PELUANG METAVERSE : MELIRIK PROSPEK FESYEN VIRTUAL
Kendati belum begitu berkembang, banyak perusahaan besar sudah menggarap konsep fesyen digital di metaverse. Konsep ini diprediksi bakal mengubah proses pembuat produk baru di industri pakaian. Industri mode harus terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya adalah beradaptasi dengan kemajuan teknologi melalui pengembangan digital fesyen yang kini mulai merambah ke dalam dunia metaverse. Apalagi metaverse diproyeksi akan menjadi masa depan internet yang memberikan peluang bagi industri kreatif, termasuk sektor fesyen untuk meraih ceruk pasar yang lebih luas dan tanpa batas sehingga para pegiat industri fesyen juga perlu melirik pasar tersebut. Sejumlah merek mode ternama dunia seperti Balenciaga, Gucci, Nike, dan Burberry bahkan telah menyiapkan berbagai strategi dan menghadirkan produk fesyen digitalnya untuk merambah ke dalam metaverse. Stephen Ng, CEO Nusameta mengatakan metaverse akan menjadi sebuah bentuk perekonomian baru yang di dalamnya akan terjadi aktivitas jual beli. Terlebih di dalam metaverse terdapat avatar yang menjadi representasi personal seseorang. Avatar tersebut membutuhkan produk fesyen untuk merepresentasikan dirinya di dalam metaverse sehingga dapat menjadi lebih menarik. Pakaian digital yang dikenakannya, akan menjadi simbol status sosial seseorang dalam mengekspresikan karakter dan gaya pribadinya. Selain itu, metaverse dapat mendorong konsep sustainable fashion melalui produksi digital. Tentunya, pemakaian karbon, air, dan bahan fisik lainnya menjadi berkurang secara signifikan. Konsep fashion digital ini diperkirakan mampu menarik pelanggan, terutama Gen Z yang banyak menghabiskan waktu di internet.
Pemerintah Kejar Penyelundupan Pakaian Bekas impor
JAKARTA, ID-Pemerintah akan mengejar importir ilegal pakaian bekas yang telah merugikan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional. Sementara terhadap pedagang eceran atau reseller pakaian impor bekas (trifting), pemerintah memberi kelonggaran untuk terus menjual stock tersisa mereka hingga abis. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menyampaikan itu usai melakukan dialog terbatas dengan perwakilan pedagang, perwakilan pengurus PD Pasar Jaya, anggota DPR RI Adian Napitupulu, dan Kapolda Metro Jaya di Pusat Trifting Ibu Kota, Pasar Senen Blok III Jakarta, Kamis (30/3/2023). "Khusus untuk pakaian bekas ini, yang dikejar penyelundupnya. Bapak-bapak yang berdagang ini tetap boleh menjual sampai habis," kata Mendag yang pada kesempatan itu didampingi Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki. Sementara itu, pemerintah dan aparat penegak hukum akan berfokus menangani dari segi hulu dengan pemberantasan para importir ilegal. Pemerintah melalui sinergi Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Keuangan, dan Kapolri, akan menutup keran impor pakaian bekas di hulu, termasuk yang melewati pelabuhan-pelabuhan kecil. (Yetede)
Konsisten Cetak Kenaikan Laba, Prospek Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Kian Menggiurkan
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) sukses mempertahankan tren pertumbuhan kinerja keuangan dalam tiga tahun berturut-turut. Bahkan, tingkat pertumbuhan kinerja keuangan perseroan tahun 2022 hampir mencapai 50%. Berdasarkan data laporan kinerja keuangan PGEO yang telah diaudit bahwa laba berjalan tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertumbuh sampai 49,67% menjadi US$ 127,34 juta pada 2022, dibandingkan tahun 2021 sebanyak US$83,07 juta. Bahkan, pertumbuhan tersebut mencapai 75% dari realisasi tahun 2020 sebanyak US$ 72,86 juta. Peningkatan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan usaha PGEO dalam tiga tahun terakhir. Pendapatan tahun 2022 naik menjadi US$ 386,06 juta dibandingkan tahun 2021 senilai US$ 368,82 juta dan pencapaian tahun 2020 mencapai US$ 353,96 juta. Selain itu, kenaikan laba didukung penurunan beban operasional yang signifikan sebagai hasil dari program efisiensi yang dijalankan oleh perusahaan.
Parkir Duit di Bank, Simpanan Nasabah Tajir Naik
Meski ekonomi sudah mulai bergerak, nasabah superkaya dan korporasi masih menahan uang mereka di perbankan. Mereka terkesan menahan diri untuk berbelanja, berinvestasi atau melakukan ekspansi.
Berdasarkan data Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) per Februari 2023, simpanan nasabah kaya di awal tahun ini melonjak tajam. Simpanan dengan nominal di atas Rp 5 miliar tumbuh hingga dua digit. Sementara tingkatan simpanan dengan nilai nominal yang lebih kecil, membukukan pertumbuhan lebih mini.
