan potensi pasar dan resiprokal. (Yoga)


Digitalisasi Topang Kinerja Bank Mandiri

Yoga 15 Mar 2023 Kompas

Pemulihan ekonomi dan transformasi digitalisasi yang dilakukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan salah satu pendukung kinerja tahun 2022. Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih konsolidasi Rp 41,2 triliun atau meningkat 46,9 % dari tahun 2021. Dari perolehan laba itu, sebanyak 60 % atau Rp 24,7 triliun dibagikan menjadi dividen. Setiap satu saham menerima dividen Rp  29,34 atau naik 46,8 % dari dividen tahun 2021 yang Rp 360,64 per saham. Sisa laba akan digunakan sebagai laba ditahan.

Situasi perekonomian yang terus membaik seiring pandemi Covid-19 yang terkendali juga berdampak positif pada restrukturisasi Bank Mandiri. Menjelang akhir relaksasi restrukturisasi pada 31 Maret 2023 mendatang, Bank Mandiri sudah menyelesaikan sebagian besar kredit yang direstrukturisasi tersebut. Dirut Bank Mandiri Darmawan Junaidi menuturkan, kinerja Bank Mandiri tidak terlepas dari perekonomian yang terus membaik. Hingga akhir 2022, kredit secara konsolidasi tumbuh 14,48 % menjadi Rp 1.202 triliun. Dana pihak ketiga naik 15,46 % menjadi Rp 1.490 triliun. Portofolio tersebut ditopang oleh dana murah yang naik 31,1 % dan tabungan yang naik 13,5 % dari tahun 2021. (Yoga)

Pendapatan Masih Kuat

Yoga 15 Mar 2023 Kompas

Realisasi penerimaan dari pajak hingga akhir Februari 2023 tercatat masih positif, dan tetap menjadi penyokong utama anggaran negara. Untuk itu, pelayanan di sektor pajak perlu diakselerasi lebih jauh dengan mereformasi sistem administrasi perpajakan. Selain agar meningkatkan penerimaan, reformasi dibutuhkan untuk menghindari celah korupsi yang berpotensi dilakukan oleh para pegawai pajak. Salah satu cara yang akan ditempuh ialah penerapan sistem Core Tax yang direncanakan dilakukan pada tahun 2024.Menkeu Keuangan Sri Mulyani Indrawati menerangkan, pendapatan yang diterima negara hingga akhir Februari 2023 sebesar Rp 419,6 triliun, atau sudah mencapai 17 % dari target pendapatan negara sebesar Rp 2.463 triliun. Selain itu, belanja negara pada Januari-Februari 2023 sebesar Rp 287,8 triliun, atau naik 9,4 % secara tahunan.”Pendapatan negara hingga Februari 2023 naik 38,7 % secara tahunan. Artinya, APBN 2023 masih surplus Rp 131,8 triliun,” ujarnya di Jakarta, Selasa (14/3). 

Adapun total pendapatan negara ini didapatkan dari penerimaan pajak Rp 279,98 triliun, bea-cukai Rp 53,27 triliun, dan PNBP Rp 86,4 triliun. Penerimaan pajak hingga Februari 2023 dinilai masih kuat berdasarkan pertumbuhan penerimaan di beberapa pos. Pada pos Pajak Penghasilan (PPh) nonmigas, pemerintah telah mengumpulkan pajak Rp 137,09 triliun, atau 15,69 % target tahun 2023 yaituRp 2.021 triliun, atau naik 24,35 % secara tahunan. Sementara di PPN dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn-BM), pemerintah mengumpulkan Rp 129,27 triliun, atau naik 72,87 % secara tahunan. Dari PBB, negara mendapatkan Rp 1,95 triliun atau naik 29 % secara tahunan. Mulai April 2023, DJP melatih 460-an pegawainya untuk mempelajari operasionalisasi sistem Core Tax, hingga 45.000 pegawai DJP mampu mengoperasikan program ini di akhir tahun 2023. ”Harapannya, dengan digitalisasi ini, negoisasi antara petugas dan wajib pajak bisa dikurangi secara signifikan,” kata Dirjen Pajak, Suryo Utomo. (Yoga)

PERDAGANGAN INTERNASIONAL, RI dan India Ajak Dunia Perkuat Kemitraan

Yoga 15 Mar 2023 Kompas

Indonesia dan India mengajak dunia memperkuat jembatan kerja sama dan kemitraan antar negara di tengah tantangan konflik geopolitik. Indonesia menegaskan pentingnya membangun relasi mendalam, sedangkan India menawarkan keberlanjutan sebagai cara atau jalan hidup sebuah negara. Hal itu mengemuka dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kemitraan Konfederasi Industri India (Confederation of Indian Industry/CII Partnership Summit) 2023 di New Delhi,  India, Senin (13/3/2023) malam. KTT yang dipimpin Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyalitu mengusung tema ”Kemitraan untuk Bisnis yang Bertanggung Jawab, Akselerasi, Inovatif, Berkelanjutan, dan Berkeadilan”.

