KETAHANAN PANGAN : Kelembagaan Food Estate Digagas
Pemerintah mempertimbangkan untuk memperkuat program pengembangan lumbung pangan atau food estate dengan membentuk kelembagaan khusus. Dengan adanya lembaga itu, program food estate dapat berjalan secara berkelanjutan. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan bahwa keberadaan lembaga tersebut diharapkan dapat mengelola dan menjaga keberadaan lahan food estate yang sudah dikembangkan dengan berbagai komoditas pangan. “Kami sedang pertimbangkan untuk dibentuk entah semacam BLU yang fleksibel dengan mengelola anggaran sendiri. Badan itu nantinya yang diharapkan bisa menjaga konsistensi lahan-lahan yang telah menjadi food estate,” ujarnya kepada Bisnis, Senin (3/4). Kelembagaan itu, katanya, dapat bekerja sama dengan korporasi, kalangan swasta, hingga petani. Dengan demikian, upaya untuk menjaga kelangsungan program food estate dapat terus dijalankan. Keberadaan kelembagaan food estate, katanya, dapat menjamin kelangsungan program kemandirian pangan. Dia menyadari program food estate sudah berjalan lama, sehingga kesan yang muncul di masyarakat proyek tersebut gagal berjalan.
INFLASI DAERAH : Mewaspadai Penaikan Ongkos Transportasi
Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) diminta untuk mewaspadai inflasi yang diakibatkan penaikan tarif transportasi, khususnya perjalanan udara.Alasannya, penaikan tarif itu telah tecermin pada realisasi inflasi sepanjang Maret 2023.Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat daging ayam ras dan angkutan udara menjadi komoditas yang dominan dalam menyumbang infl asi di daerah tersebut. Secara bulanan (month-to-month/MtM), daging ayam ras tercatat mengalami kenaikan sebesar 6,62% dengan andil pada inflasi sebesar 0,1%. Kepala BPS Sumsel Zulkifli mengungkapkan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian seluruh stakeholder terkait.
“Kenaikan harga komoditas makanan ini dipengaruhi oleh peningkatan permintaan di bulan Ramadan,” ujarnya.Pada komoditas non-makanan, terdapat angkutan udara yang mengalami kenaikan sebesar 7,97% MtM dengan andil 0,54%. Menurut Zulkifli, kenaikan pada tarif angkutan udara ini juga perlu menjadi perhatian.
Kinerja Kenceng, Dividen Konglomerat Cespleng
Musim bagi-bagi dividen sudah dimulai. Sejumlah emiten sudah mengumumkan pembagian dividen dengan nilai cukup jumbo dengan yield atraktif.
Ambil contoh PT Matahari Department Store Tbk (LPPF). Emiten ini mengumumkan akan membagikan dividen dengan nilai Rp 525 per saham. Bila dihitung berdasarkan harga penutupan saham ini Jumat lalu di Rp 4.930, maka yield dividen emiten ritel ini mencapai 10,65%.
Bukan cuma investor ritel yang bakal menikmati dividen dari para emiten tersebut. Bos-bos para pemilik emiten tersebut juga akan mencicip cuan manis dari dividen jumbo tahun ini.
Ambil contoh dividen LPPF tadi. Dari pembagian dividen tersebut, Auric Digital Retail. pemegang 38,40% saham LPPF, mengantongi Rp 476,62 miliar. Auric Digital masih merupakan perusahaan terafiliasi Grup Lippo. Salah satu pendirinya Stephen Riady.
Research & Consulting Manager Infovesta Kapital Advisori Nicodimus Kristiantoro mengatakan, secara historis, ada tiga konglomerat yang berpotensi dapat dividen besar dari emitennya.
Grup Salim Kuasai Penjualan Mobil Premium Eropa
Lewat PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS), Grup Salim nampaknya menjadi penguasa mobil Eropa. Akhir pekan lalu, IMAS mengakuisisi PT Mercedes Benz Indonesia, diler mobil Mercy di Tanah Air.
Tak sendirian, IMAS menggandeng Inchcape Motors Private Limited (Inchcape). Dalam akuisisi itu, Inchcape mengambil alih 70% saham Mercedes Benz Indonesia, dan IMAS sebesar 30%.
Tak menyebutkan besaran nilai akuisisi 30% saham itu, IMAS juga telah mengantongi izin untuk memasarkan Citroen, produsen otomotif asal Prancis. Dengan aksi tersebut, IMAS kini merajai pemasaran mobil-mobil premium asal Eropa. Pasalnya, IMAS juga memegang kendali atas pemasaran mobil-mobil Eropa lainnya seperti Volvo, Volkswagen, hingga Audi.
