;

Pemerintah Menargetkan Belanja Produk Dalam Negeri Rp 1,171 Triliun

Yuniati Turjandini 16 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - Pemerintah menargetkan belanja produk dalam negeri oleh seluruh instansi yang memakai APBN dan APBD mencapai Rp 1.171 triliun pada tahun ini, atau 95% dari total pagu anggaran barang dan jasa 2023. Upaya strategis ini diharapkan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional dan mendukung daya saing industri di Tanah Air. “Kebijakan pembelian produk dalam negeri ini tidak hanya di negara kita. Kita sudah memulai sejak 2022. Tahun ini, coba dilihat Amerika Serikat juga melakukan hal yang sama, mengumumkan prioritas pembelian produk dalam negeri pada belanja belanja pemerintah,” kata Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada pembukaan Business Matching Tahap V 2023 dengan tema “Produk Dalam Negeri Berdaya Saing untuk Kemandirian Bangsa” di Jakarta, Rabu (15/03/2023). Presiden Jokowi mengatakan, upaya pengoptimalan penggunaan produk lokal ini dilakukan dengan kedisiplinan dalam merealisasikan anggaran. Jokowi mengingatkan kepada seluruh instansi pengguna anggaran negara dan daerah, produk lokal yang masuk ke dalam e-Katalog, jangan dibiarkan saja tetapi harus dibeli. (Yetede)

Kejagung Akan Gelar Perkara Tentukan Status Jhonny Plate

Yuniati Turjandini 16 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Kejaksaan Agung (Kejagung) akan melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur base transceiver station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kominfo 2020-2022. Gelar perkara bertujuan menentukan status Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate dalam perkara tersebut. Hal ini ditegaskan Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Kuntadi saat jumpa pers di Gedung Kejagung, Jakarta, Rabu (15/3/2023). “Tentunya gelar perkara untuk perkara keseluruhan, tetapi tentunya sekaligus termasuk juga terkait dengan posisi JP (Johnny Plate),” kata Kuntadi. Kuntadi menyampaikan, Johnny G Plate pada Rabu (15/03/2023) menjalani pemeriksaan selama 6 jam sejak pukul 8.45 WIB. Politisi NasDem itu dicecar 26 pertanyaan oleh tim jaksa penyidik. Kuntadi menyebutkan Johnny mampu menjawab pertanyaan tim jaksa penyidik dengan baik “Dari hasil pemeriksaan, kami anggap cukup dan selanjutnya kami akan melakukan gelar perkara dalam waktu secepat-cepatnya untuk menentukan sikap,” ujar Kuntadi. (Yetede)

Suspensi Saham Waskita Beton Dibuka Pekan Depan

Yuniati Turjandini 16 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID - PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) telah menggelar paparan publik insidentil dalam rangka pemenuhan persyaratan pencabutan suspensi perdagangan saham oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan memprediksi suspensi saham bisa dibuka pekan depan. Director of Finance & Risk Management Waskita Beton Asep Mudzakir mengatakan, sejauh ini, total utang yang direstrukturisasi perseroan mencapai Rp 8,8 triliun, terdiri atas obligasi sebesar Rp 2,1 triliun, vendor Rp 2,2 triliun, dan perbankan Rp 5,7 triliun. Saat ini, kemajuan implementasi restrukturisasi keuangan perseroan berjalan dengan lancar. Menurut dia, perseroan telah beraudiensi dengan BEI. Hasilnya, ada dua syarat suspensi saham WSBP dibuka, yaitu  ditekennya perjanjian perwaliamanatan (PWA) dan menggelar paparan publik insidentil. “Kami berharap suspensi saham ini dapat dibuka paling tidak minggu depan,” kata dia, Rabu (15/3/2023). Pada 15 Februari 2023, dia menerangkan, perseroan telah mendapatkan izin restrukturisasi  dari para pemegang obligasi untuk melaksanakan konversi utang ke saham, sesuai ketentuan restrukturisasi dalam perjanjian perdamaian. Selain itu, perseroan menargetkan proses konversi utang vendor menjadi saham dapat diselesaikan pada akhir kuartal II tahun ini. (Yetede)

