UJI KEBAL BANK DIGITAL
Ketangguhan bank digital untuk mencetak kinerja yang ciamik diuji di tengah tren kenaikan transaksi digital banking di Tanah Air dan dinamika sektor finansial global. Kuda-kuda bank digital perlu diperkuat agak tak mudah goyah diterpa tantangan dan sentimen eksternal. Bank Indonesia mencatat nilai transaksi digital banking terus mencatatkan pertumbuhan sampai dengan Februari 2023 dengan capaian Rp4.332,1 triliun. Pada tahun ini, bank sentral memperkirakan transaksi digital banking bakal tumbuh 22,13% year-on-year (YoY) menjadi Rp64.175 triliun. Perkembangan itu ditopang kegiatan ekonomi digital yang makin luas, sistem pembayaran digital yang makin mudah sejalan dukungan sistem pembayaran BI yang lancar dan andal, serta digital banking yang naik pesat. Tren digital banking yang semarak menjadi peluang bagi emiten bank digital untuk meraup dana pihak ketiga (DPK) dan pendapatan yang lebih tebal. Salah satunya dibukukan oleh PT Bank Jago Tbk. (ARTO). Bank yang terafiliasi dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) itu mengantongi kenaikan DPK sebesar 125% YoY dari Rp3,68 triliun pada 2021 menjadi Rp8,27 triliun pada 2022. Peningkatan itu didorong oleh current account and saving account (CASA) yang melesat 238% secara tahunan menjadi Rp5,67 triliun. Di sisi lain, penyaluran kredit dan pembiayaan syariah ARTO juga meningkat menjadi Rp9,43 triliun atau 76% lebih tinggi dari realisasi 2021 sebesar Rp5,37 triliun.
Selain ARTO, bank digital besutan Chairul Tanjung, PT Allo Bank Indonesia Tbk. (BBHI) juga menikmati manisnya industri digital banking. Pada 2022, pendapatan bunga bersih BBHI melonjak 221,14% YoY menjadi Rp627,22 miliar dan pendapatan berbasis komisi (fee based income) meroket 364,81% YoY menjadi Rp120,2 miliar. Presiden Direktur Allo Bank Indra Utoyo mengatakan performa perseroan turut didorong oleh penggunaan platform digital yang sudah menggaet 5 juta pelanggan hingga akhir tahun lalu. Sejumlah bank digital lain juga menyampaikan optimisme terhadap prospek kinerja pada 2023. Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) Tjandra Gunawan menjelaskan BNC optimistis menjadikan 2023 sebagai tahun yang profitable sejalan dengan optimisme perekonomian Indonesia yang stabil.
Tags :
#PerbankanPostingan Terkait
Meningkatkan Pendapatan dari Pajak Digital
KB Bank Raih Fasilitas Pinjaman Rp 3 Triliun
Bank Rebut Hati Nasabah Lewat Event Lifestyle
Geopolitik Memanas, Bisnis Bank Emas Mengkilap
Pinjaman Bank Kini Lebih Mahal daripada Obligasi
Transaksi Digital Melaju Kencang
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023