PENGHILIRAN BATU BARA : Pemerintah Ancam Cabut IUP
Staf Khusus Menteri ESDM Bidang Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Investasi Triharyo Indrawan Soesilo mengatakan, PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) harus segera mencari mitra pengganti Air Products & Chemical Inc. untuk percepatan proyek gasifikasi batu bara atau coal to dimethyl ether (DME). Pria yang akrab disapa Hengki itu pun menegaskan, kewajiban penghiliran menjadi syarat perpanjangan IUP di Tanah Air. “PTBA kalau tidak penghiliran, IUP-nya kan akan dicabut,” katanya, Kamis (30/3). Dia membeberkan, saat ini sudah cukup banyak investor yang menunjukkan ketertarikan untuk bisa berinvestasi pada proyek gasifikasi batu bara di Indonesia.
INFRASTRUKTUR : BPJT Siapkan Tol ke Puncak
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat tengah menyiapkan rencana pembangunan Jalan Tol Caringin-Puncak-Cianjur. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikest mengatakan estimasi awal biaya pembangunan jalan tol tersebut ditaksir mencapai Rp24,37 triliun. Namun, dia menyatakan jumlah tersebut belum menjadi acuan pasti. Alasannya, BPJT masih menunggu hasil kajian studi kelayakan yang akan menentukan terkait dengan biaya investasi dan tarif tol yang akan ditetapkan. Menurutnya, pembangunan Jalan Tol Caringin-Puncak-Cianjur merupakan prakarsa badan usaha yang dilakukan oleh PT Matrasarana Arsitama fan Swoosh Capital CFT. Dalam kajian awal, tuturnya, biaya investasi itu guna pembangunan seksi pertama sepanjang 11,6 km membutuhkan biaya hingga Rp3,1 triliun. BPJT menargetkan sejumlah pengerjaan mulai dari feasibility study, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), hingga Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT). Pada 2024, BPJT menargetkan proses pengadaan tanah dan Detail Engineering Design (DED). “Target terbangun operasi pada periode 2030–2034,” jelasnya. (Muhammad Ridwan)
SEPAK BOLA, Musnahnya Mimpi Anak-anak Indonesia untuk Mendunia
Publik sepak bola Indonesia tengah berduka. Karangan bunga ungkapan dukacita memenuhi halaman kantor PSSI di Arena Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (30/3) menyusul pencoretan RI sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 oleh Federasi Asosiasi Sepak Bola Internasional (FIFA). ”Turut berdukacita atas matinya mimpi anak bangsa”, bunyi salah satu karangan bunga di Arena GBK yang dikirimkan Football Institute. Para pemain ”Garuda Muda”, julukan skuad muda sepak bola Indonesia, bahkan mengenakan pita hitam ketika tampil memberikan keterangan kepada media massa, kemarin. ”Ini simbol dukacita terhadap Piala Dunia U-20 yang batal. Kami kecewa karena sudah mempersiapkan diri selama dua tahun,” ujar Kadek Arel Priyatna, bek tengah tim U-20 Indonesia. Bagi insan sepak bola, gagalnya Indonesia menjadi tuan rumah ajang terbesar ketiga sepak bola dunia, setelah Piala Dunia dan Piala Dunia Putri, itu sebuah tragedi.
