;

Industri Perbankan Tetap Kuat dan Bertumbuh

Yoga 04 Apr 2023 Kompas

Di tengah gejolak sistem perbankan di AS dan Eropa setelah kolapsnya sejumlah bank, OJK menilai industri perbankan dan keuangan dalam negeri tetap kuat dan bertumbuh. Permodalan perbankan Tanah Air yang sehat mampu menjaga sistem keuangan tetap aman. Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Mahendra Siregar mengatakan, rapat bulanan DK OJK menilai sektor jasa keuangan tetap terjaga dengan kinerja intermediasi lembaga jasa keuangan (LJK) meningkat serta permodalan dan likuiditas berada di level yang memadai. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika global. ”Dampak permasalahan perbankan di AS dan Eropa relative terbatas terhadap industri perbankan Indonesia, mengingat tidak terdapat eksposur langsung terhadap bank-bank yang ditutup di negara-negara itu,” ujar Mahendra dalam jumpa pers hasil rapat DK bulanan OJK, Senin (3/4).

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menambahkan,  Industri perbankan Tanah Air dalam kondisi stabil. Sampai dengan Februari 2023, penyaluran kredit bertumbuh 10,64 % secara tahunan menjadi Rp 6.375 triliun. Adapun Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan bertumbuh 8,18 % secara tahunan. Antre Menukarkan Uang Baru menjadi Rp 7.989 triliun. Selain itu, permodalan perbankan juga relatif kuat. Hal ini tecermin dari indikator rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) industri perbankan di level yang cukup tinggi, sebesar 26,1 %. Rasio alat likuid/non core deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) pada Februari 2023 masing-masing tercatat sebesar 129,58 % dan 29,09 %. Posisi ini jauh di atas ambang batas ketentuan masing-masing sebesar 50 % dan 10 %. Adapun risiko kredit di Februari 2023 relatif rendah dengan rasioNPL net perbankan sebesar 0,75 %. (Yoga)


Pasokan BBM Aman

Yoga 04 Apr 2023 Kompas

Pemicu ledakan di kilang minyak Pertamina di Dumai, Riau, belum terungkap hingga Senin (3/4/2023) sore. Kendati demikian, pasokan segala jenis bahan BBM ke Riau, Kepri, dan Sumut tetap aman, terutama selama Ramadhan. Area Manager Communication, Relations, and CSR  Refinery Unit (RU) Dumai PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Agustiawan menyatakan, proses investigasi oleh Kepolisian Daerah Riau masih berlangsung. Untuk sementara, ia hanya menyatakan ledakan berasal dari area gas kompresor di unit 211 kilang. ”Penyebabnya masih kita tunggu dari hasil investigasi. Yang jelas, api berhasil dipadamkan 10 menit sejak ledakan.  Area tersebut sudah kami isolasi supaya tidak mengganggu unit operasi lain yang masih beroperasi normal,” kata Agustiawan ketika dihubungi dari Jakarta.

Agar pasokan kilang ke masyarakat di Riau, Kepri, dan Sumut tak terganggu, RU Dumai menerapkan sirkulasi sementara pada beberapa unit yang terkait dengan gas kompresor tersebut. Artinya, temperatur  unit pemurnian minyak dipertahankan tetap tinggi agar dapat digunakan sewaktu-waktu. Dengan begitu, pasokan BBM ke tiga provinsi yang dalam peta Pertamina masuk wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) itu tetap aman. ”Kita berharap dalam satu dua hari ini, (unit pemurnian) sudah bisa start-up lagi,” kata Agustiawan. Hal ini dibenarkan Susanto August Satria, Area Manager Communications, Relations, and CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga. Ia menyebut pasokan segala jenis BBM, dari pertalite, solar, sampai avtur, sebanyak  367 juta liter ke tiga provinsi untuk satu bulan ke depan tetap aman tanpa gangguan. (Yoga)


