;

Blibli Bangun Gudang Terbesarnya di Marunda

Yoga 12 May 2023 Kompas

PT Global Digital Niaga Tbk atau Blibli mulai membangun gudang seluas 10 hektar di Marunda, Bekasi, Jawa Barat, yang disebut sebagai gudang terbesarnya. Gudang ini di-harapkan dapat mengatasi tantangan logistik. Chief Executive Officer dan Co-Founder Blibli Kusumo Martanto, Kamis (11/5/2023), mengatakan, Blibli berupaya mendorong pertumbuhan ekosistem perdagangan melalui dukungan logistik dan rantai pasok yang kuat. (Yoga)

BPD Didorong Biayai Pembangunan IKN

Yoga 12 May 2023 Kompas

Bank Pembangunan Daerah seluruh Indonesia diajak membiayai pembangunan Ibu Kota Nusantara. Hal itu mengemuka dalam Forum Komunikasi Dewan Komisaris BPD SI, bertema ”Sinergi BPD-SI Membangun IKN” di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (11/5/2023). Dirut Bank Kaltimtara M Yamin menyebut, BPD bisa mengambil skema kerja sama pemerintah dan badan usaha dalam pendanaan itu. (Yoga)

Waspada, Serangan Siber Intai Industri Perbankan

Hairul Rizal 12 May 2023 Kontan (H)

Serangan siber terus mengintai industri keuangan di Indonesia. Teranyar, Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk (BRIS).  Layanan bank syariah terbesar di Indonesia ini mengalami gangguan baik online maupun offline,  sejak Senin (8/5). Belum pulih 100% pada Kamis malam (11/05). Gangguan layanan ini menimbulkan banyak kerugian, termasuk nasabah. Warga Aceh yang hanya mengandalkan perbankan syariah terkena efek.  Pasalnya, BSI menguasai pangsa pasar simpanan atau dana pihak ketiga di provisi barat Indonesia ini sebesar 40,7% di akhir 2022. Salah satu yang terdampak negatif atas gangguan layanan BSI adalah petani kopi di Aceh. Sujud, Ketua Kelompok Tani Kopi Maju Makmur Mandiri di Kabupaten Bener Meriah menyebut, gara-gara gangguan ini, toke atau pengepul kopi tak bisa melakukan transaksi ke petani. Gangguan juga dirasakan nasabah BSI lain di luar Aceh. Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Mukhaer Pakkana, menyebut, perguruan tingginya juga terkena efek luar biasa. Selain itu, sekitar 500 dosen dan karyawan kampus ini menaruh payroll di BSI dan tidak bisa menarik dana. ITB-AD juga punya sekitar 5.000 orang mahasiswa yang pembayaran uang kuliahnya bisa tersendat. "Aktivitas pembelajaran berhenti. Honor tak tertransfer, rekanan bisnis kampus tak berjalan. Ini bisa mengurangi kepercayaan kampus di mata publik," keluh Mukhaer. Ia minta manajemen BSI bertanggung jawab. Dia menilai, manajemen BSI tak memiliki early warning system dalam memitigasi serangan siber. Pakar Forensik Digital dari Vaksincom Alfons Tanujaya juga mengaku mendengar rumor serangan ransomware. Menurut dia, manajemen BSI harus menjelaskan ini secara detail. "Layanan terhenti lebih dari satu hari adalah disrupsi sangat serius," kata dia. Herry Gunadi, Direktur Utama BSI mengamini adanya dugaan serangan siber. Menurut dia, serangan siber suatu yang biasa terjadi di dunia digital.

