;

Kinerja BSI Semakin Solid

Hairul Rizal 28 Apr 2023 Kontan (H)

PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menunjukkan kinerja keuangan yang solid. Pertumbuhan pembiayaan yang impresif, mencapai lebih dari 20% menjadi salah satu pendorong kinerja positif perseroan. Direktur Utama BSI Hery Gunardi menyampaikan perseroan berhasil mencatatkan pertumbuhan kinerja positif dan sehat sepanjang Januari-Maret 2023 didukung oleh kesinambungan yang solid antara pendanaan dan pembiayaan. Pada kuartal I/2023, perseroan berhasil mencatatkan perolehan laba bersih mencapai Rp1,46 triliun, tumbuh 47,65% secara year on year (YoY). “Alhamdullilah, BSI meraih kinerja yang menggembirakan sepanjang kuartal I tahun ini, dan secara berkesinambungan kami memperkuat fungsi intermediasi guna mendukung momentum pertumbuhan positif ekonomi. Kami dapat menjaga keberlanjutan pertumbuhan ini dengan fokus pada aspek likuiditas terutama pertumbuhan dana murah, serta menjaga kualitas aset,” ujar Hery dalam media press conference Paparan Kinerja BSI Kuartal I/2023. Dari sisi pendanaan, BSI mampu mengoptimalisasi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dengan pencapaian sebesar Rp269,26 triliun, tumbuh 12,88% secara year on year. Angka ini didominasi oleh tabungan Wadiah yang mencapai Rp43,53 triliun. Saat ini total tabungan mencapai Rp 115,12 triliun dan menjadikan BSI berada di peringkat ke-5 tabungan secara nasional. Pencapaian ini memberikan pengaruh positif terhadap rasio Cost of Fund (CoF) BSI menjadi 1,97%, karena tabungan wadiah yang memberikan impact effisiensi pengurangan biaya bagi hasil. 

Adapun pembiayaan, BSI mencatat pertumbuhan impresif dua digit yakni 20,15% secara yoy menjadi Rp213, 28 triliun. Pada periode tersebut, kualitas pembiayaan BSI terjaga dengan baik, tercermin dari NPF Gross di level 2,36%. Perseroan fokus pada pembiayaan jangka panjang, prudent dan mendiversifikasi alternatif pembiayaan yang sesuai segmen nasabah. Dengan demikian risiko pembiayaan dapat dimitigasi dengan baik sesuai dengan jenis pembiayaannya. Lebih lanjut Hery menambahkan, pertumbuhan laba perseroan diiringi dengan meningkatnya aset BSI yang saat ini mencapai Rp313,25 triliun, tumbuh 15,47% secara yoy. Selain itu, juga ditopang oleh pertumbuhan bisnis yang sehat dari segmen retail dan wholesale serta didukung oleh peningkatan dana murah, kualitas pembiayaan yang baik, efisiensi dan efektivitas biaya dan fee based income (FBI). Hingga Maret 2023, total pembiayaan BSI mencapai Rp213,28 triliun, dengan porsi pembiayaan yang didominasi oleh pembiayaan konsumer sebesar Rp110,62 triliun, tumbuh 24,04% secara yoy. Lalu disusul pembiayaan wholesale sebesar Rp58,16 triliun, tumbuh 17,29% secara yoy, dan pembiayaan mikro sebesar Rp19,32 triliun, tumbuh 24,32% secara yoy. Dengan aset yang tumbuh 15,47% secara yoy menjadi Rp313,25 triliun, BSI juga mencatat rasio keuangan yang solid, tumbuh dan terintermediasi dengan baik. Rasio ROE (Return of Equity) BSI sebesar 18,16%. Sementara itu, rasio ROA (Return of Asset) sebesar 2,48% dan rasio BOPO (Biaya Operasional) menjadi 69,65%. Artinya, dari sisi biaya BSI mencatat efektifitas dan efisiensi.

