Tentakel Bisnis ERAA Makin Berjaya
Pulihnya daya beli masyarakat menjadi katalis positif bagi kinerja PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA). Emiten peritel barang elektronik ini juga rajin melakukan diversifikasi di luar bisnis utama, yakni penjualan ponsel pintar atau
smartphone.
Analis Reliance Sekuritas, Lukman Hakim melihat bahwa daya beli masyarakat kembali tangguh setelah pemulihan Covid-19 yang disertai dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Kenaikan inflasi yang selama ini menjadi tantangan emiten ritel juga mulai mereda, baik dari dalam negeri maupun secara global.
Dalam tiga bulan pertama tahun ini, ERAA mengantongi pertumbuhan penjualan 29% secara tahunan atau
year on year
(yoy) menjadi Rp 14,8 triliun. Sementara laba bersih ERAA turun 20,2% dibandingkan periode sama tahun lalu, menjadi Rp 235,48 miliar. Hal ini akibat penyempitan margin di seluruh segmen bisnis karena ada kenaikan beban.
Analis Ciptadana Sekuritas Nicko Yosafat juga sepakat, meskipun lamban di awal tahun, tetapi kinerja ERAA masih dalam jalur yang positif. Pencapaian laba bersih ERAA juga sudah sejalan dengan proyeksi Nicko atau setara 20% dari target laba 2023.
Nicko menilai ajang ini menjadi salah satu alasan di balik lonjakan penjualan segmen ponsel dan tablet sebesar 72,4% yoy di kuartal I-2023. Hal ini penting mengingat segmen tersebut merupakan kontributor terbesar bagi laba kotor ERAA.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023