Menurut Mendag RI, Zulkifli Hasan, landasan dari semua jenis kerja sama adalah hubungan orang ke orang. Dari jalinan relasi personal itu terciptalah jembatan yang memungkinkan terbangunnya hubungan yang lebih mendalam. Sementara Goyal menegaskan pentingnya membangun ketahanan ekonomi berkelanjutan dengan berfokus pada inklusivitas. Membangun keberlanjutan di berbagai sektor telah menjadi inti dari agenda Presidensi G20 India. Ia menegaskan, Pemerintah India berpandangan, keberlanjutan adalah cara atau jalan hidup. ”Dalam konteks perdagangan global, keberlanjutan kesepakatan perdagangan multilateral dan bilateral sangat diperlukan di tengah tekanan restriksi dagang yang dilakukan sejumlah negara,” kata Goyal. (Yoga)


Petani Bersiasat Hadapi Keterbatasan Pupuk

Yoga 15 Mar 2023 Kompas

Petani mesti bersiasat menghadapi keterbatasan pupuk bersubsidi karena alokasinya jauh dari kebutuhan. Petani pun berupaya memproduksi pupuk organik atau pupuk nabati secara mandiri. ”Alokasi pupuk bersubsidi sangat kurang. Jangankan 7,8 juta ton, 20 juta ton saja masih kurang,” kata Wakil Sekjen Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional Zulharman Djusman, Selasa (14/3) di Jakarta. (Yoga)

Pelajaran dari Kerapuhan SVB

Yoga 15 Mar 2023 Kompas

Kasus yang menimpa Silicon Valley Bank (SVB) menjadi pelajaran berharga, baik bagi industri keuangan maupun industry teknologi digital. SVB yang fokus memberikan pinjaman untuk perusahaan-perusahaan teknologi dan usaha rintisan (start-up) sejak 1980-an kehabisan dana simpanan sehingga bank berukuran menengah ini tidak bisa dipertahankan. Situasi SVB mengguncang pasar global serta menyebabkan simpanan serta aset miliaran USD milik perusahaan dan investor telantar. Kasus ini merupakan kegagalan bank terbesar di AS sejak krisis keuangan, 10 tahun lalu. Regulator perbankan AS buru-buru menyita aset SVB, Jumat (10/3). SVB, bank terbesar ke-16 di AS, mengalami kegagalan setelah para deposan yang mayoritas pekerja perusahaan teknologi dan perusahaan dengan dukungan modal ventura mulai menarik uang mereka karena khawatir dengan kondisi bank itu (Kompas, 11/3).

OJK menyatakan bahwa kasus ini tidak akan berdampak langsung terhadap industri perbankan Indonesia yang memiliki kondisi yang kuat dan stabil. Namun, masalah yang menimpa SVB akan membuat investor lebih berhati-hati dalam mendanai usaha rintisan (Kompas, 13/3). Hingga kemarin, masih banyak pihak yang menduga penyebab inti dari kasus SVB. Berbagai analisis itu belum memuaskan sejumlah kalangan. Salah satu sisi yang belum terungkap adalah sejauh mana faktor tata kelola (governance) menjadi penyebab keruntuhan bank. Setidaknya tak ada model bisnis bank seperti SVB di Indonesia. Mungkin lebih menengok perusahaan teknologi finansial (tekfin). Perhatian lebih perlu kita berikan pada 25 tekfin peer-to-peer lending dengan rasio kredit macet melebihi 5 %. (Yoga)


DPR RI: Hentikan Impor Pakaian Bekas

Yuniati Turjandini 15 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID — Impor pakaian bekas harus segera dihentikan. Selain menghancurkan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri, impor pakaian bekas mematikan usaha mikro dan ultra mikro. Impor pakaian bekas juga tidak sesuai dengan arah kebijakan Presiden Joko Widodo yang selalu mendorong kenaikan penggunaan produk lokal atau tingkat komponen dalam negeri (TKDN). “Impor pakaian bekas harus dihentikan segera” kata Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel kepada Investor Daily, Selasa (14/03/2023). Impor pakaian bekas, lanjut mantan Menteri Perdagangan ini, menggerus martabat bangsa. Industri pakaian bukan industri canggih. Semuanya bisa diproduksi dengan murah di Indonesia tanpa perlu mengimpor, apalagi yang diimpor adalah pakaian bekas. Jika tidak segera dihentikan lewat regulasi yang jelas dan law enforcement yang tegas, impor pakaian bekas akan terus meningkat. Pemerintah tidak boleh membiarkan hal buruk ini terus berlangsung, apalagi impor pakaian bekas bertentangan dangan arah kebijakan Presiden Jokowi yang selama ini selalu menekankan pentingnya TKDN. “Impor pakaian bekas harus segera dicegah. Masa, kita menjadi bangsa yang mengonsumsi pakaian bekas,” tanya politisi yang juga industriawan ini. (Yetede)