Penerimaan Negara Berpotensi Menyusut

Hairul Rizal 28 Apr 2023 Kontan

Pemerintah perlu nampaknya mencari lagi kantong-kantong sumber penerimaan negara. Pasalnya, harga komoditas andalan ekspor Indonesia terus mengalami penurunan. Sementara ekspor komoditas masih menjadi andalan penerimaan negara. Asal tahu saja, harga batubara pada akhir Maret 2023 turun menjadi US$ 187,2 per metrik ton. Harga itu terpangkas 40,38% year on year (yoy). Sejak awal tahun hingga 25 April lalu, harga batubara telah turun 23,91% year to date (ytd). Begitu juga dengan harga minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) pada akhir Maret 2023 yang kini berada di level US$ 972,1 per metrik ton, turun 45,30% yoy. Harga CPO pada tanggal 26 April dibanding awal tahun ini anjlok 13,43%. Sementara harga nikel anjlok 24,83% sejak awal tahun hingga 25 April lalu. Sementara batubara menjadi penopang penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Pada tahun 2022 lalu, komoditas batubara menyumbang 80% dari nilai royalti PNBP. Sementara nikel berkontribusi 6% terhadap realisasi PNBP minerba tahun lalu. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai, normalisasi harga komoditas berpotensi menggerus nilai ekspor dan pendapatan negara hingga akhir tahun 2023. "Penerimaan pajak maupun bukan pajak akan menurun," kata Josua kepada KONTAN, Kamis (27/4). Penurunan ini sebenarnya sudah terlihat dari realisasi penerimaan negara hingga akhir kuartal I-2023. Sebut saja penerimaan pajak dari sektor pertambangan pada kuartal I-2023 yang tumbuh 113,6% yoy, melambat dari pertumbuhan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 150,8% yoy.

Pangkas Karyawan, Rugi Goto Susut

Hairul Rizal 28 Apr 2023 Kontan

Langkah PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menggelar pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 1.300 karyawan pada November 2022 mulai berbuah hasil. Per akhir Maret 2023, emiten teknologi ini berhasil memangkas rugi bersih sebesar 40,31% secara tahunan menjadi Rp 3,86 triliun. Direktur Keuangan Grup Goto Jacky Lo mengatakan, kinerja perusahaan didorong oleh kenaikan pendapatan dan efisiensi beban. "Pengelolaan beban operasional tetap secara cermat mendukung GOTO dalam mencapai profitabilitas dan secara signifikan telah mengurangi biaya operasional serta tingkat cash burn ," kata Jacky, Kamis (27/4). Penghematan beban usaha yang dilakukan pada kuartal IV-2022 tersebut telah mengurangi beban operasional berulang (recurring cash operating expenses) hingga Rp 460 miliar atau sekitar 17% dibandingkan kuartal sebelumnya. Beban insentif dan pemasaran produk juga turun sekitar 39% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Jacky mengatakan, nilai ini mencerminkan penghematan sebesar Rp 2,6 triliun. Menurut Jacky, dengan basis biaya yang lebih rendah, maka GOTO juga lebih leluasa melakukan alokasi modal. Emiten ini juga bisa mendorong percepatan pertumbuhan. Sedangkan EBITDA yang disesuaikan membaik 67% secara tahunan menjadi hanya minus Rp 1,6 triliun pada kuartal I-2023. Capaian ini didukung oleh kinerja unit bisnis on-demand services dan e-commerce. Direktur Utama Grup Goto Andre Soelistyo mengatakan, pencapaian di kuartal I-2023 sejalan dengan target GOTO untuk mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal keempat tahun ini. Jennifer A. Harjono, Research Analyst Mirae Asset Sekuritas, juga meyakini, efisiensi dan optimalisasi pada seluruh unit usaha GOTO dapat membuat perusahaan ini meraih EBITDA positif di kuartal IV nanti. "Rugi bersih juga akan menipis," jelasnya.

Transaksi Digital Banking Melesat Setelah Lebaran

Hairul Rizal 28 Apr 2023 Kontan

Transaksi digital perbankan meningkat pesat selama momentum Lebaran tahun ini. Peningkatan terutama terjadi pada layanan transfer online untuk keperluan zakat hingga pengiriman Tunjangan Hari Raya (THR). Bank Mandiri memperkirakan, transaksi nasabah melalui Livin' tumbuh 20% selama periode Lebaran tahun ini dibandingkan dengan bulan normal sebelum menjelang lebaran. Menurut SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Thomas Wahyudi, peningkatan itu tak lepas dari aktivitas ekonomi yang semakin normal, mudik Lebaran sudah semarak dan ada pembayaran THR. Dia mengungkapkan, transaksi yang paling banyak dilakukan lewat Livin' adalah transfer, top up dan pembayaran untuk belanja online. Peningkatan transfer juga didorong adanya layanan BI-Fast dengan biaya lebih murah saat transfer antar bank. Bank Central Asia (BCA) juga memperkirakan, transaksi nasabah secara digital saat Lebaran akan tumbuh pesat. EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn menyebut, peningkatan sejalan dengan ekspektasi kenaikan permintaan barang dan jasa pada masyarakat. Sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, volume transaksi digital BCA, baik mobile banking dan internet banking sudah mencapai 5,8 miliar atau meningkat 29,5% yoy. Andi Nirwoto, Direktur TI dan Digital Bank BTN meyakini, transaksi digital pada periode lebaran tahun ini lebih ramai dari tahun lalu, lantaran pemerintah tak memberlakukan pembatasan mobilitas. Sementara transaksi digital Bank BJB selama masa Lebaran naik  30% dibanding rata-rata transaksi harian pada kondisi normal. Transaksi terbanyak adalah transfer, top up e-money, dan transaksi penggunaan QRIS.  Direktur Utama Bank BJB, Yuddy Renaldi mengatakan, transaksi QRIS meningkat 26,5% dari bulan normal. Didorong belanja merchant dan donasi.