President Director
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk Jusak Kertowidjojo kepada KONTAN, Minggu (2/4) mengatakan, IMAS melihat prospek pasar mobil premium asal Eropa sangat baik di Tanah Air. Seiring peningkatan daya beli, prospeknya sangat bagus, jelas dia kepada KONTAN, Minggu (2/4).
Head of Region Overseas
Mercedes-Benz Cars, Matthias Lhrs menambahkan, aksi korporasi ini dilakukan lantaran Mercedes melakukan restrukturisasi bisnis untuk menguatkan posisi di pasar Indonesia. Meski ada investor, tak mengubah kepegawaian dan layanan perusahaan.
Senior Research Analyst
PT Mirae Asset Sekuritas, Robertus Hardy menilai, akuisisi 30% saham perusahaan pemasaran Mercedes-Benz oleh IMAS karena pangsa pasar Mercy di Indonesia masih kecil, hanya 0,3% untuk penjualan ritel dan
Kepatuhan Wajib Pajak Non Karyawan Rendah
Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) perlu menggenjot kepatuhan wajib pajak orang pribadi non karyawan. Sebab, rasio kepatuhannya masih sangat rendah. Padahal, batas pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) untuk kelompok tersebut telah berakhir.
Ditjen Pajak mencatat, pelaporan SPT Tahunan hingga 31 Maret 2023 mencapai 12,01 juta. Angka tersebut, tumbuh 3,13% dibanding periode yang sama pada tahun lalu.
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Kemkeu Dwi Astuti melaporkan, pelaporan SPT oleh wajib pajak orang pribadi non karyawan hanya 1,1 juta. Sehingga, rasio kepatuhan kelompok ini baru mencapai 26,84% dari total 4,4 juta wajib pajak non karyawan yang wajib lapor SPT.
Rasio kepatuhan wajib pajak orang pribadi non karyawan masih perlu digenjot. Selain rasionya yang masih rendah, dalam tiga tahun terakhir, rasio kepatuhannya menunjukkan tren penurunan.
Artinya, upaya Ditjen Pajak selama ini untuk menjangkau wajib pajak orang pribadi non karyawan belum signifikan. Termasuk, melalui kebijakan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) alias Tax Amnesty Jilid II pada tahun lalu.
Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research (TRI) Priyanto Budi Saptono mengatakan, ada beberapa faktor yang membuat tingkat kepatuhan wajib pajak non karyawan rendah.
Pertama, kepatuhan formal bagi non karyawan lebih kompleks lantaran ada penghasilan yang bersumber dari usaha.
Kedua, wajib pajak orang pribadi non karyawan harus membagi penghasilan menjadi objek PPh dan non objek PPh. Untuk penghasilan sebagai objek PPh, mereka juga masih harus memisahkan lagi antara objek PPh final dan objek non final.
IHSG Bisa Tembus Level 7.000 di Q2
Menutup kuartal pertama tahun ini, laju indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali tersungkur di zona merah. Jumat pekan lalu (31/3), IHSG bertengger di 6.805,27, turun 0,66% sejak awal tahun 2023 berjalan.
Head of Research
Jasa Utama Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mencermati, jelang tahun 2023, optimisme pasar sempat melambung. Ini dipicu sejumlah pembukaan ekonomi China pasca pandemi dan sentimen Amerika Serikat (AS).
Di dalam negeri, pencabutan PPKM membuat aktivitas ekonomi dan masyarakat kembali normal. Kondisi ini mengangkat ekspektasi pasar terhadap IHSG untuk kembali ke level psikologis 7.000 pada kuartal pertama.
Kekhawatiran investor bertambah sejak muncul kasus kolaps perbankan di AS dan Eropa. "Ini sempat membuat pasar panik dan menekan IHSG ke 6.550, kian jauh dari level psikologis 7.000," kata Cheril, Minggu (2/4).
Pengamat Pasar Modal dan Founder WH Project, William Hartanto, menimpali, secara teknikal peluang IHSG naik ke level 7.000 terbuka. Apalagi sejak 21 Maret pasar kembali bullish. Saat ini tersisa dua
resistance
IHSG yakni di 6.856 dan 6.950, dengan support IHSG di area 6.668.
Pilah Pilih Investasi Saat Kondisi Tak Pasti
Aset kripto menjadi portofolio aset dengan kinerja paling mentereng selama kuartal I tahun 2023. Sementara, beberapa mata uang asing terlihat melemah terhadap rupiah.
Harga bitcoin selama kuartal I-2023 mengalami kenaikan hingga 71,68%. Begitu pula harga ethereum yang naik 51,77%. Pada Maret saja, harga kedua aset kripto tersebut juga naik dua digit.