Belum sembuh betul dari luka menganga akibat Tragedi Kanjuruhan, Malang, Jatim, yang merenggut 135 nyawa, pada 1 Oktober lalu, sepak bola Indonesia kembali dihadapkan pada cobaan besar. ”Saya shock Piala Dunia batal terselenggara. Padahal, Palembang sudah siap 100 persen,” ujar Gubernur Sumsel Herman Deru, yang berbusana serba hitam sebagai simbol ”berkabung”. Menurut Herman, batalnya Indonesia menggelar Piala Dunia U-20 menyusul penolakan atas Israel, salah satu peserta, akan berdampak panjang untuk persepakbolaan kita. Sebelumnya, selain mencabut hak Indonesia, FIFA juga menyatakan akan menjatuhkan sanksi ke Indonesia. ”Bayangkan, jika nantinya Indonesia di-banned (dilarang tampil di ajang internasional) FIFA. Bagaimana nasib orang yang berkecimpung di dalamnya? Belum lagi, mental para (pemain) Garuda Muda yang telah berjuang membela negara, tetapi sia-sia karena penolakan segelintir pihak,” kata Herman di Palembang. (Yoga)
Membuka Akses Transportasi
Ekonomi inklusif mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pendapatan dan pengurangan kemiskinan, serta perluasan akses dan kesempatan. Salah satu cara mewujudkan ekonomi inklusif tak lain melalui pembangunan infrastruktur yang memudahkan pergerakan orang dan barang. Selanjutnya, akan memacu aktivitas ekonomi dan kegiatan lain, antara lain menarik investasi. Peran vital infrastruktur tecermin di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Pada 2015, di kabupaten yang saat itu masuk Provinsi Papua, harga beras Rp 500.000 per karung isi 15 kg, telur ayam Rp 5.000 per butir, dan minyak tanah Rp 50.000 per liter. Harga tinggi karena mesti diangkut dari Timika menggunakan pesawat kecil, seperti Cessna. Saat meresmikan pengoperasian jalur kereta api lintas Maros-Barru dan Depo Kereta Api Maros di Maros, Sulsel, Presiden Jokowi menyampaikan, angkutan umum adalah hal yang sangat mendasar untuk menghubungkan antarprovinsi, antarkota, dan antarkabupaten (Kompas,30/3).
Pembangunan jalur kereta api di Sulawesi disebutkan dalam Visi Indonesia 2045 yang dirilis Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Di laman Kemenhub, KA Makassar-Parepare merupakan Proyek Strategis Nasional bidang Perkeretaapian Berdasarkan Permen Perekonomian No 21/2022. Jalur KA memberikan alternatif bagi masyarakat agar tak hanya melintasi jalan raya. Transportasi publik bisa dimanfaatkan usaha besar, sedang, ataupun UMKM. Angkutan komoditas ekspor Sulsel juga bisa menggunakan transportasi publik jika sudah terhubung dengan pelabuhan atau bandara. Menurut data BPS, komoditas ekspor utama Sulsel adalah nikel, besi, dan baja, serta rumput laut. Adapun negara tujuan utama ekspor adalah Jepang, China, dan Taiwan. Keberadaan transportasi publik akan menarik minat investor. Perekonomian Indonesia, yang secara struktur masih terkonsentrasi di Jawa dan Sumatera, bisa lebih merata ke pulau-pulau lain berkat akses transportasi. (Yoga)
TPT Jungkir Balik Bertahan
Pelaku industri tekstil dan produk tekstil mesti memutar otak untuk bertahan. Mereka berhadapan dengan menurunnya permintaan pasar dalam negeri akibat banjir barang impor. Di sisi lain, permintaan ekspor melemah akibat perlambatan ekonomi global. Agar dapat bertahan, mereka, antara lain, mengembangkan produk untuk menjangkau pasar baru dan mengefisienkan produksi. Kwee Liang Cing, pemilik dan Direktur PT Bentara Sinarprima, perusahaan tekstil yang memproduksi kain untuk seprai dan mode, mengatakan, saat ini pasar dalam negeri tertekan oleh banjirnya produk impor. Tak cuma volumenya yang membanjiri pasar, harga seprai dan kain untuk mode produk impor lebih murah Rp 2.000 per meter dibanding produk dalam negeri. Produk dalam negeri sulit bersaing dari aspek harga karena dibebani berbagai ongkos dan minimnya perlindungan pasar dalam negeri. Pelaku industri harus menghadapi kenaikan berbagai biaya mulai dari upah hingga ongkos operasional. Di sisi lain, importasi tekstil lebih mudah dan murah sehingga harganya lebih kompetitif.