BNI Revisi Naik Target Kredit Jadi 10%

Yuniati Turjandini 16 Mar 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) optimistis kinerja tahun ini bisa lebih baik dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut terlihat dari adanya revisi target ke atas pertumbuhan kredit menjadi 10% secara tahunan (year on year/yoy), dari target yang ditetapkan sebelumnya 7-9%. “Tahun ini perseroan pun telah menyusun rencana bisnis bank dengan indikator kinerja utama berupa pertumbuhan kredit hingga 10%, dengan NPL gross kurang dari 2,5% di penghujung 2023,” kata Direktur Utama BNI Royke Tumilaar dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2022, Rabu (15/3/2023). Target pertumbuhan neraca yang berkualitas tersebut, diharapkan dapat memberikan dampak yang positif terhadap profitabilitas perseroan, sehingga net interest margin (NIM) diproyeksikan berada di atas 4,8% dan return on equity (ROE) di kisaran 15,7-16%. “Untuk mencapai sasaran-sasaran tersebut, BNI mengembangkan solusi transaksi dan pembiayaan ekosistem untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang beragam,” sambung dia. (Yetede)

Menkes: RUU Kesehatan Harus Mampu Tingkatkan Pelayanan

Yuniati Turjandini 16 Mar 2023 Investor Daily

JAKARTA, ID - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan, Rancangan Undang-Undang (RUU) Kesehatan harus mampu meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menkes tengah menginventarisasi sejumlah daftar masalah yang menghambat upaya perbaikan layanan kesehatan. “Apa pun yang kita ubah, prinsip saya harus meningkatkan layanan kesehatan masyarakat, bukan buat dokter, rumah sakit, apoteker, menteri dan lainnya, tapi untuk masyarakat,” kata Budi Gunadi Sadikin saat memimpin agenda Public Hearing RUU Kesehatan di Gedung Kemenkes Kuningan, Jakarta, Rabu. Menurut Budi, ikhtiar memperbaiki pelayanan kesehatan ditempuh Kemenkes melalui implementasi Transformasi Kesehatan yang menyasar enam pilar, di antaranya layanan primer, rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, SDM kesehatan, dan teknologi kesehatan. Dikatakan Budi, dasar yang melatarbelakangi transformasi kesehatan di antaranya pengalaman Indonesia selama menghadapi pandemi COVID-19. Upaya merealisasikan RUU Kesehatan berbekal filosofi yang tercantum dalam Pasal 28 dan 34 UUD 1945 yang memandatkan negara hadir memenuhi hak layanan kesehatan bagi setiap orang di Indonesia, kata Budi menambahkan. “Target kami untuk masyarakat. Itu berkaitan dengan Pasal 34 UUD 1945, negara harus hadir. Kalau izin praktik susah, negara harus hadir, kalau distribusi tidak merata, negara hadir,” katanya. (Yetede)

Bank Kecil dan Digital Waspadai Efek SVB

Hairul Rizal 16 Mar 2023 Kontan (H)

