THR dan Gaji Ke-13 Dorong Daya Beli
Dana APBN Rp 38,9 triliun dialokasikan untuk THR bagi aparatur sipil negara atau ASN kementerian dan lembaga, ASN di daerah, serta pensiunan dan penerima pensiun. Besaran yang sama akan disiapkan pula sebagai gaji ke-13, yang akan dibayarkan mulai Juni 2023. Kebijakan ini diharapkan bisa meningkatkan daya beli masyarakat guna melanjutkan momentum pemulihan ekonomi. Ketetapan yang dituangkan dalam PP No 15 Tahun 2023 diumumkan Menkeu Sri Mulyani Indrawati secara daring, Rabu (29/3), didampingi secara daring oleh Menpan dan RB Abdullah Azwar Anas.
Sri Mulyani memerinci, Rp 11,7 triliun dialokasikan sebagai THR bagi 1,8 juta ASN pemerintah pusat, prajurit TNI dan Polri, serta pejabat negara. Sebanyak Rp 17,4 triliun dana alokasi umum (DAU) akan dibagikan kepada ASN di lingkungan pemda, sementara Rp 9,8 triliun dari pos bendahara umum negara disalurkan bagi 2,9 juta pensiunan dan penerima pensiun.THR mulai dibayarkan paling cepat 10 hari menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah. Besaran yang sama nantinya akan disiapkan pula sebagai gaji ke-13. Menkeu menyebutnya sebagai penghargaan bagi kontribusi serta pengabdian para aparatur negara. ”Ini diharapkan bisa mendorong kegiatan ekonomi masyarakat melalui berbagai kegiatan belanja menjelang hari raya Idul Fitri dan melanjutkan momentum pemulihan ekonomi,” ujar Sri Mulyani. (Yoga)
Pusat Perbelanjaan Pulih, Ritel Masih Rentan
Tingkat kunjungan ke pusat perbelanjaan tahun ini dinilai sudah kembali 100 %, bahkan melampaui masa sebelum pandemi Covid-19. Pemulihan pusat perbelanjaan juga diikuti sector ritel. Meski demikian, pemulihan sektor ritel tahun ini masih dibayang-bayangi kerentanan daya beli. Dewan Penasihat Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Tutum Rahanta menyebutkan bahwa hampir seluruhpilar sektor ritel mulai pulih, antara lain makanan dan minuman, supermarket, toko serba ada dan fashion, serta hiburan. Tingkat penjualan di gerai makanan dan minuman rata-rata sudah melampaui tahun 2019 atau masa sebelum pandemi. Salah satu pendorongnya adalah penghapusan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat atau PPKM.
”FnB (makanan dan minuman) yang sudah pulih bahkan melampaui sebelum pandemi turut dipengaruhi perilaku konsumen yang semakin yakin untuk bepergian dan makan di luar,” kata Tutum, saat dihubungi, Rabu (29/3) di Jakarta. Ia menambahkan, keseimbangan baru yang membentuk keyakinan masyarakat untuk bepergian ke mal dan berbelanja belum bisa dikatakan stabil. Tahun 2023 dan 2024 masih akan dibayang-bayangi resesi dan penurunan daya beli. Selain itu, sejumlah ritel memilih tidak melakukan ekspansi dan menunggu perkembangan politik pascapemilu tahun depan. (Yoga)
GoTo Sumbang 2,2 Persen PDB pada 2022
Hasil kajian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI) menunjukkan, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) memberikan nilai tambah Rp 428 triliun atau 2,2 % terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional pada 2022. Tim peneliti LPEM FEB UI, Prani Sastiono, Rabu (29/3) menyebutkan, platform digital membantu perekonomian selama pandemi Covid-19 melalui pemenuhan kebutuhan masyarakat yang lebih mudah. Kegiatan bisnis mitra UMKM GoTo menciptakan tambahan kesempatan kerja bagi 1,7 juta orang dari total penduduk bekerja pada tahun 2022. (Yoga)
Gejolak Perbankan Munculkan Lagi Kekhawatiran Resesi