Tok! RUPST Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp24,7 Triliun

Yuniati Turjandini 15 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk berhasil mencetak pertumbuhan kinerja yang solid sepanjang tahun 2022 lewat strategi bisnis yang konsisten kepada segmen potensial dan optimalisasi digital perseroan. Hasilnya, tingkat efisiensi perseroan pun meningkat dan mendorong pertumbuhan volume bisnis yang tercermin dari laba bersih konsolidasi menembus Rp 41,2 triliun atau tumbuh 46,9% secara year on year (yoy). Selain itu, total dana pihak ketiga (DPK) bank berkode emiten BMRI ini tumbuh 15,46% (yoy) dari Rp 1.291,2 triliun di akhir 2021 menjadi Rp 1.490,8 triliun di akhir 2022. Pencapaian bisnis perseroan turut didukung oleh optimalisasi fungsi intermediasi yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang positif. Hingga akhir 2022, kredit konsolidasi perseroan mampu tumbuh 14,48% (yoy) menjadi Rp 1.202,2 triliun. Atas pertumbuhan bisnis 2022 yang impresif, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2023 Bank Mandiri pada Selasa (14/3/2023) pun sepakat menetapkan 60% dari laba bersih konsolidasi 2022 atau sekitar Rp 24,7 triliun sebagai dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham (dividen payout ratio). Ini berarti, besaran dividen per lembar saham atau dividend per share mencapai Rp 529,34. (Yetede)

Februari, Realisasi Pajak Tumbuh 40,4%

Yuniati Turjandini 15 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi penerimaan pajak hingga akhir Februari 2023 mencapai Rp 279,98 triliun atau 16,3% dari total target penerimaan Rp 1.718 triliun. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022, terjadi pertumbuhan 40,4%. “Pertumbuhan secara keseluruhan dari penerimaan pajak pada Februari 2023 ini adalah 40,35% bandingkan ada Februari 2022 yang tumbuh 36,5%,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (Kita) di Aula Mezzanine Kemenkeu, Jakarta, Selasa (14/3/2023). Penerimaan pajak sebesar Rp 279,98 triliun ini terbagi dalam empat kelompok, pertama yaitu Pajak Penghasilan (PPH) nonmigas Rp 137,09 triliun atau 15,69% dari target. Bila dibandingkan tahun lalu terjadi pertumbuhan 24,35%. Kedua yaitu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) Rp 128,27 triliun atau 17,27% dari target, angka ini tumbuh 72,87%. Ketiga yaitu Pajak Bumi Bangunan (PBB) dan pajak lainnya Rp 1,95 triliun atau 4,87% dari target tumbuh 29,33%. Keempat yaitu Pajak Penghasilan (PPh) Migas sebesar Rp 12,67 triliun atau 20,62% dari target. Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu terjadi kontraksi 6,36%. (Yetede)

Pelemahan IHSG Hanya Sementara

Yuniati Turjandini 15 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) anjlok 2,14% atau 145 poin ke level 6.641,81, Selasa (14/3/2023), dipicu mencuatnya kasus kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank di Amerika Serikat (AS). Hal itu membuat pelaku pasar panik, sehingga melakukan aksi jual besar-besaran, terlihat pada net sell pemodal asing Rp 1,3 triliun. Akan tetapi, kalangan analis menilai pelemahan indeks hanya bersifat sementara. Alasannya, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) diprediksi tidak lagi agresif menaikkan suku bunga acuan demi menghindari penutupan bank lainnya. Selain itu, laju inflasi AS diprediksi melambat pada Februari 2023. Seiring dengan itu, investor bisa memanfaatkan momentum ini untuk mengakumulasi saham-saham prospektif. Strategi trading yang paling relevan saat ini adalah buy on weakness. Di sisi lain, koreksi indeks kemarin disebabkan tumbangnya tiga saham bank besar, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Hal ini diperburuk oleh amblesnya saham raksasa teknologi PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). (Yetede)

Pilihan Editor