Otoritas Jasa Keuanga (OJK) menilai, kegagalan Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat (AS) tidak akan berdampak langsung ke perbankan Indonesia. Optimisme semacam itu sejalan dengan penilaian OJK tentang stabilitas sektor perbankan yang masih terjaga. Namun efek domino kejatuhan bank di Amerika Serikat (AS) tetap harus diwaspadai perbankan, terutama bank digital dan bank berskala kecil menengah. "Bank pada dua kategori ini rentan terkena dampak karena kurangnya kepercayaan masyarakat jika dibanding dengan bank besar," kata Senior Vice President Lembaga Pengembangan Perbakan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, Rabu (15/3). Dia mengakui kesehatan bank digital dan bank berskala kecil saat ini terjaga, sejalan dengan aturan terkait permodalan yang ketat. Namun tetap saja, bank di kelompok ini harus mengantisipasi agar tidak terjerembab seperti SVB. Satu caranya adalah memperkuat permodalan. Pengamat dan Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Budi Frensidy menilai, kesehatan bank digital semakin baik seiring langkah efisiensi.Kendati beberapa bank masih merugi. Selain karena stabilitas perbankan kuat, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut kasus SVB tak berdampak langsung karena bank-bank di Tanah Air tak punya hubungan bisnis, facility line, maupun investasi pada produk sekuritisasi SVB. Bank domestik juga tidak menyalurkan kredit dan melakukan investasi ke perusahaan berbasis teknologi dan kripto.

MENGAWAL LENGGANG KINERJA DAGANG

Hairul Rizal 16 Mar 2023 Bisnis Indonesia (H)

Kinerja dagang In­­donesia la­gi-lagi mon­cer. Ter­mutakhir, Ba­dan Pusat Statis­­tik (BPS), Rabu (15/3), meng­­­­­umum­­kan neraca per­­­­da­­­gangan pada Februari 2023 tembus US$5,48 miliar. Artinya, grafik sur­­plus neraca perdagangan Indonesia tak pernah nyungsep ke area negatif dalam 34 bulan terakhir. Tak pelak, capaian positif tersebut kian menahbiskan Indonesia sebagai negara yang hingga kini masih memiliki fundamental ekonomi kuat. Namun jika dicermati, sejatinya ada gelagat negatif yang patut diwaspadai. Kinerja dagang yang positif tersebut berisiko berbalik arah lantaran performa ekspor dan impor pada Februari 2023 turun secara bulanan. Tren yang sama juga terjadi pada bulan sebelumnya. Menurut data BPS, ekspor pada Februari 2023 turun sebesar 4,15% secara bulanan (month-to-month/MtM) menjadi US$21,40 miliar, kendati secara tahunan masih meningkat sebesar 4,51% (year-on-year/YoY). Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah menjelaskan tren pelemahan ekspor dipengaruhi oleh sejumlah harga komoditas yang menurun, serta perlambatan perekonomian negara mitra dagang. Secara bulanan, ekspor migas tercatat turun 20,26%, sedangkan ekspor nonmigas juga melorot 3% secara MtM. Salah satu kekhawatiran kinerja impor lantaran penurunannya pada kategori impor bahan baku/penolong yang menjadi bahan baku industri. Sebaliknya, Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kemendag Kasan Muhri optimistis kinerja ekspor Indonesia berpeluang membaik setelah pembukaan kembali perbatasan China.