SAN FRANSISCO, ID- Cerita kebangkrutan kreditor asal Amerika Serikat (AS) Silicon Valley Bank (SVB) dan penutupan Signature bank, disusul penyelematan Credit Suisse oleh UBS beserta gejolak yang ditimbulkannya di pasar keuangan dunia telah memunculkan kembali resiko resesi yang sudah mereda beberapa minggu. Bahkan para pialang kini bertaruh, The Fed praktis sudah selesai dengan opsi menaikkan suku bunga. Sikap optimistis yang muncul pasca pembukaan kembali ekonomi Republik Rakyat Tiongkok dan jatuhnya harga-harga energi di awal tahun ini pun ikut meredup. "Implikasi jangka menengah yang lebih besar dari apa yang terjadi pada bulan lalu adalah , bahwa pertumbuhan global akan jauh lebih lemah dalam enam bulan dari pada yang duga bahkan beberapa minggu yang lalu," ujar Mike Riddel, manager portfolio pendapatan tetap senior di Allianz Global Investors, yang dilansir Reuters pada rabu (29/03/2023). Beberapa indikator pasar yang diawasi secara ketat juga memperlihatkan resiko kemunculan resesi. Dimana salah satu indikatornya adalah waktu krisis. (Yetede)
Antam Jadi Perusahaan Global Tahun 2030
JAKARTA, ID- PT Aneka Tambang Tbk (Antam/ANIM) berambisi menjadi perusahaan global tahun 2030. Target itu akan diwujudkan dengan fokus melakukan hilirisasi nikel untuk memproduksi nikel kelas satu yang masuk ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Sekertaris Perusahaan Antam Syarif Faisal Alkadrie menjelaskan, perseroan berpegang pada prinsip hulu ke hilir dalam mengembangkan bisnis. Adapun hilirisasi sudah dilakukan Antam sejak tahun 70-an. Seiring perkembangan, dia menegaskan, perseroan terus melakukan perbaikan hilirisasi produk mulai dari bauksit hingga nikel. Khusus untuk hilirisasi nikel, Antam sudah menjalankan hal ini dengan memproduksi nikel kelas dua atau feronikel untuk bahan baja nirkarat (stainless steel/SS). Adapun jenis nikel kelas satu yang dimaksud adalah nikel limonit. Setahun menjadi nikel sulfat, bijih nikel itu diolah terlebih dahulu menjadi mixed hydroxide precipatate (MHP), yang mengandung kobalt. "Sekarang, terobosan kami ingin masuk ke hilirisasi nikel untuk memproduksi nikel kelas satu," ujar Syarif di acara Strategi Mencapai Target Investasi 2023 dengan mendorong hilirisasi yang diselenggarakan Kementerian Investasi/BKPM bekerja sama dengan Investor Daily dan B-Universe di Jakarta, Rabu (29/3/2023). (Yetede)
Dirut Mandiri: Kondisi Perbankan Tahun Ini Lebih Baik
JAKARTA, ID-PT Bank Mandiri (persero) Tbk optimis kondisi perbankan nasional tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun 2022. Perseroan pun mengikuti target pertumbuhan kredit yang ditetapkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 10-12%, untuk pendanaan juga dijaga tumbuh positif. Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, untuk dana pihak ketiga (KBMI) 4 termasuk beberapa KBMI III mendapatkan hal positif akibat dampak kegagalan sejumlah bank di global. "Bagaimana menyimpan dana di bank-bank kecil yang pindah ke bank besar. Karena masyarakat tidak melihat suku bunga tetapi lebih kepada securitynya dan mungkin juga lebih kepada kemudahan bertransaksi. Kita optimis tahun ini lebih baik, tapi tetap kita waspadai," ungkap Darmawan saat silahturahmi Ramadan bersama Pemimpin Redaksi Media di Jakarta, Rabu (29/3/2023). Di bank Mandiri pihaknya akan meneruskan inisiatif digital banking yang diharapkan dapat terus mendorong pertumbuhan yang sangat positif di tahun ini. Secara biaya liabilitas juga dipastikan meningkat. Namun, Bank Mandiri juga mencoba kelola dengan menjaga biaya dana berada di zona yang rendah. Berkaca dari kinerja tahun lalu, suku bunga yang ditawarkan perseroan masih mengikuti benchmark. (Yetede)
