;

Interkoneksi Listrik Mendorong Energi Hijau

Lingkungan Hidup Hairul Rizal 12 May 2023 Bisnis Indonesia
Interkoneksi Listrik Mendorong Energi Hijau

Posisi Indonesia dalam mengemban tanggung jawab sebgai Ketua The Association of Southeast Asian Nations (Asean) pada tahun ini membuka jalan lebar untuk mewujudkan ketahanan energi di kawasan Asia Tenggara. Dalam gelaran internasional ini, Indonesia mengawal dua inisiasi di sektor energi yakni pengembangan interkonektivitas Asean Power Grid dan Trans Asean Gas Pipeline. Kedua agenda ini menjadi prioritas untuk merespons percepatan transisi energi dari mengurangi penggunaan energi fosil menuju ke ramah lingkungan. Proyek Interkonektivitas listrik antarnegara masuk dalam tujuh pilar utama sektor energi yang menjadi program Keketuaan Indonesia di Asean. Beberapa pilar lainnya adalah: Asean Power Grid, Trans-Asean Gas Pipeline, Coal and Clean Coal Technology, Energy Efficiency and Conservation, Renewable Energy, Regional Energy Policy and Planning dan Civilian Nuclear Energy. Tujuh pilar tersebut selaras dengan Asean Plan of Action for Energy Cooperation (APAEC) 2016—2025. Rencana pembangunan infrastruktur jaringan listrik di kawasan Asia Tenggara atau Asean Power Grid diutamakan bersumber dari energi baru dan terbarukan (EBT). Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kawasan Asean memiliki sumber EBT yang cukup besar, sebesar 17.000 GW. Besarnya sumber energi ini diproyeksikan sangat mampu memenuhi target transisi energi di kawasan Asean. Pengembangan interkoneksi power grid (BIMP) memiliki karakteristik yang berbeda dengan proyek LTMS. Perbedaannya adalah proyek LMTS hanya memanfaatkan saluran udara di darat. Sementara itu, BIMP perlu terkoneksi dengan kabel bawah laut. Harian ini menilai inisiasi pembangunan infrastruktur jaringan listrik di kawasan Asia Tenggara atau Asean Power Grid dan Trans Asean Gas Pipeline menjadi lompatan baru untuk mendorong percepatan transisi energi antarnegara.

Tags :
#Energi
Download Aplikasi Labirin :