Saham Emiten Energi Tak Lagi Bertaji

Hairul Rizal 12 May 2023 Kontan

Setelah perkasa di sepanjang tahun 2022, indeks saham sektor energi mulai loyo di awal tahun ini. Hal ini tercermin dari pergerakan indeks saham energi. Kamis (11/5), indeks saham energi bertengger di posisi 1.933,02, turun 1,99% dibandingkan penutupan hari sebelumnya. Jika diakumulasi sejak awal tahun ini, indeks yang dihuni saham-saham emiten pertambangan batubara, jasa angkutan tambang hingga migas ini sudah longsor 15,20%. Koreksi tersebut membuat indeks energi menjadi indeks sektoral paling jeblok di Bursa Efek Indonesia. Performa terburuk ke dua indeks sektor bahan baku dasar dengan koreksi 10,42%. Posisi ketiga ditempati indeks sektor Kesehatan dengan penurunan 6,32% sejak awal tahun. Buruknya performa indeks sektor energi tak lepas dari koreksi yang menimpa saham-saham penghuni indeks ini. Kontan mencatat, saham emiten batubara hingga migas mengalami penurunan berjamaah di sepanjang tahun berjalan ini. Sebut saja saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang melemah 6,78% sejak awal tahun. Lalu, ada saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melemah 27,55%, saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melemah 27,27%, PT Indika Energy Tbk (INDY) melemah 23,08%, dan saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melemah 24,84% sejak awal tahun. Secara teknikal, analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai, rata-rata saham emiten energi sudah menunjukkan sinyal death cross pada indikator MACD di chart bulanan. Seiring itu, saham energi berada pada fase bearish dan rawan dalam beberapa bulan ke depan. Alhasil, yang bisa dimanfaatkan saat ini adalah teknikal rebound dan cenderung berspekulatif. "Jadi, disarankan koleksi saham energi dalam jumlah terbatas secara proporsi terhadap portfolio investor," kata Ivan kepada Kontan, Kamis (11/5).

Tentakel Bisnis ERAA Makin Berjaya

Hairul Rizal 12 May 2023 Kontan

Pulihnya daya beli masyarakat menjadi katalis positif bagi kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Emiten peritel barang elektronik ini juga rajin melakukan diversifikasi di luar bisnis utama, yakni penjualan ponsel pintar atau smartphone. Analis Reliance Sekuritas, Lukman Hakim melihat bahwa daya beli masyarakat kembali tangguh setelah pemulihan Covid-19 yang disertai dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Kenaikan inflasi yang selama ini menjadi tantangan emiten ritel juga mulai mereda, baik dari dalam negeri maupun secara global. Dalam tiga bulan pertama tahun ini, ERAA mengantongi pertumbuhan penjualan 29% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 14,8 triliun. Sementara laba bersih ERAA turun 20,2% dibandingkan periode sama tahun lalu, menjadi Rp 235,48 miliar. Hal ini akibat penyempitan margin di seluruh segmen bisnis karena ada kenaikan beban. Analis Ciptadana Sekuritas Nicko Yosafat juga sepakat, meskipun lamban di awal tahun, tetapi kinerja ERAA masih dalam jalur yang positif. Pencapaian laba bersih ERAA juga sudah sejalan dengan proyeksi Nicko atau setara 20% dari target laba 2023. Nicko menilai ajang ini menjadi salah satu alasan di balik lonjakan penjualan segmen ponsel dan tablet sebesar 72,4% yoy di kuartal I-2023. Hal ini penting mengingat segmen tersebut merupakan kontributor terbesar bagi laba kotor ERAA.

Tetap Surplus Saat Ekspor Impor Melambat

Hairul Rizal 12 May 2023 Kontan

Melambatnya kinerja investasi diperkirakan menghambat ekspor impor. Namun, neraca perdagangan pada April masih berpotensi mencetak surplus, melanjutkan tren surplus yang sudah berlangsung lebih dari 30 bulan berturut-turut. Sejumlah ekonom yang dihubungi KONTAN memperkirakan, neraca perdagangan di bulan lalu akan mencatat surplus di kisaran US$ 2,7 miliar hingga US$ 4,45 miliar. Sebagian besar proyeksi per April lebih tinggi dibanding realisasi surplus per Maret yang tercatat US$ 2,91 miliar. Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan, surplus neraca perdagangan pada April 2023 sebesar US$ 3,79 miliar. Surplus terjadi karena nilai ekspor diperkirakan sebesar US$ 20,35 miliar, lebih besar daripada perkiraan nilai impor yang mencapai US$ 16,63 miliar. Berdasarkan catatan KONTAN, sejumlah harga komoditas ekspor utama mengalami penurunan. Harga batubara sejak awal tahun hingga 25 April lalu turun 23,91%. Begitu pula dengan harga minyak sawit mentah ( crude palm oil /CPO ) yang anjlok 13,43% dan nikel turun 24,83% pada periode tersebut. Kepala Ekonom BNI Sekuritas Damhuri Nasution memperkirakan, surplus neraca perdagangan April 2023 sebesar US$ 3,47 miliar, dengan kinerja ekspor dan impor yang menurun. Sementara nilai impor di bulan April 2023 diperkirakan sebesar US$ 18,6 miliar, turun 5,98% yoy dan turun 5,98% mtm. Selain karena faktor musiman, penurunan impor dipengaruhi oleh kebutuhan terkait Ramadan dan Idul Fitri telah dipenuhi pada bulan sebelumnya, khususnya impor barang konsumsi. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman juga memperkirakan, surplus neraca perdagangan pada April 2023 sebesar US$ 3,25 miliar. Angka itu lebih tinggi dibandingkan surplus di bulan sebelumnya. Kenaikan surplus terjadi di tengah penurunan nilai ekspor maupun impor.