Ambil contoh kelompok simpanan dengan nominial di bawah Rp 100 juta. Per Februari 2023, nilai simpanan tier ini mencapai Rp 977 triliun, atau tumbuh 3% dalam basis tahunan.
Sementara simpanan dengan tier lebih dari Rp 5 miliar sejak pandemi rata-rata tumbuh 12% hingga 13% year-on-year (yoy). Menurut catatan LPS, rata-rata pertumbuhan tier tersebut sejak Maret 2020 hingga Februari 2023 berada pada angka 13,5%.
Anggota Dewan Komisioner LPS, Didik Madiyono memproyeksikan, pertumbuhan nilai simpanan di tahun 2023 sekitar 7,5% hingga 8,4% yoy. Ia menyatakan umumnya pemilik rekening simpanan dengan nominal lebih dari Rp 5 miliar merupakan deposan korporasi.
Senior Vice President Retail Deposit Product and Solution Group Bank Mandiri, Evi Dempowati menyatakan, pertumbuhan simpanan di Bank Mandiri, khususnya tabungan dengan tier di atas Rp 1 miliar tumbuh mencapai 19% yoy. Sementara simpanan dengan nominal di bawah Rp 1 miliar di Bank Mandiri tumbuh 5% yoy.
Dipicu Harga Anjlok
Kinerja indeks saham sektor energi masih mengalami tekanan sejak awal tahun. Pada penutupan perdagangan saham Kamis (30/3), indeks saham IDX Sektor Energi menduduki posisi teratas sebagai indeks sektoral yang paling anjlok. Penurunan terbesar dialami PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang turun 5,26% ke level Rp 126. Jika diakumulasi sejak awal tahun, saham BUMI sudah minus 21,74%. Kinerja terburuk kedua diduduki saham PT Indo Tambang Raya Merah Tbk (ITMG) yang turun 3,98%. Bila, dihitung sejak awal 2023,D ITMG masih naik tipis 0,38%. Di posisi berikutnya ada anak usaha ADRO, yakni PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) yang turun 3,24% ke Rp 1.195. Sejak awal tahun, saham ADMR turun 29,50%. Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta menilai, penurunan harga saham emiten batubara dipengaruhi volatilitas harga batubara di pasar global.
Himbara Dukung Hapus Tagih Kredit UMKM
Pemerintah mendorong agar hapus tagih kredit macet segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa segera diimplementasikan untuk mendorong pertumbuhan bisnis UMKM di Tanah Air.
Pemerintah melakukan koordinasi dengan perbankan untuk membahas skema dalam menjalankan hapus tagih yang sudah diamanatkan dalam Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Perbankan (UU P2SK).
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki megungkapkan bahwa himpunan bank milik negara (Himbara) sudah memberikan dukungan untuk mengimplementasikan hapus tagih kredit macet UMKM.
UU P2SK mengatur penghapusbukuan kredit macet kepada UMKM. "Ini memberi payung hukum bagi bank dan non-bank BUMN dalam penghapusbukuan dan penghapustagihan kredit macet untuk mendukung kelancaran pemberian akses pembiayaan UMKM,” kata Teten dalam keterangan, Kamis (30/3).
Menurut Teten, penghapustagihan kredit macet UMKM yang sudah hapusbuku tidak akan mempengaruhi kesehatan perbankan kerena sudah dikeluarkan dari neraca.
Obligasi Multifinance Semakin Semarak
Industri
multifinance
semakin gencar menerbitkan obligasi. Di tengah tren kenaikan suku bunga pinjaman di bank, obligasi menjadi salah satu pilihan pendanan yang menguntungkan.
Misalnya, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) berencana penerbitan Obligasi sebesar Rp 1 triliun. Penerbitan ini merupakan Obligasi Berkelanjutan IV WOM Finance Tahap III Tahun 2023.
Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi mengatakan, perusahaan melakukan diversifikasi dalam mencari sumber pendanaan. Sumber pendanaan tersebut untuk merealisasikan target dari WOM Finance yang akan menyalurkan kredit di tahun ini mencapai sebesar Rp 5,4 triliun. Oleh karenanya, ada kebutuhan dana sekitar Rp 4 triliun.
Untuk penerbitan obligasi, Cncin bilang, bisa akan menerbitkan kembali obligasi di akhir tahun senilai Rp 1 triliun. Namun, hal tersebut masih akan melihat nilai bunganya dari masing-masing saluran.
BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) bakal menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V BFI Finance Indonesia Tahap IV Tahun 2023. Target nilainya mencapai Rp 1,6 triliun.
Lalu PT Adira Dinamika Multi Finance di tahun ini masih memantau pendanaan yang murah. "Yang jelas, untuk tenor jangka panjang, penerbitan obligasi lebih kompetitif," ujar I Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance.
