;

Tetap Surplus Saat Ekspor Impor Melambat

Ekonomi Hairul Rizal 12 May 2023 Kontan
Tetap Surplus Saat Ekspor Impor Melambat

Melambatnya kinerja investasi diperkirakan menghambat ekspor impor. Namun, neraca perdagangan pada April masih berpotensi mencetak surplus, melanjutkan tren surplus yang sudah berlangsung lebih dari 30 bulan berturut-turut. Sejumlah ekonom yang dihubungi KONTAN memperkirakan, neraca perdagangan di bulan lalu akan mencatat surplus di kisaran US$ 2,7 miliar hingga US$ 4,45 miliar. Sebagian besar proyeksi per April lebih tinggi dibanding realisasi surplus per Maret yang tercatat US$ 2,91 miliar. Kepala Ekonom BCA David Sumual memperkirakan, surplus neraca perdagangan pada April 2023 sebesar US$ 3,79 miliar. Surplus terjadi karena nilai ekspor diperkirakan sebesar US$ 20,35 miliar, lebih besar daripada perkiraan nilai impor yang mencapai US$ 16,63 miliar. Berdasarkan catatan KONTAN, sejumlah harga komoditas ekspor utama mengalami penurunan. Harga batubara sejak awal tahun hingga 25 April lalu turun 23,91%. Begitu pula dengan harga minyak sawit mentah ( crude palm oil /CPO ) yang anjlok 13,43% dan nikel turun 24,83% pada periode tersebut. Kepala Ekonom BNI Sekuritas Damhuri Nasution memperkirakan, surplus neraca perdagangan April 2023 sebesar US$ 3,47 miliar, dengan kinerja ekspor dan impor yang menurun. Sementara nilai impor di bulan April 2023 diperkirakan sebesar US$ 18,6 miliar, turun 5,98% yoy dan turun 5,98% mtm. Selain karena faktor musiman, penurunan impor dipengaruhi oleh kebutuhan terkait Ramadan dan Idul Fitri telah dipenuhi pada bulan sebelumnya, khususnya impor barang konsumsi. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman juga memperkirakan, surplus neraca perdagangan pada April 2023 sebesar US$ 3,25 miliar. Angka itu lebih tinggi dibandingkan surplus di bulan sebelumnya. Kenaikan surplus terjadi di tengah penurunan nilai ekspor maupun impor.

Download Aplikasi Labirin :