”Banjirnya barang impor ini sudah sangat meresahkan. Kami kesulitan menjual produk kami,” ujarnya saat ditemui di pabriknya di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jabar, Rabu (29/3). Dampaknya, sejak 2022 produksi pabriknya terus menurun secara bertahap. Kapasitas produksi perusahaan Lilik sejatinya mencapai 2 juta-2,5 juta meter per bulan. Namun, kini kapasitas hanya terpakai 30–35 persen, yakni 700.000-800.000 meter per bulan. Akibatnya, jumlah pekerja yang sebelumnya 500 orang berkurang hanya tinggal 260 orang, itu pun hanya masuk kerja satu-dua hari setiap pekan karena minimnya permintaan. Untuk menyiasati tekanan situasi itu, Lilik menjelaskan, ia coba memproduksi bahan kain batik untuk pasar dalam negeri. Menurut dia, pasar pakaian batik sangat besar mulai dari anak sekolah, pegawai kantoran, hingga pegawai instansi pemerintah. (Yoga)
Daya Serap Bulog Dikhawatirkan Redup
Kalangan petani khawatir pengumuman impor beras saat panen raya berdampak menekan harga gabah di tingkat petani. Rencana pemerintah mengimpor 2 juta ton beras hingga akhir tahun ini juga dikhawatirkan menggerus daya serap Perum Bulog untuk memperkuat cadangan beras pemerintah dari produksi dalam negeri. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia Henry Saragih, saat dihubungi, Kamis (30/3) menyebutkan, setelah pemerintah mengumumkan bakal mengimpor beras awal pekan ini, harga gabah ditingkat petani masih beragam, bahkan ada yang Rp 6.000 per kg kering panen (GKP). Penurunan produksi mungkin berpengaruh terhadap pasokan gabah dan situasi harga itu. Namun, dia menduga, pergerakan harga tersebut lebih disebabkan oleh penyerapan gabah dari korporasi besar.
Situasi ini bisa menggerus daya serap Bulog untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) dari produksi domestik. Dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp 5.000 per kg GKP di tingkat petani, Bulog belum bisa bersaing dalam perebutan gabah/beras. Padahal, sumber produksi dalam negeri mesti menjadi andalan untuk membangun kedaulatan pangan nasional, bukan impor. Per Jumat (24/3), total stok beras yang dikelola Bulog 225.000 ton. Realisasi penyerapan dari dalam negeri tercatat 49.000 ton. Pemerintah akan menggelar program bansos bagi 21,35 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Kepala Bapanas (NFA) Arief Prasetyo Adi menilai, spekulan tengah mengambil kesempatan karena produksi gabah pada panen raya lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu. Artinya,suplai saat ini terbatas. (Yoga)
Merdeka Battery Incar Rp 9,6 Triliun dari Bursa
PT Merdeka Battery Materials Tbk akan menawarkan sebanyak 11 miliar saham baru kepada publik (IPO). Jumlah ini setara dengan 10,24 % dari total saham. Harga saham yang ditawarkan Rp 780-Rp 795 per saham. Dengan demikian, dana yang dapat dihimpun dari publik sebesar Rp 9,62 triliun. Hasil dari pelepasan saham ini sebagian akan digunakan untuk membayar utang bank dan utang kepada induk usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk. ”Melalui IPO ini Merdeka Battery akan memiliki dukungan lebih kuat untuk mengeksekusi rencana strategis ke depan,” kata Presdir Merdeka Battery Devin Ridwan, di Jakarta, Kamis (30/3). (Yoga)
Pemprov Sumsel Bangun Pabrik Kopi