Impresif, Bank Mandiri Torehkan Kinerja Positif di Kuartal I/2023

Hairul Rizal 28 Apr 2023 Bisnis Indonesia (H)

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. mencatatkan kinerja positif pada kuartal I/2023 dengan membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp12,6 triliun atau tumbuh 25,2% secara year on year (YoY).Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi menjelaskan pertumbuhan laba bersih merupakan hasil dari strategi Bank Mandiri yang berfokus pada pendekatan ekosistem bisnis baik dari sisi pembiayaan maupun pendanaan.Total aset Bank Mandiri secara konsolidasi tercatat sebesar Rp1.908 triliun atau tumbuh 10,04% YoY hingga 31 Maret 2023, didorong oleh pertumbuhan kredit yang mencapai sebesar 12,36% YoY secara konsolidasi menjadi Rp1.205 triliun.Darmawan mengatakan peningkatan kredit Bank Mandiri tentunya tidak terlepas dari semakin membaiknya fundamental ekonomi Indonesia. Fungsi intermediasi yang impresif tersebut, lanjut Darmawan, merata di seluruh segmen. Kredit wholesale Bank Mandiri berhasil meningkat 9,09% YoY pada kuartal I/2023 menjadi Rp599 triliun serta kredit ritel yang meningkat 11,92% YoY dengan realisasi mencapai Rp327 triliun. Adapun, nilai transaksi Livin’ by Mandiri pada kuartal I/2023 sebesar Rp725 triliun yang juga tumbuh sebesar 45% bila dibandingkan dengan periode yang sama dengan tahun lalu.Sementara itu, layanan Wholesale Digital Super Platform Kopra by Mandiri telah berhasil mengelola dana lebih dari Rp4.834 triliun transaksi hingga kuartal I/2023 atau tumbuh 19% YoY.

PROFIT LEBAR BANK BESAR

Hairul Rizal 28 Apr 2023 Bisnis Indonesia (H)

Mayoritas bank papan atas kompak menutup kuartal I/2023 dengan membukukan profit tebal, kendati dibayangi kebijakan moneter moderat Bank Indonesia melalui penetapan suku bunga acuan 5,75%. Pada periode ini pula, bank besar turut mencatatkan pertumbuhan margin bunga bersih (net interest margin/NIM) secara tahunan. Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) kompak membukukan kenaikan NIM secara tahunan. Sementara itu, dari sisi laba bersih, sektor perbankan saling membukukan pertumbuhan pada kuartal I/2023 (year on year/YoY). Laba bersih konsolidasi Bank Mandiri mekar 25% dari Rp10 triliun menjadi Rp12,6 triliun. Laba BNI merekah 31,8% menjadi Rp5,2 triliun. BRI, bank yang memiliki jaringan terluas senusantara, mencatatkan pertumbuhan laba bersih konsolidasi pada periode tersebut 27,37%, dari Rp12,2 triliun menjadi Rp15,56 triliun. Kinerja ciamik pada kuartal I/2023 menunjukkan sektor perbankan masih solid di tengah perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI7DRR).Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin mengatakan kebijakan pengetetan moneter BI pada tahun ini tak seagresif tahun lalu. Hal itu tecermin pada langkah bank sentral menahan suku bunga pada 5,75% setelah membuka tahun dengan kenaikan 25 basis poin (bps). Untuk berikutnya, dia menilai bahwa suku bunga stagnan bakal membatasi gerak NIM bank. Namun, cerita bakal berbeda bila bank melakukan jurus efisiensi. Tak heran bila tren kenaikan NIM di kalangan bank masih bisa terealisasi pada sisa tahun ini. “Ini yang banyak dilakukan bank sekarang. Mereka bisa jaga cost of fund,” katanya.