Semangat Kemandirian Dipertanyakan

Yoga 04 Apr 2023 Kompas

Cadangan pangan pemerintah (CPP) berupa 11 pangan pokok mulai terisi. Namun, sebagian cadangan pangan itu masih bersumber dari impor. Ke depan, pemerintah diharapkan bisa lepas dari ketergantungan impor. Sebelas CPP itu adalah beras, jagung, kedelai, bawang, cabai, daging unggas,telur unggas, daging ruminansia, gula konsumsi, minyak goreng, dan ikan. Cadangan beras, sudah terisi 245.370 ton per 31 Maret 2023. Sementara cadangan kedelai mencapai 775,77 ton, gula pasir 223.573,05 ton, serta daging sapi dan kerbau yang masing-masing 8.095,89 ton dan 241,03 ton. Kepala Bapanas (NFA) Arief Prasetyo Adi, Senin (3/4) menjamin kebutuhan pangan pokok pada Ramadhan dan Lebaran 2023 tercukupi. Setiap cadangan pangan itu mulai terisi, baik dari pengadaan dalam negeri maupun luar negeri.

Kendati begitu, ada sejumlah bahan pokok yang impornya perlu dipercepat, yakni daging ruminansia, gula konsumsi, dan bawang putih. Selain itu, peran Bulog perlu lebih dioptimalkan lagi dalam penyerapan gabah atau beras untuk cadangan beras pemerintah (CBP). ”Ke depan, pemerintah diharapkan memiliki 5-10 % stok dari kebutuhan nasional untuk tiap cadangan pangan itu,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat di Komisi IV DPR secara hibrida di Jakarta. Anggota Komisi IV DPR, Firman Soebagyo, mengaku kecewa karena pemerintah memutuskan impor sejumlah pangan pokok sebegitu mudahnya. Hal itu kurang sejalan dengan semangat UU No 18 Tahun 2012 tentang Pangan yang mengedepankan peningkatan produksi dan pengadaan cadangan pangan dari dalam negeri. ”Semangat UU Pangan adalah kemandirian dan kedaulatan pangan, bukan impor. Kalau dalam negeri cukup, kenapa harus impor?” kata Firman. (Yoga)


Insentif Mobil Listrik Dipicu, Produksi Belum Melaju

Hairul Rizal 04 Apr 2023 Kontan (H)

Pemerintah benar-benar royal menebar insentif demi menggenjot populasi kendaraan listrik di Tanah Air. Sejak program pengembangan industri kendaraan listrik bergulir tahun 2019, pemerintah mengguyur aneka insentif pendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di sisi hulu produksi kendaraan maupun sisi hilir dan pasar. Lihat saja, usai terbit subsidi pembelian kendaraan listrik bagi konsumen, pemerintah kembali menggoda konsumen dengan insentif baru. Bentuk insentif yang diberikan oleh pemerintah berupa diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam bentuk PPN ditanggung pemerintah (DTP) untuk setiap pembelian mobil listrik dan bus listrik. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu menyatakan, insentif PPN DTP ini berlaku untuk periode April 2023 hingga Desember 2023. "Kebijakan ini guna meningkatkan daya tarik investasi dalam ekosistem kendaraan listrik," ujar Febrio, Senin (3/4). Head of Group Production Group PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia I Wayan Bagiarta mengungkapkan, antrean pembelian mobil listrik Hyundai Ioniq mencapai 3.000-an unit. "Tahun lalu, inden Ioniq 5 bisa sampai satu tahun," ujar dia kepada KONTAN, akhir pekan lalu. Inden terjadi karena terbatasnya pasokan semikonduktor.