MENEMPA FONDASI RANTAI PASOK

Hairul Rizal 12 May 2023 Bisnis Indonesia (H)

Negara anggota Asean punya sederet cara untuk mengungkit ekonomi. Salah satu strategi yang bakal gencar dilakukan adalah membangun fondasi rantai pasok global, terutama di sektor industri pengolahan. Inisiatif itu pun telah tertuang dalam Chairman’s Statement KTT ke-42 Asean yang digelar di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur 10-11 Mei 2023. Dalam keterangan resmi, Kamis (11/5), Presiden RI Joko Widodo menyatakan bahwa KTT ke-42 Asean telah menghasilkan tiga kesimpulan. Pertama, perhatian penuh terhadap kepentingan rakyat, termasuk pelindungan pekerja migran dan korban perdagangan manusia. Kedua, mendorong penyelesaian konflik Myanmar. Adapun ketiga, penguatan kerja sama ekonomi. Menurut Jokowi, para pemimpin Asean sepakat untuk membangun ekosistem mobil listrik, sekaligus menjadi bagian penting dari rantai pasok dunia. Hal itu tecermin dari indeks manufaktur kuartal II/2023 lansiran S&P Global, di mana Purchasing Managers’ Index Manufaktur Asean naik dari 51 pada Maret ke posisi 52,7 pada April. Sebanyak lima dari tujuh negara Asean peserta survei, juga menunjukkan pertumbuhan indeks. Dus, capaian itu pun menjadi perbaikan paling kuat sejak September 2022.

Apalagi, dalam satu poin pernyataan Chairman’s Statement disebutkan bahwa pertumbuhan kawasan Asean akan terus didorong. Demikian pula dengan komitmen untuk memperdalam integrasi ekonomi, memperluas sektor perdagangan dan investasi, serta konektivitas rantai pasok. Alhasil, pada tahun ini pertumbuhan ekonomi Asean ditarget tembus 4,7%, dan tumbuh menjadi 5% pada 2024 yang didorong oleh konsumsi domestik, kinerja ekspor, serta perbaikan sektor jasa. Target tersebut selaras dengan ramalan International Monetary Fund yang memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Asean sebesar 4,6% pada 2023 dan 4,9% pada 2024. Kalangan pelaku usaha pun menyambut baik hasil KTT Asean kali ini. Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Yohannes Nangoi mengatakan bahwa negara Asean semakin sadar dengan masalah lingkungan sehingga tren kendaraan listrik terus menjalar.

Interkoneksi Listrik Mendorong Energi Hijau

Hairul Rizal 12 May 2023 Bisnis Indonesia

Posisi Indonesia dalam mengemban tanggung jawab sebgai Ketua The Association of Southeast Asian Nations (Asean) pada tahun ini membuka jalan lebar untuk mewujudkan ketahanan energi di kawasan Asia Tenggara. Dalam gelaran internasional ini, Indonesia mengawal dua inisiasi di sektor energi yakni pengembangan interkonektivitas Asean Power Grid dan Trans Asean Gas Pipeline. Kedua agenda ini menjadi prioritas untuk merespons percepatan transisi energi dari mengurangi penggunaan energi fosil menuju ke ramah lingkungan. Proyek Interkonektivitas listrik antarnegara masuk dalam tujuh pilar utama sektor energi yang menjadi program Keketuaan Indonesia di Asean. Beberapa pilar lainnya adalah: Asean Power Grid, Trans-Asean Gas Pipeline, Coal and Clean Coal Technology, Energy Efficiency and Conservation, Renewable Energy, Regional Energy Policy and Planning dan Civilian Nuclear Energy. Tujuh pilar tersebut selaras dengan Asean Plan of Action for Energy Cooperation (APAEC) 2016—2025. Rencana pembangunan infrastruktur jaringan listrik di kawasan Asia Tenggara atau Asean Power Grid diutamakan bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT). Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kawasan Asean memiliki sumber EBT yang cukup besar, sebesar 17.000 GW. Besarnya sumber energi ini diproyeksikan sangat mampu memenuhi target transisi energi di kawasan Asean. Pengembangan interkoneksi power grid (BIMP) memiliki karakteristik yang berbeda dengan proyek LTMS. Perbedaannya adalah proyek LMTS hanya memanfaatkan saluran udara di darat. Sementara itu, BIMP perlu terkoneksi dengan kabel bawah laut. Harian ini menilai inisiasi pembangunan infrastruktur jaringan listrik di kawasan Asia Tenggara atau Asean Power Grid dan Trans Asean Gas Pipeline menjadi lompatan baru untuk mendorong percepatan transisi energi antarnegara.