Bagi Dividen Rp7,3 Triliun, BNI Optimistis Kinerja 2023 Semakin Positif

Hairul Rizal 16 Mar 2023 Bisnis Indonesia

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2022 dan telah menyetujui pembagian dividen sebesar 40% atau senilai Rp7,32 triliun. Nilai ini naik 2,69 kali lipat dari total dividen tahun buku 2021 yang mencapai Rp2,72 triliun. Dengan demikian, nilai dividen per lembar saham kali ini ditetapkan Rp392,78, dibandingkan tahun lalu sebesar Rp146. Dengan memperhitungkan komposisi saham milik Pemerintah yang sebesar 60%, maka perseroan akan menyetorkan dividen senilai Rp4,39 triliun ke rekening Kas Umum Negara. Sementara atas kepemilikan 40% saham publik, dividen senilai Rp2,92 triliun akan diberikan kepada pemegang saham sesuai dengan porsi kepemilikannya masing-masing. Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyampaikan kenaikan rasio pembayaran dividen menjadi 40% pada tahun ini dilakukan seiring dengan kinerja keuangan perseroan yang terus membaik dengan capaian laba Rp18,3 triliun pada 2022. Royke menuturkan perseroan optimistis dalam meningkatkan kinerja secara berkelanjutan. Secara umum, 2023 diprediksi sebagai tahun yang penuh tantangan dengan masih berlanjutnya isu geopolitik, perlambatan ekonomi dan tekanan inflasi secara global. Inflasi pun diperkirakan melandai ke 3,8% setelah meredanya dampak kenaikan harga BBM ke inflasi konsumen. Stabilnya ekonomi domestik ini tentunya akan menjadi katalis pertumbuhan bisnis yang sehat bagi perbankan. “Dengan mempertimbangkan prospek dan potensi bisnis serta kondisi makro ekonomi, perseroan tetap optimistis pertumbuhan kinerja akan positif seiring dengan agenda transformasi yang masih berjalan di 2023,” jelasnya. Perseroan juga mengembangkan infrastruktur teknologi serta inovasi digital dalam rangka peningkatan kemampuan transaksional, terutama pada aplikasi BNI Mobile Banking dan BNIDirect dengan tujuan untuk menjadi top-of-mind transactional bank bagi nasabah. Perseroan juga gencar melakukan perluasan kemitraan melalui platform open API dan pengembangan teknologi terkini seperti AI, blockchain, hingga metaverse dalam rangka memperluas ekosistem bisnis dan meningkatkan customer experience.

Surplus Dagang yang Membius

Hairul Rizal 16 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus dagang senilai US$5,48 miliar, melanjutkan tren selama 34 bulan berturut-turut atau sejak Mei 2020. Kondisi ini mencerminkan bahwa kinerja dagang masih positif yang ditopang oleh sektor nonmigas. Nilai ekspor Indonesia pada Februari 2023 tercatat US$21,40 miliar atau turun 4,15% dibandingkan dengan ekspor pada Januari 2023. Sementara itu, secara tahunan atau year-on-year (YoY), ekspor pada Februari 2023 naik 4,51% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Adapun, impor Indonesia pada Februari 2023 mencapai US$15,92 miliar, turun 13,68% dibandingkan dengan Januari 2023. Sementara itu, secara tahunan atau year-on-year (YoY), impor pada Februari 2023 turun 4,32% dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Kinerja dagang memang masih positif, tetapi tren surplus perdagangan mulai terbatas. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Februari 2023 mengalami surplus US$5,47 miliar. Surplus yang diperoleh dari transaksi perdagangan sektor nonmigas sebenarnya lebih tinggi, yakni US$6,70 miliar, tetapi tereduksi oleh defisit perdagangan sektor migas US$1,22 miliar. Selama Januari—Februari 2023, meskipun sektor migas mengalami defisit US$2,64 miliar, tetapi masih terjadi surplus pada sektor nonmigas US$12,00 miliar, sehingga secara total mengalami surplus US$9,36 miliar.

PEMBANGUNAN IBU KOTA BARU : IKN Nusantara Utamakan Material Ramah Lingkungan

Hairul Rizal 16 Mar 2023 Bisnis Indonesia

Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR Jarot Widyoko mengatakan, selain menggunakan material ramah lingkungan, konstruksi IKN Nusantara juga akan mengandalkan kecerdasan teknologi, terutama dari sisi konstruksi infrastruktur. “Hal ini seiring dengan konsep IKN sebagai smart forest city atau kota pintar yang mengutamakan aspek lingkungan berkelanjutan. Kami juga mengimbau semua badan usaha untuk berkontribusi mengurangi emisi karbon di Indonesia,” tuturnya di acara Sustainable Infrastructure Forum di Auditorium Kementerian PUPR, Rabu (15/3). Sementara itu, Ketua Satuan Tugas Pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur IKN Danis Hidayat mengatakan, penggunaan teknologi cerdas juga akan diterapkan pada sistem pengelolaan tata air perkotaan dengan menerapkan smart water system yang memiliki komponen lengkap, mulai dari water resilience, smart control, portable water, dan consumption efficiency.


Pilihan Editor