Kinerja Manufaktur Bakal Tertahan Libur Lebaran

Hairul Rizal 04 Apr 2023 Kontan

Memasuki periode Ramadan dan jelang Lebaran tahun ini, kinerja industri manufaktur makin tancap gas. Namun demikian, tren tersebut diprediksi tidak berlangsung lama. Sebab, ekspansi kinerja manufaktur diperkirakan kembali menurun di bulan April 2023 sejalan dengan momen libur panjang Lebaran. S&P Global mencatat, Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Maret 2023 berada di level 51,9. Angka ini meningkat 0,7 poin jika dibandingkan pada bulan sebelumnya yang tercatat 51,2. Tren PMI Manufaktur Indonesia itu melanjutkan perbaikan selama 19 bulan berturut-turut. Economics Associate Director S&P Global Market Intelligence, Jingyi Pan, mengatakan, PMI Manufaktur Indonesia bulan lalu menunjukkan bahwa sektor manufaktur terus membaik. Hal ini, ditopang kenaikan produksi yang didukung aktivitas pembelian yang kian membaik. Tim Ahli Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir memperkirakan, kinerja manufaktur bakal naik di bulan April 2023. Ia melihat, ada peningkatan kebutuhan Lebaran sehingga industri manufaktur akan meningkatkan produksinya. "Diperkirakan akan meningkat sampai dengan April ini untuk memenuhi kebutuhan Idul Fitri mulai minggu ketiga sampai dengan akhir bulan. Industri akan berproduksi hingga minggu kedua sebelum libur lebaran," ujar Iskandar kepada KONTAN, kemarin. Persoalannya, panjangnya libur Lebaran pada April ini berdampak negatif terhadap kinerja manufaktur. "Kinerja manufaktur akan menurun di bulan ini karena ada lantaran libur panjang Lebaran," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (Gapmmi) Adhi S.Lukman, kemarin.

Merger Telkomsel dan Indihome Kian Terang

Hairul Rizal 04 Apr 2023 Kontan

Rencana PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) untuk menggabungkan entitas usahanya, yakni PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel) dengan Indihome terus bergulir. Aksi korporasi ini diharapkan bisa tuntas pada Mei 2023 mendatang. "Kami sedang negosiasi, mungkin minggu-minggu ini kami akan finalisasi bersama dengan Telkomsel dan Singtel," ujar Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, usai Rapat Kerja dengan DPR Komisi VI, Senin (3/4). Pria yang akrab dipanggil Tiko ini mengatakan, dalam merger kedua perusahaan tersebut, Indihome akan dikeluarkan dari bagian TLKM. Lalu, sahamnya akan di- inbreng ke Telkomsel. Aksi ini berpotensi menggerus porsi kepemilikan saham Singapore Telecom Mobile Pte Ltd atau Singtel di Telkomsel. Namun, Tiko belum menyebutkan berapa besar saham Singtel yang akan terdilusi dalam aksi korporasi ini. Kementerian BUMN maupun TLKM belum mendapatkan kepastian terkait valuasi dan risiko pengurangan kepemilikan Singtel. Di kesempatan yang sama, Direktur Utama TLKM Ririek Adriansyah mengatakan, dengan aksi fixed mobile convergence (FMC) ini, TLKM bisa mendorong efisiensi dan meningkatkan EBITDA. "FMC ini dapat meningkatkan EBITDA sebesar Rp 5 triliun hingga Rp 6 triliun setiap tahun mulai dari 2027," ujarnya. Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN III Arya Sinulingga mengatakan, FMC bakal meningkatkan pendapatan TLKM. Menurutnya, dengan penggabungan ini, biaya pemasaran bisa terpangkas ,sekaligus memberikan keuntungan bagi konsumen dan mendapatkan paket gabungan.