PENYEBERANGAN LAUT : Terminal Reguler Lebih Lancar

Hairul Rizal 28 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Antrean kendaraan sempat terjadi di Pelabuhan Bakauheni Lampung untuk menyeberang ke Pelabuhan Merak Banten. Namun, kepadatan tersebut hanya terjadi pada terminal eksekutif saja, sementara terminal reguler cukup lancar atau lebih sepi. Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin mengimbau kepada pengguna kendaraan pribadi yang akan melakukan penyeberangan melalui Bakauheni ke Merak agar menggunakan terminal reguler. “Kami sarankan melalui dermaga reguler, silakan teman-teman kita yang akan melakukan penyeberangan bisa beli tiket di reguler,” kata Edwin di Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan seperti dilansir dari Antara, Kamis (27/4). Edwin mengatakan tercatat ada 28.000 kendaraan yang menyeberang dari Bakauheni, Lampung menuju Merak Banten saat H+5 Lebaran. Dari jumlah 28.000 kendaraan tersebut, diperkirakan mayoritas kendaraan memilih untuk menyeberang melalui pelabuhan eksekutif. Di sisi lain, kondisi pelabuhan reguler tidak begitu ramai sehingga jika penumpang mau berangkat dari pelabuhan reguler maka antrean kendaraan bisa dipangkas dan arus balik pun bisa berjalan dengan lancar. Dalam layanan penyeberangan laut, pemudik memang punya pilihan untuk menggunakan terminal eksekutif maupun terminal reguler untuk menyeberang dari Bakauheni ke Merak atau sebaliknya. Terminal eksekutif memiliki keunggulan dalam hal durasi waktu penyeberangan 1 jam lebih cepat ketimbang terminal reguler, fasilitas terminal dilengkapi mal dan hotel, serta fasilitas garbarata bagi penumpang yang tidak membawa kendaraan sehingga jika masing-masing pilihan ada konsekusinya.

PENGOLAHAN MIGAS : PROYEK KILANG KEMBALI ‘TERHANTAM’

Hairul Rizal 28 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Belum tuntas persoalan yang mengadang proyek Grass Root Refinery atau GRR Tuban yang dikerjakan bersama dengan perusahaan asal Rusia, yakni Rosneft, kini Refinery Development Master Plan Balikpapan ikut terancam setelah Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat mundur dari rencana memberikan pinjaman senilai US$99,7 juta. Mundurnya Bank Ekspor-Impor Amerika Serikat atau the US Export-Import Bank dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan diambil menyusul komitmen pemerintah Amerika Serikat untuk berhenti menyalurkan pinjaman pada proyek berbasis bahan bakar fosil di luar negeri. Dikutip dari Bloomberg, keputusan itu diambil dewan direksi setelah mendapat tekanan dari sejumlah aktivis lingkungan yang menyatakan rencana pinjaman tersebut bertolak belakang dengan komitmen Presiden AS Joe Biden dalam upaya melawan perubahan iklim. “Sebagai tindak lanjut dari evaluasi yang disampaikan pemangku kepentingan terkait baru-baru ini, proyek itu telah dihapus dari agenda,” kata Juru Bicara Bank Ekspor-Impor AS Sean Bartlett, seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (27/4). Program Manager Finansial Internasional Friends of the Earth Kate DeAngelis mengatakan bahwa keputusan itu memberi sinyal penting bagi pemerintahan Biden dalam pendekatannya dengan proyek energi di luar negeri. “Kami berharap dengan ini Bank Ekspor-Impor telah meninjau ulang pembiayaan untuk kilang minyak, mengingat risikonya yang tinggi untuk pencemaran lingkungan,” katanya. 