Harga Pupuk Diharapkan Lebih Terjangkau
Petani diharapkan semakin bisa menjangkau pupuk yang harganya diperkirakan turun tahun ini. Sekjen Kementan Kasdi Subagyono, di Jakarta, Rabu (29/3) menyatakan, kecenderungan turunnya harga pupuk dapat meningkatkan keterjangkauan pupuk, khususnya nonsubsidi, bagi petani di dalam negeri. Menurut Direktur Utama PT Pupuk Kaltim (Persero) Rahmad Pribadi, kendati masih ada volatilitas, harga pupuk global cenderung melandai seiring berakhirnya pandemi Covid-19. Dari sisi pasokan, ada kenaikan ekspor fosfat dari China serta kenaikan kapasitas produksi urea di AS. (Yoga)
Dua Anak Usaha Group Adani Terpapar Resiko
Menambah Pabrik Pupuk Pelat Merah
JAKARTA - Grup Pupuk Indonesia berupaya menambah pasokan pupuk NPK. Kapasitas produksi penyubur tanaman yang mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium milik perusahaan pelat merah ini masih kurang dari separuh kebutuhan nasional. PT Pupuk Indonesia mencatat kebutuhan NPK nasional saat ini, berdasarkan survei internal, mencapai 8,6 juta ton per tahun. Jumlah tersebut termasuk kebutuhan untuk pupuk bersubsidi sesuai dengan ketentuan pemerintah sebesar 3,2 juta ton. "Sementara kemampuan produksi grup kami sebesar 3,5 juta ton per tahun," ujar Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Wijaya Laksana, kepada Tempo, kemarin. Kapasitas produksi tersebut, antara lain, ditopang oleh pabrik baru NPK yang diproduksi anak usaha Pupuk Indonesia, yaitu PT Pupuk Iskandar Muda. Fasilitas produksi yang terletak di Lhokseumawe, Aceh, ini sebenarnya sempat berhenti beroperasi selama 10 tahun hingga kemudian dihidupkan lagi pada Januari lalu. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 500 ribu ton per tahun. Untuk menambah kapasitas NPK, Wijaya mengatakan, perusahaan juga berencana mengkonversi pabrik. Perusahaan akan mengubah fasilitas produksi pupuk SP-36 milik anak usahanya, yaitu PT Petrokimia Gresik, menjadi pabrik NPK. Jika tak ada aral melintang, tahun depan perusahaan sudah bisa menambah produksi pupuk ini sebesar 500 ribu ton. (Yetede)
Dilema Kenaikan Harga Beras
Setelah sempat tertunda, Badan Pangan Nasional (NFA) akhirnya menaikkan harga pembelian pemerintah (HPP) untuk gabah dan beras pada 15 Maret 2023. Meskipun sudah diumumkan, penetapan ini masih dalam proses. HPP gabah kering panen (GKP) di petani naik, dari Rp 4.200 menjadi Rp 5.000 per kilogram, dan di penggilingan naik, dari Rp 4.250 menjadi Rp 5.100 per kilogram. Adapun gabah kering giling (GKG) di penggilingan naik, dari Rp 5.250 menjadi Rp 6.200 per kilogram, dan di gudang Bulog naik, dari Rp 5.300 menjadi Rp 6.300 per kilogram. Pembelian beras di gudang Bulog juga naik, dari Rp 8.300 menjadi Rp 9.950 per kilogram.
HPP ini sudah lama ditunggu-tunggu. Di satu sisi, HPP ini untuk melindungi petani dari insiden kejatuhan harga, terutama saat panen raya. Dengan mekanisme proteksi ini diharapkan petani tetap bergairah untuk berproduksi. Di sisi lain, HPP menjadi pedoman bagi operator, dalam hal ini Bulog, untuk membeli sesuai dengan ketentuan pemerintah. Dengan HPP yang baru, pengadaan beras Bulog diharapkan optimal. Dari sudut ekonomi, HPP gabah dan beras memang harus naik. Sebab, harga input pertanian naik lebih gesit daripada kenaikan harga output-nya. Jika HPP tak naik dan harga gabah/beras jatuh, pendapatan serta kesejahteraan petani, mayoritas warga negeri ini, akan merosot. Selain itu, HPP yang tidak disesuaikan akan menyulitkan pengadaan gabah/beras Bulog. (Yetede)









