Bank Jago Akan Perkuat Konsolidasi
PT Bank Jago Tbk (ARTO) gencar melakukan ekspansi tahun lalu. Kredit bank dan pembiayaan bank syariah ini melonjak 76% secara tahunan menjadi Rp 9,43 triliun pada akhir 2022.
Pertumbuhan kredit mendorong pendapatan bunga bersih mencapai Rp 1,35 triliun, tumbuh hingga 129% secara year on year (yoy).
Tingginya kenaikan pendapatan bunga bersih ini tak lepas dari beban biaya bunga yang terjaga rendah, yakni hanya sebesar Rp 147 miliar tahun lalu.
"Penyaluran kredit dan pembiayaan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti ekosistem dan platform digital, perusahaan pembiayaan, dan lembaga keuangan lain," ungkap Direktur Utama Bank Jago, Kharim Siregar, Jumat (17/3).
Biaya dana Bank Jago terjaga rendah lantaran penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) didominasi dana murah dengan rasio 69% per akhir 2022. DPK bank ini tercatat tumbuh 125% yoy menjadi Rp 8,27 triliun. Dana murah melonjak 238% yoy.
Kharim menuturkan, untuk menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat, pihaknya menyalurkan kredit dan pembiayaan syariah secara hati-hati dan terukur dengan tetap memperhatikan peluang ekspansi yang ada. Ini terlihat dari rasio kredit bermasalah atau
non-performing loan
(NPL) di level 1,8% tahun lalu.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023