EKSPANSI BISNIS EMITEN : BELANJA MODAL TERTAHAN

Hairul Rizal 12 May 2023 Bisnis Indonesia

Realisasi belanja modal sejumlah emiten pada kuartal I/2023 tercatat masih landai. Namun, capital expenditure yang dikucurkan emiten sektor pertambangan dan telekomunikasi cenderung meningkat. Dua sektor pertambangan dan telekomunikasi masih berkinerja positif dari sisi pertumbuhan permintaan.Sepanjang Januari—Maret 2023, PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO) menyerap belanja modal sebesar US$132 juta. Menurut Chief Financial Officer Adaro Energy Lie Luckman, total anggaran belanja modal perseroan mencapai US$500 juta—US$600 juta pada 2023. “Rencananya 40% untuk peremajaan alat-alat berat, 30% untuk logistik, dan sisanya untuk mining company kami. Semua capex untuk perawatan rutin,” kata Lie, Kamis (11/5). Realisasi belanja modal ADRO pada kuartal I/2023 naik 87% dari US$70 juta pada kuartal I/2022. Pengeluaran belanja modal pada periode 3 bulan pertama ini terutama digunakan untuk konstruksi smelter aluminium sebesar US$15 juta, pemesanan kapal-kapal sejumlah US$31 juta, serta pembelian dan overhaul alat berat sebesar US$48 juta. Manajemen PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) memaparkan hingga akhir Maret 2023, total belanja modal perseroan mencapai Rp7,4 triliun atau 20,6% dari total pendapatan. Direktur Utama Telkom Indonesia Ririek Adriansyah menyatakan anggaran belanja difokuskan pada pengembangan infrastruktur jaringan telekomunikasi. Belanja modal juga dikucurkan oleh dua emiten telekomunikasi lainnya, yakni PT Indosat Tbk. (ISAT) dan PT XL Axiata Tbk. (EXCL). Presiden Direktur & CEO PT XL Axiata Tbk. (EXCL) Dian Siswarini memaparkan keseriusan XL Axiata memperkuat jaringan tecermin dari pengalokasian mayoritas dari Rp 8 triliun dana belanja modal untuk mendukung kebutuhan ekspansi jaringan.

MODAL MENGALIR KE ASEAN

Hairul Rizal 12 May 2023 Bisnis Indonesia

Kawasan Asean dalam tiga tahun terakhir mampu menyerap penanaman modal asing (PMA) dari sejumlah negara-negara di kawasan Asia Pasifik, Eropa, Amerika Serikat, dan negara lainnya. Bahkan, pada periode 2011-2021, porsi investasi asing ke kawasan Asean cenderung meningkat menyusul minat pebisnis untuk mengembangkan sektor energi terbarukan, industri, dan real estat di wilayah ini.Asean Investment Report 2022 menunjukkan bahwa proyek investasi baru (greenfield) dari pemodal asing juga banyak mengucur ke industri elektronik, khususnya semikonduktor, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik, termasuk juga penghiliran mineral sebagai bagian dari ekosistem itu.Hanya saja, investasi asing itu masih terkonsentrasi pada negara-negara tradisional seperti Singapura, Indonesia, Vietnam, Thailand, Filipina, dan Malaysia. Oleh karena itu, bergerak bersama sebagai satu kesatuan keluarga Asean perlu diupayakan untuk menciptakan pemerataan ekonomi komunitas Asean.

Pilihan Editor