Aset investasi lain yang menghasilkan cuan adalah emas dan saham Para analis menyebut, kenaikan aset yang cenderung bersifat berisiko karena investor mulai berani berinvestasi di aset berisiko. Kebijakan moneter yang mulai menahan diri dalam menaikkan bunga lebih agresif membuat investor lebih berani dalam menempatkan dana investasi.
Kalau Head of Business Development Division Henan Putihrai Asset Management (HPAM) Reza Fahmi rekomendasi, investor konservatif, sebaiknya menaruh 80% di pasar uang dan 20% di obligasi. Adapun investor moderat bisa mengalokasikan 20% di pasar uang, 60% di obligasi, dan 20% di saham.
Kotek Emiten Poultry Belum Nyaring
Saham-saham emiten sektor poultry memperlihatkan pergerakan yang cenderung negatif di sepanjang tahun ini. Belum ada katalis yang benar-benar kuat untuk mendorong harga saham poultry. Bahkan menjelang lebaran pun belum ada tanda perbaikan harga saham emiten poultry.
Analis Ciptadana Sekuritas Muhammad Gibran menjelaskan, permintaan akan ayam broiler dan telur selama Ramadan dan lebaran meningkat. Secara fundamental ini akan memperbaiki kinerja dan margin emiten poultry hingga semester satu nanti.
Harga ayam broiler dan telur akan meningkat hingga semester I-2023. Ini sejalan dengan instruksi Kementerian Pertanian yang berencana memusnahkan sekitar 14,9 juta day old chick (DOC) setiap minggu dari 23 Februari-15 April 2023. "Kami memperkirakan langkah ini dapat mengurangi 50% kelebihan pasokan pada semester I-2023," tulis Gibran dalam riset.
Tak hanya itu, Analis Sinarmas Sekuritas Michael Filbery mengatakan, pemerintah baru-baru ini menaikkan harga referensi broiler dari Rp 19.000-Rp 21.000 per kg jadi Rp 21.000-Rp 23.000 per kg. Langkah ini merupakan respons atas kenaikan harga bahan baku dan permintaan dari para pemangku kepentingan di sektor poultry.
Sementara itu, segmen pakan ternak diperkirakan masih menghadapi tantangan akibat tingginya harga bungkil kedelai alias soybean meal (SBM). Harga SBM mencapai US$ 480 per ton, meningkat 10% dari rata-rata tahun lalu.
Performa Terangkat Ekonomi Daerah
Kinerja keuangan sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) terangkat seiring perekonomian daerah yang mulai pulih. Hanya saja, PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (BEKS) masih merugi Rp 239 miliar di tahun 2022. Meski begitu angkanya sudah menciut dari rugi Rp 263 miliar di 2021.
Kerugian didorong oleh beban operasional yang masih membengkak sekitar 41% secara tahunan atau year on year (yoy), menjadi Rp 538,46 miliar.
Modal inti bank ini juga menyusut menjadi Rp 1,23 triliun per Desember 2022 dari Rp 1,5 triliun di tahun sebelumnya.
Sementara PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR) mencatatkan laba terbesar Rp 2,24 triliun, tumbuh 11% yoy.
Direktur Utama bank BJB, Yuddy Renaldi mengatakan, pencapaian didorong semakin luasnya sektor industri yang pulih dari dampak pandemi Covid-19.
Sitaan Sejahtera Bersama Rp 1,2 Triliun
Perjalanan sidang Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Sejahtera Bersama dengan terdakwa pengurus masih begulir. Sejalan dengan persidangan, terjadi penyitaan beberapa aset.
Dalam persidangan, jaksa menyebutkan, aset yang sudah disita terkait KSP Sejahtera Bersama sebesar Rp 1,2 triliun. Kuasa Hukum Korban KSP Sejahtera Bersama, Herwanto menginginkan, beberapa aset sitaan tersebut bisa dikembalikan kepada korban.
"Jika aset sitaan dikembalikan, korban bisa mendapatkan haknya 100%," ujar Herwanto, akhir pekan lalu.
Sementara itu, Humas KSP Sejahtera Bersama, Dede Suherdi menyatakan, pihaknya tak mau menyebut jumlah aset koperasi. "Sedang diaudit akuntan publik, mungkin pertengahan April bisa ketahuan nilainya,” ujar Dede.
Ia mengklaim, pihaknya tetap melakukan pembayaran sesuai jumlah cash yang masuk. Pembayaran per bulan berkisar Rp 400 juta sampai Rp 500 juta.