Pandemi Berakhir, BUMN Farmasi Loyo

Hairul Rizal 04 Apr 2023 Kontan

Emiten farmasi BUMN telah merilis kinerja keuangan tahun 2022. Hasilnya, sejumlah emiten farmasi pelat merah belum bisa keluar dari kerugian. Terbaru, PT Indofarma Tbk (INAF) melaporkan kerugian tahun 2022 sebesar Rp 428,48 miliar. Mengutip laporan keuangan Indofarma yang dirilis akhir pekan lalu, rugi bersih emiten farmasi ini melejit hingga lebih dari 1.000% secara tahunan dari tahun 2021 yang hanya sebesar Rp 37,57 miliar. Membengkaknya kerugian INAF dipicu dari anjloknya pendapatan. Pada 2022, pendapatan INAF hanya mencapai Rp 1,1 triliun, melorot 60,5% secara tahunan yang masih Rp 2,9 triliun di 2021. Kinerja PT Kimia Farma Tbk (KAEF) tahun 2022 tak kalah buruk. Pada 2022, KAEF merugi Rp 170,04 miliar. Angka rugi bersih KAEF ini memburuk dibanding tahun 2021 yang masih mencetak laba bersih Rp 302,27 miliar. Penurunan pendapatan KAEF, antara lain, dipicu merosotnya penjualan obat generik KAEF pada 2022 menjadi 59,1% jadi Rp 864,52 miliar. Selain itu penjualan obat ethical amblas 4,2% secara tahunan jadi Rp 2,961 triliun. Analis Investindo Nusantara Sekuritas Pandhu Dewanto menilai, penyebab utama kenaikan rugi emiten farmasi BUMN adalah berakhirnya pandemi Covid-19.

Trik Pengungkit Daya Beli

Hairul Rizal 04 Apr 2023 Bisnis Indonesia (H)

Langkah gesit Bank Indonesia (BI) dalam merespons gerak liar indeks harga konsumen (IHK) melalui instrumen suku bunga acuan memang terbukti efektif membikin tingkat inflasi melandai. Akan tetapi, melandainya tingkat inflasi bukanlah sepenuhnya kabar baik, apalagi jika menengok tingkat inflasi inti yang ikut menurun. Hal itu dapat mengindikasikan adanya keterbatasan daya beli masyarakat. Kemarin, Senin (3/4), Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka inflasi umum sebesar 4,97% (year-on-year/YoY) dan inflasi inti 2,94% (YoY). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Apalagi, Gubernur BI Perry Wajiyo dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa kenaikan suku bunga sebesar 225 bps cukup untuk menjangkar ekspektasi inflasi. Tak pelak, data terbaru itu memberikan ketenangan di kalangan pelaku usaha yang tak lagi waswas dengan langkah agresif pengetatan moneter. Kondisi ini tentu saja juga membuka peluang ekspansi. Namun, jika dicermati tingkat inflasi inti pada Maret 2023 merupakan yang terendah sejak Juli 2022 atau sebelum pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM). Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Made Arya Wijaya, mengatakan program reguler berupa bantuan sosial tetap disalurkan sebagaimana amanat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023. Guna menebalkan proteksi daya beli, pemerintah juga menyediakan bantuan sosial tambahan selama tiga bulan untuk menjaga konsumsi rumah tangga. Dari sisi moneter, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, mengatakan penurunan inflasi tidak terlepas dari respons kebijakan moneter serta sinergi antarlembaga.