Untuk diketahui, RDMP Balikpapan merupakan salah satu proyek strategis nasional (PSN) yang dilaksanakan oleh Kilang Pertamina Balikpapan. RDMP Balikpapan didesain untuk meningkatkan kapasitas pengolahan yang semula 260.000 barel per hari menjadi 360.000 barel per hari, dengan peningkatan kualitas bahan bakar minyak (BBM) yang dihasilkan dari Euro II menjadi Euro V. Pri Agung Rakhmanto, pakar ekonomi energi dan perminyakan Universitas Trisakti, mengatakan pembatalan pembiayaan RDMP Balikpapan menjadi pekerjaan rumah tambahan yang harus segera diselesaikan. Terlebih, RDMP Balikpapan dikerjakan untuk menjadikan Kilang Balikpapan lebih hijau dari sebelumnya, sesuai dengan upaya pemerintah mencapai net zero emission pada 2060. “Ini menjadi pekerjaan rumah tambahan bagi PT Pertamina (Persero) untuk mencari sumber pendanaan baru atau mengatur lagi strategi alokasi belanja keuangan dan distribusi pendanaan proyeknya secara menyeluruh,” katanya saat dihubungi, Kamis (27/4).

DAMPAK PENURUNAN PRODUKSI CPO : Menjaga Harga Minyak Goreng Tetap Aman

Hairul Rizal 28 Apr 2023 Bisnis Indonesia

Pemerintah bergerak cepat mengantisipasi dampak El Nino yang bisa berujung kepada meningkatnya harga minyak goreng di dalam negeri, karena merosotnya produksi minyak sawit mentah atau crude palm oil. Kementerian Perdagangan memprediksi El Nino atau fenomena pemanasan suhu muka laut pada tahun ini bisa menurunkan produksi crude palm oil (CPO). Hal itu pun bisa berujung naiknya harga minyak goreng karena kekurangan bahan baku. Kepala Badan Kebijakan Perdagangan Kementerian Perdagangan Kasan Muhri mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap kenaikan harga minyak goreng yang dipicu oleh El Nino melalui sejumlah kebijakan khusus untuk minyak goreng. Kebijakan tersebut di antaranya adalah besaran untuk rasio kuota hak ekspor CPO yang dipangkas menjadi 1:4, dan insentif lain untuk minyak goreng kemasan. Selain itu, pemerintah juga akan terus memonitor pergerakan pasokannya. Dengan adanya kebijakan tersebut, maka rasio penjualan ke luar negeri dan pemenuhan DMO dipangkas menjadi 1:4. Artinya, produsen hanya bisa melakukan ekspor sebanyak empat kali dari jumlah pemenuhan pasokan dalam negeri. 

Sebelumnya, pemerintah juga telah memangkas rasio kuota hak ekspor CPO dari 1:8 menjadi 1:6 per 1 Januari 2023. Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Firman Hidayat menuturkan bahwa eksportir sebenarnya memiliki hak ekspor berlebih sehingga terjadi disinsentif untuk melakukan DMO. Dia pun memperkirakan hak ekspor yang dimiliki oleh eksportir secara keseluruhan pada akhir tahun kurang lebih mencapai 4 juta ton. Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa menambahkan bahwa ada dua hal yang bakal dilakukan pemerintah dalam rangka mengantisipasi El Nino tahun ini. Pertama, meningkatkan produksi di hulu dan mengantisipasi penurunan dengan berbagai cara yang merupakan wilayah kerja Kementerian Pertanian dan Kementerian Perindustrian. Kedua, pihaknya akan melakukan langkah-langkah penguatan stok cadangan pemerintah di sisi hilir.

Sekitar 30% Makanan di Pasar Mengandung Zat Berbahaya

Yuniati Turjandini 28 Apr 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA, ID – Penarikan “Indomie Rasa Ayam Spesial” produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang dilakukan Otoritas Kesehatan Kota Taipei, Taiwan, perlu mendapatkan perhatian serius pemerintah Indonesia. Bukan tidak mungkin hal yang sama terjadi di Indonesia. Diperkirakan, sekitar 30% bahan pangan maupunmakanan siap saji di Tanah Air masih banyak mengandung bahan berbahaya. Pengawasan dan uji sampel harus segera dilakukan menyeluruh secara reguler, baik sebelum barang dipasarkan maupun setelah beredar. “Peningkatan pengawasan harus dilakukan, secara reguler, baik pre-market maupun post market. Sanksi tegas juga harus diberlakukan termasuk ke pedagangnya, dengan misalnya tidak boleh berjualan di pasar yang dikelola pemda sehingga jera,” kata Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi kepada Investor Daily, Jakarta, Kamis (27/04/2023). Hal itu dikatakan Tulus menyusul penarikan produk mi instan “Indomie Rasa Ayam Spesial” produksi PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang dilakukan Otoritas Kesehatan Kota Taipei, Taiwan, karena bumbunya mengandung residu pestisida etilen oksida sebesar 0,187 mg/kg (ppm). (Yetede)

Pilihan Editor