KANS TINGGI PAJAK KORPORASI
Soal pajak, otoritas fiskal boleh sedikit lega. Upaya mereka mengejar target penerimaan pajak korporasi bakal lebih ringan menyusul bertambahnya korporasi yang wajib melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan alias pembayar pajak baru.Berdasarkan data Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, total wajib pajak badan wajib SPT pada tahun ini mencapai 1,93 juta, naik sebesar 22,92% jika dibandingkan dengan tahun lalu.Angka pertumbuhan itu merupakan yang tertinggi, bahkan melampaui capaian prapandemi. Pertumbuhan jumlah perusahaan yang wajib SPT tertinggi sebelumnya terjadi pada 2018 yakni 22,13%.
Penambahan kontributor pajak dari dunia bisnis ini pun akan memudahkan pemerintah dalam menggapai target penerimaan PPh Badan yang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 ditetapkan senilai Rp349,93 triliun.Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kepatuhan Pajak Yon Arsal, mengatakan pemulihan ekonomi memang telah berjalan dengan optimal, tecermin dari realisasi penerimaan pajak yang per Februari 2023 tumbuh 40,35% (year-on-year/YoY).
Dari dalam negeri, ekonomi nasional tengah dihadapkan pada luputnya kendali infl asi sehingga berisiko menekan daya beli masyarakat. Jika tak dikendalikan, kondisi ini akan memengaruhi penghasilan dunia usaha.Adapun dari eksternal, ketidakpastian akibat kondisi geopolitik dan normalisasi harga komoditas sumber daya alam (SDA) menjadi aral yang bisa membatasi setoran pajak badan.
Memulihkan Kepercayaan Publik
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan mencatat terdapat 8,9 juta surat pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan yang telah dilaporkan oleh wajib pajak sampai dengan 23 maret 2023 atau meningkat 3,78% secara year-on-year dengan rasio kepatuhan penyampaian SPT Tahunan hingga 46,65%.Adapun, jumlah pelaporan tersebut terdiri atas 271.000 SPT Tahunan PPh Badan dan 8,6 juta SPT Tahunan PPh Orang Pribadi (OP).
Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai juga memperlihatkan kinerja yang luar biasa. Setelah targetnya direvisi ke atas melalui Perpres 98/2022, kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai masih tetap melampaui target dengan mengumpulkan Rp317,8 triliun atau 106,3% target, tumbuh 18%.
Harian ini tentu saja mengapresiasi capaian-capaian positif Ditjen Pajak. Persoalannya, pada saat bersamaan institusi yang sama juga tengah dirundung persoalan menyangkut dugaan ketidakpatuhan oknum aparat pajak sendiri dalam membayar pajak.
Belum selesai persoalan di Ditjen Pajak, muncul persoalan lain di Ditjen Bea dan Cukai terkait ulah oknum, yang ujung-ujungnya bisa memicu ketidakpercayaan publik.Harian ini berharap capaian-capaian positif tersebut juga diikuti dengan upaya keras dari Kementerian Keuangan untuk melakukan bersih-bersih guna memulihkan kepercayaan publik
PENYEDIA LAYANAN : MAYORITAS PEBISNIS INTERNET EKSPANSIF
Industri penyedia jasa internet diprediksi terus bertumbuh pesat di Indonesia dalam 5 tahun mendatang ditopang tingginya penetrasi internet di Tanah Air.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Zulfadly Syam mengatakan bahwa sebanyak 52,74% responden menilai prospek industri penyedia jasa internet atau internet service provider (ISP) akan bertumbuh dengan tingkat penetrasi tinggi.“Sementara 24,89% industri akan bertumbuh tetapi sudah mulai stagnan,” ujarnya dalam pemaparan Survei Internet Indonesia 2023, di Jakarta, Kamis (30/3).
Selain itu, Zulfadly menilai kendala itu karena persaingan yang terlalu tinggi mencapai 21,30%, regulasi dan kebijakan pemerintah yang kurang mendukung sekitar 15,90%, dan terbatasnya akses permodalan 10,50%.Zulfadly juga menambahkan terdapat sejumlah tantangan bagi ISP yang belum teratasi selama 2022 dengan tiga terbanyak adalah menyangkut infrastruktur (73,80%), pendanaan (38,80%), dan sumber daya manusia (26,60%).
Sementara itu, Ketua Umum APJII Muhammad Arif menilai saat ini potensi bisnis fi xed broadband di Indonesia masih cukup besar. Masih terdapat banyak wilayah yang belum terjangkau oleh layanan internet tetap. “Selain itu, pesatnya penggunaan internet selama masa pandemi meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya internet tetap, terutama untuk kegiatan bekerja dan belajar dari rumah,” katanya.
Dia memerinci, beberapa perusahaan penyedia internet yang banyak digunakan selain IndiHome ada MyRepublic, First Media, dan Biznet. “Alasan banyaknya pengguna yang memilih provider tertentu bisa bervariasi, seperti harga yang kompetitif, ketersediaan jaringan di wilayah tertentu, dan kualitas layanan yang memadai,” katanya.