Menjaga Status Quo Kebijakan Moneter

Hairul Rizal 04 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Angka inflasi nasional terus mencatatkan penurunan dari bulan ke bulan. Daya beli masyarakat pada awal Ramadan pun menyusut. Hal ini di luar kebiasaan masyarakat, belanja naik saat menyambut datangnya Bulan Suci. Badan Pusat Statistik mencatat angka inflasi pada Maret 2023 mencapai 4,97% secara tahunan (year-on-year/YoY). Lebih rendah jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai 5,47% (YoY). Inflasi inti pun turun dari 3,09% (year-to-date/YtD) pada Februari 2023 menjadi 2,94% (YtD) pada Maret 2023. Secara bulanan angka inflasi sedikit naik, dari bulan sebelumnya 0,16% (month-to-month/MtM) menjadi sebesar 0,18% (MtM). Kenaikan inflasi ditopang oleh barang konsumsi sehari-hari. Mulai dari beras, cabai rawit hingga rokok kretek. Di luar itu, angkutan udara dan harga bensin turut mendorong kenaikan inflasi bulanan. Berdasarkan wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Kota Kupang, NTT, yang mencapai 1,30%. Pada periode yang sama, Kota Bandung, Jawa Barat, melaporkan deflasi terdalam, yaitu sebesar -1,50%. Menurut BPS, komoditas utama pemicu kenaikan harga menjelang Lebaran adalah tarif angkutan udara, daging sapi, daging ayam ras, bawang merah, telur ayam ras, dan lainnya. Kontribusi tarif angkutan dalam 3 tahun terakhir terus mengalami kenaikan. Ekonom memproyeksikan inflasi pada Idulfitri atau April 2023 berpotensi menembus level 5% setelah pada Maret berhasil turun menjadi 4,97% (YoY). Secara historis, inflasi musiman pada hari raya umat Islam ini sekitar 0,5%—0,7%. Artinya, inflasi tahunan masih berada di level 5,47%—5,67%. Angka itu masih di bawah suku bunga acuan (BI-7DRR) 5,75%. Bank sentral dalam 3 bulan terakhir menahan suku bunga acuan berada di level tersebut. Ruang longgar kebijakan moneter diperlukan dalam situasi seperti ini. Terlebih lagi melihat tren belanja masyarakat yan cenderung melambat. Inflasi inti yang berada di kisaran 2%, terendah sejak Juni 2022, merupakan sinyal penurunan daya beli.

KINERJA KONGLOMERASI : JALUR PERTUMBUHAN GRUP SINAR MAS

Hairul Rizal 04 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Lini-lini bisnis di bawah payung konglomerasi Grup Sinar Mas meracik strategi untuk memacu pertumbuhan pada tahun ini setelah mayoritas emiten mencetak kinerja yang moncer pada 2022. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, sebanyak 11 dari 12 emiten yang terafiliasi dengan Grup Sinar Mas meraih kenaikan pendapatan pada tahun lalu. Lonjakan paling tinggi diraih oleh PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) yang pendapatannya naik 175,12% year-on-year (YoY) dari US$2,16 miliar menjadi US$5,95 miliar.Selain itu, pendapatan emiten Grup Sinar Mas di sektor sawit dan properti juga tumbuh sekitar 30% pada 2022. Tingkat pertumbuhan pendapatan itu a.l. diraih oleh PT Bumi Serpong Damai Tbk. (BSDE) sebesar 33,71% YoY menjadi Rp10,23 triliun dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) sebesar 31,65% YoY menjadi Rp75,04 triliun. Moncernya pertumbuhan top line berimpak positif terhadap profitabilitas yang diraih oleh emiten Grup Sinar Mas. Laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih DSSA melompat signifikan 395,76% dari US$120,07 juta pada 2021 menjadi US$595,26 juta pada 2022.Kontras, laba bersih PT Sinar Mas Multiartha Tbk. (SMMA) menyusut 10,92% YoY menjadi Rp844,56 miliar. Sementara itu, PT Smartfren Telecom Tbk. (FREN) berbalik laba Rp1,06 triliun berkat keuntungan dari investasi dalam saham sebesar Rp1,64 triliun. Keuntungan dari investasi saham itu termasuk dari saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk. (MORA).Meski demikian, mesin laba Grup Sinar Mas masih bersumber dari lini bisnis perkebunan sawit dan kertas & pulp. Pada 2022, SMAR mengantongi laba bersih Rp5,5 triliun, sedangkan laba bersih INKP mencapai US$857,51 juta atau setara dengan Rp13,48 triliun. Di sektor telekomunikasi, Presiden Direktur Smartfren Merza Fachys menyampaikan FREN merupakan salah satu pilar Grup Sinar Mas yang bergerak di bidang telekomunikasi dan teknologi. Saat ini, FREN merupakan operator terbesar keempat di Indonesia. Menurut Merza, keunggulan FREN ialah layanan 4G di seluruh Indonesia dan rencana ekspansi 5G. Pada 2022, pendapatan Smartfren tercatat menembus Rp11 triliun.

Pilihan Editor