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Badan Usaha Milik Daerah PT Sriwijaya Agro Industri membangun pabrik kopi berkapasitas produksi 1 ton per bulan dengan merek Gending Sriwijaya. Langkah ini dilakukan agar kopi Sumsel makin banyak dikenal. Direktur PT Sriwijaya Agro Industri (SAI) Arkoni, Kamis (30/3) menuturkan, potensi Sumsel sebagai penghasil kopi cukup besar. Dengan luas kebun sekitar 280.000 hektar, Sumsel penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia. Namun, sebagian biji kopi asal Sumsel dikirim dan diklaim oleh daerah lain. (Yoga)
Menjemput Rezeki di Tepian Waduk
Bagi sebagian warga Kota Makassar, Sulsel, keberadaan waduk dan danau buatan adalah ladang rezeki. Di tepian danau dan waduk itu mereka berdagang aneka makanan dan minuman untuk menghidupi keluarga. Sore hari di tepi Waduk Tunggu Pampang, Makassar, adalah waktu menjemput rezeki bagi Nurul Rezky (30). Setiap hari pada pukul 16.00-18.00 Wita adalah saat pengunjung sedang ramai-ramainya di warung tenda miliknya. Acap kali kursi dan meja plastik yang dia siapkan tak cukup menampung pengunjung. Seperti sore itu, Selasa (21/3/2023). Belum lagi petang, kursi-kursi sudah penuh terisi. Dua mata kompor nyaris tak pernah dimatikan. Setiap kali gorengan bakwan, singkong, pisang, dan tahu matang, lalu diangkat, setiap kali pula dia mengisi kembali dengan adonan baru. Nurul juga bolak-balik ke gerobak berisi pelumat elektronik untuk membuat aneka minuman dingin.
”Biasanya pengunjung datang jam empat sore dan berkurang setelah maghrib. Namun, saya berjualan sampai malam. Sabtu dan Minggu biasanya lebih ramai lagi. Alhamdulillah hasilnya membantu keperluan keluarga selama lima tahun berjualan di sini,” katanya. Penghasilan dari berjualan gorengan dan minuman Rp 400.000-Rp 500.000 per hari. Jumlah ini cukup untuk menopang kebutuhan keluarga dan menutupi kekurangan gaji suaminya yang merupakan pegawai kontrak. Ada puluhan pedagang makanan dan minuman yang menggantungkan rezeki di tepi waduk pengendali banjir di KecamatanManggala ini. Sebagian pedagang kaki lima memanfaatkan gerobak dan tenda, sebagian lagi berupa kafe atau warung kopi. ”Kami melihat potensi perairan darat ini sebagai obyek wisata dalam kota dan pengaruhnya pada usaha kecil. Kami ingin bekerja sama dengan pengelola lokasi tersebut untuk setidaknya melakukan penataan. Jika sudah ditata, kami bisa masukkan ke paket wisata dalam kota atau setidaknya ikut mempromosikan,” ujar Kadis Pariwisata Makassar Mohammad Roem, Kamis (30/3). (Yoga)
Booming Keuangan Syariah, Asset Tembus Rp 2.375 Triliun
JAKARTA, ID-Nilai aset keuangan syariah di Indonesia selama tahun 2022 melesat 15,87% hingga menembus Rp2.375,84. Pada tahun yang sama, pangsa keuangan syariah terhadap total aset jasa keuangan nasional mencapai 10%. Booming industri keuangan terjadi seiring dengan bangkitnya kesadaran masyarakat akan pentingnya produk dan layanan halal. Jumlah penduduk muslim yang besar dan ekosistem yang sudah terbentuk memudah Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia. Namun, untuk mewujudkan niat itu diperlukan akselerasi dalam literasi keuangan, perbaikan governance atau tata kelola, kolaborasi dengan berbagai pihak, dan peningkatan kualitas produk halal agar bisa menembus pasar global. Institusi keuangan syariah harus bisa menunjukkan keunggulan dalam persaingan dengan institusi keuangan konvensional. Dengan tingkat penetrasi yang masih rendah, justru ruang pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia sangat besar. Diperbankan misalnya, penetrasi baru sekitar 6,9% , masih jauh lebih rendah dari negeri jiran Malaysia yang mencapai 30%. (Yetede)









